The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, September 23, 2019

Fatwa : Lelaki Pemberani dengan Seribu Pledoi


Edrida Pulungan, SE., M.HI.,M.Si*




Gurat sang waktu yang letih menjadi larung
Terhanyut segala siksa di laut lepas semenanjung
Lembaran kisahmu dalam sejarah mendung
Namun rinai-rinai hujan hadir bagai harapan tak terbendung
Terbebas dari jiwa kecut menjadi merdeka
Meski jalan seolah tiada ujung
Namun suarakanlah kebenaran
Suarakanlah

Terjuham derita hitungan tahun perih tak terbendung
Sang lelaki dari kota Bone itu adalah sang petarung
Catatan perjuangan tidak setengah hati dan tanggung
Apakah kau baca kisahnya di cipinang, di mimbar masjid hingga gedung rakyat

Meja dan barisan kursi kayu panjang di ruang sidang
Jadi saksi mati mendengar gema riuh gemuruh pledoi
Di ruang sidang untuk kesekian kali
Hanya suara-suara lantang, bantahan-bantahan yang terdengar
Juga isak airmata dan tangis yang mekar bagai kelopak mawar
Berjuang bukan hanya untuk hari ini
Sampai mati
Untuk generasi pemberani
Membela kebenaran hingga hakiki

Nafas panjang meski terasa pendek
Melawan rezim penguasa
Tiada waktu  lagi
Baca
Pledoi dibaca
Jika tidak pedang akan menghunusmu

Fatwa adalah kisah anak manusia
Dengan seribu seratus delapan belas halaman  pledoi
dibacakan dalam sehari
Apakah telah dikirimkan ruh keberanian dari sepasang sayap malaikat untukmu

Tubuhmu  lemas dan oleng
Matamu nanar berkunang-kunang
Terali penjara adalah hurup hijaiyah yang harus kau eja
Pembacaan pledoi selesai

Sang Pemberani, pingsan, jatuh, mati namun hidup berkali-kali
Kaos oblong, sarung lusuh, tanpa alas kaki
Lelaki itu digiring dengan kursi roda
Kembali dipapah naik mobil kerangkeng tahanan
Fatwa setelah pledoi terhempas dalam vonis belasan tahun
Terbayang hari-hari yang suram
di antara tembok-tembok penjara

Namun cinta sang perempuan sejati yang setia sampai mati
Tangisan perih perempuanmu adalah kesetiaan abadi
Jiwa pecinta disandingkan dengan jiwa sang pemberani
Menyatu dalam aroma mawar putih yang ikhklas dan pasrah
Karena merah adalah Fatwa
Fatwa adalah cinta

 Jakarta,  Beranda Rumah AM. Fatwa, Pebruari 2019


*Edrida Pulungan adalah penulis 70 buku tunggal dan antologi dan tulisan serta gagasannya tersebar dalam puisi, cerpen, pantun, artikel, essay, pidato, opini seputar budaya, sosial, ekonomi dan hubungan internasional diantaranya menulis "Celebrating Peacemaking Odyssey Jusuf Kalla dan namanya tertulis dalam buka "Apa dan Siapa penyair Indonesia,Beliau juga menulis puisi biografi untuk  BJ. Habibie, Ani Yudhoyono, Adam Malik, Lafran Pane, NH Dini, Willem Iskander, LK Ara, Am Fatwa dan tokoh lainnya.Puisinya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Rusia, Spanyol, Turki serta bahasa daerah mandailing. Puisinya berjudul "Run to remember di bacakan di Pusat Budaya Amerika serta undangan membaca puisi ramadhan di kediaman dubes Moroko, HE. Mohamed Majdi serta membaca puisi kemanusiaan di Changsa Museum, Tiongkok tahun 2018



Monday, September 2, 2019

Buku motivasi untuk menemukan panggilan dalam hidup"The Calling "





     Gambar 1 : Buku The calling Buku karya Agung Setiyo Wibowo  terbitan Elex Media      Komputindo dengan jumla  240 halaman terbit edisi pertama  17 juni 2019 doc. Edrida

Saya paling senang membaca buku motivasi apalagi buku motivasi tersebut berasal dari pengalaman pribadi seorang penulis. Buku berwarna kuning ini buku yang memebri banyak pandangan tentang proses seseorag menemukan panggilan hidupnya. Sekilas saya membaca berbagai endorsment buku ini adalah tokoh- tokoh  orang-orang populer dan ahli di bidangnya. tentu tidak mudah mendapatkan endorsment dari para tokoh tersebut jika mereka tidak tertarik atau berminat membaca buku ini, sebut saja chairman Markplus inc, Hertmawan Kertajaya atau Mas Erbe Sentanu pendiri Kata Hati institute, Priyo Budi Santoso, sebagai wakil ketua DPR RI

Namun yang menarik dari buku ini bukanlah hasil testimoni para tokoh- tokoh tersebut itu saja, namun juga  alasan sang penulis menulis buku ini, namun proses shabbatical yang dijalani beliau sempat tidak bekerja sejak 2016 dan memilih mencari tahu cetak biru hidupnya antara lanjut S3 namun ternyata penulis kehilangan gairah dan membatalkan niat S3 hingga akhirnya penulis menemukan panggilan hidupna bahkan akhrinya menulis buku ini. Saya termasuk sebagai saksi hidup Mas Agung yang saya panggil coach ini, karena sempat menyaksikan saat beliau mengajar  hubungan internasional di salah satu universitas di Tanjung Pinang yang jauh dari Jakarta serta sempat mengundang saya untuk memeberikan inspirational talk di hadapan mahasoswa yang di abimbing, sungguh perjalanan hidup berharga

Buku yang terdiri dari 7 bab ini berisi berbagai ulasan tentang panggilan hidup  serta proses menemukan panggilan hidup dengan penuh makna. Seperti dalam ulasannya ada rangkaian pertanyaan yang akan memenadu anda dalam menemukan panggilan hidup serta setiap pertanyaan tersebut memang harus dijawab dengan jujur, hingga kita menemukan kehidupan sejati,menjalani hidup sesuai dengan panggilan hati dan juga pilihanNya atas diri kita ketika pencarian sudah paripurna dan menemukan jawabannya

Buku karya Agung Setiyo Wibowoterbitan Elex Media Komputindo, dengan jumlah 240 halaman telah terbit edisi pertama  bulan juni tahun 2019, dan ada ada 15 strategi yag dituliskan penulis untuk menemukan panggilan hidup yang akan kita temukan di bab III, antara lain, bantulah orang lain yang membutuhkan,tulislah cerita anda, bergumullah dengan buku, ikutilah passion anda, keluarlah dari zona nayaman,, berjejaringlah, jadilah relawan atau lakukan magang, ikutlah kursus, lokakarya atau seminar,hiduplah untuk sekarang, dan cobalah banyak hal, temukan masalh untuk di pecahkan, jadilah diri sendiri,mintalah nasihat kepada sesepuh,ingatlah batu nisan bukan CV, dan jangan terlalu hitung-hitungan, wah sungguh paripurna bukan

Membaca Buku " The Calling " seperti membaca lembar-lembar kehidupan setiap manusia, bahwa dia lahir, besar dan bertumbuh karena ada tujuan dari sang pencipta untuk hidup kita yang harus Kita temukan,meskipun terkadang panggilan hidup dipengaruhi pengalaman, pristiwa, pendidikan, ketakwaan, talenta dan refleksi akan kehidupannya sendiri hingga seseorang akhirnya memilih panggilan hidupnya, meski panggilan hidup itu ada yang ditemukan kala masih kecil, dewasa hingga mungkin saat usia sudah mulai menua, namun tak masalah bukanlah kehidupan manusia seperti rangkaian puzzle yang disusun dari ketidaksempurnaan bentuk dan rupa hingga dia terbentuk sempurna.

Begitulah gambaran yang saya dapatkan saat membaca buku " The Calling" karya  Mas Agung Setiyo Wibowo" yang sering saya panggil coach meskipun kami berasal dari dua kampus yang sama meskipun dia junior saya namun beliau sosok yang mature dan senang bergulat didunia psikologi dan SDM

Oh ya disini juga ada puisi " Robert Frost" yang indah dan reflektif tentang titik balik, bait terakhir tentang dua jalan di hutan dan seseorang menempuh jarang yang jarang dilalui, adalah puisi yang legendaris yang menggugah pencarian jati diri

Gambar 2 :   Buku ini saya baca sehari sampai tuntas di sela-sela menghadiri creative talk di Kementerian Luar Negeri  doc. Edrida Pulungan



Gambar 3 :  Saya senang sekali membaca buku Buku The calling karya Agung Setiyo Wibowo semoga saya juga menemukan calling saya dalam hidup doc. Edrida Pulungan

Bagi anda yang sedang mencari panggilan hidup, karir,cinta dan cita cita sejati sesuai pencarian calling anda buku ini sangat asyik untuk dibaca seperti teman dekat  bersama secakir kopi dan obrolan hangat  dengan sahabat.Selamat untuk bukunya Mas Agung, "keep inspiring and be autentic, you always get the golden moment when you  find the calling, because God give you the reason for reborn".

Namun bagaimanapun juga yang paling utama adalah memyadari panggilan hidup dan menjalaninya dengan penuh makna serta mengambil keputusan, masih banyak lagi hal menarik yang adan temukan dalam buku ini, sudah siap membaca buku yang penuh refleksi ini, yuuuuu, jika masih penasaran isi bukunya silahkan mampir di toko buku terdekat dan cari di online shop ya :)

Terimakasih sudah menuliskan buku inspiratif ini Mas Agung, semoga bermanfaat jadi legacy hingga anak cuuc dan terimakasih sudah memberikan kepercayaan pada saya mengulasnya dengan ringan dan bahagia, salam inspirasi dan kreativitas





Saturday, June 1, 2019

Karena cinta sejati abadi : Puisi penutup untuk Bu Ani Yudhoyono

Karena cinta sejati abadi :
Puisi penutup untuk Bu Ani Yudhoyono

                                                             Gambar 1 : Ilustrasi Karena cinta sejati abadi :
                      Puisi penutup untuk Bu Ani Yudhoyono
  doc IG Ani Yudhoyono di rumah bentol istana cipanas


Telah lama kita berjalan
Kuabadikan jejakmu di sudut istana
Di tepi pantai pacitan
Di rumah bentol
Di istana cipanas
Di tengah masyarakat
Di markas Perserikatan Bangsa-bangsa
Di pelukan anak, menantu dan cucu kita

Engkau mendengar setiap gelisahku
Mendengar gagasanku
Menemaniku saat sakitku
Memberikan semangat padaku
Menikmati udara segar di taman
Setelah riuh peluh menahun
Kita masih bisa berdua
Di sisa usia
Meskipun aku tiada selincah dulu
Namun aku merasakan cinta setia
Selalu ada kenangan
Perjalanan Kita yabg panjang
Namun terasa singkat juga
Berliku
Bersama
Menjalani pahit manis di dunia
Hingga nafas terakhir
Jika aku harus dipanggil sang Maha pemilik cinta
Maka tersenyumlah
Cinta Kita sudah paripurna
Kapal Kita telah sampai pulau impian
Setelah ombak dan badai
Akulah sang puteri prajurit
Dinikahi sang patriot
Telah kudapati cintaku
Berbagi juga dengan rakyat

Cinta itu setia
Cinta itu persahabatan abadi
Cinta itu menjaga nama baik
Cinta itu pengorbanan
Cinta itu misi kebaikan
Cinta iti peradaban
Cinta itu menyejukkan
Cinta itu menginspirasi
Cinta itu kesaksian
Cinta itu mendoakan
Cinta itu mengasihi
Cinta itu melindungi
Cinta itu menemani
Cinta itu menghormati
Cinta itu membahagiakan
Cinta itu menguatkan
Cinta itu mensejahterakan
Cinta itu dilafazkan
Cintu itu keabadia
Cinta itu anugerah Allah
Cinta itu berdamai dengan sang waktu
Hingga Allah Dan pertemuan di JannahNya
Karena cinta itu janji setia di hadapan Tuhan
Hingga tergetar menuju arsy

Maka abadilah
Cinta sejati karenaNya
MenujuNya

1 Juni 2019, Senayan, Jakarta

Innalillahi wa Inna ilaihi rodjiun
Selamat jalan sang Ibu Negara,
Bu Ani Yudhoyono,
Perempuan puteri prajurit penuh karya dan cipta kandidat perempuan penerima anugerah UNESCO
Sang kepak putih kecintaan Presiden kami Dr.Soesilo Bambang yudhoyono
With Mas Agus Harimurti Yudhoyono with Edhie Baskoro Yudhoyono Full
Edrida Pulungan

Friday, May 31, 2019

Perempuan Terakhir yang Merindu Pulang.

   


    
      Gambar 1 : Ilustrasi cerpen "Perempuan Terakhir yang Merindu Pulang. doc. yona.worpress.com

Yona menutup laptopnya. Dia baru saja memberikan materi tentang diplomasi kepada mahasiswanya. Tidak sia-sia Yona menyiapkan materi semalam suntuk untuk persiapan bahan mid test mahasiswanya. Meskipun bulan ramadhan mahasiswanya ada juga yang  masuk dan rajin untuk hadir di perkuliahan akhir. Yona akhirnya berada dalam pusaran kesibukan mengajar lagi. Dunia yang dia tinggalkan selama sembilan tahun yang lalu, setelah bekerja sebagai  sekretaris staf kedutaan Paris di Jakarta.  Yona mulai bosan dengan kegiatan rutin sebagai sekretaris yang mempersiapkan surat menyurat dan kegiatan duta besar tapi jarang berkomunikasi di dalam kantor.  Dia mulai merindukan interaksi dengan mahasiwa. Sikap kritis, kreatif dan dinamisnya dunia mahasiswa membuatnya rindu di tengah anak-anak muda yang berjuang menuntut ilmu dna menggapai masa depan. Mungkin terdengar klise. Tapi Yona merasa disanalah dunianya.
"Kita tutup perkuliahan hari ini ya,tolong tugasnya diemailkan saja, deadline 11 juni ya"Yona menyampaikan pesannya pada mahasiswanya
"Baik bu"jawab, mahasiswanya serentak
"Bu, ada yang ketinggalan"Kata Ardi, koordinator mahasiswa
"Ya Ardi, ada apa?"
"Kami gak dapat THR atau puisi dari Ibu?Ucap Ardi
Yona yang pasang muka serius menjadi tersenyum simpul. Mahasiswanya memang satu dua ada yang kocak, kadang itulah yang jadi penghibur hati Yona pada saat kegundahan hatinya selama ini. namun sikapnya selalu ceria dan mampumenyembunyikan hatinya
" Baik Ardi, kalau kamu selesaikan tugas sebelum deadline ya, maka kamu dapat hadiah puisi ibu ya, baca di blog ibu" Ucap Yona sedikit tegas dan Ramah diselingi suara riuh dan tepuk tangan mahasiswa lain meramaikan suasana
Yonapun merlangkah menuju parkiran kampus. Dia baru saja membaca whats up dari suaminya  Bara, bakal buka puasa sama teman musisinya di luar. Bara memang selalu mengutamakan teman-teman dan musisinya sejak awal mereka menikah hingga tahun ketiga. Meski terbilang masih pengantin baru. Yona tidak merasakan sosok  Bara berada disisinya. Bara hanya bicara kalau perlu pinjaman untuk modal usaha dan bisnisnya. Terakhir bara meminta uang dari Yona untuk biaya cover rekaman lagu. setelah itu menguap begitu saja, sikap Bara selalu berubah-ubah, sulit ditebak apa maunya
Yona terpikir bertemu salah satu temannya saja, agar bisa buka puasa bersama atau tarawih bareng disekitar masjid seputaran Pondok Indah. daripada pulang ke rumah yang kosong. Padahal saat ramadhan Yona dan keluarga besarnya di Ternate biasanya buka bersama dan sholat tarawih bersama ke masjid. Yona tidak merasakan kehangatan kelurga bersama keluarga kecilnya. Yona berusaha positif thinking saja. Yona sudah terlanjur menikah dengan Bara meski dalam hitungan bulan serta perkenalan yang singkat. Padahal Ibu sudah  pernah kasih nasihat usianya dengan Bara terpaut jauh, apakah Yona yang masih muda dan berjiwa muda bisa berkomunikasi dengan Bara yang usianya lebih matang.Bahkan budayanya juga berbeda Yona suku bugis dan Bara orang Batak, Ibu berpesan jika menikah nanti Yona sebaiknya mencari sosok pria yang bertanggung jawab dan bersikap ngemong dan melindungi. Karena sebagai anak pertama Yona sudah cukup berkorban untuk keluarga dan membantu adik-adiknya. Yona saat itu berpikir sederhana saja karena satu keyakinan dengan Bara dan sejauh ini Bara bisa diajak diskusi meskipun sebagai  event organizer musisi Bara tak terlalu mapan dalam finansial, namun sikapnya yang diplomatis kelak akan mencari kerja yang penting halal membuat Yona luluh.Selebihnya setelah menikah Bara sibuk mengembangkan hobinya, begadang sementara siang dia tidur
Yona mencoba mengirim pesan whats up ke temannya lara dna Teguh. Sebulan kemarin bersua dengan mereka tanpa sengaja. Yona memang bergaul dengan siapa aja meskipun dia termasuk cerdas dan berprestasi di kampus dulu. Yona memang sosok idealis, social butterfly,multi tasking, mandiri, dan visioner, inilah yang membuat Yona populer di kalangan teman-teman kampusnya yang juga sesama pekerja dan perantau di jakarta. Namun Yona tahu hanya satu dua teman yang sekarang menjadi teman ngobrol dan diskusinya lara dan Teguh. Lara teman kuliahnya s1 dulu di  Ternate, ketemu di jakarta dalam acara woman gathering, sedangkan Teguh adalah teman S2 nya di Jakarta. Mereka bertemu lagi dalam konfrensi perdamaian. 
"assalamu alaikum. hai lara, mau buka puasa dimana nih, aku baru habis ngajar
kemudian dia kirim pesan lagi ke Teguh "assalamu alaikum, hallo Guh, mau buka puasa dimana, bareng yuk aku sudah whats up in Lara,s emoga kita bisa buka bareng ya"?
Yona mengirim pesan dengan cepat, karena sudah lampu hijau. Mobilnya harus segera jalan. Ujian masyarakat urban di jakarta memang adalah macet, banjir selebihnya dealing with stressful people"Itulah meme yang Yona baca yang dikirimkan mahasiswanya di whats up group. 
Yona mendengar suara pesan what up
""wah tumben nih ibu negara ajakin bukber, ok Yona syg, kita di PIM aja ya", aku siap -siap jalan kesana, ini baru kelar meeting
lalu Teguh Whats Up lagi ": Maaf Yona aku ada client, next wek oke?'Teguh mengirimkan pesan ke Yona
Yona bergegas ke Pim, dia akan bertemu lara, meski teguh lagi berhalanagan


**
"jadi kamu gak bareng Bara kemari?
"gak , dia lagi sibuk, buka puasa sama temannya?"
"hmm, gitu ya, nothing's happen kan Na?"
"Sudah kita nikmati fish and chips dulu, keburu dingin"? Yona mengalihkan percakapan, Dia tahu Lara adalah teman yang paling punay intuisi soal apun yang terjadi padanya.
Lara langsung melihat rona wajah Yona yang agak lelah dan mata berkaca-kaca
"yona kamu adalah sahabatku, kita sudah berteman  sembilan tahun, ini bukan seperti Yona yang kukenal dulu, ceria dan heboh, kamu semakin pendiam dan tertutup, ada apa", just say it, meski aku belum married tapi aku tahu ini soal relationship, soal feeling"ucaplara panjang lebar
Yona langsung menangis terisak dan memeluk Lara
"doaka aja aku kuat Lara, kamu tahu perjalanan hidupku, aku akan berjuang pada apapun yang sudah kupilih, tapi kali ini aku ingin menyerah saja

"tenang Yona, kamu punya sahabat dan keluarga yang selalu mendukung kamu, aku tahu kamu perempuan kuat, pejuang, berkorban dan membantu keluarga dan adik-adik, hingga kamu batalkan tinggal di aussie dan batalkan beasiswa ke Amerika, dilangkahi menikah sampai tiga kali, dan kamulah perempuan terakhir yang paling hebat di keluargamu dan lingkaran pertemanan kita Yon, tak semua sanggup menjalani apa yang kamu perjuangkan, now, let's see you're mature nowyou have many trust. Lihat kamu punya karir cemerlang dan bukan hasil apply, semua recomendation kolega kamu. Artinya kamu pasti bisa lalui semua ini, semua akan baik-baik saja, ini bulan ramadhan minta petunjuk dan prlindungan Allah ya Na, ini hanya ujian kecil dalam hidupmu"
"lara, makasih banyak kasih motivasi untuk aku, aku gagal na, aku tak bisapertahankan ini lagi, hubungan yang tak sehat, mungkin aku ditakdirkan seperti lilin terus, terbakar dan hangus", Bara sosok temperamen dan cuek, meskipun aku istrinya tapi tak dianggap , dia lebih mikirin temannya, daripada aku istrinya, aku tak mampu ikutin gaya hidupya serta pribadinya yang kasar
"Serahkan semua sama Allah ya Yon, terima semua lapang dada, nanti kalau kamu kepikiran terus bisa sakit, kasihan jika Tante di Ternate tahu kamu sakit, dia pasti sedih, apalagi lebaran tahun lalu kamu bilang Ibu sempat tanyakan apakah kamu bahagia setelah menikah karena lihat  rona wajah dan mata kamu  yang sendu"
"ya Lara, aku sudah pesan tiket buat pulang sama Bara ke Ternate, dia juga sudah tahu, kataya gak pengen ikut, aku makin sadar bahwa semua ini sudha berakhir, karena aku menikah dengan sosok berkepribadian ganda dan manipulatif, dia bisa kasar dan lembut seketika, seperti orang yang bsia berubah setiap saat, aku sudah terllau sering memaafkannya lara

"Yona, pulanglah ke Ternate lebaran ini Yon, masih ada ibu dan sekalian ziarah ke makam Bapak, semoga menambah semangat kamu, masih banyak hal yang lebih penting yang harus kamu pikirkan, masih banyak impianmu yang tertunda, jangan lagi tersandra dengan masalah ini, control your self don't be desperated, Yon yakinlah pasti ada hikmah di balik ini, mungkin juga saatnya kamu hijrah ke belahan bumi Allah yang lain, atau kuliah lagi Yon, kamu kan pelariannya sekolah melulu, hehehhe "lara berusaha menguakan Yona
"Makasih banyak lara, kamu teman yang sellau hadir untukku, doakan aku ya Lara, dan satu pesanku padamu, sebelum menikah petimbangakan baik-baik, jangan karena umur dan status, serahkan sama Allah dulu agar kamu tidak seperti aku. Ini cobaan terberatku Lara.
" siaaap ibu negara, aku tuh belum mikirin menikah sebelum  bisa lunasi cicilan rumah, hehe
" kan ada Mas Teguh, bisa tuh di jadikan calon suami, dia lawyer yang baik hati loh"ucap Yona
"hahhaha,ssst, saya gak mau ambil fans orang lain" Ucap Lara
Lara tahu, Teguh memang sosok secred admirer Yona, sampai sekarang belum nikah dan sibuk membangun lawyer officenya. waktu  lara kasih undnagan pernikahan Yona, Teguh tak hadir dan hanya mengirimkan papan bunga
kedua sahabat itu tertawa, lalu menuju masjid untuk sholat tarawih. Yona menghabiskan setengah hari di bulan ramadhan bersama sahabatnya

***
Jelang Shubuh Yona menyiapkan sahur, Bara memilih tidur dan tak sahur bersamanya. Yona sahur seorang diri.
Dia melihat tiket atas nam Bara dan Yona Flight GA 2341 CKG-TTE. Hatimya miris. Sudah banyak pengorbanan yang dia lakukan, namun semua seperti angin lalu. Dia memasukkan tiket kembali ke amplop. melihat photo  wajah Ibu dan adik-adiknya saat lebaran tahun lalu di ponsel. Ada juga Bara. Teringat lagi saat bara membentaknya di depan Ibu hanya gara-gara tidak dibelikan es kelapa sat dia kehausan waktu rekreasi, hingga dia membanting pintu mobil. Yona menahan air matanya jatuh dan mencoba berzikir, hatinya terasa lega. Setelah membaca surat dalam al QurĂ¡n tentang perempuan yang di uji, surat ke 60 Al Mumtanah. hatinya sedikit lapang. 
dia menuliskan sebaris puisi di diarynya
"Ibu, perempuanku
sang mata air kehidupan
aku akan pulang 
memeluk ibu dalam kesyukuran
betapa Allah menyayangi kita
melintasi prosesi hidup berliku
beradu waktu
ikhlas untuk naik kelas

Yona tiba- tiba ingin lekas pulang. Dia mengemasi barang-barangnya. Ada baju koko putih dan baju batik merah bata yang sudah disiapkannya untuk Bara. Dia mengeluarkan baju tersebut dari koper. Perjalannya kali ini perjalanan pulang. Pulang menemukan dirinya sendiri, kata hatinya dan pulang meraih  doa Ibu serta pulang merindu suara adik-adik dan ibunya mengaji serta berbuka bersama di rumah, hidangan yang sederhana namun ada kehangatan ada disana. Dia selalu diterima apa adanya, meskipun pulang membawa luka.
"I lost you, but I find me"tulis Yona dalam secari kertas. Membuat kalimat jujur dan motivasi untuk dirinya sendiri. 
Aku perempuan terakhir yang jadi korban amarah dan dendammu
aku sudha terima kamu apa adanya
juga seluruh dramamu
kelembutan dan marahmu sekejap berganti
Seperti namamu Bara
selalu ada bara amarah yang tak padam
Kamu belum selesai dengan dirimu sendiri
bawa janji, ambisi dan kejayaanmu untukmu sendiri
Karena tak akan ada lagi aku disana
Tak akan ada lagi air mata
Aku pamit
terimakasih menulis cerita pedih dalam sepenggal hidupku

Perempuan terakhir,
Yona
Aku pamit
Selamat merayakan hidupmu tanpa aku
Yona menempel kertas itu di kulkas. Yona membawa  koper kecil di tangannya, mengusap air matanya serta tersenyum simpul mengunci pintu rumah. Bara tak pulang semalam.