Wednesday, May 18, 2016

Prof Sutarto Hadi, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Sosok Pecinta Matematika dengan visi membangun ULM berdaya saing dan Pencetak Calon Pemimpin Bangsa





      Gambar 1 : Prof. Sutarto Hadi, Rektor Universitas Lambung Mangkurat. doc Prof. Sutarto Hadi, sumber fb


Ditengah bulan mei , hujan mengguyur Jakarta. Gerimis begitu sibuk satu persatu jatuh kebumi. Begitu juga para peserta konfrensi  tahunan Islamic Development Bank Group  yang diadakan di Indonesia.  Para peserta sibuk lalu lalang dari ruangan assembly ke ruangan lainnya. Saya cukup beruntung bertemu dengan  sosok istimewa,  Beliau adalah Prof. Sutarto Hadi, Rektor Universitas Lambung Mangkurat dan dikenal sebagai ahli pendidikan Matematika. Sosok inspiratif dari daerah Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Beliau mencintai matematika dan dunia pendidikan sejak kecil

Pertemuan tersebut memang sangat istimewa untuk membahas tentang proyek kerjasama IDBG dengan negara-negara islam yang tergabung didalamnya yakni ada 56 negara dengan negara Guyana yang masuk tahun ini. Setelah satu forum berakhir, saya menyempatkan diri berbincang dengan sosok yang mencintai dunia pendidikan ini di bilangan Senayan. Suasananya begitu teduh karena selepas hujan dan beliau memesan helathy jus dan saya menimati secangkir kopi dengan suasana klasik diiringi piano, flute dan iringan biola. Musik tersebut mengingatkan Prof Sutarto, begitu say menyapanya tentang perjalanan akademisnya ke negeri Eropa yakni Belanda, dimana beliau menyelesaikan studi S2 hingga S3 di Universitas

Berikut petikan wawancara saya dengan beliau :

Penulis :
Selamat sore Pak Prof. Sutarto, Bagaimana khabarnya? Sudah berapa hari di Jakarta Pak?

Prof Sutarto hadi :
Alhamdulillah sehat mbak, saya sudah dua hari disini, memenuhi undangan dari IDBG dalam sidang tahunan ke 41. dan kebetulan saya pernah membuat kerjasama dengan IDBG terkait proyek education fund untuk peningkatan pembangunan kampus Universitas Lambung Mangkurat dan kami mendapatkan kucuran dana 500 Milyar, dan saya mengemban amanah ini untuk memajukan pendidikan di ULM, disamping itu juga Proyek IDB 7in1 pembangunan capacity building dan  Kegiatan non-akademik antara lain berupa proyek pembangunan gedung (civil work). Jadi selama tiga bulan saya rapat dengan tim dan bekerja keras membuat proposal , dan dimasa zaman Menteri Muhammad Nuh proyek ini sempat dibatalkan namun akhirnya disetujui oleh Pak Budiono, karena proyek tersebut merupakan kerjasama dan leading sektornya adalah Bappenas

Penulis :
Oh ya, bagaimana ceritanya hingga bisa mendapatkan pinjaman dana Pak?

Prof. Sutarto :
Saat saya menjadi wakil rektor tahun 2010, saya mengurus Bagian Perencanaan dan Kerjasama, dan saat itu saya diberikan selembar dokumen berisi blue book Bappenas yakni pinjaman dana yang berkisar 47,5 USD, dan saat itu saya harus mempresentasikan di hadapan Dirjen Dikti prihal kerjasama tersebut akhirnya bergabung dengan enam kampus lainnya dan masing-masing yang diwakili oleh wakil rektor membuat proposal untuk diajukan pada IDBG diantaranya Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas syah Kuala, Universitas Tanjung Pura, dan kebetulan pada tanggal Sejak 19 September 2014 diangkat sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat

Penulis :
Dalam keikutsertaan Bapak dalam konfrensi tahunan IDBG 2016, apakah yang menjadi visi Bapak terkait program Kerjasama tersebut?

Prof. Sutarto
Saya ingin menuntaskan pembangunan gedung di Universitas Lambung Mangkurat sehingga semua rampung dan selebihnya adalah program capacity building, karean sangat penting sekali daerah mempunyai universitas tempat menimba ilmu dan keterampilan dengan harga yang terjangkau dengan kualitas terbaik dan kelak lulusannya berdaya saing, dan bisa mencetak calon pemimpin bangsa

Didikan disiplin dan gemar Belajar dari ayahanda

Penulis :
Bolehkah bapak bercerita tentang makna nama Bapak?

Prof. Sutarto :
oh iya Sutarto Hadi adalah gabungan nama bapak dan ibu saya,  “to” diambil dari “Soeharto” sebagai penanda peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru karena ia dilahirkan pada bulan Maret 1966, duapuluh hari setelah peristiwa Supersemar. Sedangkan Hadi adalah nama dari ibu saya yakni Hadijah

Bisa bercerita tentang masa kecil bapak?

Ayah saya adalah lulusan Mulo dan bisa berbahasa belanda. Kebetulan beliau bekerja di Dinas Transmigrasi dan Tenaga kerja, dan Bapak saya gemar mengajari saya bahasa Inggris dan juga melihat Bapak membuat kursus dan pelatihan servis radio di Banjarmasin, jadi hal tersebut yang mengilhami saya ingin menjadi guru seperti Bapak saya dan kemudian bermimpi kelak bisa studi di Belanda.Saya adalah anak keempat dari tujuh bersaudara


 Gambar 2 : Prof. Sutarto Hadi, menyelesaikan study di negeri belanda. doc Prof. Sutarto Hadi, sumber fb




Bagaimana dengan latar belakang akademis bapak?
Oh ya saya menempuh Pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi diselesaikan di kota kelahiran saya Banjarmasin. Dan kemudian saya Menyelesaikan S1 dalam bidang Pendidikan Matematika, FKIP Unlam, sesuai dengan cita-cita saya menjadi guru.  Dan saya senang sekali pernah menjadi Mahasiswa Teladan (1988) dan Mahasiswa Berprestasi (1989) FKIP Unlam ini mewujudkan cita-citanya dengan menjadi guru di beberapa sekolah di Banjarmasin. Lahan pengabdian yang lebih luas terbuka setelah ia menamatkan S1 dan diangkat sebagai dosen di Alma Mater saya FKIP Unlam. Tiba-tiba saya bertemu dengan Bapak Mas’ud yang saat itu adalah guru SD nya ia dimintai membantu mengajar matematika anak-anak SDN Beringin. Karena sekolah tidak memiliki anggaran untuk membayar guru honor, maka setiap anak yang hadir membayar 100 rupiah. Tapi bagi saya masa itu uang 100 rupiah tidaklah kecil, karena orang tua mereka yang umumnya tinggal di seputaran Rumah Sakit Ulin, Jalan Veteran, dan Sungai Baru, kehidupan mereka pas-pasan. Sehingga sampai selesai mengabdikan diri di sekolah dasar alma maternya, saya tidak pernah menerima honor
saya bersyukur karena tidak hanya bisa menjadi guru yang mendidik murid-murid di sekolah, tetapi juga bisa menjadi guru yang mendidik calon-calon guru.

Penulis :
Bagaimana saat Bapak melanjutkan studi S2 di Indonesia dan S3 hingga Doktor di negara Eropa yakni Belanda?

Prof. Sutarto :

Saya melanjutkan pendidikan S2 Matematika di Program Pascasarjana UGM, lulus pada 1996. Selanjutnya pada 1999 memperoleh gelar MSc dalam bidang Educational and Training Systems Design dari University of Twente, Belanda. Pada 2002, dari universitas yang sama, ia memperoleh gelar Doktor (Dr) dalam bidang pendidikan matematika dengan disertasi berjudul Effective Teacher Professional Development for the Implementation of Realistic Mathematics Education in Indonesia. Pada September 1992 Sutarto Hadi melanjutkan pendidikan di Program Pascasarjana UGM. Dimulai dengan Pra S2 selama setahun, selanjutnya setelah dinyatakan lulus langsung menempuh Program S2 Matematika hingga lulus pada Februari 1996. Setelah menyelesaikan S2 Matematika, saya mengabdi kembali di Unlam sembari menjadi dosen luar biasa di STKIP PGRI Banjarmasin dan STIEI Banjarmasin.

Pada tahun 1998 Saya melanjutkan pendidikan di Universitas Twente, Belanda. Selama satu tahun menyelesaikan  master (MSc) dalam bidang Educational and Training Systems Design. Selanjutnya, di universitas tersebut saya kembali menempuh S3 dalam bidang pendidikan matematika. Pada Desember 2002 Saya memperoleh gelar doktor dengan disertasi berjudul Effective Teacher Professional Development for the Implementation of Realistic Mathematics Education in Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan S3, Saya bergiat di komunitas matematika antara lain aktif dalam Himpunan Matematika Indonesia atau IndoMS (The Indonesian Mathematical Society). Bahkan penemuan saya tentang mempelajari matematika dengan melihat local context menjadikan saya diundang jadi pembicara diamna-mana. 
 Gambar 3 : Prof. Sutarto Hadi, bersama rekan di Universitas nanyang, Singapura. doc Prof. Sutarto Hadi, sumber fb

Penulis :
Apakah Bapak juga punya minat besar dalam bidang training?

Prof. Sutarto :
Ya, saya senang sekali menyukai dan mengembangkan berbagai program training dan berminat dalam bidang pelatihan sehingga saya mengikuti berbagai pelatihan dan workshop di dalam dan luar negeri, antara lain: Counterpart Training on Lesson Study – JICA, Jepang, 12 – 26 Juni 2010. Program Academic Recharging (PAR) Dikti di University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat, Oktober – Desember 2010.International Workshop on Higher Education Leadership and Management, Kerjasama USAID-HELM dan Kemdikbud, 20-25 Januari 2014, di Manila, Filipina.

Kepakaran Prof Sutarto sebagai Ahli Matematika bisa dilihat dalam perjalanannya berikut ini :

1.              Ketua Himpunan Matematika Indonesia (IndoMS) Kalimantan Selatan 2007 – 2009.
2.                     Anggota International Advisory Committee CoSMEd 2009 di SEAMEO RECSAM, Penang, Malaysia.
3.                     Panitia Pengarah Konferensi Nasional Pendidikan Matematika III (KNPM III), 23 – 25 Juli 2009 di UNIMED Medan.
4.                     Fellow ISDDE (International Society for Design and Development in Education)
5.                     Advisor Pengembangan SBI Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, 2010 – sekarang.
6.                     Anggota International Advisory Committee CoSMEd 2011 di SEAMEO RECSAM, Penang, Malaysia.
7.                     Regular Lecturer ICME-12 Seoul, 6 – 15 Juli 2012: “Mathematics education reform movement in Indonesia”
8.                     Anggota International Advisory Committee CoSMEd 2013 di SEAMEO RECSAM, Penang, Malaysia.
9.                     Anggota Komite Akademik 27th International Congress on School Effectiveness and Improvement (ICSEI-27), 2014, Yogyakarta
Profesor Sutarto hingga saat ini aktif memberikan workshop dan pelatihan kepada guru-guru sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan, seperti di SEAMEO QITEP in Mathematics di Yogyakarta, dan di SEAMEO RECSAM di Malaysia. Masih sering menulis opini di media massa, dan memberikan masukan kepada pemerintah tentang pendidikan dalam kedudukannya sebagai anggota Dewan Riset Daerah (DRD) dan anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan.

 Gambar 4 : Prof. Sutarto Hadi, dilantik sebagai wakil rektor Universitas Lambung Mangkurat bersama rekan doc Prof. Sutarto Hadi, sumber fb


Penulis :

Bagaimana Pengalaman  Bapak menjadi  seorang pendidik?

 

Prof. Sutarto :
Sebagai guru, Sutarto Hadi memiliki pengalaman yang lengkap, mengajar di semua jenjang pendidikan mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pada tahun awal kuliah di Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unlam tahun 1985 Sutarto Hadi bertemu dengan Bp Mas’ud, Kepala SDN Beringin, tempat dia menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 1979. Semasa kuliah, pernah mengajar MTs Kebun Bunga Banjarmasin. Pada saat bersamaan juga mengajar di SMA Pemuda dan SMA KORPRI Banjarmasin. Sempat menjadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan di SMA KORPRI sebelum melanjutkan pendidikan S2 Matematika di UGM. Sutarto Hadi adalah mahasiswa penerima beasiswa TID (Tunjangan Ikatan Dinas) Depdikbud. Setelah wisuda pada tahun 1990 langsung mengabdi di Alma Mater FKIP Unlam. Ia mengajar, antara lain, mata kuliah Teori Bilangan, Kalkulus I dan II. Surat Keputusan (SK) CPNS sebagai dosen di FKIP Unlam ditetapkan sejak 1 Februari 1991.

Menjadi perwakilan Indonesia di ICMI (International Commission on Mathematical Instruction), 2004 hingga 2012. Hingga saat ini aktif terlibat dalam pengembangan dan implementasi Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), suatu gerakan untuk meningkatkan mutu dan karakter sumber daya manusia Indonesia melalui pembelajaran matematika.
Sutarto Hadi menjadi anggota Panitia Pengarah pada penyelenggaraan Konferensi Nasional Matematika (KNM) XIII, 2006 di Semarang, dan KNM XIV, 2008 di Palembang. Anggota Panitia Pengarah Konferensi Nasional Pendidikan Matematika (KNPM) III, 2009 di Medan.  Sejak 2007 menjadi anggota Panitia Pengarah Internasional (International Advisory Committee) pada Conference on Science and Mathematics Education(CoSMEd).
Ia juga dipercaya sebagai penyelia (reviewer) pada beberapa jurnal pendidikan di dalam dan luar negeri, seperti Edumat (terbitan P4TK Matematika, Yogyakarta) dan Journal of Science and Mathematics Education in Southeast Asia (terbitan SEAMEO RECSAM, Penang, Malaysia).
Menjadi pembicara dalam berbagai forum ilmiah nasional dan internasional. Pada Konferensi Nasional Matematika (KNM) 2004 di Bali, Sutarto diundang sebagai pembicara, dan pada kongres IndoMS di Bali itu juga ia diusung oleh para peserta yang berasal dari perguruan tinggi di luar Jawa menjadi salah satu kandidat Presiden IndoMS. Ia tidak terpilih sebagai Presiden IndoMS karena meminta kepada peserta kongres untuk memilih di antara dua kandidat lain, yiatu Prof Dr Sri Wahyuni (UGM) atau Prof Dr Edy Tri Baskoro (ITB). Sri Wahyuni akhirnya terpilih sebagai Presiden dan Edy Tri Baskoro sebagai Wakil Presiden, sementara ia sendiri dipercaya sebagai Perwakilan Indonesia di ICMI.

Peran Sutarto dalam pendidikan matematika diakui oleh komunitas internasional. Pada International Congress on Mathematical Instruction ke-12 (ICME-12) tahun 2012 di Seoul ia diminta memberi kuliah (regular lecture). Saat itu ia membawakan makalah berjudul Mathematics Education Reform Movement in Indonesia. Sebelumnya, pada EARCOME 4(East Asia Regional Conference on Mathematics Education), 2007 di Penang, Malaysia ia membawakan makalah, berdasarkan hasil penelitian tentang pengembangan dan implementasi PMRI di Indonesia, berjudul  Adapting European Curriculum Materials for Indonesian Schools: A Design of Learning Trajectory of Fraction for Elementary Education Mathematics. Makalah tersebut diminta untuk dipublikasikan pada ZDM: The International Journal on Mathematics Education, dan terbit pada tahun 2008, dengan judul Reforming Mathematics Learning in Indonesia Classrooms through RME, ditulis bersama Robert Sembiring (ITB) dan Maarten Dolk (Utrecht University, Belanda).

Sutarto juga aktif di The International Society for Design and Development in Education (ISDDE). Menyampaikan makalah di konferensi ISDDE di Oxford (2006) dan Cairn (2008). Karena peran dan kontribusinya dalam bidang tersebut, ISDDE mengangkat Sutarto Hadi sebagai Fellow of the Society.

Menjadi pembicara di International Congress on School Effectiveness and Improvement (ICSEI) ke-24 tahun 2010 di Kuala Lumpur. Pada saat itu diluncurkan buku “A decade of PMRI in Indonesia” yang di dalamnya Sutarto menyumbang 3 bab. Pada Konferensi ICSEI ke-25, 2011 di Siprus ia membawakan makalah berjudulThe impact of workshop to teachers’ competencies in innovation implementation.   Pada Konferensi ICSEI ke-27, 2014 di Yogyakarta, Sutarto menjadi pembicara pada dua sesi. Pertama bersama Prof Robert Sembiring menyampaikan Current Development of PMRI Movement, kedua menyampaikan makalah berjudulDeveloping Students’ Mathematical Literacy: PMRI Schools Revisited.

KARYA TULIS

1.    Sutarto Hadi (2012). Mathematics Education Reform Movement in Indonesia. Regular Lecture, ICME-12 Seoul, South Korea.
2.    Sutarto Hadi (2011). Developing the nation character through realistic mathematics education. Paper presented at International Seminar and The Fourth National Conference on Mathematics Education. Universitas Negeri Yogyakarta.
3. Sutarto Hadi (2011). Pengembangan Sumber Daya Manusia yang Beraksara Matematika Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Prosiding Seminar Nasional Kontribusi Matematika dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia. Undiksha, Singaraja.
4.    Sutarto Hadi, Sumartono, Adni Danaryanti, and Bustanil Arifin (2011). The impact of workshop to teachers’ competencies in innovation implementation. Proceeding 24th International Congress on School Effectiveness and Improvement (ICSEI-2011), January 04-07, Limassol-Cyprus.
5.  Sutarto Hadi, Zulkardi, & Hoogland, K. (2010). Quality assurance in PMRI. In R. Sembiring, K. Hoogland & M. Dolk (Eds.), A decade of PMRI in Indonesia. Bandung, Utrecht: APS International.
6.   Sutarto Hadi, Dolk, M. and Zonneveld, E. (2010). The role of key teachers in PMRI dissemination. In R. Sembiring, K. Hoogland & M. Dolk (Eds.), A decade of PMRI in Indonesia. Bandung, Utrecht: APS International.
7.    RK Sembiring, Sutarto Hadi, dan Maarten Dolk (2008). Reforming mathematics learning in Indonesian classroom through RME. ZDM: The International Journal on Mathematics Education, 40(6), 927-939
8.      Sutarto Hadi (2007). Adapting European Curriculum Materials for Indonesian Schools: A Design of Learning Trajectory of Fraction for Elementary Education Mathematics. Proc. EARCOME4, Universiti Sains Malaysia, Penang, Malaysia
9.   Sutarto Hadi dan Wiraatmaja I. Gt. Ng. (2007). Teacher Professional Development through Schools Cluster Meeting. Paper Presented at the Second International Conference on Science and Mathematics Education (CoSMEd), Penang , Malaysia.
10.Sutarto Hadi (2006). Analisis Hubungan Input Sekolah dengan Hasil Belajar Siswa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jurnal Kependidikan dan Kebudayaan Vidya Karya, Jilid 24, No. 2, Oktober 2006
11. Sutarto Hadi (2006). PMRI, Benih Pembelajaran Matematika yang Bermutu. Majalah PMRI, Vol. IV, No. 3, Oktober 2006
12.Sutarto Hadi (2006). Alur Pembelajaran Pecahan di Sekolah Dasar. Jurnal Pembelajaran, Vol. 29, Nomor 01, April 2006
13.  Sutarto Hadi (2006). Matematika Versi Kartun Calvin and Hobbes. Majalah PMRI, Edisi VIII, April 2006
14.Sutarto Hadi (2006). Pengembangan Materi Pembelajaran Pecahan Berdasarkan Pendekatan Realistik. Jurnal Kependidikan dan Kebudayaan Vidya Karya, Tahun XXIV, No. 1, April 2006
15.Sutarto Hadi (2006). Learning Trajectory of Fraction in Elementary Education Mathematics. Proc. of the 30th Conference of the International Group for the Psychology of Mathematics Education (PME30), Prague: Charles University
16.  Sutarto Hadi (2005). The Framework for the Implementation of Realistic Mathematics Education in Indonesia. Proc. Int. Conf. on Applied Mathematics (ICAM05), Bandung: ITB
17.Sutarto Hadi (2005). Memahami Pecahan dengan Pendekatan Realistik. Makalah disampaikan pada Konferensi Nasional Pendidikan Matematika Pertama (KNPM-1), SBI Madania, Bogor, 9 – 11 April 2005
18.Sutarto Hadi (2005). Pendahuluan ke Pemahaman Pecahan. Buletin PMRI, Edisi VI, Februari 2005.
19. Sutarto Hadi (2004). Alat Peraga Murah dalam PMRI. Buletin PMRI, Edisi V, Oktober 2004
20.Sutarto Hadi (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Paradigma Baru Pembelajaran Matematika. Makalah disajikan pada Workshop KBK dan Paradigma Baru Pembelajaran Matematika, Yayasan Bina Banua Banjarmasin, 2 Oktober 2004
21.  Sutarto Hadi (2004). Didactical Framework of PMRI. Paper presented at Conference on Recent Progress in Mathematics Education – CRPME 2004, ITB, 6 – 8 September 2004
22.Sutarto Hadi (2004). Mempersiapkan Guru Mengajar Matematika Secara Efektif: Sebuah Pengalaman dari Proyek PMRI..Prosiding Konferensi Nasional Matematika XII Bali, 23 -27 Juli, 2004
23. Sutarto Hadi (2004). Kerangka Didaktik PMRI. Buletin PMRI, Edisi IV, April 2004
24.R. Soedjadi dan Sutarto Hadi (2004). PMRI dan KBK dalam Era Otonomi Pendidikan.Buletin PMRI, Edisi III, Januari 2004
25.  Sutarto Hadi (2003). Membimbing Siswa Memahami Konsep Peluang Melalui Soal-soal Kontekstual.Jurnal Kependidikan dan Kebudayaan Vidya Karya, Tahun XXI, Nomor 3
26. Sutarto Hadi dan A. Fauzan (2003). Mengapa PMRI? Buletin PMRI, Edisi I, Juni 2003
27.Sutarto Hadi (2003). Tinjauan Metodologi IndoMath Study. Jurnal Kependidikan, Nomor I, Tahun XXXIII, Mei 2003
28.  Sutarto Hadi, Tj. Plomp, dan Suryanto (2002). Introducing RME to Junior High School Mathematics Teachers in Indonesia. Proc. 2nd International Conference on the Teaching of Mathematics (ICTM2), John Wiley & Sons Inc.
29. Sutarto Hadi (2002). From American Context to Indonesian: Does it work? Paper presented at the 1stSeminar on Applied Mathematics, Faculty of Mathematical Science, University of Twente, the Netherlands).
30.Sutarto Hadi (2001). PMRI: Beberapa Catatan Sebelum Melangkah Lebih Jauh. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional RME di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
31.Sutarto Hadi (2001). Memperkenalkan RME kepada Guru SLTP di Yogyakarta. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional RME di Universitas Negeri Surabaya
32.  Sutarto Hadi (2000). Menjamin Mutu Pendidikan di Era Otonomi Daerah.  Orasi Ilmiah pada Wisuda ke-9 dan Dies Natalis ke-14 STKIP-PGRI Banjarmasin.
   sumber : http://unlam.ac.id

PENELITIAN

 

1.  Sutarto Hadi, dkk (2013). Studi Dampak Program PELITA (Lesson Study) di Kota Banjarbaru.
2. Sutarto Hadi, dkk. (2011). Pemetaan dan Analisis Kompetensi Siswa SMA Serta Alternatif Pemecahannya di Kabupaten Hulu Sungat Tengah dan Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Laporan Penelitian PPMP. Universitas Lambung Mangkurat.
3.    Sutarto Hadi, dkk. (2010). Survei Opini Publik Tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kota Banjarmasin. Dewan Riset Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
4. Sutarto Hadi, dkk. (2010). Penyusunan Analisis Indikator Kota Pendidikan Kota Banjarbaru Tahun 2010. Lemlit Unlam dan Bappeda Kota Banjarbaru.
5.   Sutarto Hadi, dkk. (2010). Perbandingan Literasi Matematika Siswa Sekolah Dasar yang Diajar dengan PMRI dan Diajar dengan Cara Konvensional. P4MRI Unlam.
6.  Sutarto Hadi, dkk (2009). Kemampuan Guru dalam Menerapkan PMRI di Sekolah Dasar. Penelitian Stranas Dikti, Jakarta.
7.   Sutarto Hadi, dkk (2005). Analisis Input – Output Pendidikan di Kab. HSS. BAPPEDA Kab. HSS
8.  Sutarto Hadi, dkk (2005). Potensi Pajak Warung Kaki Lima dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Banjarmasin. Program Magister Manajemen Unlam
9.   Sutarto Hadi, dkk (2005). Pengembangan Materi Pembelajaran Matematika Realistik untuk Mendukung Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Laporan Penelitian Tahun Ke-2 Hibah Bersaing Perguruan Tinggi (HB Lanjutan), Dikti
10.  Sutarto Hadi, dkk (2004). Persepsi Pelaksana Pendidikan terhadap Kurikulum Berbasis Kompetensi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. BAPPEDA Kab. HSS.
11.Sutarto Hadi, dkk (2004). Pengembangan Materi Pembelajaran Matematika Realistik untuk Mendukung Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Laporan Penelitian Tahun Pertama Hibah Bersaing Perguruan Tinggi (HB XII), Dikti
12.Sutarto Hadi (2002). Effective Teacher Professional Development for the Implementation of Realistic Mathematics Education in Indonesia. Doctoral Dissertation, University of Twente, the Netherlands
13.Sutarto Hadi (1999). In-service Education for Indonesian Mathematics Teachers: Supporting Teachers in Implementing Realistic Problem Solving (RPS) in Junior Secondary School Mathematics. Tesis M.Sc, University of Twente, the Netherlands
14.Sutarto Hadi (1998). Pembinaan Wanita Pekerja Seks Komersial di Kalimantan Selatan: Studi Implementasi Penutupan Lokalisasi Bagau. Ford Foundation dan PPK UGM
15. Sutarto Hadi (1997). Konsistensi Peringkat Siswa Diukur dengan Tes Objektif dan Tes Esai di SMA Kecamatan Banjar Utara. DPP-SPP FKIP Unlam
16.Sutarto Hadi (1998). Model Distribusi Inversi Gauss untuk Uji Hidup Dipercepat Tegangan Konstan. Peneliti Muda Dikti
17.Sutarto Hadi (1997). Prosedur Inferensi Distribusi Inversi Gauss untuk Data Tahan Hidup Tegangan Konstan dan Bertingkat. Penelitian OPF Unlam
18. Sutarto Hadi (1996). Model-model Uji Hidup Dipercepat Berdasarkan Distribusi Inversi Gauss. Tesis M.Si, UGM Yogyakarta
19. Sutarto Hadi (1992). Penerapan Matematika Ekonomi dalam Penetapan Harga Pokok Produk pada Perusahaan Bedak Dingin Mahdalena Banjarmasin. Penelitian Mandiri, FKIP Unlam Banjarmasin
20.Sutarto Hadi (1990). Studi tentang Pengajaran Matematika pada Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun 1989. Skripsi S-1, FKIP Unlam Banjarmasin

ARTIKEL

1.         Kesederhanaan adalah Puncak Kecanggihan (Banjarmasin Post, Selasa, 17 September 2013).
2.         Guru Jadi Profesi Primadona (Banjarmasin Post, Senin, 15 Juli 2013)
3.         Zaman Beralih Musim Bertukar (Banjarmasin Post, Senin, 10 Juni 2013)
4.        Terjebak Perangkap Penghasilan Menengah (Banjarmasin Post, Kamis, 9 Mei 2013).
5.       Hidden Curriculum di Sekolah Kita (Banjarmasin Post, Rabu, 24 April 2013).
6.        Perlu Jaminan Kejujuran Mutu (Analisis UN Sebagai Syarat Masuk PTN) (Banjarmasin Post, Senin, 16 Januari 1012)
7.        FKIP Unlam dan Gagasan Pembubaran (Radar Banjarmasin, Rabu, 27 April 2005).
8.               Kriteria Rektor Unlam 2005 – 2009 (Radar Banjarmasin, Senin 29 November 2004).
9.               Berkarya untuk Pendidikan (Radar Banjarmasin, Jumat 17 September 2004).
10.          Unlam Perlu Kampus Bersatu (Radar Banjarmasin, Selasa, 16 Maret 2004).
11.          Renungan Hasil UAN Kalsel (Kita Kehilangan Kesempatan Mengetahui Realitas) (Radar Banjarmasin, Kamis, 10 Juli 2003).
12.          Mengefektifkan Peran Penelitian Perguruan Tinggi (Banjarmasin Post, 14 April 1997).
13.          Unlam Belum Kondusif Lahirkan Cendekiawan Terbaik (Banjarmasin Post, 6 Januari 1997).
14.          Matematika Itu Cantik (Banjarmasin Post, 9 Desember 1996).
15.          Pemberdayaan Kaum Wanita (Banjarmasin Post, 4 November 1996).
16.          Cuisine de Banjarmasin (Banjarmasin Post, 24 Oktober 1996).
17.          Mendorong Minat Baca Membangun Mentalitas Baru (Banjarmasin Post, 10 Oktober 1996).
18.          Materialisme dalam Dunia Pendidikan (Banjarmasin Post, 16 September 1996).
19.          Membina Generasi Baru Menyongsong Pasar Bebas (Surya, 2 Juli 1996).
20.          Soal Sekolah Unggul (Banjarmasin Post, 17 Juni 1996).
21.          Guru Besar di Unlam, antara Harapan dan Kenyataan (Banjarmasin Post, 1 Juni 1996).
22.          Mengukur Prestasi Siswa: Antara Tes Obyektif dan Esei (Banjarmasin Post, 20 Mei 1996).
Kisah Cinta Prof. Sutarto


Gambar 5 : Prof. Sutarto Hadi, bersama keluarga. doc Prof. Sutarto Hadi, sumber fb


Penulis :
Bagaimana awal mulanya Bapak mengenal ibu?

Prof. Sutarto :
Hehe, saya mengenal beliau selama masih kuliah, disaat usia 22 tahun usia saya, saya melamar bu Ermina (47) yang juga berprofesi sebagai guru di Madrasah Aliyah Negeri, dan di zaman itu orangtua saya sangat menjaga pergaulan saya, dan akhirnya kami sekarang sudah di karunia dua anak yang bernama Mizan Ikhlasur Rahman (23) dan Najmi Hidayatus Salam (13), keduanya mengenyam pendidikan psantren agar terbina iman, takwa dan akidahnya.

Penulis :
Bapak ingin dikenang sebagai apa?

Prof. Sutarto
Saya ingin dikenang sebagai guruUcapan tersebut hanya tiga kata, namun membuat saya terdiam lama. Namun membekas.

Pertemuan yang begiu singkat itu berakhir dengan kesan yang dalam. Cita-cita sederhana yang dibangun oleh Prof, Sutarto Hadi dengan penuh dedikasi dan keilmuan sejati semoga menghantarkan universitas lambung Mangkurat menjadi kampus yang berdaya saing secara local, nasional dan internasional. Hujan mulai berhenti dan alunan lagu penutup “Wonderful World” menutup pertemuan kami, saya jadi teringat satu puisi yang saya buat memaknai pertemuan kami dengan judul “ Dimana aku berhenti, Disitu Puncakku”. Mungkin puncak Prof Sutarto adalah pemimpin di universitas tempat dia mengabdi atau ada puncak lain yang akan dia daki lagi. Tuhan selalu punya rencana untuk setiap insane, kesetiaan dan cinta yang akan membawanya pada puncak itu.

Salam hangat untuk para leaders.



sumber : wawancara, 18 Mei 2015
data dari http://unlam.ac.id dan berbagai sumber

0 comments:

Post a Comment