Friday, August 30, 2013
Thursday, August 29, 2013
Diplomasi Semangat Keunggulan Indonesia, Potensi Diaspora Indonesia
12:12 AM
No comments
Cerita-cerita keterpurukan bangsa begitu sering menghiasi media
Indonesia, baik media cetak dan media elektronik, seolah tidak ada wajah
Indonesia baru yang penuh inspirasi dan semangat, seolah negeri kita
hanya berisi cerita-cerita keterpurukan dan kegagalan padahal banyak
cerita suksesi anak bangsa diberbagai bidang seperti ekonomi,
pendidikan, politik, science, teknologi yang seharusnya lebih banyak
kita ceritakan dan tuliskan agar anak bangsa bangga pada negerinya
sendiri dan dunia tahu Indonesia sedang melangkah pasti menuju
kejayaannya. Contohnya adalah potensi diaspora Indonesia, Komunitas
warga negara Indonesia diberbagai belahan dunia.
Diaspora merupakan suatu komponen yang bisa menjadi motor penggerak pembangunan bangsa melalui jaringan warga negara Indonesia yang menetap di luar negeri. Definisi diaspora sendiri dalam bahasa sederhana adalah perpindahan dan persebaran orang-orang Indonesia yang keluar dari wilayah nusantara dengan merantau . Semangat diaspora atau semangat merantau juga sangat tinggi dalam masyarakat Indonesia dan merupakan kearipan lokal untuk mencapai kesuksesan dalam pada suku-suku di Indonesia yang tersebar di berbagai daerah seperti suku Minang, Batak dan Bugis. Adapun ruang lingkup diapora mencakup berbagai hal yang sangat luas seperti setiap orang Indonesia yang berada di luar negeri, baik yang berdarah maupun yang berjiwa dan berbudaya Indonesia meskipun memiliki status hukum, bidang pekerjaan, latar-belakang etnis dan kesukuannya yang berbeda baik pribumi maupun non-pribumi.
Indonesia memang pernah berjaya di masa lalu, saat kerajaan Sriwijaya menaklukan banyak negeri tetangga dan kerajaan Majapahit menyatukan nusantara. Bahkan contoh jejak mahakarya nenek moyang dan pendahulu kita begitu luar biasa dan pernah menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia seperti membangun Candi Borobudur dengan kreasi, cipta, rasa dan karsa di zamannya, dan diakui dunia sebagai bagian peradaban yang tinggi.
Di masa lalu Indonesia juga menginspirasi dunia untuk memperjuangkan kemerdekaannya melalui Konfrensi Asia Afrika yang diadakan di Bandung pada tahun 1955 yang menghasilkan Dasasila Bandung dan memasukkan prinsip-prinsip piagam PBB. Sesungguhnya kejayaan negara Indonesia akan terulang kembali dengan momentum yang dimulai dari sekarang dengan langkah kecil yang konsisten dengan menyatukan potensi generasi unggul di masa depan, generasi yang cemerlang, generasi yang meyakini sebuah harapan akan kebanggaan akan negerinya.
Indonesia harus menata ulang masa depannya dengan memetakan sumber daya yang ada, diantaranya dengan menyadari suksesi anak bangsa yang tersebar di belahan dunia yang belum terekspos kepermukaan, yakni potensi diaspora Indonesia sebagai penghubung untuk membuka berbagai peluang untuk mendukung pembangunan di segala bidang di Indonesia yang perlu dioptimalkan pada zaman era globalisasi dan kemajuan informasi dan teknologi.
Untuk itu Indonesia juga sudah memiliki desk khusus dalam menangani diaspora untuk menjaring potensi warga negara Indonesia dengan membentuk Desk Diaspora Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri yang diketuai oleh M. Wahid Supriyadi yang optimis agar jaringan diaspora Indonesia akan berkembang pesat secara global.
Sebagai bahan perbandingan negara-negara lain yang sudah membangun Kementerian khusus diaspora antara lain negara India, Bangladesh, Srilanka dan juga Filipina dan China yang membangun Badan khusus Diaspora yang sudah membuat kebijakan-kebijakan efektif dan program yang memaksimalkan potensi diaspora.
Menurut Statistik Diaspora Indonesia menyebar di berbagai belahan dunia dengan urutan tertinggi penghasilan rata-rata masyarakat diaspora Indonesia. Sebagai contoh jaringan diaspora Indonesia di Amerika memiliki penghasilan berkisar 59.000 US Dollar atau setara Rp572 juta per tahun yang lebih tinggi dari masyarakat Amerika sendiri.. Selain memiliki potensi perekonomian, Diaspora Indonesia juga memiliki potensi pendidikan, pengusaha, dan pekerja yang sangat kaya akan ilmu dan keterampilan/skill serta tingkat pendidikan yang tinggi.
Berdasarkan sumber data Kementerian Luar negeri mengenai diaspora WNI maka diperoleh data WNI di Amerika Utara dan Tengah (128.654), Amerika Selatan (5.442), Afrika (4.610), Eropa Barat (55.855), Eropa Selatan (5.568), Eropa Timur (1.576), Asia Tenggara (2.841.957), Pasifik (70.941), Asia Selatan (4.069), Asia Timur (241. 257), dan Timur Tengah (867.519), sehingga total WNI yang tersebar di luar negeri berjumlah 4.485.431. Dengan demikian jaringan diaspora sudah tersebar diseluruh penjuru dunia dan berpotensi membangun dan mempromosikan negara asalnya ke luar negeri dari berbagai aspek untuk mendukung pembangunan nasional.
Selain itu Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dr. Dinno Patti Djalal sudah menggagas kongres Diaspora Indonesia di Los Angeles, California pada bulan Juli tahun 2012 yang lalu. Dimana kongres tersebut menjadi momentum sejarah karena merupakan pertemuan akbar pertama di dunia yang dilakukan secara khusus untuk diaspora Indonesia. Adapun hasil dari kongres tersebut adalah pembentukan Indonesian Diaspora Network (IDN) sebagai organisasi perkumpulan warga Indonesia atau keturunan Indonesia bahkan warga negara asing yang bersimpati dengan Indonesia. Dengan program kerja konkret di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan ekonomi serta kebijakan visa dan pembentukan desk khusus diaspora Indonesia.
Lebih jauh lagi Diaspora Indonesia akan memperluas jaringan diaspora (IDN) Belanda, Taiwan, Malaysia, Singapura, Australia, Timur Tengah dan Qatar yang kemudian dikembangkan menjadi jaringan diaspora dalam bentuk konsultasi bisnis (IDBC), komunikasi profesional (IDBB) serta yayasan kemanusiaan (IDF) sehingga bisa bermanfaat untuk negara asal.
Sejatinya potensi diaspora merupakan bagian dari diplomasi keunggulan Indonesia ynag tersebar diseluruh dunia sebagai bagian dari semangat keunggulan yang menjadi kekuatan dan aset yang berpotensi, dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa bangsa yang dinamis, kreatif, produktif sebagai kunci penting dari suksesi Indonesia menuju masa depan abad ke-21 dengan memperjuangkan kepentingan nasionalnya (national interest)
Diaspora juga memberikan peluang untuk memudahkan people-to-people contact yang akan berdampak pada peningkatan kerja sama perekonomian dan pengembangan kebudayaan bangsa Indonesia, karena sejatinya diaspora Indonesia merupakan duta-duta bangsa yang mempromosikan Indonesia dengan soft diplomacy
Meskipun masih banyak tantangan yang dihadapi seperti pemerataan komunitas diaspora Indonesia di seluruh dunia serta menjaga konsistensi silaturrahim gerakan diaspora Indonesia sebagai inisiatif nasionalisme yang harus ditindak lanjuti. Karena inisiatif mengembangkan dan memberdayakan diaspora Indonesia tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah saja namun juga harus didukung oleh masyarakat melalui inisiatif, ide dan kreatifitas sehingga gerakan inisiatif ini merupakan keinginan dan milik bersama bangsa Indonesia untuk memadukan potensi yang ada.
Membentuk jaringan diaspora Indonesia seperti membangun simpul-simpul keunggulan suatu bangsa agar saling menguatkan sebagai bangsa yang besar. Langkah berikutnya KBRI untuk Amerika Serikat akan melaksanakan Kongres ke-2 diaspora Indonesia diadakan pada 18-20 Agustus 2013 di Jakarta Convention Centre dengan tema “Diaspora Pulang Kampung” ini diharapkan dapat menjadi penghubung di antara para diaspora dengan pihak pemerintah. Kongres ini merupakan tindak lanjut setelah suksesnya Kongres Diaspora Indonesia dengan tema “The power of Harmony in Diversity. Unleashed worldwide” yang digelar di Los Angeles pada 6-8 Juli 2012.
Semangat dan potensi diaspora Indonesia merupakan bagian penting dari diplomasi keunggulan Indonesia. Karena komunitas Indonesia di luar negeri memainkan peranan penting sebagai parameter untuk mengukur kinerja perwakilan. Dengan pembinaan yang tepat, diaspora Indonesia (WNI yang tinggal, bekerja dan studi di luar negeri, keturunan Indonesia, pasangan campuran atau WNA yang mencintai Indonesia) merupakan asset yang dapat diberdayakan untuk mendukung diplomasi Indonesia.
Diplomasi keunggulan Indonesia dapat dilihat dari dua sisi yakni diplomasi ekonomi dan budaya. Dalam konteks diplomasi ekonomi maka dimungkinkan bagi Indonesia untuk menerobos celah pasar mempromosikan produk-produk khas/unggulan Indonesia melalui jaringan diaspora dan juga mengkonsumsi produk Indonesia atau bahkan menjadi importir barang Indonesia dengan pangsa pasar utama adalah orang Indonesia atau rakyat mereka sendiri di negara mereka tinggal. Lebih jauh lagi juga bisa mempromosikan produk-produk halal yang masih susah di dapati di luar negeri.
Sedangkan dalam diplomasi budaya, Indonesia bisa memperkenalkan ragam seni budaya seperti tarian dan nyanyian karena tak jarang banyak warga negara asing yang juga mencintai seni budaya berupa nyanyian dan tarian, contohnya ada warga negara Australia yang ternyata bisa menyanyikan lagu Batak. Sehingga industri kreatif di Indonesia bisa meningkat melalui undangan-undangan perhelatan kebudayaan di berbagai negara yang tentu juga meningkatkan kesejahteraan seniman-seniman Indonesia yang mementaskan tarian dan pertunjukan di negara-negara jaringan diaspora Indonesia,
Bukan itu saja keterampilan masyarakat Indonesia dalam kreasi seperti membuat batik juga bisa diajarkan di sekolah/ universitas jurusan seni karena banyak warga negara asing contohnya Amerika dan Eropa yang senang mempelajari pembuatan batik dimana inspirasinya merupakan warisan budaya Indonesia turun temurun yang menyukai keindahan dengan ragam dan corak yang memiliki makna dan filosofis yang tergambar dalam sehelai kain batik. Dan semua upaya tersebut merupakan bagian dari diplomasi keunggulan Indonesia melalui jaringan diaspora Indonesia.
Untuk itu diaspora Indonesia merupakan bagian dari diplomasi keunggulan dalam mengangkat potensi bangsa sehingga mengangkat marwah bangsa menjadi bangsa yang besar dan berjiwa besar bukan dalam angka populasi, pengangguran dan korupsi, TKI ilegal tetapi besar dalam mahakarya dan keunggulan-keunggulan bangsa yang akan terulang kembali dan tercatat dalam sejarah dunia kelak.
Pada Bulan Agustus ini, Kongres Diaspora II akan digelar kembali sebagai lanjutan kongres diaspora perdana yang telah sukses dilaksanakan oleh KBRI Washington DC di San Fransisco pada tahun lalu ini akan diadakan lagi di Jakarta pada tanggal 18 hingga 20 Agustus 2013 yang berlokasi di Jakarta Convention Center bertemakan “Pulang Kampung” untuk mempertemukan seluruh para perantau Indonesia yang tersebar di luar negeri dalam kebersamaan berbagi informasi dan pengalaman. Karena bagaimanapun Indonesia sebagai bangsa yang besar harus terhimpun, menyatu, berpadu dalam simpul keunggulan hingga anak cucu kita kelak bangga meneruskan perjuangan generasi pendahulunya yang telah menjejakkan prestasi diberbagai belahan dunia yang sukses pada berbagai bidang untuk diteruskan dan diabadikan menjadi komponen bangsa yang besar yang memiliki peradaban tinggi. Semoga. Maju terus Diaspora Indonesia.***
Diaspora merupakan suatu komponen yang bisa menjadi motor penggerak pembangunan bangsa melalui jaringan warga negara Indonesia yang menetap di luar negeri. Definisi diaspora sendiri dalam bahasa sederhana adalah perpindahan dan persebaran orang-orang Indonesia yang keluar dari wilayah nusantara dengan merantau . Semangat diaspora atau semangat merantau juga sangat tinggi dalam masyarakat Indonesia dan merupakan kearipan lokal untuk mencapai kesuksesan dalam pada suku-suku di Indonesia yang tersebar di berbagai daerah seperti suku Minang, Batak dan Bugis. Adapun ruang lingkup diapora mencakup berbagai hal yang sangat luas seperti setiap orang Indonesia yang berada di luar negeri, baik yang berdarah maupun yang berjiwa dan berbudaya Indonesia meskipun memiliki status hukum, bidang pekerjaan, latar-belakang etnis dan kesukuannya yang berbeda baik pribumi maupun non-pribumi.
Indonesia memang pernah berjaya di masa lalu, saat kerajaan Sriwijaya menaklukan banyak negeri tetangga dan kerajaan Majapahit menyatukan nusantara. Bahkan contoh jejak mahakarya nenek moyang dan pendahulu kita begitu luar biasa dan pernah menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia seperti membangun Candi Borobudur dengan kreasi, cipta, rasa dan karsa di zamannya, dan diakui dunia sebagai bagian peradaban yang tinggi.
Di masa lalu Indonesia juga menginspirasi dunia untuk memperjuangkan kemerdekaannya melalui Konfrensi Asia Afrika yang diadakan di Bandung pada tahun 1955 yang menghasilkan Dasasila Bandung dan memasukkan prinsip-prinsip piagam PBB. Sesungguhnya kejayaan negara Indonesia akan terulang kembali dengan momentum yang dimulai dari sekarang dengan langkah kecil yang konsisten dengan menyatukan potensi generasi unggul di masa depan, generasi yang cemerlang, generasi yang meyakini sebuah harapan akan kebanggaan akan negerinya.
Indonesia harus menata ulang masa depannya dengan memetakan sumber daya yang ada, diantaranya dengan menyadari suksesi anak bangsa yang tersebar di belahan dunia yang belum terekspos kepermukaan, yakni potensi diaspora Indonesia sebagai penghubung untuk membuka berbagai peluang untuk mendukung pembangunan di segala bidang di Indonesia yang perlu dioptimalkan pada zaman era globalisasi dan kemajuan informasi dan teknologi.
Untuk itu Indonesia juga sudah memiliki desk khusus dalam menangani diaspora untuk menjaring potensi warga negara Indonesia dengan membentuk Desk Diaspora Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri yang diketuai oleh M. Wahid Supriyadi yang optimis agar jaringan diaspora Indonesia akan berkembang pesat secara global.
Sebagai bahan perbandingan negara-negara lain yang sudah membangun Kementerian khusus diaspora antara lain negara India, Bangladesh, Srilanka dan juga Filipina dan China yang membangun Badan khusus Diaspora yang sudah membuat kebijakan-kebijakan efektif dan program yang memaksimalkan potensi diaspora.
Menurut Statistik Diaspora Indonesia menyebar di berbagai belahan dunia dengan urutan tertinggi penghasilan rata-rata masyarakat diaspora Indonesia. Sebagai contoh jaringan diaspora Indonesia di Amerika memiliki penghasilan berkisar 59.000 US Dollar atau setara Rp572 juta per tahun yang lebih tinggi dari masyarakat Amerika sendiri.. Selain memiliki potensi perekonomian, Diaspora Indonesia juga memiliki potensi pendidikan, pengusaha, dan pekerja yang sangat kaya akan ilmu dan keterampilan/skill serta tingkat pendidikan yang tinggi.
Berdasarkan sumber data Kementerian Luar negeri mengenai diaspora WNI maka diperoleh data WNI di Amerika Utara dan Tengah (128.654), Amerika Selatan (5.442), Afrika (4.610), Eropa Barat (55.855), Eropa Selatan (5.568), Eropa Timur (1.576), Asia Tenggara (2.841.957), Pasifik (70.941), Asia Selatan (4.069), Asia Timur (241. 257), dan Timur Tengah (867.519), sehingga total WNI yang tersebar di luar negeri berjumlah 4.485.431. Dengan demikian jaringan diaspora sudah tersebar diseluruh penjuru dunia dan berpotensi membangun dan mempromosikan negara asalnya ke luar negeri dari berbagai aspek untuk mendukung pembangunan nasional.
Selain itu Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dr. Dinno Patti Djalal sudah menggagas kongres Diaspora Indonesia di Los Angeles, California pada bulan Juli tahun 2012 yang lalu. Dimana kongres tersebut menjadi momentum sejarah karena merupakan pertemuan akbar pertama di dunia yang dilakukan secara khusus untuk diaspora Indonesia. Adapun hasil dari kongres tersebut adalah pembentukan Indonesian Diaspora Network (IDN) sebagai organisasi perkumpulan warga Indonesia atau keturunan Indonesia bahkan warga negara asing yang bersimpati dengan Indonesia. Dengan program kerja konkret di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan ekonomi serta kebijakan visa dan pembentukan desk khusus diaspora Indonesia.
Lebih jauh lagi Diaspora Indonesia akan memperluas jaringan diaspora (IDN) Belanda, Taiwan, Malaysia, Singapura, Australia, Timur Tengah dan Qatar yang kemudian dikembangkan menjadi jaringan diaspora dalam bentuk konsultasi bisnis (IDBC), komunikasi profesional (IDBB) serta yayasan kemanusiaan (IDF) sehingga bisa bermanfaat untuk negara asal.
Sejatinya potensi diaspora merupakan bagian dari diplomasi keunggulan Indonesia ynag tersebar diseluruh dunia sebagai bagian dari semangat keunggulan yang menjadi kekuatan dan aset yang berpotensi, dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa bangsa yang dinamis, kreatif, produktif sebagai kunci penting dari suksesi Indonesia menuju masa depan abad ke-21 dengan memperjuangkan kepentingan nasionalnya (national interest)
Diaspora juga memberikan peluang untuk memudahkan people-to-people contact yang akan berdampak pada peningkatan kerja sama perekonomian dan pengembangan kebudayaan bangsa Indonesia, karena sejatinya diaspora Indonesia merupakan duta-duta bangsa yang mempromosikan Indonesia dengan soft diplomacy
Meskipun masih banyak tantangan yang dihadapi seperti pemerataan komunitas diaspora Indonesia di seluruh dunia serta menjaga konsistensi silaturrahim gerakan diaspora Indonesia sebagai inisiatif nasionalisme yang harus ditindak lanjuti. Karena inisiatif mengembangkan dan memberdayakan diaspora Indonesia tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah saja namun juga harus didukung oleh masyarakat melalui inisiatif, ide dan kreatifitas sehingga gerakan inisiatif ini merupakan keinginan dan milik bersama bangsa Indonesia untuk memadukan potensi yang ada.
Membentuk jaringan diaspora Indonesia seperti membangun simpul-simpul keunggulan suatu bangsa agar saling menguatkan sebagai bangsa yang besar. Langkah berikutnya KBRI untuk Amerika Serikat akan melaksanakan Kongres ke-2 diaspora Indonesia diadakan pada 18-20 Agustus 2013 di Jakarta Convention Centre dengan tema “Diaspora Pulang Kampung” ini diharapkan dapat menjadi penghubung di antara para diaspora dengan pihak pemerintah. Kongres ini merupakan tindak lanjut setelah suksesnya Kongres Diaspora Indonesia dengan tema “The power of Harmony in Diversity. Unleashed worldwide” yang digelar di Los Angeles pada 6-8 Juli 2012.
Semangat dan potensi diaspora Indonesia merupakan bagian penting dari diplomasi keunggulan Indonesia. Karena komunitas Indonesia di luar negeri memainkan peranan penting sebagai parameter untuk mengukur kinerja perwakilan. Dengan pembinaan yang tepat, diaspora Indonesia (WNI yang tinggal, bekerja dan studi di luar negeri, keturunan Indonesia, pasangan campuran atau WNA yang mencintai Indonesia) merupakan asset yang dapat diberdayakan untuk mendukung diplomasi Indonesia.
Diplomasi keunggulan Indonesia dapat dilihat dari dua sisi yakni diplomasi ekonomi dan budaya. Dalam konteks diplomasi ekonomi maka dimungkinkan bagi Indonesia untuk menerobos celah pasar mempromosikan produk-produk khas/unggulan Indonesia melalui jaringan diaspora dan juga mengkonsumsi produk Indonesia atau bahkan menjadi importir barang Indonesia dengan pangsa pasar utama adalah orang Indonesia atau rakyat mereka sendiri di negara mereka tinggal. Lebih jauh lagi juga bisa mempromosikan produk-produk halal yang masih susah di dapati di luar negeri.
Sedangkan dalam diplomasi budaya, Indonesia bisa memperkenalkan ragam seni budaya seperti tarian dan nyanyian karena tak jarang banyak warga negara asing yang juga mencintai seni budaya berupa nyanyian dan tarian, contohnya ada warga negara Australia yang ternyata bisa menyanyikan lagu Batak. Sehingga industri kreatif di Indonesia bisa meningkat melalui undangan-undangan perhelatan kebudayaan di berbagai negara yang tentu juga meningkatkan kesejahteraan seniman-seniman Indonesia yang mementaskan tarian dan pertunjukan di negara-negara jaringan diaspora Indonesia,
Bukan itu saja keterampilan masyarakat Indonesia dalam kreasi seperti membuat batik juga bisa diajarkan di sekolah/ universitas jurusan seni karena banyak warga negara asing contohnya Amerika dan Eropa yang senang mempelajari pembuatan batik dimana inspirasinya merupakan warisan budaya Indonesia turun temurun yang menyukai keindahan dengan ragam dan corak yang memiliki makna dan filosofis yang tergambar dalam sehelai kain batik. Dan semua upaya tersebut merupakan bagian dari diplomasi keunggulan Indonesia melalui jaringan diaspora Indonesia.
Untuk itu diaspora Indonesia merupakan bagian dari diplomasi keunggulan dalam mengangkat potensi bangsa sehingga mengangkat marwah bangsa menjadi bangsa yang besar dan berjiwa besar bukan dalam angka populasi, pengangguran dan korupsi, TKI ilegal tetapi besar dalam mahakarya dan keunggulan-keunggulan bangsa yang akan terulang kembali dan tercatat dalam sejarah dunia kelak.
Pada Bulan Agustus ini, Kongres Diaspora II akan digelar kembali sebagai lanjutan kongres diaspora perdana yang telah sukses dilaksanakan oleh KBRI Washington DC di San Fransisco pada tahun lalu ini akan diadakan lagi di Jakarta pada tanggal 18 hingga 20 Agustus 2013 yang berlokasi di Jakarta Convention Center bertemakan “Pulang Kampung” untuk mempertemukan seluruh para perantau Indonesia yang tersebar di luar negeri dalam kebersamaan berbagi informasi dan pengalaman. Karena bagaimanapun Indonesia sebagai bangsa yang besar harus terhimpun, menyatu, berpadu dalam simpul keunggulan hingga anak cucu kita kelak bangga meneruskan perjuangan generasi pendahulunya yang telah menjejakkan prestasi diberbagai belahan dunia yang sukses pada berbagai bidang untuk diteruskan dan diabadikan menjadi komponen bangsa yang besar yang memiliki peradaban tinggi. Semoga. Maju terus Diaspora Indonesia.***
Tuesday, August 27, 2013
breakfast time, saat berbagi dan silaturrahmi
8:57 PM
No comments
Hari yang menyenangkan, saya dan rekan-rekan seperti biasa diundang pimpinan untuk menikmati teh dan makanan ringan, beliau sebentar lagi pensiun, tapi bisa menikmati hidup, itu yang saya suka dari sikapnya. Hari ini kami berbicara soal leadership dan ketauladanan, yang menarik adalah, setiap insan itu adalah pemimpin, namun bagaimana dia membawa dirinya ditengah banyak fungsi yang melekat pada dirinya.
Seorang pemimpin juga harus jeli melihat momentum, dan memberikan karya yang terbaik dari dirinya. Keluarga juga menjadi faktor pendukung, bagaimana orangtua mendidik, membentuk karakter seorang anak dalam pola pengasuhannya dan juga mencontohkan ketauladanan kepada anak-anaknya.
Indonesia is strong from home, semoga kelak keluarga -keluarga di Indonesia menghasilkan sosok -sosok pemimpin di masa depan yang menghasilkan perubahan dalam ketauladanan yang dibangun berlandaskan ilmu dan ketakwaan.
Agustus, freedom month
Seorang pemimpin juga harus jeli melihat momentum, dan memberikan karya yang terbaik dari dirinya. Keluarga juga menjadi faktor pendukung, bagaimana orangtua mendidik, membentuk karakter seorang anak dalam pola pengasuhannya dan juga mencontohkan ketauladanan kepada anak-anaknya.
Indonesia is strong from home, semoga kelak keluarga -keluarga di Indonesia menghasilkan sosok -sosok pemimpin di masa depan yang menghasilkan perubahan dalam ketauladanan yang dibangun berlandaskan ilmu dan ketakwaan.
Agustus, freedom month
Monday, July 29, 2013
Menjemput Impian
1:35 AM
No comments
Menjemput Cinta Dalam Naungan Kabbah
Lintasan detik telah membawaku pada perjalanan cinta
Cinta yang tak bisa kuterjemahkan dengan paripurna
Namun saat yang terindah itu akan terus kukenang
Menjadi tamu istimewamuMu
Memenuhi Panggilanmu
Labbaik allohumma Labbaik
Kurasakan setiap denyut jantung
dan tarikan nafasku damai dan syahdu
Berzikir dalam untaian tasbih dan tahmid memujaMu
Dalam rangkaian tawafku yang pertama
Dihari bersejarah, beberapa puluh tahun lalu di hari ini
hari diriku dilahirkan yang terprasastikan di tanah sucimu
Jelang fajar pagi, dalam gema azan shubuh
Dan Jejak langkah yang memburu
Menuju Masjidil Harom yang anggun
Menyaksikan kabbah dalam jubah hitam yang anggun
Kumaknai hari miladku dalam hikmat doa dan airmata
Hari itu jua kupeluk Ibu penuh cinta
Terimakasih Ibu telah mengahdirkanku kedunia yang penuh kejaiban
Keajaiban yang paripurna dalam inspirasi kesyukuranku
Ya Allah, Robbul Izzati
Semoga kelak kukembali dengan dia yang kau pilih
sosok pecintaMu yang bersahaja
dibalik kesholehan, keilmuan dan kebijaksanaannya
mempersatukan hati yang kau jaga
Engkau pertemukan kami dalam rentang waktu
yang telah tercatat abadi di lauhul Mahfudz
Kudatang menjemput Janji
Dan kuyakin doaku di jabal Rahmah
Engkau ijabah dengan sempurna
Dalam waktu yang tak pernah kuduga
Karena Engkaulah segala Maha
Kabbah, 25 April 2010
Thursday, April 25, 2013
Kecantikan Sejati, Pesona Wanita Indonesia Bersama Caring Colours
3:51 AM
No comments
Kecantikan Sejati, Pesona Wanita Indonesia Bersama Caring Colours
"Cantik", kata yang menarik, merupakan jenis kata sifat yang diidamkan wanita baik dalam bentuk pujiam ataupun penampilan. Setiap wanita pada dasarnya adalah makhluk yang cantik dengan berbagai perspektif yang berbeda,
Sesungguhnya cantik memiliki banyak definisi. Kulit putih dianggap cantik di Indonesia dengan larisnya krim pemutih, namun kulit hitam juga cantik di Afrika karena sisi eksotisnya, tubuh yang kurus cendrung di sukai dan dianggap cantik di Asia, Namun tubuh gemuk dinilai cantik dan subur di negara Timur tengah, definisi cantik berbeda dan unik bukan? sekarang mari kita memilih tipe cantik seperti apa yang kita inginkan? apakah anda ingin menjadi cantik artificial, cantik natural atau cantik sejati?
Cantik Artificial adalah kecantikan semu , cantik dengan mengubah diri dengan definisi cantik, misal tidak puas dengan bagian tubuhnya sehingga harus operasi plastik agar tampil sempurna, atau cantik natural yaitu cantik yang merupakan anugrah dari Tuhan yang perlu dijaga dan disyukuri. atau cantik sejati yakni cantik yang diraih dengan upaya yang kita miliki dengan mensyukuri pemberian tuhan dan memperbaiki penampilan dalam dan luar diri kita sehingga kecantikan menjadi sesuatu yang tumbuh dengan kesadaran diri kita menjadi pribadi yang anggun dan mencintai dirinya agar bisa menjadi anugrah bagi orang lain dengan kehadiran kita sebagai sosok wanita sejati yang menjadi sumber bahagia untuk dirinya dan orang -orang lain disekitarnya.
Setiap wanita
tentu ingin tampil menarik dan cantik begitu juga dengan saya. rasanya bahagia jika bisa cantik,
fresh dan cemerlang sehingga semangat menjalani aktifitas sehari-hari. Bagi saya yang
memiliki banyak aktifitas di kantor dan
rangkaian social networking membutuhkan
waktu yang terbatas untuk pulang kerumah untuk mandi memberishkan badan,
namun beauty caring fit menjadi sahabat baik dalam segala suasana,
Saya cukup
mengoleskan lipstik warna pink, dengan eye shadow dan maskara mempertajam mata
dan blush on (pink)agar tampilan wajah lebih cerah dan bersinar dengan memakai two way cak, dengan
rangkaian
produk caring colour kita tak perlu khawatir dengan efek samping seperti beberapa kosmetik yang beredar di pasaran, karena aman bagi wanita
karena terbuat dari kandungan Happy Complex yang berasal dari bahan aktif alami
Brazillian Pepper yang membantu merawat kelembaban kulit dari pengaruh buruk
lingkunga. Kulit wajah sayapun
terlihat lebih cantik berseri dan sehat bercahaya karena menimbulkan rasa
bahagia ketika penampilan wajah nampak sempurna.
Cantik bukan hanya
berasal dari tampilan luar, namun juga berasal dari dalam bagaimana kita tumbuh
menjadi sosok wanita yang percaya diri, jujur, positif thingking
dalam menghadapi kehidupan, sehingga kita bisa hidup dalm kedamaian dan harmoni
sehingga membuat rona wajah kita segar, sehat dan beraura.
Untuk itu
kecantikan adalah sesuatu perpaduan tampilan dalam dan luar sehingga cemerlang
menjadi sosok wanita Indonesia yang siap berkontribusi dengan segala potensi
yang dimilikinya untuk menjadi cemerlang, menjadi dirinya sendiri, bermanfaat
bagi masyarakat dan bangsa serta mampu
menjadi bahagia menjadi dirinya sendiri dalam menggapai cinta dan
cita-citanya.
Jadi wanita indonesia mari menjadikan diri menjadi pribadi dengan kecantikan sejati yang menghadirkan pesona alami bersam Caring Colour.
Tuesday, April 23, 2013
Asean Economic Integration
1:13 AM
No comments
Asean Economic Integration
“Review Tourism Sector”
Welcome to your dream destination.There are some thing in life
That can only exist in a dream or so we think.For how many times we had visions of paradise
Gone to far away palces to search of it.Any to realize that even before
We begin to take it all in, We’ve lost it..
The
lines of promotions word welcome us in the Asean tourism’s website.
This website includes of ASEAN’s countries tourism’s destination. The
logo ASEAN as perpect paradise also sparkling as symbol of integration of
ASEAN economic which bring synergic market into Asean communities
traveler.
We Believe it or not ASEAN is promising market .
we can imagine the data show us at 2006, the ASEAN region has a
population of about 560 million, a total area of 4.5 million square
kilometers, a combined gross domestic product of almost US$ 1,100
billion, and a total trade of about US$ 1,400 billion. ASEAN's average
economic growth rate was as high as 5.5 percent for the period 1980 to
1990, much higher than the world export growth of 10.8 percent.
In
Promoting ASEAN as a single tourism destination product with world
class attractions, standards and facilities, investment policy,
cultural preservation as a part of sustainable ASEAN cooperation in
achieving economic integration that finally give benefit to all
countries. In other side the Tourism Ministers also has organized
the formal meetings in January 2010, to pave the way for developing
coordinated and concrete strategies for tourism development and
cooperation in ASEAN. The formation of the ASEAN Crises Team for Tourism
(ACTT) has been also launched by the ASEAN National Tourism
Organizations (NTOs).
The impact of this cooperation as a
single market not only for Asean’s people and community but also
targeting into East Asian countries which is listed as the biggest
visitor such China, Japan, Korea. These countries as important source
market for ASEAN Member States, with more than 15 million arrivals or
23.3 per cent of total international tourist arrivals in ASEAN in 2010.
The
ASEAN tourism performance in 2010 showed strong progress, But if we
flash back the process of integration of tourism ASEAN actually get long
journey to implemented, Because it has been plan before at twelve
years ago at 1998 that mentioned all the action plan that follow by all
asean countries in making the strategy in inviting the tourist to visit.
We
realize the competition among Asean countries always there , Actually
did Indonesia is strong enough in getting the tourism market? based on
the preliminary data from the Coordinating Ministry Indonesia still
left far behind its smaller neighbors in terms of tourist numbers.
Malaysia welcomed 15.38 million foreign tourists during the first eight
months of 2009 alone, while Singapore saw 4.51 million tourist arrivals
in the first half the year. Meanwhile Indonesia got of 6.45 million
foreign nationals visited the country in 2009, an actually it was
increase of 0.8 percent from 2008, according to preliminary data from
the Coordinating Ministry for the Economy. However, total spending
dropped 15 percent to $995.9 million, while the average length of stay
fell also to 7.69 days from 8.58 days.
In Comparing the
tourist arrival among Indonesia, Malaysia and Singapore above, actually
there is a big gap through them. The progress of Asean tourism
integration market actually should benefited to all countries with
balance distribution income but it is not in reality. So regarding into
one of agreement in action tourism Plan 1998 as” Facilitation
measures” the steps that could be considered have to do with
institutional “ infrastructure” developments which would facilitate
steps towards the integration of the Asean economies in less dramatic
but crucial ways. These meaning in creating the institutional
developments in The Asean in creating the information about tourism such
people, bureaucratic and elitist that down to earth as visioning
economic community 2015. The integration of economic suppose get into
people to people contact and familiarity of Asean tourism. For example
Indonesia as torism object keep complain to their neighbor country about
such culture claim as “ Batik, Pendet dance and traditional song "rasa
sayange" as our original asset of our own culture. Meanwhile Malaysia is
keep move on with their strategic market with “ the truly Asia” as
their promoting market tools. All the dispute will bring into dispute
settlement system for win – win solution. So Indonesia could be move on
with Visit Indonesia Year and Vote Komodo for promoting as new seven
wonder.
In getting the progress of integrated of tourist
as plan to boost tourism in ASEAN Action ASEAN Tourism as a strategic
plan 2011 – 2015 currently being developed will provide a framework for
the the region to address the opportunities and challenges facing
ASEAN tourism in the coming years. It will be developed according to a
series of guiding principles including sustainable development,
extensive stakeholder involvement and cooperation with ASEAN's dialogue
partners.
Related to the Plan itself which identify key
principles of ASEAN tourism integration towards the establishment of
ASEAN Community in 2015 as the Roadmap for Integration of the Tourism
Sector which will expire this year. it hopes it will be support the
development of a new ASEAN tourism marketing strategy with the tagline
of “Southeast Asia: Feel the Warmth”, which will be a co-brand with the
existing ASEAN marketing campaign. Meanwhile new tourism marketing
strategy will utilized a dynamic and interactive website (www.SoutheastAsia.org)
as the main marketing platform highlighting multi-destination travel
within ASEAN Member States. It will also showcase small and medium-sized
enterprises’ tourism services to a wider audience.
In
other case, ASEAN countries have been eagerly promoting tourism though
their main economic growth has been a consequence of an export-oriented
economy but the tourism industry has also been deemed a major
contributing factor. The rapid growth of tourism led to a growth of
household incomes and government revenues directly and indirectly by
means of multiplier effects, improving balance of payments and provoking
tourism-promoted government policies. As a result, the development of
tourism has usually been considered a positive contribution to economic
growth.
But Asean still have the challenge is the
implementation of the Roadmap plan into the implementation Tourism, like
any other force for economic integration, Generally, we still found
the gap of tourism infrastructure that also affects the demand for
certain goods and services (Syriopoulos, 1995), including transportation
facilities, such as roads and airports (Eugenio-MartÃn & Morales,
2004), much of which is specific to tourism as opposed to a more general
use. Apart from this, tourism expenditure by foreign tourists can
enhance domestic tourism construction as well as bring about an
accumulation of physical capital, and the needs for skilled labor in the
tourism sectors will cause human capital investment to increase. Thus,
the tourism sector may contribute significantly to economic growth for
each ASEAN countries.
According to Severeno the big
challenge and big question is come into ,What better way is there to
build an ASEAN community that is open to all than to strengthen the
tourism industry? After all, tourism is all about contact among people;
in ASEAN's case, contact among the peoples of ASEAN themselves and
between them and people from around the world.
I think
the answer is very simple it goes to sense belonging of ASEAN community
of people to people contact first as the first line that it will
extended into around the world, because the growth of tourism in ASEAN
Country will increase as asean community exist and believe about “ we
feeling” that we are a part of ASEAN identity that has same vision and
mission in getting the economic integrity touch tourism sector that need
to develop as we realize that it was big industry for incredible
tourism object with in. We know about our own “ tourism beauty” but we
see outward such Europe, US, Africa as the most country to visit.
Severeno
also mentioned how the effect of extensively and rapidly the benefits
of tourism spread not only within the industry itself but also to many
other sectors of the economy such light industry, construction,
transportation, communications, all kinds of services. Tourism is
particularly good in creating many jobs both within itself and in other
sectors on which it has an impact. If we are careful, the tourism
industry can be a blessing for the environment, as, more and more, the
long-term profitability of the industry depends on the conservation of
the environment.
It means the challenge and strength of ASEAN is
counted and tried to finding the way of how economic integration in
tourism sector achieve the growth of economic and give prosperity and
welfare to all Asean countries and get the sustainability on it. Because
the progress and the success of economic integration is not only for
amount of number of national income for each countries of ASEAN but also
the same commitment in visioning ASEAN Economic Community is a true
pillars in bringing all national interest toward “ great economy” of
ASEAN's countries
Subscribe to:
Posts (Atom)









