The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, August 4, 2020

Yuk ikutan nulis kritik sastra 2020



masa pandemi, banyak berdiam diri di rumah
namun teruslah berkarya
menulis setiap aksara
menajdikannya abadi


Sastra Indonesia berkembang semakin pesat. Hal ini ditandai dengan banyaknya karya sastra yang diterbitkan dari waktu ke waktu, baik diterbitkan oleh penerbit lokal maupun penerbit bertarap nasional. Akan tetapi, perkembangan sastra Indonesia yang demikian pesat itu tidak diimbangi dengan karya-karya kritis yang membincangkan sastra tersebut. Kendatipun tradisi kritik sastra Indonesia modern sudah dimulai ketika Mohammad Yamin mengkritisi sastra Melayu dalam “Sejarah Melayu” (Jong Sumatra, No. 2—3, 1920: 26—28) dan “Syair Bidasari” (Jong Sumatra, No. 6, 1920: 7--10) perkembangan karya kritik sastra hingga saat ini belum menggembirakan. Padahal, kritik sastra memiliki posisi penting dalam memberi pemahaman atau telaah terhadap karya sastra.

Sehubungan dengan itu, untuk membangkitkan kembali kritik sastra yang berkualitas dan bernas, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, menyelenggarakan Sayembara Kritik Sastra 2020, dengan tema “Kritik Sastra : Antara Teks, Pembaca, dan Penulis”.

 

Ketentuan     :

  1. ​Sayembara dibuka untuk umum (minimal berusia 17 tahun)
  2. Peserta mengirimkan naskah karya asli ke alamat pos-el: subbidang.pengembangansastra@kemdikbud.go.id pada rentang waktu 10 Juli s.d. 20 Agustus 2020 serta dilampiri identitas penulis (foto SIM/KTP/Kartu Pelajar).
  3. Peserta yang tidak mengunggah identitas diri pada saat mengirim naskah, dinyatakan gugur
  4. Naskah yang dikirim belum pernah dipublikasikan dan bebas plagiarisme yang dinyatakan dalam surat pernyataan bermaterai 6000.
  5. Naskah berupa tulisan yang membahas secara kritis problematik sastra di Indonesia.
  6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik (3000--4000 kata) dengan huruf Times New Roman ukuran 12, dalam 1,5 spasi, dan ukuran kertas A4.
  7. Penilaian ditekankan pada kebaruan p(em)ikiran, kekuatan argumentasi, ketajaman analisis, dan kreativitas penyajian.

 

Hadiah          :

Naskah terseleksi (terpilih) akan dibukukan dan pemenang mendapat hadiah berupa uang tunai dengan perincian sebagai berikut.

Terbaik I        : Rp8.000.000,00

Terbaik II       : Rp6.000.000,00

Terbaik III      : Rp4.000.000,00

 

Juri Sayembara Kritik Sastra 2020 :

1.     Manneke Budiman, S.S., M.A., Ph.D. 

2.     Drs. Puji Santosa, M.Hum

3.     Dr. Seno Gumira Ajidarma, S.Sn., M.Hum.

4.     Dr. Sastri Sunarti, M.Hum

5.     Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum

 Penyeleksi :

1.     Dr. Ganjar Harimansyah

             2.     Dra. Erlis Nur Mujiningsih, M.Hum

3.     Drs. Prih Suharto, M.Hum.

          4.     Drs. Agus Sri Danardana, M.Hum

     5.     Dra. Nurweni Saptawuryandari

6.     Ferdinandus Moses, S.S.

 
Lain-Lain
  1. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu-gugat.
  2. Pajak ditanggung pemenang.
  3. Sayembara ini tertutup bagi karyawan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta keluarga inti Dewan Juri.
  4. Dewan Juri terdiri atas sastrawan, akademisi, dan peneliti sastra.
  5. Penjurian meliputi 1) kritik yang menginspirasi dan memotivasi, 2) ketajaman menelaah karya dengan argumentasi yang meyakinkan, dan 3) keberanian memaknai karya sastra sehingga melahirkan inovasi dan kesegaran perspektif.
  6. Naskah yang terpilih pada tahap seleksi akan dipublikasikan dalam buku antologi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  7. Pengumuman Pemenang Sayembara Kritik Sastra tanggal 15 September 2020.

Saturday, August 1, 2020

Surprise in August with Inspiring Woman Grace Sabandar


SNEAK PEEK 

Hello all good friends
in celebrating month of independence in august

I was happy to share some creative talejd with my fellow friend @Gracesabandar
Supported by Ambassador & CEO Club, "Grace & Friends" will present these Special Guests in August 2020 with some friends as mentioned here

- Ambassador Salman Al Farisi (Pretoria, South Africa)
- Azalea Johannes  (Washington DC, USA)
- Edrida Pulungan  ( Indonesia)
- Agus Lahinta       ( Indonesia)
- Georgina Mieke  ( Indonesia)

Please wait for more info! keep update in @lenterapustakaindonesia @indonesiapeaceyouthcorps @localheroesnetwork and  @edridapulungan



Tuesday, July 28, 2020

learning from inspiring woman with wanita network

Saat pandemi banyak belajar dari para kekuatan motivasi wanita sukses bersama wanita netwrok

sekitar tiga jam bersama bu Nita  Yudi dan Bu Nurhayati Subakat, founder Wardah. Setelah sehari berikutnya saya dapat email, dikirimkan sertifikat dan hadiah give way , surprise , masih menunggu di akhir juli 2020. Inilah emailnya





Dear Sahabat Wanita Network,

 
webinar "The Power Of Women" pada kamis, 23 Juli 2020 yang lalu juga
dimeriahkan oleh giveaway e-money dari mandiri prioritas.
ini dia peserta yang beruntung :
 
1. Jelitha Putri
2. Supri Endang Susilowati
3. Maria Yohana
4. Ramlah Alyafie
5. Edrida Pulungan
6. Tresna Pangaribuan
7. Rosi Malia
 
kami mohon untuk mengirimkan alamat dan no hp ke email ini untuk pengiriman giveaway 
 
terima kasih
 
salam


My Moment during pandemic in learning trainig coaching



Belajar masa pandemi. kesempatan berharga. saya akhirnya bisa ikut coaching training yang dimulai tanggal 27 juli -29 Juli. Sangat menarik, penuh tantangan dan menyenangkan





Saya sudah lama tidak mengikuti pelatihan yang bertjuan meningkatkan personality development, hingga akhrinya mencari waktu ditengah WFH dan WFO



Gambar 1 : Jadwal Training Coach Basbas dan Coach Ida Syafrida dan para coachee



Gambar 1 : Coach day hari pertama bersama para Coach Basbas dan para coachee


Gambar 2 : Coach day hari kedua  bersama para mentor coach. Ida Syafrida dan para coachee



Sunday, July 26, 2020

Welcome 2020, my challenging years in getting peaceful mind and happpines



                                     " no one can take your smile. be happy for many reason"




                reading much book to increase horizon, insight and more ideas and creativity



    Akhirnya di tahun 2020, saya berhasil menulis cerita anak dan inilah my baby was born.I was inspired by Farrel  Lakeswara an Nayyira as my cousin, hopefully they will be happy get this book


Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Dels Media yang langsung dari Pekalongan dan dikirim ke Jakarta ,agak lama nunggunya. Sebagai kontributor penulis saya memesan 10 buku. Senang sekali. Saya tulis Kisah Raja Farrel dan kudanya




Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Mandiri di Malang, tempat dimana adik saya menempuh kuliah spesialis dan Nayyira sekolah. Alhamdulillah. Saya tulis tentang Puteri nay yang berani mencari madu ke hutan




                         Play like a child, never worries make mistake, jump and fly higher







                             be brave to take decision for your quality of life, bismillah


                                    Some our program was interesting and fun for young




                                 wow we already run for edition 8, it was great, come and join








Local Heroes Network Berkolaborasi Membangun Pemuda, Membangun Daerah, Membangun Negeri


Tahun 2020 adalah tahun yang penuh tantangan. Di mulai dengan banjir di awal bulan januari di Jakarta  hinga menyebarnya wabah covid 19 ke Indonesi yang diperkirakan bulan maret. Namun hal tersebut tidak membuat semangat gentar. Saya merasa senang sekali bisa berkolaborasi dengan para teman-teman kaum muda pendiri dan penggiat komunitas. Awalnya hanya ngobrol di whats up, hingga bersua di cafe Mekanik bersama teman- teman lainnya


Wildansyah, adalah teman yang dsaya kenal sesama kader bangsa, Pendiri Warga muda, beliau mewakili Jawa Timur dan ketemu saat wawancara kader bangsa batch 7 dan dia mewawancarai Edrida bersama temannya mbak Tita kalau tak lupa kerja di Media Indonesia. Alhamdulillah tahun 2020 bersua lagi di Senayan. Lisan,Sulaiman pernah menjadi Ketua Pers Mahasiswa UI, juga Bagian media komunikonten dan aktif dalam ketiakan komunikasi media. 
Saya sendiri Edrida Pulungan, sang pembelajar sejati, Pendiri Lentera Pustka Indonesia, kader bangsa batch 7 mewakili Provinsi DKI Jakarta dan penggiat humas DPD RI




Gambar 1 : Edrida Pulungan, Founder Lentera Pustaka Indonesia dan Penulis Genetic Spirit Kaum Muda Indonesia doc.lisan/danu.moto



                        Gambar 2 :  Wildansyah Pendiri Warga muda doc. lisan  danu.moto



                                 Gambar 3 : Lisan Sulaiman ( Komunikonten) doc.lisan/danu.moto

Akhirnya kami bersepakat mengadakan diskusi Lokal Hero Network perdana dan berkumpul untuk berkolaborasi bersama.Local Connection adalah program Massive Open Online Course (MOOC) bersama para senator, tokoh lokal, juga aktivis/akademisi/praktisi daerah untuk membahas aspirasi, inspirasi, potensi, inovasi dan solusi untuk daerah setiap Senin, pukul 19.30-21.30 WIB. Program ini diselenggarakan oleh platform Local Heroes Network (LHN). LHN adalah platform inkubasi kepemimpinan muda untuk berkolaborasi membangun daerah. LHN memiliki tujuan menanamkan komitmen kebangsaan dan kenegaraan kepada calon-calon pemimpin masa depan di tingkat lokal sekaligus membangun komunitas-komunitas kaum muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan 
daerah.



Saat pandemi kami akhirnya mencoba photo shoot untuk keperluan website, warnanya putih dan kuning, artinya suci dan gemilang. Semoga kolaborasi kami membuhakan hasil yang baik demi kemajuan bangsa di masa depan dengan sedikit kontribusi


Gambar 1 : Inisiator Local Heroes Network, Wildansyah (wargamuda), Lisan Sulaiman  (Konumikonten) dan Edrida Pulungan (Lentera Pustaka Indonesia) dan Penulis Genetic Spirit  Kaum Muda Indonesia doc.lisan/danu,moto

LHN merupakan inisiatif generasi muda yang berkolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta.LHN berkomitmen untuk memperkuat peran DPD RI sebagai saluran aspirasi daerah dan regenerasi kepemimpinan daerah bagi pemuda. 

Pada pertemuan kedua kami meet up di depok untuk evaluasi program kerja setelah mengadakan diskusi zoom sebanyak 4 kali. Saya menunggu sejak jam 12 siang. Mereka berdua sampai jam 15.00 wib, dari Jakarta menuju Depok ceria akhirnya diskusi sampai jam 18.00 wib dan berakhir dengan berbagai kesepakatan, Mantap. Top Markotop



Tuesday, June 16, 2020

Pengalaman menumbuhkan minat baca pada anak : Dengan Menulis Buku Dongeng Anak


Imajinasi dapat ditumbuhkan dengan menggiatkan minat baca pada anak sedari kecil, hingga akhirnya anak-anak menyadari bahwa kehadirannya di dunia memberi arti untuk sebuah misi kebaikan dalam kehidupan. Dengan kebiasaan membaca sedari kecil, anak-anak bisa menjadi seperti apa yang mereka inginkan, mulai dari astronot, dokter, guru, ahli animasi hebat hingga jadi Presiden dimasa depan  


Saya jadi ingat awal pertama kali sennag membaca karena dibelikan majalah Bobo sama Bapak, bahkan saya ingat betul cerita Outeri Nirmala,Oki serta Bona, gajah kecil berbelalali panjang. Untunglah Bapak bisa menemani saya belajar membaja dari majalah anak. Karena saat itu buku dongeng anak termasuk barang yang mewah. kadang saya baca koleksi dongeng anak di rumah teman saya yang oragtuanya mampu membeli berset buku donegn anak dari luar negeri. saya tak iri cuma sering main kerumahnya agar bisa meminjam dan membaca di rumahnya, hehehe. Itulah yang membuat saya semangat membaca akrena di pupuk dari kecil, hehehe


Tanpa disadari zaman semakin berubah.  Setiap generasi memiliki tantangannya sendiri. Dunia anak-anak semakin dinamis, mereka terbiasa dengan gawai, bahkan banyak yang sudah tak lagi mengenal permainan tradisional serta lebih berani dalam mengekspresikan kemauannya. Hal ini terjadi karena anak-anak terbiasa dengan sesuatu yang bisa diakses dengan gawai, seperti main game dan lain sebagainya

Untuk itu saya terpikir bagaimana untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak serta keponakan saya yang masih krucil-kerucil di dunia yang dipenuhi dengan semua informasi game serta hal yang menarik baginya bisa dilihat dari hp serta mengakses you tube dan yang lainnya. Bahkan saya dan suami sempat buat lagu anak-anak agar termotivasi membaca dan mencintai budaya Indonesia dengabn lirik lagu seperti di bawah ini

Ku anak Indonesia, 

Ku anak Indonesia 
Kuat dan hebat

Kurajin membaca
Agar jadi anak cerdas

Ku anak Indonesia senang sekali
Menyanyi dan menari setiap waktu

Ku cinta alam negeriku
Kucinta semua budayaku

Ayo teman semua membaca buku 
Kenali budaya bangsa
Cintai Keragamannya

Awalnya saya merasa senang sekali saat saya bisa menghasilkan antologi karya " Dongeng Cantik 300 Detik"  yang saya tulis saat ramadhan kemarin dan sudah open PO di bulan Juni. Agar anak-anak semangat saya memasukkan nama- nama mereka dalam dongeng yang saya buat yakni Farrel dan Nayyira. Mereka anak-anak cerdas, berbakat, namun saya ingin mereka memiliki minat baca yang tinggi, mengingat usianya menginjak 6 Tahun dan akan masuk sekolah SD.  Saya juga mmebeli buku- buku anak agar dibaca saat akhir ramadhan kemarin, meskipun tak mudah. Seperti Farrel yang hobi main game tak terlalu minat membaca namun senang menulis dan menggambar jika ada yang mendampinginya. Namun saya tidak habis akal dengan mencari informasi aplikasi yang saya bisa download di HP


 Gambar 1 : Dongeng Cantik 300 detik do.edrida pulungan
 
Hingga akhirnya saya merasa senang dengan adanya let'sreadindonesia dengan ratusan cerita bergambar gratis persembahan komunitas literasi, penerbit oleh Asia Foundation, ada gambar yang warna-warni bahkan ada animasinya. Farrel senang sekali karena bisa dilihat di HP. Semoga bisa menumbuhkan minat bacanya serta minat baca anak Indonesia yang masih rendah dibanding minat baca anak ASEAN dalam #readsIndonesia dan menjadi program inspiratif  untuk anak-anak dengan gerakan #ayomembaca # yang bisa disebarkan keseluruh keluarga di Indonesia untuk menularkan virus baca pada anak. Apalagi di masa pandemi begin, kegiatan anak-anak lebih banyak di rumah dan bisa menggunakan aplikasi sebagai media belajar


                     Gambar 2 : Aplikasi Read Indonesia dengan cerita anak doc.edrida pulungan
Saya juga menuliskan pengalaman ini sebagai seorang blogger dan terinspirasi menulikannya dari informasi blogger perempuan di instagram, semoga pengalaman ini bermanfaat untuk para orangtua, keluarga yang mendampingi tumbuh kembang anak. Mengingat anak-anak Indonesia adalah harapan bangsa. 

Farrel dan Nayyira sudah senang bisa membaca melalui aplikasi Let's Read , bagaimana dengan teman- teman lainnya dari sabang sampai merauke. Semoga senang juga membaca ya


#let'streadindonesia #bloggerperempuan #lombablog 
#lombabloggerperempuan #LombaBlogBP 
#BPxLet'sRead #Let'sReadAsia #Let'sReadIndonesia