The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, October 18, 2020

Wisata Religius ke makam Sultan Mahmud Badaruddin di Palembang

 

sepanjang jalan menuju makam 

yang ada ada adalah taman dihiasi bunga warna warni

tercium aroma melati

juga perjalanan insani



 

        Gambar 1 : Taman disekitar makam dihiasi aneka bunga warna-warni doc. Edrida Pulungan 



Gambar 2 :  Gerbang Menuju makam dihiasi aneka bunga warna-warni doc. Edrida Pulungan 



Gambar 3 : Taman disekitar makam dihiasi aneka bunga warna-warni doc. Edrida Pulungan 


Gambar 4 : Taman disekitar makam  SBM beserta istri-istrinya doc. Edrida Pulungan 


                       Gambar 5 : Ziarah  makam SBM bersama bu Beby  doc. Edrida Pulungan 



Gambar 6 : Taman disekitar makam dihiasi aneka bunga warna-warni doc. Edrida Pulungan 






Monday, October 12, 2020

Louise Gluck peraih nobel sastra 2020 sekilas karya dan proses kreatifnya dari Amerika

 

Louise Gluck peraih nobel sastra 2020 sekilas karya dan proses kreatifnya  dari Amerika 

  in Bukupedia  by 





Setelah 52 tahun menjadi penyair dan memengaruhi banyak penyair muda pada masanya, Louise Elisabeth Gluck akhirnya dianugerahi Nobel Sastra 2020. Siapakah Gluck? Bagaimana karyanya? Bagaimana ia menggubah sebuah puisi?

SVENSKA Akademien atau Akademi Swedia, institusi yang ditugasi untuk memilih peraih Hadiah Nobel di bidang Kesusastraan, telah memutuskan untuk menganugerahkan hadiah tersebut pada 2020 kepada penyair Amerika Serikat, Louise Elisabeth Gluck (77 Tahun). Akademi menyatakan, puisi-puisi Gluck bersuara jernih dan indah sehingga membuat eksistensi individual menjadi universal.

Penganugerahan Nobel Sastra tahun ini tampaknya tak akan memicu kontroversi seperti tahun sebelumnya. Ini bukan semata karena pandemi, tapi figur kepenyairan Gluck memang nyaris tak bisa diberi label politis atau ideologis. Pemenang 2019, pengarang-penyair Austria Peter Handke, memicu keributan dan protes karena Handke pernah terang-terangan mendukung Serbia dalam Perang Balkan 1990.

Selama 52 tahun karirnya sebagai penyair dan kritikus sastra, Gluck lebih berfokus kepada nilai intrinsik sastra. Puisi-puisinya juga bertema persoalan-persoalan pribadi manusia: trauma, kesendirian, ketakutan, kehilangan, kegagalan, dan kematian.

Namun, pada saat yang sama, kita bisa keliru jika menggolongkan Gluck hanya sebagai penyair confessional, atau yang berfokus kepada pengungkapan perasaan “aku”. Dalam perkembangan kepenyairannya, suara Gluck mulai menempati persona-persona lain, terutama ketika dia mengeksplorasi filsafat dan mitologi, seperti dalam kumpulan puisi The Triumph of Archilles (1985), Ararat (1990), dan Averno (2006).

Tak heran jika banyak kritikus berdebat saat mencoba memberi label pada perempuan penyair kelahiran New York 1943 itu. Dan Gluck tampaknya nyaman-nyaman saja berada dalam keserbaantaraan.

Keserbaantaraan itulah justru yang menjadi keunikan Gluck. Dia bermain-main dengan ambivalensi emosi dan diksi yang jelas-jernih. Hasilnya, puisi-puisinya mudah diakses oleh penikmat awam tapi pada saat yang sama memiliki lapisan makna dalam.

A child draws the outline of a body.
She draws what she can, but it is white all through,
she cannot fill in what she knows is there.
Within the unsupported line, she knows
that life is missing…

Kutipan dari “Descending Figure” (1980) di atas menunjukkan ciri khas Gluck. Bentuk bait di atas liris tapi tak menggunakan rima. Ia lebih mengandalkan enjembemen untuk menimbulkan irama bagi pembacanya.

Pembaca juga bisa menafsir bait di atas sebagai ekspresi seorang perempuan yang merasa selalu dikecualikan dalam dunia yang didominasi pria kulit putih. Gluck berbicara tentang hal itu tanpa harus berpolemik dan dilabeli “penyair-feminis”. Puisinya memperlihatkan kedalaman di balik kemudahan yang tampak.

Tema seperti itu—yang dibungkus dalam kejernihan diksi—juga terdapat dalam puisi-puisinya yang lain. Dia memilih kata dengan sangat hati-hati. Ia tampak menginginkan kata yang terpilih bisa mengungkap sesuatu yang tak tampak tapi tetap dalam kesederhanaan. Puisi “Mock Orange” dari kumpulan The Triumph of Archilles di bawah ini juga menunjukkan hal itu.

It is not the moon, I tell you.
It is these flowers
lighting the yard.

I hate them.
I hate them as I hate sex,
the man’s mouth
sealing my mouth, the man’s
paralyzing body—

and the cry that always escapes,
the low, humiliating
premise of union—

In my mind tonight
I hear the question and pursuing answer
fused in one sound
that mounts and mounts and then
is split into the old selves,
the tired antagonisms. Do you see?
We were made fools of.
And the scent of mock orange
drifts through the window.

How can I rest?
How can I be content
when there is still
that odor in the world?

Dalam sebuah wawancara, Gluck mengakui dia terobsesi dengan kata. Dia tak pernah bisa tenang sampai menemukan kata-kata yang pas. Dia bilang, kalau menulis sangat cepat, dia seakan merasa puisi itu bukan berasal darinya.

Dia bercerita, suatu ketika dia sampai memikirkan sebuah draf puisi di tempat tidur. Lalu, dia merasa bahwa satu larik akan lebih pas jika disampaikan dalam bahasa Jerman, padahal dia tak berbicara dalam bahasa tersebut. Setelah menelepon kawannya untuk menanyakan apa bahasa Jerman yang tepat untuk menggambarkan larik tersebut, dia pun menuliskan bait itu sebagai berikut.

In the silence of consciousness I asked myself:
why did I reject my life? And I answer
Die Erde überwältigt mich:
the earth defeats me.

(“Landscape” dalam Averno)

Meskipun tentu saja Nobel sangat prestisius, Gluck sebenarnya sudah kenyang dengan penghargaan sastra. Dia menjadi langganan penghargaan bergengsi lain, seperti National Book Award in Poetry, Bingham Poetry Prize (dari Boston Book Review), Book Award in Poetry (dari The New Yorker), Pulitzer Prize, William Carlos Williams Award (dari Poetry Society of America); Rebekah Johnson Bobbitt National Prize for Poetry (dari Library of Congress); National Book Critics Circle Award, Literary Press Award (dari The Boston Globe), dan Melville Kane Award (dari Poetry Society of America).

Gluck pernah mengatakan, menjadi penyair adalah suatu keajaiban. Sebab, tak banyak orang bercita-cita menjadi penyair, dan bahkan cita-cita seperti itu tak akan pernah dibayangkan orang. Tapi, inilah pilihan hidupnya, sesuatu yang memang ingin dia lakukan.

Pilihan itu justru kini menempatkannya dalam posisi terhormat dalam kesusastraan Amerika dan dunia. Dia salah satu penasehat pada Academy of American Poets sejak 1999. Pada 2003 hingga 2004, dia menjadi “Poet Laureate of the United States”, semacam duta yang bertugas selama satu tahun untuk meningkatkan kesadaran bangsa Amerika kepada membaca dan menulis puisi.

Selain menggubah puisi, Gluck mengajar di Yale University sebagai guru besar lepas atau adjunct professor. Padahal, Gluck tidak memiliki gelar akademik apa pun.

Dia menderita anokresia (gangguan makan) sejak remaja hingga usia awal dewasa. Kondisi kesehatan inilah yang membuatnya tak bisa menempuh pendidikan tinggi hingga tuntas meskipun sempat mengikuti kelas menulis puisi di bawah bimbingan penyair besar Amerika Leonie Adams dan Stanley Kunitz di Columbia University.[]

Sunday, October 11, 2020

Inovasi Koperasi : Solusi Kemandirian Ekonomi serta Gaya Hidup Bangsa

 

Inovasi Koperasi :Solusi Kemandirian Ekonomi serta Gaya Hidup Bangsa

Edrida Pulungan

 

Koperasi juga akan mendidik semangat percaya pada kekuatan sendiri (self help). Setidaknya, semangat self help ini dibutuhkan untuk memberantas penyakit “inferiority complex” warisan kolonialisme ( Mohammad Hatta, Bapak Koperasi Indonesia

 

Koperasi merupakan warisan founding Fathers, Mohammad Hatta di masa kolonial, setelah tiga tahun kemerdekaan, maka berdirilah koperasi, meskipun dalam perjalanan dan perkembangannya di Indonesia mengalami tumpang tindih. Pemerintah harus mampu menggandeng para kaum muda milenial agar tergerak menemukan inovasi, ide-ide segar dan gagasan baru  agar menajdi solusi kemandirina masyarakat di era pandemi. Salah satu cirinya adalah ketergantungan kepada pemerintah semakin menipis, dan lebih mengarah kepada filosofi koperasi, yaitu self help organization. Disatu sisi kita mengharapkan draft RUU Omnibus law terkait koperasi menajdi payung hukum tumbuhnya pergerakan ekonomi lokal yang merata di seluruh daerah-daerah di Indonesia. Sehingga  harapannya ekonomi Indonesia bisa berlandaskan pada semangat  kebersamaan dimana generasi baru yang terhimpun dalam komunitas bisa membangun banyak start up koperasi .

Dengan bergabung dalam wadah koperasi, para generasi milenial  dapat mebuat berbagai inovasi  mengembangkan usahanya untuk masyarakat dalam berbelanja,bahkan mampu bersaing kembali.Meskipun kondisi di lapangan tidak seperti yang di harapkan, program Reformasi Total Koperasi sangat penting dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas koperasi. Kualitas koperasi menjadi target utama, bukan dari sisi jumlah. Namun dibandingkan dengan negara lain, PDB koperasi secara nasional terlihat memang masih lebih rendah. Misalnya, PDB koperasi di Singapura 10%, Thailand 7%, Perancis 18%, Belanda 18%, dan Selandia Baru 20%. Tingginya PDB tersebut mencerminkan koperasi di negara-negara tersebut sebagai kekuatan ekonomi yang sangat diperhitungkan karena Ketertinggalan PDB koperasi Indonesia juga tantangan yang butuh perhatian serius sehingga  Kementerian Koperasi dan UKM melaksanakan Reformasi Total Koperasi untuk mengubah hal-hal yang prinsip dalam tata kelola koperasi. Reformasi dalam hal mindset atau pola pikir, bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang relevan hingga di masa depan. Upaya yang dilakukan pemerintah melakukan reformasi total koperasi dijalankan dalam lima tahun terakhir meliputi tiga agenda, yaitu pertama, Reorientasi, yaitu mengubah paradigma pendekatan pembangunan koperasi dari kuantitas menjadi kualitas untuk mewujudkan koperasi modern yang berkualitas serta berdaya saing tinggi dengan jumlah anggota aktif yang terus meningkat.

 

Koperasi sebagai solusi kemandirian ekonomi masa pandemi

 

Dalam webinar tentang koperasi yang diadakan oleh ikatan alumni Universitas Indonesia (UI) ada pemaparan menarik dari Firdaus Putera, HC Pendiri  Indonesian Consortium for Coorporative Innovation  yang mengkaji inovasi koperasi dengan mengadakan survey pada tanggal 25 mei 2020 yang diikuti oleh 1002 responden dari yang dijaring dari berbagai media sosial menyampaikan bahwa 53, 8 persen mengatakan penting untuk inovasi koperasi dan 23,8 % mengatakan penting untuk adanya inovasi koperasi, sehingga total keduanya adalah 77,6 % mengharapkan inovasi koperasi

 

Sehingga dari jejak survey diatas, dapatlah dilihat bahwa inovas koperasi sudah penting untuk dikelola kembali dengan baik karena selama ini meskipun banyak koperasi di seluruh daerah di Indonesia namun dalam realitasnya mati segan hidup tak mau. Persepsi orang terhadap koperasi adalah usaha bersama, kewirausahaan , aktivitas sosial dan komunitas, belum lagi berita- berita koperasi yang negatif karena para pengurus yang melarikan uang anggota atau koperasi abal-abal yang berkedok mengambil uang anggota. Untuk itu jika melakukan inovasi terhadap koperasi dimasa depan dengan memikirkan berbagai hal yang menjadi isumendasar terhadap koperasi seperti, jumlah pendiri, kelembagaan, kepemilikan, voting , tata kelola serta modal yang harus diketahui seluruh anggota secara terbuka dan azas kekeluargaan. Karena jika dibandungkan dengan praktik koperasi di negara lain jumlah pendirinya lebih sedikit , misal kanada, uni eropa, australia dengan jumlah pendiri 3-5 orang, sedangkan singapura, malaysia, jamaika, India  dengan jumlah pendiri 5-10 orang, sedangkan Indonesia  berdasarkan UU 17/2010 syaratnya minimal 20 orang hingga adanya draft RUU omnibus law  dengan syarat pendiri 3 orang

 

Inovasi melirik kembali koperasi agar lebih moderndan jadi life style ditengah anak muda sangat penting, karena jika koperasi didirikan seperti start up tentu banyak anak muda yang tergerak dengan melakukan inovasi berbasi teknologi / digital. Tentu saja perjuangan untuk membawa koperasi di Indonesia menjadi lebih inovatif menghadapi era revolusi 4.0. yang membawa perubahan besar dan berdampak secara ekonomi pada masyarakat tidaklah mudah. Karena inovasi merupakan tantangan baru karena koperasi tak sekadar usaha bersama dan  cara berbisnis di era digital, melainkan juga mengubah mindset dalam sistem tata kelola secara menyeluruh dan harus mampu beradaptasi dan bertransformasi secara dinamis

 

Koperasi harus dikampanyekan kepada anak muda dengan lebih kreatif dan inovatif seperti mengarah pada pengembangan aplikasi, termasuk aplikasi pelayanan anggota dan bisnis. Upaya transformasi ini dimaksudkan meningkatkan kinerja usahanya. Teknologi bisa dijadikan alat koperasi dalam menerapkan strategi  dan pengembangan usaha agar lebih menjangkau masyarakat dan dapat meningkatkan daya saing.Untuk itu keterlibatan generasi milenial dibutuhkan guna menjamin eksistensi 'soko guru' nasional ini serta mengejar keteringgalan selama 30 tahun dibanding negara lain.

Karena berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), kaum milenial atau penduduk Indonesia berusia 20-35 tahun, pada tahun 2019 ini mencapai 23,77% atau sekitar 64 juta lebih dari total populasi Indonesia yang mencapai 268 juta jiwa. Potensi untuk menumbuhkan koperasi dikalangan anak muda sangat terbuka lebar dengan brand dan athmosfer baru sehingga koperasi tidak dianggap lagi kolot dan jadul

Salah satu implementasinya adalah Koperasi start up adalah salah satu inovasi yang bisa dijadikan sebagai usaha bersama dengan berbagai jenis sesuai kebutuhan misal koperasi sosial ( social-coop), koperasi komunitas ( community coop), koperasi flatform (platform co-op), skema worker buy out ( WBO) dan sebagainya sehingga koperasi kembali pada ruh kekeluargaan dan gotong royong sehingga bangsa tidak tergantung sepenuhnya dengan negara lain, misal hutang luar negeri yang semakin membubung tinggi, padahal  Indonesia bisa emberdayakan kearifan lokal bangsa dengan budaya gotong   dan kekeluargaan,saling topang dan bantu dalam kemandirian ekonomi. Karena itu koperasi akan berkembang hingga daerah-daerah di Indonesia dan pelosok desa. Koperasi sebagai gaya hidup diharapkan terus  bertumbuh Indonesia dan lebih mengarah kepada filosofi koperasi, yaitu self help organization. Usaha koperasi akan semakin beragam yang dijalankan bukan lagi terbatas pada koperasi simpan pinjam dan konsumsi saja. Melainkan, usahanya sudah mengarah pada koperasi berbasis teknologi informasi seperti usaha yang digeluti oleh koperasi peringkat pertama dunia. 

Pelakunya terdiri dari anak-anak muda yang memiliki mindset lebih kekinian, lebih kreatif dan inovatif. Mereka juga memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya. Koperasi akan menjadi alternatif  solusi untuk masyarakat terlebih dimasa pandemi dengan adanya covid19

sudah mulai banyak koperasi yang menjalankan model bisnis koperasi, dengan core business di bidang pembiayaan, seperti  digital banking.  di mana anggota koperasi akan diberikan kemudahan, seperti cek saldo, melakukan pembayaran/pinjaman, dan lain sebagainya, cukup dengan menggunakan aplikasi saja dan tidak perlu mendatangi kantor koperasi.

ada tiga tantangan yang harus dihadapi koperasi yaitu penguasaan teknologi, menyiapkan proses dan sumber daya manusia (SDM) yang benar. Ditambah pembenahan dengan mengubah mindset atau pola pikir masyarakat terhadap koperasi dan bagaimana model bisnis koperasi itu dilakukan. 

Jadi, dalam industri 4.0 konsep utamanya adalah membangun information society. Teknologi melebur ke dalam kehidupan sehari-hari manusia. Pelakuutamanya bukan teknologi, tetapi manusianya. Proses atau model bisnis koperasi di era digital, bentuk koperasi badan hukum bukan koperasi namun dengan model bisnis berjiwa koperasi, yakni gotong royong dan kebersamaan, akan terus berkembang. 

dan bersepakat membuat startup. Hal ini mencerminkan adanya usaha dari para generasi milenial untuk membangun startup baik dalam bentuk koperasi, Perseroan Terbatas (PT), ataupun yang lain dengan berjiwa koperasi, yaitu gotong royong dan kebersamaan. Apa yang dilakukan para anak muda ini bisa merupakan titik masuk untuk mengubah mindset masyarakat tentang koperasi. Jadi, koperasi di masa depan tidak hanya koperasi simpan pinjam atau koperasi multiguna, namun diharapkan kelak akan muncul koperasi dalam berbagai bentuk dan jenis dengan bergabungnya kreatifitas para startup.

Contoh kesuksesan koperasi yang sudah bertransformasi adalah Koperasi Karya Utama Nusantara (Koptun)  Group,  koperasi yang berdomisili di Kota Purwokerto,  Jawa Tengah.  Pengurus  yang mantan aktivis koperasi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menggagas pendirian Kopkun sebagai koperasi modern.  Kopkun  didirikan 13 tahun  lalu dari modal pinjaman bantuan program Kementerian Koperasi RI. Pada 2006,  mendapat modal pinjaman program koperasi  akademika  Rp 500 juta dan digunakan untuk membangun swalayan di lingkungan kampus. Awalnya dari satu swalayan, kini sudah punya 4 gerai yang tersebar di Purwokerto
Barang-barang yang dijajakan swalayan koperasi komplet. Fasilitas dan layanannya profesional sebagai pasar modern, seperti ritel-ritel perusahaan besar.  

Firdaus menjelaskan para anggota koperasi sebagai pemegang saham harus menyadari, bahwa kaum milenial itu cenderung kreatif dan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang luar biasa inovatif.  Kemampuan itulah yang diharapkan dapat menggeliatkan koperasi.  Bisa saja koperasi hanya mengadopsi skill dan talent kaum milenial tanpa mengajak serta orangnya. Artinya, pengelola koperasi tetap orang-orang lama atau generasi tua namun menerapkan strategi dan manajerial kaum milenial.  Persoalannya, ada yang disebut dengan istilah tacit knowledge, yakni  pengetahuan yang sulit dikomunikasikan kepada orang lain, baik dengan  kata maupun tulisan.

Jika saja para generasi muda terjun dalam dunia Koperasi kemudian dengan fresh brain-nya menyumbangkan gagasan-gagasan baru untuk berkembangnya Koperasi Indonesia. Tentunya ini akan menjadi nadi bangsa untuk peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia. Sebab  visi  Koperasi untuk kesejahterahan anggota ditentukan oleh anggotanya. Hal terpenting koperasi mampu menyediakan kebutuhan dan diminati generasi milenial itu. Dibutuhkan penambahan jaringan internet hingga ke desa dalam rangka pengembangan ‘re branding’ koperasi masa depan. 

 

Berdasarkan survey yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2017 lalu, ada 143,26 juta orang Indonesia yang telah menggunakan internet dari total populasi Indonesia. Nah, data APJII itu juga menunjukkan dari total penduduk Indonesia pengguna internet, 49,52% di antaranya adalah generasi milenial. Semua potensi itu akan berguna maksimal dengan kehadiran UU Koperasi yang baru.  Undang Undang  yang  mengatur tentang Perkoperasian itu sudah sangat lama yakni tahun 1992 sudah 37 tahun, sementara situasi dan kondisi dunia usaha termasuk  koperasi sudah banyak mengalami perubahan, maka Revisi UU Perkoperasian itu sangat dibutuhkan bagi koperasi di Indonesia.

 

RUU Koperasi ini sebenarnya sangat komprehensif dan antitesa terhadap kelemahan UU Koperasi yang lalu, baik itu UU 25/ 1992 Maupun UU 17/2012 yang dibatalkan MK. Contohnya dengan adanya kesamaan perlakuan terhadap pelaku usaha, jika BUMN BUMS bidang keuangan ada LPS maka dalam RUU ini ada LPSK (Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi, red). Selain itu dalam RUU ini Pemerintah dan Negara hadir melakukan perlindungan dan pembelaan terhadap rakyatnya yang sering dieksploitasi oleh Para Rentenir berbaju Koperasi.

 

RUU ini sangat memperhatikan Jatidiri dan prinsip prinsip koperasi,  Pada Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 ayat 21 disebutkan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah adalah kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana dari dan untuk Anggota sesuai dengan prinsip syariah. Sementara Koperasi Rentenir Penghimpunan dananya dari beberapa orang Pemilik saja dan menyalurkan pada masyarakat umum bukan anggota, Kemudian dalam bab II Pasal 6 ayat 3 disebut Prinsip Koperasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : keanggotaan sukarela dan terbuka; pengendalian oleh anggota secara demokratis; partisipasi anggota; otonomi dan kemandirian; pendidikan, pelatihan, dan informasi; kerja sama antar Koperasi; dan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.  Ingat, koperasi merupakan instrumen penting dalam perekonomian. Apabila pemerintah ingin mengurangi kesenjangan  kesejahteraan masyarakat, koperasi merupakan solusi terbaik .(tomi sujatmiko)

 

 

 

 

 

 

Ditengah pandemi Covid-19 seperti ini, mereka-mereka yang beruntung dan berada di zona nyaman adalah mereka-mereka yang berkutat dan berpegang kepada koperasi.

karena adanya koperasi yang kami kelola ini, kami hidup aman secara ekonomi. Warga di sini, khususnya warga RW 15 dan warga lainnya di sekitar Kabupaten Bandung tidak ada yang kesusahan dan kelaparan," kata Ketua Koperasi Syariah Baitul Mu'minin (KSBM) Elly Yessi bergerak di bidang sembako dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Koperasi KSBM memberikan banyak kemudahan kepada para anggotanya. Seperti, warga/anggota yang meminjam uang itu tidak sama sekali diharuskan untuk membayar bunga.Selain itu, koperasi ini memfasilitasi pengadaan sembako, pembayaran listrik, persiapan khitanan dan pernikahan sekalipun. Saat warga yang lain kocar-kacir karena terhimpit masalah ekonomi di tengah pandemi, justru, warga di Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ini hidup sejahtera, seperti biasanya.

koperasi KSBM juga telah membantu mengembangkan usaha-usaha baru. Ini dapat berdiri memanfaatkan dari dana sukarela.

"

Peran koperasi ini penting sekali di tengah pandemi. Koperasi bisa jadi andalan ketika sekarang masyakarat terhimpit persoalan ekonomi," katanya saat melakukan kunjungan kerja meninjau Koperasi Syariah Baitul Mu'minin.

Dukungan berupa materi, penyuluhan, bimbingan teknis pengelolaan koperasi dan bimbingan bagaimana mengelola koperasi itu supaya kedepannya bisa melahirkan usaha-usaha baru.

 

Wednesday, August 26, 2020

Pengalaman istimewa menghadiri upacara kemerdekaan secara virtual tahun 2020

 

Saat bulan agutus yang biasanya menerima undangan menghadiri langsung ke istana, namun tahun 2020 karena masa pandemi saya mendaotar di situs setneg.go.id  dengan mengisi berbagai biodata dan mencantumkan tanda pengenal. Meski mendaftar dan terus gagal, namun akhrinya saya menerima undangan untuk menghadiri gladi resik dan mendapatkan link videonya. Berikut email yang saya terima disertai undangan via electronic juga


dari:pandang.istana@setneg.go.id
kepada:edridapulungan1@gmail.com
tanggal:15 Agu 2020 07.11
subjek:Geladi Upacara Peringatan Ke-75 Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia


Yth. Edrida Pulungan MHI

1. Tata Tertib Mengikuti Geladi Upacara Peringatan Ke-75 Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia melalui videoconference pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020:

  • Room zoom Geladi Upacara Peringatan Ke-75 Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia videoconference di buka hari Sabtu, tanggal 15 Agustus 2020, mulai pukul 08.00 s.d. 10.30 WIB.mulai pukul 08.00 s.d. 10.30 WIB.
  • Untuk kepentingan keamanan videoconference, email yang berisi link join videoconference diharapkan tidak disebarluaskan ke pihak yang tidak berkepentingan;
  • Link videoconference hanya berlaku untuk satu user;
  • Diharapkan mulai bergabung pada videoconference 30 menit sebelum acara dimulai;
  • Peserta videoconference diharapkan mengikuti dengan khidmat dan tetap menerapkan protokol kesehatan;
  • Saat mengikuti videoconference diharapkan berada ditempat yang baik dan kondusif;
  • Penataan ruang peserta videoconference disesuaikan dengan edaran Menteri Sekretaris Negara yang dapat diunduh di www.setneg.go.id;
  • Host berhak mengeluarkan peserta dari room videoconference apabila dianggap mengganggu khidmatnya pelaksanaan upacara.

2. Ikuti kuis berhadiah dari Istana Presiden!

Tebak Pakaian Daerah yang akan dikenakan Presiden RI saat Upacara Peringatan Ke-75 Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI

Ketentuan mengikuti kuis berhadiah:

  • hanya dapat diikuti oleh pendaftar online yang mengikuti upacara melalui videoconference;
  • Pemenang adalah peserta yang mengirimkan jawaban yang benar dan paling cepat diterima;
  • Ketik format jawabannya adalah

nama lengkap#jawaban
(Contoh: fuad ahmad#adat bali);

  • Kirim SMS ke Nomor 081117082045;
  • SMS jawaban paling lambat kami terima pada hari Minggu, 16 Agustus 2020, pukul 17:08:45 WIB
  • Hadiah berupa sepeda dari Presiden Republik Indonesia


Link Join Videoconference akan kami kirim pada e-mail edridapulungan1@gmail.com.

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

BIRO PROTOKOL, SEKRETARIAT PRESIDEN




                           Gambar 1 : Undangan Upacara Peringatan kemerdekaan RI ke 75 melalui virtual saya terima


Setelah itu  ada info yang masuk ke dalam nomor WA saya berisi info terupdate seputar upacara kemerdekaan



Gambar 2 : Saya mendapatkan E-Certifikat setelah menghadiri secara virtual Upacara Peringatan kemerdekaan RI ke 75 melalui virtual saya terima tanggal 25 agustus 2020 via email 



Tuesday, August 4, 2020

Yuk ikutan nulis kritik sastra 2020



masa pandemi, banyak berdiam diri di rumah
namun teruslah berkarya
menulis setiap aksara
menajdikannya abadi


Sastra Indonesia berkembang semakin pesat. Hal ini ditandai dengan banyaknya karya sastra yang diterbitkan dari waktu ke waktu, baik diterbitkan oleh penerbit lokal maupun penerbit bertarap nasional. Akan tetapi, perkembangan sastra Indonesia yang demikian pesat itu tidak diimbangi dengan karya-karya kritis yang membincangkan sastra tersebut. Kendatipun tradisi kritik sastra Indonesia modern sudah dimulai ketika Mohammad Yamin mengkritisi sastra Melayu dalam “Sejarah Melayu” (Jong Sumatra, No. 2—3, 1920: 26—28) dan “Syair Bidasari” (Jong Sumatra, No. 6, 1920: 7--10) perkembangan karya kritik sastra hingga saat ini belum menggembirakan. Padahal, kritik sastra memiliki posisi penting dalam memberi pemahaman atau telaah terhadap karya sastra.

Sehubungan dengan itu, untuk membangkitkan kembali kritik sastra yang berkualitas dan bernas, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, menyelenggarakan Sayembara Kritik Sastra 2020, dengan tema “Kritik Sastra : Antara Teks, Pembaca, dan Penulis”.

 

Ketentuan     :

  1. ​Sayembara dibuka untuk umum (minimal berusia 17 tahun)
  2. Peserta mengirimkan naskah karya asli ke alamat pos-el: subbidang.pengembangansastra@kemdikbud.go.id pada rentang waktu 10 Juli s.d. 20 Agustus 2020 serta dilampiri identitas penulis (foto SIM/KTP/Kartu Pelajar).
  3. Peserta yang tidak mengunggah identitas diri pada saat mengirim naskah, dinyatakan gugur
  4. Naskah yang dikirim belum pernah dipublikasikan dan bebas plagiarisme yang dinyatakan dalam surat pernyataan bermaterai 6000.
  5. Naskah berupa tulisan yang membahas secara kritis problematik sastra di Indonesia.
  6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik (3000--4000 kata) dengan huruf Times New Roman ukuran 12, dalam 1,5 spasi, dan ukuran kertas A4.
  7. Penilaian ditekankan pada kebaruan p(em)ikiran, kekuatan argumentasi, ketajaman analisis, dan kreativitas penyajian.

 

Hadiah          :

Naskah terseleksi (terpilih) akan dibukukan dan pemenang mendapat hadiah berupa uang tunai dengan perincian sebagai berikut.

Terbaik I        : Rp8.000.000,00

Terbaik II       : Rp6.000.000,00

Terbaik III      : Rp4.000.000,00

 

Juri Sayembara Kritik Sastra 2020 :

1.     Manneke Budiman, S.S., M.A., Ph.D. 

2.     Drs. Puji Santosa, M.Hum

3.     Dr. Seno Gumira Ajidarma, S.Sn., M.Hum.

4.     Dr. Sastri Sunarti, M.Hum

5.     Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum

 Penyeleksi :

1.     Dr. Ganjar Harimansyah

             2.     Dra. Erlis Nur Mujiningsih, M.Hum

3.     Drs. Prih Suharto, M.Hum.

          4.     Drs. Agus Sri Danardana, M.Hum

     5.     Dra. Nurweni Saptawuryandari

6.     Ferdinandus Moses, S.S.

 
Lain-Lain
  1. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu-gugat.
  2. Pajak ditanggung pemenang.
  3. Sayembara ini tertutup bagi karyawan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta keluarga inti Dewan Juri.
  4. Dewan Juri terdiri atas sastrawan, akademisi, dan peneliti sastra.
  5. Penjurian meliputi 1) kritik yang menginspirasi dan memotivasi, 2) ketajaman menelaah karya dengan argumentasi yang meyakinkan, dan 3) keberanian memaknai karya sastra sehingga melahirkan inovasi dan kesegaran perspektif.
  6. Naskah yang terpilih pada tahap seleksi akan dipublikasikan dalam buku antologi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  7. Pengumuman Pemenang Sayembara Kritik Sastra tanggal 15 September 2020.

Saturday, August 1, 2020

Surprise in August with Inspiring Woman Grace Sabandar


SNEAK PEEK 

Hello all good friends
in celebrating month of independence in august

I was happy to share some creative talejd with my fellow friend @Gracesabandar
Supported by Ambassador & CEO Club, "Grace & Friends" will present these Special Guests in August 2020 with some friends as mentioned here

- Ambassador Salman Al Farisi (Pretoria, South Africa)
- Azalea Johannes  (Washington DC, USA)
- Edrida Pulungan  ( Indonesia)
- Agus Lahinta       ( Indonesia)
- Georgina Mieke  ( Indonesia)

Please wait for more info! keep update in @lenterapustakaindonesia @indonesiapeaceyouthcorps @localheroesnetwork and  @edridapulungan



Tuesday, July 28, 2020

learning from inspiring woman with wanita network

Saat pandemi banyak belajar dari para kekuatan motivasi wanita sukses bersama wanita netwrok

sekitar tiga jam bersama bu Nita  Yudi dan Bu Nurhayati Subakat, founder Wardah. Setelah sehari berikutnya saya dapat email, dikirimkan sertifikat dan hadiah give way , surprise , masih menunggu di akhir juli 2020. Inilah emailnya





Dear Sahabat Wanita Network,

 
webinar "The Power Of Women" pada kamis, 23 Juli 2020 yang lalu juga
dimeriahkan oleh giveaway e-money dari mandiri prioritas.
ini dia peserta yang beruntung :
 
1. Jelitha Putri
2. Supri Endang Susilowati
3. Maria Yohana
4. Ramlah Alyafie
5. Edrida Pulungan
6. Tresna Pangaribuan
7. Rosi Malia
 
kami mohon untuk mengirimkan alamat dan no hp ke email ini untuk pengiriman giveaway 
 
terima kasih
 
salam