The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, August 9, 2016

Kepada Hati itu, Merdekalah


Kepada hati busuk itu, Merdekalah


Kutulis surat ini untukmu
Dalam lembar-lembar tangis
Dari seorang perempuan 
dengan hati teriris
yang kau curi hatinya
Saat seperempat purnama
di astana rajasasana
Aku perempuan yang kau gantung cintanya

Semua mantra-matra puja-puji
Mengalir dari lisanmu berlapis madu
Membuai terbuai
aduhai
aduhai
Engkau piawai
dalam rayu merayu seharum wangi dupa
dalam puitisnya jemari rembulan melukis langit
semua rasa kau bisikkan dalam gemuruh asmara

Peluh
Rusuh
Runtuh
Rubuh
semua kisah terungkap menjelang shubuh

Perempuan yang selalu dipingit di istananya
Terbuka lebar matanya
Melihat dunia hingga merasakan lezatnya madu cinta
Seperti seteguk anggur manis yang 
Membuat raga terbang ke nirwana
Kau tinggal pergi dan memikat perempuan lainnya


Semua misteri dan tabir terkuak sudah
ketiga kisah ini menjadi terlalu naif
Jujur dan dusta beradu wajah
kau bolak balik rasa dan ego meraja

Engkau sang pengelana cinta
yang melempar jala asmara
kepada semua perempuan
para jelita, dewi-dewi cantik rupa 
janda muda dan selir raja
kau puja-puja seluruh rupa
terlenalah meraka dalam pasrah
dan engkau pemutus kisah

Kau berdalih
Kau bersilat kata
Kau menangis
Kau tertawa
Kau memuja
Kau mengalah
Kau bersandiwara
lengkap cerita dan ending skenarionya

Kau pencuri hati para perempuan pepuja satu persatu
Hingga mereka tersadar, terkapar dan terlempar
Berebut pada hati yang satu hatimulah itu
Engkaulah itu sang dalang berwajah rahwana
Buaya darat yang mengobral airmata, tubuh
Aksara, mantra-mantra dan puja puja
Untuk nikmat semata dari nafsu yang kau jadikan raja


Kepada hati busuk itu, Merdekalah
terlalu lama engkau terpasung
Menjadi budak angkara murka
Usiamu berapa lama lagikah
Sang algojo istana akan memenggal kepalamu esok pagi
Sebelum matahari berpijar di atas kepala
Darahmu akan dituang di cawan suci
oleh selir raja yang kau mainkan dalam khianat rasa

Malang nasibmu, menyesal jauh terlalu
Mungkin masih adakah waktu
Kepada hati busuk itu, Merdekalah
Engkau terpenjara dendammu
Saat detik mendulang rindu
Kau terpasung laku mu
tipu-tipu dayamu

Kau tahu
Berakhir kisahmu esok pagi
dipacung dalam kerumun

Dalam keramaian itu
Menarilah mereka
Menangislah mereka
Berteriaklah mereka
Siapakah mereka
Mereka perempuan yang kau mainkan rasa

Lihatlah makammu sudah ditanami mawar hitam
Juga selembar surat maafmu untuk sang mantan
yang meninggalkanmu dalam kelam
hingga engkau balas dendam bagi semua perempuan

Kepada hati itu, Merdekalah sekarang
Jubah hitam, darah segar dan dendam kau bawa mati

Kisahmu menjadi berita hangat di koran pagi
Lelaki itu mati ditangan algojo pengawal selir raja


Senayan, 9 Agustus 2016







Stasiun Terakhir di Kelopak Matamu

Stasiun Terakhir di Kelopak Matamu



Dingin merayap dengan kalap
Namun hatiku menghangat
Selepas fajar pagi yang seksi
Prosesi pagi dimulai lagi

 Kau raih tanganku yang menggigil dingin
Kau letakkan di dadamu yang bidang
”Lekas sayang kereta pagi akan datang”
Bisikmu ditelingaku
Seperti suara merdu kicau kenari
yang membangunkan lelapku
dipagi ini


Kita melangkah beriringan
Menuju stasiun Palmerah setelah stasiun tanah abang
Kita berdiri bersisian
Diantara manekin-manekin hidup
yang mengkhayal
yang bercanda
yang saling melirik
 yang dan sibuk dengan gatgetnya
yang bayinya menangis
yang matanya sembab baru diputus kekasih
yang wajahnya berbinar karena dilamar sang pacar
saat ramai dan riuh ribuan mata dan kaki yang terburu-buru
berebut mengejar waktu dan tempat duduk
dan pandanganku merunduk

dan aku dan kamu diantara mereka
dalam degup hati yang sumringah
berbinar di hati yang mewah

Keretapun berhenti
Kita akan melangkah
Menjemput cita-cita dengan tujuan berbeda
Namun kita telah bersama dalam prosesi pagi
                             Keberangkatan kita dilangkah yang sama
Akankah kita bersua kembali


 Palmerah tempat pertama kita jumpa
Inikah stasiun terakhir untukmu dan untukku
Saat kita berhenti menjemput kenangan
serta kedamaian yang selalu hadir


Semalam aku bermimpi engkau memakai jas putih
Dan seorang perempuan disisimu bukanlah diriku
Aku takut, gundah gulanaku
Berlabuhlah kekasihku
Jadikan aku stasiun dengan tujuan terakhirmu
Dalam gerbong-gerbong rindu yang mengantarkanku di setiap peron


Palmerah, 9 Agustus 2016

Sunday, August 7, 2016

Peace Motivation Word From Edrida Pulungan



Betapa banyak pelajaran berharga yang kita temukan
saat kita bersungguh-sungguh dalam perjalanan harapan
ternyata impian bukan segalanya
yang kita korbankan waktu, tenaga , pikiran meraihnya
keberkahan dan kedamaian hidup 
adalah kemenangan sejati seorang insan
seperti rumput yang tak goyah dipukul ribut
karena angin juga ingin menyapa kita dalam kalut


PoetryforpeaceandSoul " Rumput Menari" 8 Agustus 2016

Ruang ruang itu berbisik
Melepas bait puisi ya g terusik
Hai ada birokrat yang cinta puisi dan satra
Mereka bersua karena aksara dan ranting ranting muda 

yang terjatuh ketika pohon pensiun selepas hujan lebat semalam 


Friday, August 5, 2016

Pembunuh Rembulan dan Tiga Malaikat

Cinta selalu memberi tanda
Tanda dalam tanya, titik dan koma
Hingga engkau bisa membacanya sempurna
Apakah ada cinta untukmu 
Atau hanya drama asmara dalam silat lidahnya
 

Ranggas


Aku masih saja berpikir mengapa cinta tak lagi seperti yang dulu. Perempuan yang kucintai meninggalkanku hanya karena aku miskin. Memag sudah watakku ingin menjadi laki-laki bebas dan merdeka. Bagiku mencintai adalah sebuah ketegasan. Aku memilih Rena karena cinta mati. titik.Dan kami menikah setelah pacaran selama dua tahun dan pernikahan bertahan hanya tiga bulan saja.

dan hari ini aku sudah berada di Pengadilan Agama untuk mengurus surat cerai kami. karena dia lah yang menginginkan perpisahan ini. Dia juga yang menggugurkan calon anak kami. Dia juga yang mengejar impiannnya untuk mengambil S2 ternama di kota kembang. Dan aku bagaikan zombi dengan amarah dan luka. Perih dan memeras air mataku hingga aku tertidur dalam mimpi buruk yang berulang-ulang terjadi.

Aku terbangun dengan raga tanpa nyawa. Hampa. Rena bukanlah gadis biasa bagiku. Kami memang sudah jadi sejoli. Tiada yang menyangka aku lelaki yang biasa saja menjadi pilihan Rena, padahal begitu banyak laki-laki yang lain yang mendekatinya dan ingin memacarinya. Aku juaranya.

Sepotong sore kubelai rambut Rena yang hitam lurus. Tiga bulan pertama aku merasa sudah sangat dekat dengan Rena dan kami sudah saling mengenal keluarga masing-masing. Bahkan setiap sore aku menelpon dia dan mengantarnya pulang.

" Sayang, sampai kapan kita akan begini terus,apakah kamu ingin menikah denganku Rena"
" ya bang, saya pilih abang, bagaimanapun abang yang paling mengerti aku"
" ya sayang, kita akan segera menikah, dan aku akan melamarmu"

Rena memelukku erat, dan airmataku jatuh"
Kami menikah dan aku memberi mahar 20 juta padanya. kami sejoli yang akan menikmati indahnya malam yang keseribu. Karena sebelum menikahi Rena, kami sudah pernah berhubungan suami istri. Mungkin jiwa muda kami yang sangat menggelora hingga kami khilaf. Dan malam pertama kami menikah yang ada adalah cekcok dan adu mulut. Semua sumpah serapah seperti memukul-mukul hatiku dna dinding kamar panas bagai neraka.

Lalu aku menemui semua rasa hampa sesudahmya. kadang aku berpikir indahnya bersabat menahan gejolak asmara, tak perlu di obral atau di umbar. karena jika saatnya tiba semua akan hambar.

Rena menunjukkan selembar surat dengan alamat Kampus dari Bandung, Kampus Trinata mengirimkan surat yang menyatakan bahwa Rena diterima di Fakultas Kimia sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas untuk calon dosen. Aku sungguh senang dan aku bersukacita. Aku mengatakan pada Ibu agar memasak nasi kuning yang istimewa untuk syujuran Rena


**
Masrita

Aku bingung dengan semuanya, Semua adalah perjalanan gejolak asmara. Suamiku meninggalkanku dnegan tiga orang anak yang masih membutuhkan belaian kasih sayang. Dan kehadiran ranggas yang penuh perhatian dan kelembutan membuat semuanya menjadi indah.Rangga kerap mengajakku berjalan-jalan. Sehingga pikiran gundahku sirna dan aku merasa bahagia. Aku selalu pergi sore dan malam untuk menikmati kebersamaan dengan Ranggas. Aku menyayangi Ranggas dan menerimanya apa adanya. Aku kesepian karena aku ditinggal suami dan sudah memiliki tiga anak.Aku kerap menghabiskan sore dan malam bersama Ranggas. Sudah tiga kali kami menginap di hotel, dan aku lah yang membayar hotel dan lain sebagainya. Aku bisa memanjakan Ranggas, dan aku yakin tak ada perempuan yang mengerti dirinya selain aku. 

**

 Leni 

Rasanya baru ini aku jatuh cinta. Ku kenal dia dari dunia maya. Memang tidak semudah itu aku dikenalkan oleh adiknya Sri Hartanti mengenalkan abangnya dan memang sepengetahuanku abangnya sudah berpisah dengan istrinya. awalnya aku tak tertarik. Namun dia selalu menelponku siang dan malam mengutarakan keseriusan dirinya. Aku pun luluh dan mulai menjalin hubungan diantara kami. Aku semakin tersanjung saat dia mengutarakan akan menikahiku dan mengirimkan oleh-oleh khas kota Medan, yakni bolu meranti

 **
Rayesha

Lelaki itu menelponku tiga hari sebelum lebaran, dan sangat sering setelahnya. Dia tak pernah mau bilang darimana dia dapat nomer teleponku. Hingga akhirnya kami terbiasa, sebelumnya dia tak juga cerita statusnya sebagai duda dan kami semakin sering bercakap-cakap. Lalu dia akhirnya menangis menjelaskan perpisahannnya dengan istrinya dan aku juga menangis mendengarnya. Sedrhana aku menangis karena aku merasa perempuan yang malang karea aku bertemu dnegan seorang lelaki yang patah hati dan impianku menjadi orang pertama dalam romantisme cinta buyar sudah. Aku bukanlah yang pertama untukknya. Aku mencoba bersabar dan pasrah.Aku menjalani hubungan jarak jauh dengan Ranggas meskipun banyak halangan dan rintangan diantara kami. Aku berada di Palembang dan dia di Medan.


**

Ranggas merasa semua perempuan ada dalam kendalinya. Untuk hubungan di awal memang Ranggas tidak diam saja, kerap menelpon dan mengirim hadiah buat Rayesha dan Leni.  Ranggas mengirimkan Rayesha tas beludru impor dari Belgia sedangkan  untuk Leni dikirimkannya bolu meranti.Sedangkan untuk mengisi kekosongan hatinya dia bersama Nasrita dan kawan-kawannya yang lain. Ada kalanya dia menelpon Leni dan ada kalanya dia menelpon Rayesha


Entah sedang pikiran apa yang ada di hati Rayesha, tiba-tiba matanya melihat ada pesan di wall Ranggas dengan bahasa singkat

" Sayang kok gak nelpon?'
Rayesha langsung menarik nafas. Karena memang dia tak berteman dengan Ranggas dan membiarkan Ranggas dengan privacinya. Menurut Rayesha mereka memang harus menumbuhkan saling kepercayaan diantara kami. Namun tentu saja sms tersebut menggangunya. Dia baca profil perempuan itu seorang perawat yang bekerja di Palembang. Kelihatan dari bahasanya masih kekanak-kanakan. Rayesha mencoba tenang dan mencari informasi. Baginya ini bukan kali pertama ujian ada diantara mereka. Jadi dia hadapi dengan tegar. padahal baru kemarin Ranggas ngobrol dengannya soal rencana pernikahan mereka. Mereka memang sudah tunangan, cincin emas berukiran halus melingkar di jari manisnya. Namun ternyata itu bukanlah bukti kesetiaan seorang lelaki.

lalu Rayesha mengirimkan permintaan pertemanan. Dan Leni langsung menerima. Dan percakapan diantara sesama perempuan itu mengalir panjang dan dramatis.


Dia bilang sama aku bahwa dia serius. Begitulah awal percakapan mereka


Ranggas

Kita harus menikah ya sayang
Bantu abang untuk maju bersama
dan tolong carikan pekerjaaan di sana
I love you

Rayesha

ya bang, saya coba kirimkan info
dan mengirimkan lamaran abang ke teman-teman Ray
salam sayang


Leni

Ray, maaf ya katanya keluarga kamu matre dan mintakan mahar tinggi

Rayesha 

Oh iyakah, terimakasih infornya

Nasrita

Kami selalu bersama pagi, siang dan malam. Terakhir jalan-jalan ke pantai dan nginap. Sudah tiha kali berhubungan suami istri.  kalu tak percaya saya akan kirimkan poto kami berdua, juga hotel tempat kami menginap. Coba perhatikan semua photonya, sayalah yang photoin dia. Dan coba kamu cocokkan dengan postingannya di social medianya. Lebaran kemarin dia memberikan saya hadiah mukena dan kain sholat. Saat hujan turun kami berhenti dan dia memberikan baju hangatnya. Dia memang penyayang sekali. Jadi saya gak peduli dengan kehadiran Rayesha dan Leni dalam hidupnya. Toh saya juga gak mau menikah sama dia, buat senang-senang aja. Lagian dia kurang memuaskan sebagai laki-laki. Apalagi dia tidak punya pekerjaan dan cuma berharap sama ibunya yang anak mama. Aku tahu luar dalamnya. Aku sudah pernah lihat dia tanpa sehelai benangpun. Aku tahu dia menyayangiku kalau tidak tak mungkindia melakukannya sampai tiga kali. Tapi aku juga sudah punya anak tiga, dan anak yang pertama merantau ke Pekanbaru tapi semua anak-anakku dia kenal meski tak pernah ngobrol. Rayesha saya akan kirimkan email berisi photo-photo kami. Tolong kirimkan Leni biar dia juga tahu kelakuan Ranggas dan jangan syok nerror saya dengan membagi nomer saya sama orang lain dan menganggap saya wanita panggilan. Saya perempuan dengan tiga anak yang sudah besar. Memang Ranggas hadir dalam kehidupan saya bulan pebruari saat saya kemalangan dan suami meninggal dia hadir menghibur saya, dan dia cerita semua masa lalunya. Tapi sekali lagi aku tak mau menikahinya cuma buat penghibur saja bagiku.

Rayesha menarik nafas dalam-dalam membaca pesan di emailnya. Sungguh dia merasa lelah bathin masuk dalam lingkaran syetan hubungan yang tidak sehat. Ranggas yang hadir dengan dukanya. Ranggas yang menumpahkan airmatanya dan Rayesha yang kuat mendukungnya. Saat air mata Ranggas sudah kering dan kepercayaan dirinya pulih. Dia mencampakkan Rayesha. Dengan dua perempuan sekaligus. Itupun yang masih terungkap. Dia tak tahu siapa lagi Perempuan-perempuan Ranggas. Sungguh tega sekali lelaki itu. Semua ucapannya dan janji manisnya adalah racun dan virus yang mulai meggrogoti tubuh, pikiran dan jiwanya. Kenangan manispun menari-nari di pikirannya. Namun semua sudah usang. Hubungan mereka runtuh oleh penghianatan dan perselingkuhan Ranggas di belakangnya. 

Monday, August 1, 2016

Berdamai Dengan Diri Sendiri



Kehidupan bagaikan roda-roda dalam pusaran waktu
Membawa arah yang kadang diatas dan kadang dibawah
Lalu apa yang  harus diburu
Nikmati setiap detiknya tanpa marah dan lelah

Berdamailah dengan diri sendiri
Tidak semua ingin bisa diraih dalam genggaman
Ada saat kita bersabar agar jadi pemenang
Terus bertahan dan bertahanlah dalam perjalanan
Yakinlah engkau akan sampai tujuan



(Edrida Azhari Pulungan)


Perjalanan  ini dimulai dari ribuan gelisah

Berdamai Dengan Diri Sendiri



Kehidupan bagaikan roda-roda dalam pusaran waktu
Membawa arah yang kadang diatas dan kadang dibawah
Lalu apa yang  harus diburu
Nikmati setiap  detiknya tanpa marah dan lelah

Berdamailah dengan diri sendiri
Tidak semua ingin bisa diraih dalam genggaman
Ada saat kita bersabar agar jadi pemenang
Terus bertahan dan bertahanlah dalam perjalanan
Yakinlah engkau akan sampai tujuan



(Edrida Azhari Pulungan)

Puisi " Menguap" Oleh Edrida Pulungan




Menguap

Semua pandangan mata menguap
lalu yang ada sisa aksara
yang terhanyut dalam pristiwa


Semua binar-binar mata pergi
yang tersisa yang sejati
selebihnya menguap
terendam air bah semalam


Senayan, 1 agustus 2016
No one to someone