The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, June 1, 2019

Karena cinta sejati abadi : Puisi penutup untuk Bu Ani Yudhoyono

Karena cinta sejati abadi :
Puisi penutup untuk Bu Ani Yudhoyono

                                                             Gambar 1 : Ilustrasi Karena cinta sejati abadi :
                      Puisi penutup untuk Bu Ani Yudhoyono
  doc IG Ani Yudhoyono di rumah bentol istana cipanas


Telah lama kita berjalan
Kuabadikan jejakmu di sudut istana
Di tepi pantai pacitan
Di rumah bentol
Di istana cipanas
Di tengah masyarakat
Di markas Perserikatan Bangsa-bangsa
Di pelukan anak, menantu dan cucu kita

Engkau mendengar setiap gelisahku
Mendengar gagasanku
Menemaniku saat sakitku
Memberikan semangat padaku
Menikmati udara segar di taman
Setelah riuh peluh menahun
Kita masih bisa berdua
Di sisa usia
Meskipun aku tiada selincah dulu
Namun aku merasakan cinta setia
Selalu ada kenangan
Perjalanan Kita yabg panjang
Namun terasa singkat juga
Berliku
Bersama
Menjalani pahit manis di dunia
Hingga nafas terakhir
Jika aku harus dipanggil sang Maha pemilik cinta
Maka tersenyumlah
Cinta Kita sudah paripurna
Kapal Kita telah sampai pulau impian
Setelah ombak dan badai
Akulah sang puteri prajurit
Dinikahi sang patriot
Telah kudapati cintaku
Berbagi juga dengan rakyat

Cinta itu setia
Cinta itu persahabatan abadi
Cinta itu menjaga nama baik
Cinta itu pengorbanan
Cinta itu misi kebaikan
Cinta iti peradaban
Cinta itu menyejukkan
Cinta itu menginspirasi
Cinta itu kesaksian
Cinta itu mendoakan
Cinta itu mengasihi
Cinta itu melindungi
Cinta itu menemani
Cinta itu menghormati
Cinta itu membahagiakan
Cinta itu menguatkan
Cinta itu mensejahterakan
Cinta itu dilafazkan
Cintu itu keabadia
Cinta itu anugerah Allah
Cinta itu berdamai dengan sang waktu
Hingga Allah Dan pertemuan di JannahNya
Karena cinta itu janji setia di hadapan Tuhan
Hingga tergetar menuju arsy

Maka abadilah
Cinta sejati karenaNya
MenujuNya

1 Juni 2019, Senayan, Jakarta

Innalillahi wa Inna ilaihi rodjiun
Selamat jalan sang Ibu Negara,
Bu Ani Yudhoyono,
Perempuan puteri prajurit penuh karya dan cipta kandidat perempuan penerima anugerah UNESCO
Sang kepak putih kecintaan Presiden kami Dr.Soesilo Bambang yudhoyono
With Mas Agus Harimurti Yudhoyono with Edhie Baskoro Yudhoyono Full
Edrida Pulungan

Friday, May 31, 2019

Perempuan Terakhir yang Merindu Pulang.

   


    
      Gambar 1 : Ilustrasi cerpen "Perempuan Terakhir yang Merindu Pulang. doc. yona.worpress.com

Yona menutup laptopnya. Dia baru saja memberikan materi tentang diplomasi kepada mahasiswanya. Tidak sia-sia Yona menyiapkan materi semalam suntuk untuk persiapan bahan mid test mahasiswanya. Meskipun bulan ramadhan mahasiswanya ada juga yang  masuk dan rajin untuk hadir di perkuliahan akhir. Yona akhirnya berada dalam pusaran kesibukan mengajar lagi. Dunia yang dia tinggalkan selama sembilan tahun yang lalu, setelah bekerja sebagai  sekretaris staf kedutaan Paris di Jakarta.  Yona mulai bosan dengan kegiatan rutin sebagai sekretaris yang mempersiapkan surat menyurat dan kegiatan duta besar tapi jarang berkomunikasi di dalam kantor.  Dia mulai merindukan interaksi dengan mahasiwa. Sikap kritis, kreatif dan dinamisnya dunia mahasiswa membuatnya rindu di tengah anak-anak muda yang berjuang menuntut ilmu dna menggapai masa depan. Mungkin terdengar klise. Tapi Yona merasa disanalah dunianya.
"Kita tutup perkuliahan hari ini ya,tolong tugasnya diemailkan saja, deadline 11 juni ya"Yona menyampaikan pesannya pada mahasiswanya
"Baik bu"jawab, mahasiswanya serentak
"Bu, ada yang ketinggalan"Kata Ardi, koordinator mahasiswa
"Ya Ardi, ada apa?"
"Kami gak dapat THR atau puisi dari Ibu?Ucap Ardi
Yona yang pasang muka serius menjadi tersenyum simpul. Mahasiswanya memang satu dua ada yang kocak, kadang itulah yang jadi penghibur hati Yona pada saat kegundahan hatinya selama ini. namun sikapnya selalu ceria dan mampumenyembunyikan hatinya
" Baik Ardi, kalau kamu selesaikan tugas sebelum deadline ya, maka kamu dapat hadiah puisi ibu ya, baca di blog ibu" Ucap Yona sedikit tegas dan Ramah diselingi suara riuh dan tepuk tangan mahasiswa lain meramaikan suasana
Yonapun merlangkah menuju parkiran kampus. Dia baru saja membaca whats up dari suaminya  Bara, bakal buka puasa sama teman musisinya di luar. Bara memang selalu mengutamakan teman-teman dan musisinya sejak awal mereka menikah hingga tahun ketiga. Meski terbilang masih pengantin baru. Yona tidak merasakan sosok  Bara berada disisinya. Bara hanya bicara kalau perlu pinjaman untuk modal usaha dan bisnisnya. Terakhir bara meminta uang dari Yona untuk biaya cover rekaman lagu. setelah itu menguap begitu saja, sikap Bara selalu berubah-ubah, sulit ditebak apa maunya
Yona terpikir bertemu salah satu temannya saja, agar bisa buka puasa bersama atau tarawih bareng disekitar masjid seputaran Pondok Indah. daripada pulang ke rumah yang kosong. Padahal saat ramadhan Yona dan keluarga besarnya di Ternate biasanya buka bersama dan sholat tarawih bersama ke masjid. Yona tidak merasakan kehangatan kelurga bersama keluarga kecilnya. Yona berusaha positif thinking saja. Yona sudah terlanjur menikah dengan Bara meski dalam hitungan bulan serta perkenalan yang singkat. Padahal Ibu sudah  pernah kasih nasihat usianya dengan Bara terpaut jauh, apakah Yona yang masih muda dan berjiwa muda bisa berkomunikasi dengan Bara yang usianya lebih matang.Bahkan budayanya juga berbeda Yona suku bugis dan Bara orang Batak, Ibu berpesan jika menikah nanti Yona sebaiknya mencari sosok pria yang bertanggung jawab dan bersikap ngemong dan melindungi. Karena sebagai anak pertama Yona sudah cukup berkorban untuk keluarga dan membantu adik-adiknya. Yona saat itu berpikir sederhana saja karena satu keyakinan dengan Bara dan sejauh ini Bara bisa diajak diskusi meskipun sebagai  event organizer musisi Bara tak terlalu mapan dalam finansial, namun sikapnya yang diplomatis kelak akan mencari kerja yang penting halal membuat Yona luluh.Selebihnya setelah menikah Bara sibuk mengembangkan hobinya, begadang sementara siang dia tidur
Yona mencoba mengirim pesan whats up ke temannya lara dna Teguh. Sebulan kemarin bersua dengan mereka tanpa sengaja. Yona memang bergaul dengan siapa aja meskipun dia termasuk cerdas dan berprestasi di kampus dulu. Yona memang sosok idealis, social butterfly,multi tasking, mandiri, dan visioner, inilah yang membuat Yona populer di kalangan teman-teman kampusnya yang juga sesama pekerja dan perantau di jakarta. Namun Yona tahu hanya satu dua teman yang sekarang menjadi teman ngobrol dan diskusinya lara dan Teguh. Lara teman kuliahnya s1 dulu di  Ternate, ketemu di jakarta dalam acara woman gathering, sedangkan Teguh adalah teman S2 nya di Jakarta. Mereka bertemu lagi dalam konfrensi perdamaian. 
"assalamu alaikum. hai lara, mau buka puasa dimana nih, aku baru habis ngajar
kemudian dia kirim pesan lagi ke Teguh "assalamu alaikum, hallo Guh, mau buka puasa dimana, bareng yuk aku sudah whats up in Lara,s emoga kita bisa buka bareng ya"?
Yona mengirim pesan dengan cepat, karena sudah lampu hijau. Mobilnya harus segera jalan. Ujian masyarakat urban di jakarta memang adalah macet, banjir selebihnya dealing with stressful people"Itulah meme yang Yona baca yang dikirimkan mahasiswanya di whats up group. 
Yona mendengar suara pesan what up
""wah tumben nih ibu negara ajakin bukber, ok Yona syg, kita di PIM aja ya", aku siap -siap jalan kesana, ini baru kelar meeting
lalu Teguh Whats Up lagi ": Maaf Yona aku ada client, next wek oke?'Teguh mengirimkan pesan ke Yona
Yona bergegas ke Pim, dia akan bertemu lara, meski teguh lagi berhalanagan


**
"jadi kamu gak bareng Bara kemari?
"gak , dia lagi sibuk, buka puasa sama temannya?"
"hmm, gitu ya, nothing's happen kan Na?"
"Sudah kita nikmati fish and chips dulu, keburu dingin"? Yona mengalihkan percakapan, Dia tahu Lara adalah teman yang paling punay intuisi soal apun yang terjadi padanya.
Lara langsung melihat rona wajah Yona yang agak lelah dan mata berkaca-kaca
"yona kamu adalah sahabatku, kita sudah berteman  sembilan tahun, ini bukan seperti Yona yang kukenal dulu, ceria dan heboh, kamu semakin pendiam dan tertutup, ada apa", just say it, meski aku belum married tapi aku tahu ini soal relationship, soal feeling"ucaplara panjang lebar
Yona langsung menangis terisak dan memeluk Lara
"doaka aja aku kuat Lara, kamu tahu perjalanan hidupku, aku akan berjuang pada apapun yang sudah kupilih, tapi kali ini aku ingin menyerah saja

"tenang Yona, kamu punya sahabat dan keluarga yang selalu mendukung kamu, aku tahu kamu perempuan kuat, pejuang, berkorban dan membantu keluarga dan adik-adik, hingga kamu batalkan tinggal di aussie dan batalkan beasiswa ke Amerika, dilangkahi menikah sampai tiga kali, dan kamulah perempuan terakhir yang paling hebat di keluargamu dan lingkaran pertemanan kita Yon, tak semua sanggup menjalani apa yang kamu perjuangkan, now, let's see you're mature nowyou have many trust. Lihat kamu punya karir cemerlang dan bukan hasil apply, semua recomendation kolega kamu. Artinya kamu pasti bisa lalui semua ini, semua akan baik-baik saja, ini bulan ramadhan minta petunjuk dan prlindungan Allah ya Na, ini hanya ujian kecil dalam hidupmu"
"lara, makasih banyak kasih motivasi untuk aku, aku gagal na, aku tak bisapertahankan ini lagi, hubungan yang tak sehat, mungkin aku ditakdirkan seperti lilin terus, terbakar dan hangus", Bara sosok temperamen dan cuek, meskipun aku istrinya tapi tak dianggap , dia lebih mikirin temannya, daripada aku istrinya, aku tak mampu ikutin gaya hidupya serta pribadinya yang kasar
"Serahkan semua sama Allah ya Yon, terima semua lapang dada, nanti kalau kamu kepikiran terus bisa sakit, kasihan jika Tante di Ternate tahu kamu sakit, dia pasti sedih, apalagi lebaran tahun lalu kamu bilang Ibu sempat tanyakan apakah kamu bahagia setelah menikah karena lihat  rona wajah dan mata kamu  yang sendu"
"ya Lara, aku sudah pesan tiket buat pulang sama Bara ke Ternate, dia juga sudah tahu, kataya gak pengen ikut, aku makin sadar bahwa semua ini sudha berakhir, karena aku menikah dengan sosok berkepribadian ganda dan manipulatif, dia bisa kasar dan lembut seketika, seperti orang yang bsia berubah setiap saat, aku sudah terllau sering memaafkannya lara

"Yona, pulanglah ke Ternate lebaran ini Yon, masih ada ibu dan sekalian ziarah ke makam Bapak, semoga menambah semangat kamu, masih banyak hal yang lebih penting yang harus kamu pikirkan, masih banyak impianmu yang tertunda, jangan lagi tersandra dengan masalah ini, control your self don't be desperated, Yon yakinlah pasti ada hikmah di balik ini, mungkin juga saatnya kamu hijrah ke belahan bumi Allah yang lain, atau kuliah lagi Yon, kamu kan pelariannya sekolah melulu, hehehhe "lara berusaha menguakan Yona
"Makasih banyak lara, kamu teman yang sellau hadir untukku, doakan aku ya Lara, dan satu pesanku padamu, sebelum menikah petimbangakan baik-baik, jangan karena umur dan status, serahkan sama Allah dulu agar kamu tidak seperti aku. Ini cobaan terberatku Lara.
" siaaap ibu negara, aku tuh belum mikirin menikah sebelum  bisa lunasi cicilan rumah, hehe
" kan ada Mas Teguh, bisa tuh di jadikan calon suami, dia lawyer yang baik hati loh"ucap Yona
"hahhaha,ssst, saya gak mau ambil fans orang lain" Ucap Lara
Lara tahu, Teguh memang sosok secred admirer Yona, sampai sekarang belum nikah dan sibuk membangun lawyer officenya. waktu  lara kasih undnagan pernikahan Yona, Teguh tak hadir dan hanya mengirimkan papan bunga
kedua sahabat itu tertawa, lalu menuju masjid untuk sholat tarawih. Yona menghabiskan setengah hari di bulan ramadhan bersama sahabatnya

***
Jelang Shubuh Yona menyiapkan sahur, Bara memilih tidur dan tak sahur bersamanya. Yona sahur seorang diri.
Dia melihat tiket atas nam Bara dan Yona Flight GA 2341 CKG-TTE. Hatimya miris. Sudah banyak pengorbanan yang dia lakukan, namun semua seperti angin lalu. Dia memasukkan tiket kembali ke amplop. melihat photo  wajah Ibu dan adik-adiknya saat lebaran tahun lalu di ponsel. Ada juga Bara. Teringat lagi saat bara membentaknya di depan Ibu hanya gara-gara tidak dibelikan es kelapa sat dia kehausan waktu rekreasi, hingga dia membanting pintu mobil. Yona menahan air matanya jatuh dan mencoba berzikir, hatinya terasa lega. Setelah membaca surat dalam al QurĂ¡n tentang perempuan yang di uji, surat ke 60 Al Mumtanah. hatinya sedikit lapang. 
dia menuliskan sebaris puisi di diarynya
"Ibu, perempuanku
sang mata air kehidupan
aku akan pulang 
memeluk ibu dalam kesyukuran
betapa Allah menyayangi kita
melintasi prosesi hidup berliku
beradu waktu
ikhlas untuk naik kelas

Yona tiba- tiba ingin lekas pulang. Dia mengemasi barang-barangnya. Ada baju koko putih dan baju batik merah bata yang sudah disiapkannya untuk Bara. Dia mengeluarkan baju tersebut dari koper. Perjalannya kali ini perjalanan pulang. Pulang menemukan dirinya sendiri, kata hatinya dan pulang meraih  doa Ibu serta pulang merindu suara adik-adik dan ibunya mengaji serta berbuka bersama di rumah, hidangan yang sederhana namun ada kehangatan ada disana. Dia selalu diterima apa adanya, meskipun pulang membawa luka.
"I lost you, but I find me"tulis Yona dalam secari kertas. Membuat kalimat jujur dan motivasi untuk dirinya sendiri. 
Aku perempuan terakhir yang jadi korban amarah dan dendammu
aku sudha terima kamu apa adanya
juga seluruh dramamu
kelembutan dan marahmu sekejap berganti
Seperti namamu Bara
selalu ada bara amarah yang tak padam
Kamu belum selesai dengan dirimu sendiri
bawa janji, ambisi dan kejayaanmu untukmu sendiri
Karena tak akan ada lagi aku disana
Tak akan ada lagi air mata
Aku pamit
terimakasih menulis cerita pedih dalam sepenggal hidupku

Perempuan terakhir,
Yona
Aku pamit
Selamat merayakan hidupmu tanpa aku
Yona menempel kertas itu di kulkas. Yona membawa  koper kecil di tangannya, mengusap air matanya serta tersenyum simpul mengunci pintu rumah. Bara tak pulang semalam.  

Friday, May 17, 2019

Engkau Membiarkanku jadi Perempuan Kuat

Rentang rasa terhampar  bagai lautan
Menerima semua yang pasrah  dalam pusaran
Jiwa yang bermuara
Harap memuncak
Pada siapa perempuan setia

Redam jiwa dalam peluh
Remuk jiwa menghapus sesal
Engkau lebih tegar bagai karang
Terhempaspun engkau tegak
Tangispun tak akan terdengar
Pada siapa perempuan berlindung

Kapal tua berlabuh
Bersandar penuh
Mengharap semua dihadirkan utuh
Sempurna
Dia jual petuah
Sesuatu yang berharga hilang darinya
Sebagai tanda keyakinan tersematkan
Telah terpasung rasa
Terpanggang letih
Meredup cinta
Terlena pada cecap manis kata
Pada siapa perempuan memeluk

Engkau membiarkanku jadi wanita kuat
Tiada keluh
Tiada isak
Tiada menuntut
Terus mengejar matahari
Sebelum ia terbit menjadi saksi
Berjibaku menyambung hidup
Juga letup api dari dapur dan asap tetap mengepul

demi lengkungan senyum palsu di wajahmu
Ku tempuh pusaran waktu
Menjadi punggung, tulang dan rusukmu
Tiada harga untuk setiap laku dan lelahku

Terimakasih lelakiku
Engkau membiarkanku jadi perempuan kuat

Jakarta, 11 Mei 2019

Thursday, May 9, 2019

Pilih tradisi mana Marpangir atau Munggah jelang Ramadhan?



Masyarakat yang bersuka cita dan senang menyambut bulan ramadhan biasanya selalu memiliki tradisi yang khas di setiap daerah. Saya jadi ingat saat masih kecil di tanah kelahiran, kota salak, Padang Sidimpuan. Sebagai seorang bersuku Batak mandailing biasanya  tradisi masyarakatnya dengan melaksanakan tradisi " marpingir" atau mandi dengan pangir. Mandi dengan aneka ramuan  seperti daun pandan, asam limau dan lain sebagainya, sehingga ketika mandi, maka tubuh akan harum, Biasanya kita mandi di sungai dan biasanya mandi ke sungai bagaikan piknik. Beramai-ramai pergi dengan para teman sebaya atau dengan keluarga sambil membawa bekal makanan. Setelah mandi , tubuh wangi dan bersih. Lalu menghamparkan tikar di pinggir sungai sambil makan dengan lahap. Sungguh kenangan yang tak bisa dilupakan saat masa kecil hingga saya beranjak SMU. Bapak saya juga biasanya semangat juga membawa kami sekeluarga  mandi di sungai sambil ziarah ke kampung nenek di daerah Mandaiing Natal. Meskipun begitu Bapak yang terbilang santri dari salah satu psantren tertua di Tapanuli Selatan yakni Psantren Purba Baru selalu berpesan bahwa " Marpangir bukan bagian syariat islam, jadi diniatkan saja mandi untuk membersihkan badan". saya dan adik-adik saya asyik -asyik aja mandi-mandi dengan ramuan rempah pangir. Sedangkan Bapak biasanya mencari tempat untuk kami makan bersama membawa bekal di sekitar sungai Aek Sijorni.


Gambar 1 : Aneka Rempah dan ramuan wewangian Marpangir, doc. humassumut.id

Setelah saya merantau ke Jakarta, saya mulai melupakan tradisi marpangir, meskipun sebenarnya bisa mencari ramuan dan rempahnya di pasar tradisional bendungan Hilir atau di pasar Senen dekat Kwitang. Karena saya cukup lama tinggal di dua daerah ini. Namun terkadang karena keadaan, kondisi dan kesibukan, tradisi marpangir mulai terlupakan oleh saya setelah di ibukota. Hingga saya berkeluarga dan menikah dengan sosok pria betawi kemayoran yang juga punya tradisi tertentu yakni  melaksanakan " munggahan" atau "  munggah" yang artinya " naik atau berangkat ke usia yang lebih tua"   dengan mengunjungi orang-orang yang lebih tua untuk meminta maaf dan berdoa bersama agar berkah dan lancar dalam berpuasa artinya sama juga dengan silaturahim dari yang lebih muda  kepada  yang tua. Melakukan ziarah kubur untuk membersihkan kuburan orang tua serta mengirimkan doa buat almarhum atau almarhumah. Setelah itu ditutup dengan bulan rowah sebagai bulan penutupan sebelum masuk ke bulan Ramadan, yakni mengumpulkan atau mengundang sanak famili untuk  mengirim doa arwah juga sebagai ajang untuk berbagi dari pihak yang berkecukupan kepada orang yang secara ekonomi masih kekurangan. Setelah itu membersihkan rumah serta mempersiapkan  kelengkapan bahan makanan buat munggah. Salah satunya termasuk mengecat rumah, mencuci tirai, dan membersihkan sudut-sudut rumah agar terlihat lebih bersih. Begitu pula dengan munggahan tujuannya adalah silaturahmi dan punya makna dalam sunnatulloh.

Namun antara munggahan dan marpangir adalah bagian dari tradisi masyarakat yang bersuka cita, bersyukur dan bersiap-siap menyambut ramadhan , dan tiada salahnya jika ingin mengikuti tradisi yang penting niat yang bersih agar terhindar dari hal yang syirik seperti sebagian pendapat orang bijak dan ulama. Lalu saya pilih yang mana " marpangir" atau " "Munggahan"? saya ikut keduanya Marpangir pakai pandan, asam purut dan bunga sedap malam yang saya petik dari kebun teman suami di Purwkarta, karena itulah rempah wangian yang ada, sedangkan suami saya mengajak saya munggah untuk mengunjungi keluarganya di daerah menteng hingga berziarah " nyekar " ke makam almarhum Bapak dan ibu Mertua di TPU Penggilingan, Jakarta Timur. Kemudian kami mengunjungi saudara saya dari pihak ibu dan Bapak. Alhamdulillah, tradisi adalah bagian budaya masyarakat sebagai kearifan lokal leluhur yang wajib dilestarikan karena punya makna tersendiri, jadi kalau rekan kompasiner bagaimana, tadisi apa yang dilakukan jelang ramdhan, marhaban ya ramadhan, semoga kelak bisa silaturrahim dan meet up dengan sesama kompasianer di bulan ramadhan, yuuuuk 


Tuesday, May 7, 2019

Ramadhan impian yang membumi di jiwa

Thrkompasiana Pilihan

Ramadhan, Impian yang Membumi di Jiwa

Ramadhan, Impian yang Membumi di Jiwa

Gambar 1.pengajian besama rekan rekan kantor di  Senayan, doc. Pribadi
Bulan ramadhan tiba lagi. Tentu rasanya bahgia sekali karena di bulan istimewa ini, Allah bukakan pintu rezeki dan ampunan bagi mereka yang menunaikan ibadah puasa dan memperkuat amalan ibadah di bulan ramadhan. Tahun ini adalah tahun kedua saya menunaikan ibadah puasa setelah berkeluarga.  Tentu saja ada yang berbeda karena semua aktifitas yang kita laksanakan selama ramadhan akan bernilai pahala termasuk menghidangkan hidangan sahur dan hidangan berbuka untuk suami. Meskipun kami memiliki selera makanan yang berbeda karena saya sanagt menikmati masakan khas batak mandailing dengan hidangan daun ubi tumbuk serta ikan mas goreng balado, namun suami lebih senang dengan hidangan soto betawi,  dan makanan yang ta boleh absen adalah tahu dan tempe.

Tapi itulah indahnya bulan ramadhan, karena bisa menghidangkan makanan  kesukaan bersama disaat ramadhan dan bisa berbuka bersama. Mengingat saya bekerja di seputaran Senayan, Jakarta Pusat.
Sedangkan suami lebih seing beratifitas di Depok, kadang kondisi jalanan tak terprediksi dan macet, sehingga penuh perjuangan untuk bisa berbuka bersama dan bisa sholat tarawih bersama ke masjid terdekat komplek rumah. Namun setelah hampir sembilan tahun bekerja, ada harapan yang saya ingin wujudkan yakni lebih disiplin hadir di acara pengajian kantor setiap hari rabu dan jum'at. 
Padahal dulu sayalah yang mengundang ustadz dari salah satu masjid hingga beliau sudah lebih lima tahun mengajar tahsin di kantor, namun karena sempat mengambil kuliah S2 di UI Depok dan kuliah jadwalnya sore saya sering absen pengajian, namun setelah wisuda tahun 2017 kemarin, saya berharapa tahun ini akan lebih banyak ikut kajian memperdalam ilmu agama dan memperbanyak memperbaiki bacaan Al qur'an. Harapan yang kedua, menambah silaturrahmi bersama kerabat keluarga dari pihak ibu yang banyak menetap di jakarta, alhamdulillah sebelum ramadahan saya dan suami sudah berkunjung ke rumah tulang dari pihak ibu dan uda dari pihak ayah, dan senang juga bisa bersilaturrahmi ke keluarga suami semua di daerah Tangerang.  Namun masih ada beberapa sepupu yang belum pernah bersua meskipun sama sama di Jakarta, padahal sepupu saya sebelumnya tinggal di kampung dan kemudian memberanikan diri mengadu nasib di jakarta dan sudah di karunia seorang puteri semoga bisa bersua dan mempererat silaturrahmi, karena silaturrahmi juga menambah kasih sayang dan bisa memanjangkan usia. Apalagi jika dalam kajian tersebut bisa bertemu sahabat baru dan bisa saling sharing kajian dan buku-buku kajian


Gambar 2  :  Silaturrahmi bersama keluarga Ibu di kampuang halaman . doc. pribadi
Gambar 2  :  Silaturrahmi bersama keluarga Ibu di kampuang halaman . doc. pribadi
 
Harapan yang ketiga, bisa mengupulkan anak yatim disekitar komplek rumah dan menghibur mereka dengan cerita dongeng, karena kebetulan saya memiliki banyak koleksi boneka di rumah, dan bisa mendongengi mereka dengan cerita anak-anak yang terinspirasi dari karya buku saya tentang cerita  seorang anak kecil yang berwajah seperti kakek-kakek bernama " Travelolo"semoga menjadi kegiatan menyenangkan. ii adalah salah satu aktifitas tebar hikmah ramadhan terindah yang ingin kukenang selama ramadhan. Karena setiap minggu anak-anak  selalu  ramai berbaris di depan pintu rumah sambil  kompak bersuara"tante Ed. Tante Ed, katanya mau mendongeng dan main boneka" hehehhe. Kalau sudah begini saya bisanya langsung mengambil sekeranjang boneka dengan berbagai karakter tapi yang paling banyak boneka beruang mini


  Gambar 3 :  Bisa memberikan dongeng pada anak yatim dengan
  Gambar 3 :  Bisa memberikan dongeng pada anak yatim dengan "Travelolo : dan " Erop". doc. pribad

Harapan yang keempat, saya berharap bisa berkumpul dengan keluarga dan bersua dengan Ibu dan adik-adik di Medan, karena bersua dengan mereka dan merayakan lebaran bersama merupakan satu kebahagiaan tersendiri bagi saya, ditengah tiket dengan harga melangit. 
Semoga berkah dan diberikan Allah rezeki yang seluas-luasnya dan bisa berbagi rezeki dengan keluarga, karena saya sangat berharap adik laki-laki saya bisa segera mewujudkan impaiannya membuka bisnis showroom mobil karena memang hobinya adalah otomotif dan dia berharap sekali bisa menjual banyak unit mobil sehingga bisa menabung untuk cita-citanya menuaikan ibadah umroh
Harapan kelima, ingin makan sehat dan bergizi serta mulai rutin olahraga di sore hari di sekitar taman kota depok, agar lebih fit dan berenergi, dengan demikian bisa aktif beraktifitas dan semakin fir untuk sholat tarawih dan mengkhatamkan Al Qur'an di bukan ramadhan, semoga juga dibrikan amanah di karunia keturunan, karena itulah harapan terdalam saya di bulan ramadhan.Demikianlah harapan sederhana yang saya ingin wujudkan, semoga harapan itu membumi di jiwa dan bisa diwujudkan satu persatu di bulan ramadhan yang berkah ini saat menahan lapar dan haus

Wednesday, April 10, 2019

I worked as a Public Relation and enjoyed, Public relation is a passion


I worked as Public Relation in parliament





Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Butir Rempah Andaliman " Oleh-Oleh Khas Geopark Danau Toba"

Saya merasa senang sekali saat saya ikut acara talkshow dan cooking demo yang diadakan oleh Yayasan Doktor Syahrir. Tentu saja karena sering keep in touch dengan teman teman blogger. Mas Amril teman saya dari ASEAN blogger sempat buka link registrasi agar saya ikutan. Akhirnya saya "terjebak"dalam dunia historis peta rempah dunia dari Tanah batak di daerah Danau Toba. Meski sebagai seorang perantau yang terlahir dari Tanah batak, saya merasa lidah saya dekat dengan rempah andaliman yang kadang dimasak bersama Arsik. 

Terbayang juga para Ibu-ibu disekitar danau toba dengan senyumnya sambil mengunyah sirih dan menawarkan kuliner khas dengan racikan rempah andaliman. Atau ibu -ibu yang gigih menanam bibit andaliman di sepanjang daerah Humbang Hasunditan, Danau Toba di tengah terik matahari dan  biru hijaunya Danau Toba sejauh mata memandang. Tanaman andaliman juga bermanfaat untuk menghijaukan daerah Danau Toba yang mulai tandus sehingga bermanfaat untuk konservasi hayati, dan tentu saja meningkatkan perekonomian lokal saat waktu panen tiba. 



Gambar 1. Senyum petani  dari tanah Toba saat memetik andaliman segar

Geliat ekonomi kreatif dari Daerah Danau Toba dari rempah andaliman
Daerah Toba adalah kaldera  dari hasil tektonik gunung berapi tujuh puluh empat ribu tahun lalu  yang menjadi asset wisata internasional dengan adanya pengembangab geopark Toba.Karena perekonomian akan selalu tumbuh jika ada potensi ungul dari suatu daerah misal alamnya, potensi wisatanya, kulinernya, adat budayanya datau masyarakatnya yang ramah. Disnaalah geliat ekonomi kreatif tumbuh yang harus disambut baik oleh masayarakat, pemerintah, swasta, akademisi, media , komunitas dan stakeholders lainnya. Untuk itu semua potensi yanga da disekitar daerah tersebut harus dikembangkan dengan inovatif. Siapa sangka rempah andaliman bias menjadi pemicu ekonomi kreatif masyarakat?

Gambar 2.  Cobek aneka bumbu cabai, bawang, pala dan rempah andaliman segar 


Mau tahu seluk beluk tanaman dan sejarah  tanaman Andaliman?Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan salah satu jenis rempah-rempah dari tumbuhan liar  dan family jeruk-jerukan yang dikenal oleh masyarakat Batak Angkola dan Mandailing, Sumatera Utara. Namun juga banyak yang tumbuh di daerah danau toba, tanaman ini bukan sekedar rempah biasa namun tanaman rempah yang mengandung banyak khasiat, bahkan menurut penelitian andaliman juga banyak ditemukan di daratan Cina serta Z. stimulans yang banyak dijual di Eropa. Di Indonesia, tumbuhan ini tumbuh liar di pegunungan dengan ketinggian 1400 m dpl pada temperatur 15˚ -18˚ C. Andaliman  pertama kali ditemukan di daerah Himalaya Subtropis. Tanaman andaliman merupakan semak atau pohon kecil bercabang rendah dan tegak. Tinggi tanaman andaliman adalah 3-8 m. Batang dan cabangnya merah, kasar beralur, berbulu halus dan berduri. Batang, cabang, dan Bentuk buah andaliman mirip dengan lada (merica) bulat kecil, berwarna hijau, tetapi jika sudah kering agak kehitaman. Bila buah andaliman digigit akan tercium aroma minyak atsiri yang wangi dengan rasa yang khas (getir) sehingga merangsang produksi air liur.  Buahnya umum digunakan sebagai bumbu masakan tradisional suku Batak (Siregar, 2003). Menurut peneliti Sinaga Simangunsong (2009) menyatakan bahwa andaliman memiliki banyak sumber zat bermanfaat bagi tubuh seperti senyawa polifenolat, monoterpen dan seskuiterpen, kuinon, kandungan minyak atsiri yang menimbulkan kombinasi bau mint dan lemon. Sehingga jika dimakan meninggalkan efek menggetarkan alat pengecap dan menyebabkan lidah terasa kebal.

Sosok inspiratif dan kreatif penggerak ekonomi lokal
Saat acara cooking demo yang diawali presentasi tentang andaliman dan pengembangan geopark Danau Toba, turut hadir juga Bu Hidayati selaku Kepala Dinas pariwisata dan General manager Geopark Danau Toba, ibu Amanda Katili (Yayasan Omar Niode), Pak marandus (Penggiat Taman Eden) dan Bu Titi ( Staf Utusan Kepresidenan) yang memberikan banyak pengetahuan dan inspirasi tentang rempah andaliman dan cita rasa kuliner nusantara dari danau Toba.

Gambar 3. Sosok inspiratif dan kreatif penggerak ekonomi lokal bersama para blogger aktif dari berbagai komunitas doc. amril
Disadari atau tidak rempah andaliman adalah secercah anugerah dan pembuka jalan bagi masyarakat Danau toba dalam meracik aneka produk makanan dan kuliner  khas Geopark danau toba yang kelak menjadi destinasi wisata lokal, nasional dan internasional. Tentu saja makanan dan kuliner adalah salah satu entitas yang dicari para pengunjung selain menikmati keindahan  Danau Toba
   Rempah andaliman juga mulai dikemas dengan cantik, ada yang dikemas dalambentuk bubuk, butiran dan juga sambalan dalam botol sehingga bisa dijadikan penambah cira rasa sebagai bumbu yang bisa ditambahkan pada nasi goring, pizza, rempeyek, spaghetti dan lain sebagainya
Gambar 4. Rempeyek dengan   rempah andaliman sehingga memiliki cita rasa yang berbeda doc.edrida

      Dalam acara tersebut, Rahung Nasution mempraktikkan kebolehannya dalam meramu aneka kuliner dengan bahan dasar andaliman, sehingga banyak peserta yang tertarik untuk ikut belajar dan mencatat resep dalam acara cooking demo tersebut . Berikut dokumentasi acara weekend kemarin  
          

Gambar 5. Rahung Nasution mengolah aneka bahan makanan dengan   rempah andaliman sehingga memiliki cita rasa yang berbeda doc.edrida

Marundus juga hadir sebagai pembicara dan penggiat Taman Eden 100 sebagai pusat pembibitan (nursery) yang juga menggiatkan budi daya tanaman Andaliman sebagai spesies endemik danau toba yang memiliki cita rasa yang khas dan menjadi potensi ekonomi lokal bagi masyarakat Danau Toba. Karena pada tahun 2017, Pak Marundus sudah membina sekitar 100 masyarakat dari kelompok Tani  di daerah  Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Toba Samosir. Harga Andaliman juga memiliki prospek bisnis dan harga jual yang lumayan. Menurut pantauan penulis harga andaliman segar per bulan April berkisar 260 ribu rupiah dan bisanya selalu naik pertahun sehingga bisa memberi prospek bagi para petani andaliman terutama para Ibu- ibu yang gigih menambah penghasilan dari mengolah produk dengan racikan bumbu andaliman







Gambar 6. Pak Marundus dengan rempah andaliman kebanggaaanya sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Danau Toba doc.edrida

Gambar 7. Bahan -bahan untuk memasak dengan menggunakan rempah dengan rempah andaliman doc.edrida


Aneka produk kuliner dengan rempah andaliman

Gambar 7. Nasi goreng dengan bumbu rempah dengan rempah andaliman doc.edrida

Aneka makanan yang terhidang dari bumbu andaliman yang siap di icip-icip oleh peserta seperti rempeyek andaliman, spagetti, sasagun dan lain sebagainya yang langsung diserbu oleh peserta yang hadir dalam acara cooking Demo bersama Rahung Nasution setelah belajar masak nasi goreng dengan bumbu andaliman. Tentu saja ada rasa mint dan kebas di lidah namun sensasinya jadi pengen nambah mencicipi aneka hidangan yang beraneka. Andaliman juga dikenal dengan nama itir- itir bias juga di beli di pasar tradisional jika cukup jeli atau dipesan melalui online dengan kemasan yang higienis, sehingga andaliman mudah dijumpai dan sahabat para ibvu di dapur apalagi para perantau yang merindukan masakan dari dapur ibu di kampung Sumatera Utara



Gambar 8. Manisan berupa Halua sayur sebagai makanan penutup mulut doc.edrida

Manisan sebagai pencuci mulut menambah nikmatnya mencicipi makanan yang terhidang dari berbagai makanan Andaliman, seperti manisan buah, manisan sayur dengan nama khas batak " halua sayur" ditengah tengah hidangan khas Sumatera Utara yang digemari yakni roti jala dengan kuah kari.


Gambar 9. Blogger Amril dan Bu Hidayati  Selaku Kepala Dinas Pariwisata dan GM Geopark Danau Toba berfoto bersama penulis doc.edrida

Saya juga sempat berbincang dengan Bu Hidayati sebagai Kepala Dinas pariwisata dan GM Geopark Danau Toba yang merasa senang bisa melihat para blogger hadir dan antusias dalam mendengarkan presentasi tentang tanaman endemik andaliman yang menjadi bumbu khas batak dan juga sumber rezek bagi masyarakat daerah Danau Toba. Menurutnya aneka produk  makanan dengan tambahan andaliman aklan menjadi ciri khas produk makanan dan kuliner Sumatera Utara yang juga bisa mengembangkan ekonomi lokal masayarakat dan pengembangan ekonomi kreatif Sumatera Utara untuk peningkatan ekonomi masyarakat Sumatera Utara khususnya da juga Masayarakat Indonesia pada umumnya. 

Sampai jumpa di Danau Toba sambil menikmati secangkir kopi hangat ditemani rempeyek andaliman atau nasi putih mengepul dengan ikan arsik andaliman sambil mendengarkan lagu " si butet" sayup-sayup senja pergi dari pelupuk mata. Hingga lagu menyayat hati seorang ibu yang merindukan anaknya di rantau yang menimba ilmu dari penghasilan orangtuanya menjual rempah andaliman segar. Seanandung lagu sang anak yang merindukan ibunya saat kiriman uang sang ibu terlambat.

inang pangittubu
ma sai malungun do rohakku ale inang
ahama hangalanku humbaen sobalas marpunjung sakkap ki

Inang tonggohon au
Tonggohon au tu mula jadi naboloni
Asa dapot hangoluan ma au do ranto tano baritai

Saatnya mengembangkan ekonomi kreatif, bisa dimulai dari pengelolaan aneka kuliner dari racikan butiran rempah andaliman dari Geopark Toba, jantung ekonomi sumatera utara kelak, bangsa dan dunia. Horas.