The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, September 11, 2013

Sederhana Tapi Menghebatkan

Apakah yang teringat saat masa kecil kita?  Saat masa kecil kita belajar berjalan dengan  mulai merangkak, jatuh, berdiri, jatuh hingga bisa berjalan diawasi dan didampingi oleh orangtua kita. Saat kita jatuh, kita tetap disemangati untuk berdiri, meski kita jatuh berkali-kali.  Sehingga banyak dari kita yang selalu terkenang masa kecil yang indah karena orangtua kita selalu mendampingi kita hingga kita tumbuh, berkembang dan dewasa.


Namun setelah kita dewasa, banyak dari kita takut salah, takut melangkah, takut memilih, takut berdiri , bahkan takut berbicara dihadapan orang lain, karena kita mengharapkan diri kita harus sempurna dan tidak melakukan kesalahan apapun, sehingga kita membatasi tumbuh kembang kita untuk dewasa dan matang dalam kehidupan. Padahal kesalahan dan kegagalan dalam bentuk apapun seperti pendidikan, karir, hubungan, finansial dan sebagainya adalah sesuatu yang wajar dan bukan akhir segalanya dalam kehidupan kita. Karena esensi kehidupan adalah terlibat penuh dalam semua rasadan asa didalamnya untuk disyukuri sebagai bagian dari pendewasaan diri ( mature) hingga menjadi bijak (wise).


Saat masa kecil kita, sebenarnya kita sadar atau tidak sadar merekam banyak hal yang mempengaruhi kita hingga dewasa. Kata-kata nasihat yang bermakna penerimaan, penghargaan serta pujian akan membuat seorang anak menjadi seseorang yang optimis ketika dia tumbuh menjadi pribadi dewasa kelak.  Sedangkan kata-kata yang menyiratkan penolakan, pembedaan dan penyangkalan membuat seorang anak menjadi peragu dan tidak bisa mengambil keputusan dalam kehidupannya, karena dibayangi takut salah dan semua berjalan tidak lancar dan sempurna.
Pada masa kecil kita sering mendengar kata-kata sederhana yang menghebatkan yang akan jadi memori dan  membuat seorang anak  jadi menjadi (tobe) di masa depannya kelak. Karena dalam proses tersebut seorang anak banyak mendengar dan merasakan bagaimana dia diperlakukan, dididik dan di asuh, dibimbing, disayangi, dan diperhatikan yang kelak berpengaruh dalam pembentukan harga diri  (self esteem) nya dan penggambaran dirinya kelak menuju cita-cita nya di masa depan.


kata-kata sederhana seperti ” Kamu bisa nak”, ” wah anak Ayah hebat”, Ibu bangga padamu”, ” Terimakasih nak”, “Maafkan Ayah ya”, “jangan khawatir”, ” coba lagi”,” jujur itu keren lho” dan lain-lain bisa menjadi kata-kata yang menghebatkan seorang anak kelak.
Hal-hal kecil dan sederhana juga membuat seorang anak merasa istimewadan diperhatikan.  Misalnya seorang Bapak yang membawa sebuah jeruk dan memberikan pada anaknya sambil berkata ” Bapak tadi rapat di kantor, ada jeruk waktu makan siang, jadi ingat anak Bapak yang senyumnya manis seperti jeruk ini, nih jeruknya buat kamu ya”
Sang anak tentu senang menerimanya dan merasa disayangi dan kelak dia akan mudah memberi kepada orang lain karena secara tak sadari diajari untuk memberikan perhatian kecil namun bermakna kebaikan. Semoga kita banyak terinspirasi dengan kata-kata, sikap, hal-hal sederhana dalam keseharian yang bernilai menghebatkan kehidupan kita kelak untuk bermanfaat bagi orang lain.


Jika hal sederhana dan menghebatkan bisa memberikan kebahagian, kebermanfaatan dan kemuliaan orang-orang disekitar kita, kenapa  kita harus berbuat dan memaksakan hal-hal yang besar tapi  akhirnya menyudutkan, mengkerdilkan dan menjerumuskan kehidupan kita? Bukankah hal yang sederhana adalah bahasa kesyukuran. Semoga

Wednesday, September 4, 2013

Sepotong Cerita bahagia di September

septermber, engkau datang lagi
setelah lama ku menanti
diantara rinai hujan dan empat pelangi
engkau mengetuk pintu yang terkunci rapat
memberikan senyuman dan menyapa khabar
membawa hawa segar dan harapan baru
membawakan setangkup rindu
dan pelukan hangat

september datang menepati janji
memberikan arti pada setiap mimpi
september meski pun jalan berliku
engkau tetap hadir untukkku
september peluk aku
terimakasih membawakanku kado mungil berpita benang putih
ada sepasang cincin berkilau indah
september engkau datang memberi cerita  cita dan cinta penuh sejarah

Masjid Sunda Kelapa, September 2013

Friday, August 30, 2013

Thursday, August 29, 2013

Diplomasi Semangat Keunggulan Indonesia, Potensi Diaspora Indonesia

Cerita-cerita keterpurukan bangsa begitu sering menghiasi media Indonesia, baik media cetak dan media elektronik, seolah tidak ada wajah Indonesia baru yang penuh inspirasi dan semangat, seolah negeri kita hanya berisi cerita-cerita keterpurukan dan kegagalan padahal banyak cerita suksesi anak bangsa diberbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, politik, science, teknologi yang seharusnya lebih banyak kita ceritakan dan tuliskan agar anak bangsa bangga pada negerinya sendiri dan dunia tahu Indonesia sedang melangkah pasti menuju kejayaannya. Contohnya adalah potensi diaspora Indonesia, Komunitas warga negara Indonesia diberbagai belahan dunia.

Diaspora merupakan suatu komponen yang bisa menjadi motor penggerak pembangunan bangsa melalui jaringan warga negara Indonesia yang menetap di luar negeri. Definisi diaspora sendiri dalam bahasa sederhana adalah perpindahan dan persebaran orang-orang Indonesia yang keluar dari wilayah nusantara dengan merantau . Semangat diaspora atau semangat merantau juga sangat tinggi dalam masyarakat Indonesia dan merupakan kearipan lokal untuk mencapai kesuksesan dalam pada suku-suku di Indonesia yang tersebar di berbagai daerah seperti suku Minang, Batak dan Bugis. Adapun ruang lingkup diapora mencakup berbagai hal yang sangat luas seperti setiap orang Indonesia yang berada di luar negeri, baik yang berdarah maupun yang berjiwa dan berbudaya Indonesia meskipun memiliki status hukum, bidang pekerjaan, latar-belakang etnis dan kesukuannya yang berbeda baik pribumi maupun non-pribumi.

Indonesia memang pernah berjaya di masa lalu, saat kerajaan Sriwijaya menaklukan banyak negeri tetangga dan kerajaan Majapahit menyatukan nusantara. Bahkan contoh jejak mahakarya nenek moyang dan pendahulu kita begitu luar biasa dan pernah menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia seperti membangun Candi Borobudur dengan kreasi, cipta, rasa dan karsa di zamannya, dan diakui dunia sebagai bagian peradaban yang tinggi.

Di masa lalu Indonesia juga menginspirasi dunia untuk memperjuangkan kemerdekaannya melalui Konfrensi Asia Afrika yang diadakan di Bandung pada tahun 1955 yang menghasilkan Dasasila Bandung dan memasukkan prinsip-prinsip piagam PBB. Sesungguhnya kejayaan negara Indonesia akan terulang kembali dengan momentum yang dimulai dari sekarang dengan langkah kecil yang konsisten dengan menyatukan potensi generasi unggul di masa depan, generasi yang cemerlang, generasi yang meyakini sebuah harapan akan kebanggaan akan negerinya.

Indonesia harus menata ulang masa depannya dengan memetakan sumber daya yang ada, diantaranya dengan menyadari suksesi anak bangsa yang tersebar di belahan dunia yang belum terekspos kepermukaan, yakni potensi diaspora Indonesia sebagai penghubung untuk membuka berbagai peluang untuk mendukung pembangunan di segala bidang di Indonesia yang perlu dioptimalkan pada zaman era globalisasi dan kemajuan informasi dan teknologi.

Untuk itu Indonesia juga sudah memiliki desk khusus dalam menangani diaspora untuk menjaring potensi warga negara Indonesia dengan membentuk Desk Diaspora Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri yang diketuai oleh M. Wahid Supriyadi yang optimis agar jaringan diaspora Indonesia akan berkembang pesat secara global.

Sebagai bahan perbandingan negara-negara lain yang sudah membangun Kementerian khusus diaspora antara lain negara India, Bangladesh, Srilanka dan juga Filipina dan China yang membangun Badan khusus Diaspora yang sudah membuat kebijakan-kebijakan efektif dan program yang memaksimalkan potensi diaspora.

Menurut Statistik Diaspora Indonesia menyebar di berbagai belahan dunia dengan urutan tertinggi penghasilan rata-rata masyarakat diaspora Indonesia. Sebagai contoh jaringan diaspora Indonesia di Amerika memiliki penghasilan berkisar 59.000 US Dollar atau setara Rp572 juta per tahun yang lebih tinggi dari masyarakat Amerika sendiri.. Selain memiliki potensi perekonomian, Diaspora Indonesia juga memiliki potensi pendidikan, pengusaha, dan pekerja yang sangat kaya akan ilmu dan keterampilan/skill serta tingkat pendidikan yang tinggi.

Berdasarkan sumber data Kementerian Luar negeri mengenai diaspora WNI maka diperoleh data WNI di Amerika Utara dan Tengah (128.654), Amerika Selatan (5.442), Afrika (4.610), Eropa Barat (55.855), Eropa Selatan (5.568), Eropa Timur (1.576), Asia Tenggara (2.841.957), Pasifik (70.941), Asia Selatan (4.069), Asia Timur (241. 257), dan Timur Tengah (867.519), sehingga total WNI yang tersebar di luar negeri berjumlah 4.485.431. Dengan demikian jaringan diaspora sudah tersebar diseluruh penjuru dunia dan berpotensi membangun dan mempromosikan negara asalnya ke luar negeri dari berbagai aspek untuk mendukung pembangunan nasional.

Selain itu Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dr. Dinno Patti Djalal sudah menggagas kongres Diaspora Indonesia di Los Angeles, California pada bulan Juli tahun 2012 yang lalu. Dimana kongres tersebut menjadi momentum sejarah karena merupakan pertemuan akbar pertama di dunia yang dilakukan secara khusus untuk diaspora Indonesia. Adapun hasil dari kongres tersebut adalah pembentukan Indonesian Diaspora Network (IDN) sebagai organisasi perkumpulan warga Indonesia atau keturunan Indonesia bahkan warga negara asing yang bersimpati dengan Indonesia. Dengan program kerja konkret di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan ekonomi serta kebijakan visa dan pembentukan desk khusus diaspora Indonesia.

Lebih jauh lagi Diaspora Indonesia akan memperluas jaringan diaspora (IDN) Belanda, Taiwan, Malaysia, Singapura, Australia, Timur Tengah dan Qatar yang kemudian dikembangkan menjadi jaringan diaspora dalam bentuk konsultasi bisnis (IDBC), komunikasi profesional (IDBB) serta yayasan kemanusiaan (IDF) sehingga bisa bermanfaat untuk negara asal.

Sejatinya potensi diaspora merupakan bagian dari diplomasi keunggulan Indonesia ynag tersebar diseluruh dunia sebagai bagian dari semangat keunggulan yang menjadi kekuatan dan aset yang berpotensi, dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa bangsa yang dinamis, kreatif, produktif sebagai kunci penting dari suksesi Indonesia menuju masa depan abad ke-21 dengan memperjuangkan kepentingan nasionalnya (national interest)

Diaspora juga memberikan peluang untuk memudahkan people-to-people contact yang akan berdampak pada peningkatan kerja sama perekonomian dan pengembangan kebudayaan bangsa Indonesia, karena sejatinya diaspora Indonesia merupakan duta-duta bangsa yang mempromosikan Indonesia dengan soft diplomacy

Meskipun masih banyak tantangan yang dihadapi seperti pemerataan komunitas diaspora Indonesia di seluruh dunia serta menjaga konsistensi silaturrahim gerakan diaspora Indonesia sebagai inisiatif nasionalisme yang harus ditindak lanjuti. Karena inisiatif mengembangkan dan memberdayakan diaspora Indonesia tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah saja namun juga harus didukung oleh masyarakat melalui inisiatif, ide dan kreatifitas sehingga gerakan inisiatif ini merupakan keinginan dan milik bersama bangsa Indonesia untuk memadukan potensi yang ada.

Membentuk jaringan diaspora Indonesia seperti membangun simpul-simpul keunggulan suatu bangsa agar saling menguatkan sebagai bangsa yang besar. Langkah berikutnya KBRI untuk Amerika Serikat akan melaksanakan Kongres ke-2 diaspora Indonesia diadakan pada 18-20 Agustus 2013 di Jakarta Convention Centre dengan tema “Diaspora Pulang Kampung” ini diharapkan dapat menjadi penghubung di antara para diaspora dengan pihak pemerintah. Kongres ini merupakan tindak lanjut setelah suksesnya Kongres Diaspora Indonesia dengan tema “The power of Harmony in Diversity. Unleashed worldwide” yang digelar di Los Angeles pada 6-8 Juli 2012.

Semangat dan potensi diaspora Indonesia merupakan bagian penting dari diplomasi keunggulan Indonesia. Karena komunitas Indonesia di luar negeri memainkan peranan penting sebagai parameter untuk mengukur kinerja perwakilan. Dengan pembinaan yang tepat, diaspora Indonesia (WNI yang tinggal, bekerja dan studi di luar negeri, keturunan Indonesia, pasangan campuran atau WNA yang mencintai Indonesia) merupakan asset yang dapat diberdayakan untuk mendukung diplomasi Indonesia.

Diplomasi keunggulan Indonesia dapat dilihat dari dua sisi yakni diplomasi ekonomi dan budaya. Dalam konteks diplomasi ekonomi maka dimungkinkan bagi Indonesia untuk menerobos celah pasar mempromosikan produk-produk khas/unggulan Indonesia melalui jaringan diaspora dan juga mengkonsumsi produk Indonesia atau bahkan menjadi importir barang Indonesia dengan pangsa pasar utama adalah orang Indonesia atau rakyat mereka sendiri di negara mereka tinggal. Lebih jauh lagi juga bisa mempromosikan produk-produk halal yang masih susah di dapati di luar negeri.

Sedangkan dalam diplomasi budaya, Indonesia bisa memperkenalkan ragam seni budaya seperti tarian dan nyanyian karena tak jarang banyak warga negara asing yang juga mencintai seni budaya berupa nyanyian dan tarian, contohnya ada warga negara Australia yang ternyata bisa menyanyikan lagu Batak. Sehingga industri kreatif di Indonesia bisa meningkat melalui undangan-undangan perhelatan kebudayaan di berbagai negara yang tentu juga meningkatkan kesejahteraan seniman-seniman Indonesia yang mementaskan tarian dan pertunjukan di negara-negara jaringan diaspora Indonesia,

Bukan itu saja keterampilan masyarakat Indonesia dalam kreasi seperti membuat batik juga bisa diajarkan di sekolah/ universitas jurusan seni karena banyak warga negara asing contohnya Amerika dan Eropa yang senang mempelajari pembuatan batik dimana inspirasinya merupakan warisan budaya Indonesia turun temurun yang menyukai keindahan dengan ragam dan corak yang memiliki makna dan filosofis yang tergambar dalam sehelai kain batik. Dan semua upaya tersebut merupakan bagian dari diplomasi keunggulan Indonesia melalui jaringan diaspora Indonesia.

Untuk itu diaspora Indonesia merupakan bagian dari diplomasi keunggulan dalam mengangkat potensi bangsa sehingga mengangkat marwah bangsa menjadi bangsa yang besar dan berjiwa besar bukan dalam angka populasi, pengangguran dan korupsi, TKI ilegal tetapi besar dalam mahakarya dan keunggulan-keunggulan bangsa yang akan terulang kembali dan tercatat dalam sejarah dunia kelak.

Pada Bulan Agustus ini, Kongres Diaspora II akan digelar kembali sebagai lanjutan kongres diaspora perdana yang telah sukses dilaksanakan oleh KBRI Washington DC di San Fransisco pada tahun lalu ini akan diadakan lagi di Jakarta pada tanggal 18 hingga 20 Agustus 2013 yang berlokasi di Jakarta Convention Center bertemakan “Pulang Kampung” untuk mempertemukan seluruh para perantau Indonesia yang tersebar di luar negeri dalam kebersamaan berbagi informasi dan pengalaman. Karena bagaimanapun Indonesia sebagai bangsa yang besar harus terhimpun, menyatu, berpadu dalam simpul keunggulan hingga anak cucu kita kelak bangga meneruskan perjuangan generasi pendahulunya yang telah menjejakkan prestasi diberbagai belahan dunia yang sukses pada berbagai bidang untuk diteruskan dan diabadikan menjadi komponen bangsa yang besar yang memiliki peradaban tinggi. Semoga. Maju terus Diaspora Indonesia.***

Tuesday, August 27, 2013

breakfast time, saat berbagi dan silaturrahmi

Hari yang menyenangkan, saya dan rekan-rekan seperti biasa diundang pimpinan untuk menikmati teh dan makanan ringan, beliau sebentar lagi pensiun, tapi bisa menikmati hidup, itu yang saya suka dari sikapnya. Hari ini kami berbicara soal leadership dan ketauladanan, yang menarik adalah, setiap insan itu adalah pemimpin, namun bagaimana dia membawa dirinya ditengah banyak fungsi yang melekat pada dirinya.

Seorang pemimpin juga harus jeli melihat momentum, dan memberikan karya yang terbaik dari dirinya. Keluarga juga menjadi faktor pendukung, bagaimana orangtua mendidik, membentuk karakter seorang anak dalam pola pengasuhannya dan juga mencontohkan ketauladanan kepada anak-anaknya.

Indonesia is strong from home, semoga kelak keluarga -keluarga di Indonesia menghasilkan sosok -sosok pemimpin di masa depan yang menghasilkan perubahan dalam ketauladanan yang dibangun berlandaskan ilmu dan ketakwaan.

Agustus, freedom month

Monday, July 29, 2013

Menjemput Impian






Menjemput Cinta Dalam Naungan Kabbah

Lintasan detik telah membawaku pada perjalanan cinta
Cinta yang tak bisa kuterjemahkan dengan paripurna
Namun saat yang terindah itu akan terus kukenang
Menjadi tamu istimewamuMu
Memenuhi Panggilanmu
Labbaik allohumma Labbaik

Kurasakan setiap denyut jantung 
dan tarikan nafasku damai dan syahdu
Berzikir dalam untaian tasbih dan tahmid memujaMu
Dalam rangkaian tawafku yang pertama
Dihari bersejarah, beberapa puluh tahun lalu di hari ini
hari diriku dilahirkan yang terprasastikan di tanah sucimu

Jelang fajar pagi, dalam gema azan shubuh 
Dan Jejak langkah yang memburu
Menuju Masjidil Harom yang anggun
Menyaksikan kabbah dalam jubah hitam yang anggun
Kumaknai hari miladku dalam hikmat doa dan airmata
Hari itu jua kupeluk Ibu penuh cinta
Terimakasih Ibu telah mengahdirkanku kedunia yang penuh kejaiban
Keajaiban yang paripurna dalam inspirasi kesyukuranku

Ya Allah, Robbul Izzati
Semoga kelak kukembali dengan dia yang kau pilih
sosok pecintaMu yang bersahaja
dibalik kesholehan, keilmuan dan kebijaksanaannya
mempersatukan hati yang kau jaga
 
Engkau pertemukan kami dalam rentang waktu
yang  telah tercatat abadi di lauhul Mahfudz
Kudatang menjemput Janji
Dan kuyakin doaku di jabal Rahmah 
Engkau ijabah dengan sempurna
Dalam waktu yang tak pernah kuduga
Karena Engkaulah segala Maha

Kabbah, 25 April 2010