The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, June 25, 2018

Poetry From Jakarta Sunset to the Sunrise of Singapore


From Jakarta Sunset to the Sunrise of Singapore

The last twilight
The sky full of purple color
Will you paint our story too
But it was the last December
 I find your sadness eyes
We will separated in couple hours
But will we got happiness and peace in heart
After we quarrel because of idealism to starting new life

For the several times
I was here waiting for you
  In Soekarno Hatta Airport
The busy airport in corner of Batavia

Jakarta was my soul
 My hearts was softly muttering
 In the calm morning
 I was arrived in Changi Airport

Fly towards the opposite side of the country
 I pick up your childhood dreams were I would like to see
My flight was delayed in the blessing of moth
I still learn your history

In the corner of a third-floor café
I meet a man
I stared you with straight eyes
You smiled understated
We looked at each other right into the booth sense

Months have passed since that brief meeting
You caught up with me in a small hilly town of flowers
Enjoying walk in the warm morning
Watched the sun rise from the summit
We go hand in hand at the end of the ninth month
It seems like you hear the unspoken
As quietly said to me
Fly with me

Fly with me
 Of course  I will go with me
I go to a part of the world will be there for you
I murmured with a smile
Really

Although we had missed the plane because of the unfriendly weather
Of course we will go to the garden bay
I will see many flowers like purple and white Sakura was blowing
I will continue to hold your hand
Pick your dream my dear
Because your dream will be our dream





In the serendipity morning
 My plane has arrived
I lost something that never been mine

The last sunset in Singapore
I see the sky up
So I can hold my tears

Time was flush
Everyone find history
But I will never loose the memory

I know
Find the peace in your eyes
Where I always feel at home

 Soekarno Hatta Midnight, October 2017



Sunday, June 24, 2018

Trend Fashion Run Away Muslim 2019 motif batik dan tenun diminati

Ramadan Runway 2019:
Platform Utama Penggerak Industri Fashion Muslim Indonesia


Tren fashion muslim 2019 akan didominasi desain yang lebih simple, ringan dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Material seperti organdy, chiffon, most crepe, cotton silk akan mudah ditemui dalam karya para desainer tahun depan. Total transaksi dalam event ini mencapai Rp6,35 Miliar dan berhasil meningkatkan trafik pengunjung mal hingga 51% dari rata-rata jumlah pengunjung pada hari biasa. 

Pada tanggal 24 JUNI 2018 diselenggarakan oleh Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia DKI Jakarta, Ramadan Runway 2019 telah diselenggarakan dari closing ceremony yang dihadiri oleh para pencinta fashion muslim dan para pelaku industri fashion di Kota Kasablanka Mal. Acara yang digelar sejak 5 Juni 2018 ini diikuti oleh lebih dari 70 brand fashion terpilih dan menjadi referensi utama tren busana muslim Indonesia di tahun depan. Talkshow, fashion show, exhibition dan kompetisi Modest Fashion Project 2018 untuk desainer muda mewarnai perhelatan yang telah berlangsung untuk keenam kalinya di setiap bulan Ramadan

  Gambar 1 : Penampilan seluruh model pada fashion show closing ceremony run away ramadhan tanggal 24 juni 2018

“Ramadan Runway 2019 memberikan warna penting dalam industri fashion Indonesia. Selama 20 hari penyelenggaraan acara ini, kita bisa menyaksikan koleksi-koleksi yang menggambarkan kreativitas dan semangat para desainer untuk memberikan yang terbaik kepada para pecinta fashion muslim. Sambutannya pun luar biasa, termasuk saat gelaran Midnight Sale. Dan sebagai referensi utama tren fashion muslim tahun depan, Ramadan Runway 2019 merupakan bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju kiblat fashion muslim dunia di tahun 2020 mendatang,” ujar Rudy Chandra, Ketua APPMI DKI Jakarta.

Selama penyelenggaraan acara ini, tercatat jumlah total transaksi mencapai Rp6,35 Miliar dan berhasil meningkatkan trafik pengunjung mal hingga 51% daripada rata-rata jumlah pengunjung pada hari biasa. Omset tertinggi diraih oleh brand Batique (foto koleksi tersedia pada link di atas) dengan total penjualan Rp520 Juta. Ini menunjukkan antisiasme yang sangat tinggi dari pencinta mode tanah air.  Batique sebagai salah satu stand yang beruntung karena menuai omzet berkisar 520 juta rupiah


Gambar 2 : Tampilan Butique pada fashion show closing ceremony run away ramadhan tanggal 24 juni 2018



“Ramadan Runway 2019 memberikan warna penting dalam industri fashion Indonesia. Selama 20 hari penyelenggaraan acara ini, kita bisa menyaksikan koleksi-koleksi yang menggambarkan kreativitas dan semangat para desainer untuk memberikan yang terbaik kepada para pecinta fashion muslim. Sambutannya pun luar biasa, termasuk saat gelaran Midnight Sale. Dan sebagai referensi utama tren fashion muslim tahun depan, Ramadan Runway 2019 merupakan bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju kiblat fashion muslim dunia di tahun 2020 mendatang,” ujar Rudy Chandra, Ketua APPMI DKI Jakarta.

Selama penyelenggaraan acara ini, tercatat jumlah total transaksi mencapai Rp6,35 Miliar dan berhasil meningkatkan trafik pengunjung mal hingga 51% daripada rata-rata jumlah pengunjung pada hari biasa. Omset tertinggi diraih oleh brand Batique (foto koleksi tersedia pada link di atas) dengan total penjualan Rp520 Juta. Ini menunjukkan antisiasme yang sangat tinggi dari pencinta mode tanah air.  

Tren Fashion Muslim 2019
Rudy menambahkan, berkaca dari beragam koleksi yang ditampilkan pada Ramadan Runway 2019, pada tahun depan kita akan menikmati tren busana muslim dengan desain yang lebih simple, ringan dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Material seperti organdy, chiffon, most crepe, cotton silk akan mudah ditemui dalam karya para desainer. Warna-warna yang memberi kesan sejuk akan mendominasi, begitu pula warna-warna basic, seperti hitam, putih, off-white, navy blue dan abu-abu.

Ia juga memprediksikan bahwa sejumlah desainer yang berpartisipasi dalam Ramadan Runway 2019 harus mendapat perhatian penting dari para fashionistas di tahun depan. “Saya melihat ada sejumlah desainer yang memiliki kreativitas sangat kuat dan harus diantisipasi oleh fashionista muslim pada tahun depan, seperti Ariy Arka, Dana Duryatna dan Nita Seno Adjie,” ujarnya.
Abee by Ariy Arka sering menampilkan sentuhan bordir dan karyanya selalu dinantikan oleh para pecinta fashion. Dana Duryatna memiliki konsumen setia yang selalu memilih desain busana-busana longgar dengan bahan-bahan print dari linen dan katun. Dan Nita Seno Adjie yang sering tampil di panggung fashion mancanegara sangat piawai memadukan desain modern dengan motif-motif tradisional.

Kombinasi modern dan tradisional ini juga banyak terlihat pada karya para desainer di Ramadan Runway 2019. Umumnya mereka tidak berusaha menonjolkan salah satu, modern atau tradisional. Harmoni dalam usaha menampilkan new look, mengikuti arus tren mode dan memberi sentuhan tradisi tanpa kehilangan ciri khas dari brand adalah tantangan tersendiri bagi para desainer. Inilah yang membuat karya setiap desainer unik dan selalu mendapat tempat di hati para pecinta fashion Indonesia yang multikultural.


Tren Fashion Muslim 2019

Rudy menambahkan, berkaca dari beragam koleksi yang ditampilkan pada Ramadan Runway 2019, pada tahun depan kita akan menikmati tren busana muslim dengan desain yang lebih simple, ringan dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Material seperti organdy, chiffon, most crepe, cotton silk akan mudah ditemui dalam karya para desainer. Warna-warna yang memberi kesan sejuk akan mendominasi, begitu pula warna-warna basic, seperti hitam, putih, off-white, navy blue dan abu-abu.


Gambar 3 : Penampilan pada fashion show Fashion  Amanda Thania dengan fashion motif gorga closing ceremony run away ramadhan tanggal 24 juni 2018



Ia juga memprediksikan bahwa sejumlah desainer yang berpartisipasi dalam Ramadan Runway 2019 harus mendapat perhatian penting dari para fashionistas di tahun depan. “Saya melihat ada sejumlah desainer yang memiliki kreativitas sangat kuat dan harus diantisipasi oleh fashionista muslim pada tahun depan, seperti Ariy Arka, Dana Duryatna dan Nita Seno Adjie,” ujarnya.

Abee by Ariy Arka sering menampilkan sentuhan bordir dan karyanya selalu dinantikan oleh para pecinta fashion. Dana Duryatna memiliki konsumen setia yang selalu memilih desain busana-busana longgar dengan bahan-bahan print dari linen dan katun. Dan Nita Seno Adjie yang sering tampil di panggung fashion mancanegara sangat piawai memadukan desain modern dengan motif-motif tradisional.

Kombinasi modern dan tradisional ini juga banyak terlihat pada karya para desainer di Ramadan Runway 2019. Umumnya mereka tidak berusaha menonjolkan salah satu, modern atau tradisional. Harmoni dalam usaha menampilkan new look, mengikuti arus tren mode dan memberi sentuhan tradisi tanpa kehilangan ciri khas dari brand adalah tantangan tersendiri bagi para desainer. Inilah yang membuat karya setiap desainer unik dan selalu mendapat tempat di hati para pecinta fashion Indonesia yang multikultural.

Ramadan Runway adalah platform yang tepat bagi para pelaku industri fashion untuk mengembangkan bisnisnya dan memberi dampak penting terhadap kemajuan industri fashion muslim Indonesia. Sampai jumpa di Ramadan Runway 2020.

Acara ini diselenggarakan oleh APPMI sebagai wadah bagi desainer dan pengusaha mode Indonesia. Asosiasi ini berdiri pada 22 Juli 1993 di Hotel Borobudur, Jakarta atas prakarsa Poppy Dharsono. Berdirinya asosiasi ini juga didukung beberapa tokoh mode senior, seperti Peter Sie, Iwan Tirta, Pia Alisjahbana, Harry Darsono. APPMI memiliki visi dan misi membina, mengangkat dan mengembangkan citra fesyen Indonesia karena banyak desainer dan perancang senior tergabung didalamnya menjadi perancang berbakat yang tersebar di beberapa wilayah seperti, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Bali, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat.

Thursday, May 24, 2018

First Ramadhan After Married's life


This year we got first experience for ramadhan moment, get fasting after married time , got sahur then cooking together, we love to eat at home and sometimes find small  warteg for get soto betawi and another food

in fifth of ramadhan, I go to mosque Kubah Mas, it was the rain. I get tarawih after fasting kolak pisang, so sad husband not  feel well and get rest at home, but my spirit of ramadhan comes to me, I believe could passed it with best blessing

many mosque was around Depok, but I feel more compartable going there. the mosque which I was visited when I was graduated

feeling many blessing of Allah after was survive in jakarta then going for doble master and get small home around Depok, to be career woman but obey the culture and identity. I could say that life was miracle even many challange was coming.





Wednesday, May 16, 2018

Perempuan yang dicoret namanya


Istanbul dan Kejutan yang gemuruh

Hari masih pagi. Suasana kota Istanbul sudah ramai diseputaran gedung kesenian. Banyak sekali orang-orang berdatangan dalam acara penyerahan penghargaan sastra dalam perhelatan sastra Asia Tenggara. Ada nama Gayatri disana. Gayatri kesumaningrum, nama yang indah sekali, namun tak seindah impiannya. Nama Gayatri tercoret karena dianggap bukan penulis berpotensi dan pantas memenangkan penghargaan itu oleh tiga juri dari Eropa, padahal Gayatri tahu apa arti dari sebuah perjuangan. Dia harus berhutang agar bisa sampai ke event perhelatan sastra itu.

Asyiknya Garuda Miles


Sejak menjadi pelanggan Garuda, saya merasa senang sekali karena pelayanannay yang prima serta sebagai customer akan dapat point miles

namun paling sedih waktu tahun 2015 miles sudah sekitar 5000 miles jadi hanya sekitar  3441 miles saja , duh andai bisa tepat waktu milesnya masih bisa dipakai, terkadang ada juga boarding pass garuda yang gak sempat dilaporkan

Tapi setelah itu telepon call centre saja dan nomor laporan garuda 900734481,rasanya senang sekali.Kedepan lebih disiplin lagi siapa tahu kumpulin miles sekitar 5000 bisa sekali jalan penerbangan jakarta- bandar lampung atau jakarta_ tanjung pandan

Monday, May 7, 2018

The launch and initation Of Asia Leaders Concortium 2018


I meet bu Grace Syhbandar which is give me the invitation attending ambbasador's club which is full of leader . as I know from the invitation This is the first of its kind Consortium catering to Leadership needs. The global and popular  Leadership models have not been very effective in Asian contexts due to cultural differences.  With the lack of educational support for creating Leaders in Asia, it is the right time to create the Leadership models based on our cultural values & social realities as they affect our daily lives. The launch will be held in APL Tower, 5th Floor. Jl Letjend S.Parman Kav.28 Jakarta Barat, DKI Jakarta, available on, Tuesday, May, 08, 2018 at 08.30 -12.00 am.


The Consortium aims to utilize existing Leadership education to create more Leaders by bringing on board existing Leaders with an aim to seek their expertise and pass it on to prospective Leaders. As we seek commitment to support this socio-educational endeavor from Leaders from different fields and Institutions alike, we will also bring prospective Leaders in the fold who are keen on Leadership Roles and create a dynamic exchange between the two groups

GUEST OF HONOR: 
HE Desra Percaya (Director General for Asia, Pacific & Africa Affairs, Ministry of Foreign Affairs, Former Ambassador to United Nations)
*TBC

SPEAKERS:
1. HE Alice Mageza (Dean of Diplomatic Corps / Ambassador of Zimbabwe)

2. HE Rasmus A. Kristensen (Ambassador of Denmark)

3. HE Abdul Nasier (Advisor of Ambassador & CEO Club / Former Indonesian Ambassador to South Africa)

4. HS Dillon (Political Figure / Recipient of Bintang Mahaputra Utama Medal / Founder of Foundation for International Human Rights)

5. Desi Anwar (CNN Indonesia Director/Anchor/Jornalist). 

6. Dr Dewi Motik Pramono (Founder of Indonesian Business Woman Association)

7. Jonathan Kine (Technologist / Director of Konexindo / Former IT Director of Jakarta International School)

8. Sari Marsden (Co-Founder of Sarius Performance International / Nike Elite Trainer)

9. A.P. Singh (Principal, Gandhi Memorial International School)

10. Sir Harry Darsono, PhD (Multi talented Designer / Fine Artist / Psychologist / Educator)

11. Stig Traavik (1992 Judo Olympic Athlete, Former Norwegian Ambassador)

12. Dr Santi Palupi, MM (Chairwoman, Podomoro University Quality Assurance / Lecturer, Hotel Business Program)

13. Dea Prasetyawati (Dean, Faculty of Social Sciences, Podomoro University)

14. Danny Johannes (Business & Marketing Director, The Park Mal Solo / Motivational Speaker)

15. Abha Maryada Banerjee (Servant Founder, Asia Leaders Consortium)

16. Grace Sabandar (CEO, Global Business Services / Founder, Ambassador&CEO Club / Co-Founder, Asia Leaders Consortium - Indonesia)

Special invitation conversation with Minister Foreign Affair Retno L.P Marsudi


I really happy in the beginning of march, 14th, 2018 . I got invitation in my email from Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI)  in attending special invitation conversation with Minister Foreign Affair,Retno L.P Marsudi as Inauguration of Bengkel Diplomasi and FPCI Research and Analys which is held in Mayapada towrr 1. 19 th floor, Jalan Sudirman Kav.28, Jakarta Selatan

As international relation scholar, I was not practice much about diplomacy and research about international relation than at campus Paramadina before, I also focused with ASEAN, but I was lucky in getting this invitation to refresh more about international relatin in the middle of year 2018

I also proud with Minister Retno Marsudi which is more working hard in presenting Indonesia foreign policy in many negotiation table in the shake of national interest

here is the invitation

dari: Foreign Policy Community of Indonesia <events@fpcindonesia.org>
kepada: edridapulungan1@gmail.com

tanggal: 1 Mei 2018 15.25
subjek: Register Now: A Conversation w/ Foreign Minister Retno Marsudi / Inaugural of Bengkel Diplomasi + FP
dikirim oleh: fpcindonesia.org
Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) is pleased to invite you to the inaugural opening of Bengkel Diplomasi and FPCI Research & Analysis. Bengkel Diplomasi is a multi-purpose function room where FPCI conducts its foreign policy related activities such as School of Diplomacy courses, Speech Writing and Public Speaking Workshop, Spokesperson Workshop, Getting to Know China in One-Day Workshop, and seminars on various international issues. Bengkel Diplomasi is also a place where we provide briefings on Indonesia’s foreign policy and world affairs to the student of International Relations.
 FPCI will also launch FPCI Research and Analysis, which is a new think-tank department where we plan to recruit researchers on Geopolitics, Globalization, ASEAN, Cities, Emerging and Middle Powers, Diaspora, and 21st-century global trends.During the event, we will have a special discussion with the Foreign Minister of Indonesia in a session called: "A CONVERSATION WITH FOREIGN MINISTER RETNO L. P. MARSUDI" to discuss her take on Indonesian foreign policy and world affairs.
SPEAKER:
H.E. Retno L. P. Marsudi, Minister of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia
MODERATOR:
Dr. Dino Patti Djalal
Founder of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI)
 DATE:
Monday, May 14th 2018
14:00 - 16:00 WIB
Registration begins at 13:30.

VENUE:
Bengkel Diplomasi FPCI
Mayapada Tower 1, 19th Floor
Jl. Jenderal Sudirman lot. 28, 12920, Jakarta, Indonesia

Due to limited seats, RSVP is necessary. 
To RSVP, please send a text containing your name, e-mail, phone number and affiliation to our staff: Zikri Basir (zikribasir@gmail.com / +62 818 0903 8883).
Thank you for your kind attention. We look forward to hearing from you.

Regards,
FPCI Secretariat