Tuesday, August 9, 2016

Stasiun Terakhir di Kelopak Matamu

Stasiun Terakhir di Kelopak Matamu



Dingin merayap dengan kalap
Namun hatiku menghangat
Selepas fajar pagi yang seksi
Prosesi pagi dimulai lagi

 Kau raih tanganku yang menggigil dingin
Kau letakkan di dadamu yang bidang
”Lekas sayang kereta pagi akan datang”
Bisikmu ditelingaku
Seperti suara merdu kicau kenari
yang membangunkan lelapku
dipagi ini


Kita melangkah beriringan
Menuju stasiun Palmerah setelah stasiun tanah abang
Kita berdiri bersisian
Diantara manekin-manekin hidup
yang mengkhayal
yang bercanda
yang saling melirik
 yang dan sibuk dengan gatgetnya
yang bayinya menangis
yang matanya sembab baru diputus kekasih
yang wajahnya berbinar karena dilamar sang pacar
saat ramai dan riuh ribuan mata dan kaki yang terburu-buru
berebut mengejar waktu dan tempat duduk
dan pandanganku merunduk

dan aku dan kamu diantara mereka
dalam degup hati yang sumringah
berbinar di hati yang mewah

Keretapun berhenti
Kita akan melangkah
Menjemput cita-cita dengan tujuan berbeda
Namun kita telah bersama dalam prosesi pagi
                             Keberangkatan kita dilangkah yang sama
Akankah kita bersua kembali


 Palmerah tempat pertama kita jumpa
Inikah stasiun terakhir untukmu dan untukku
Saat kita berhenti menjemput kenangan
serta kedamaian yang selalu hadir


Semalam aku bermimpi engkau memakai jas putih
Dan seorang perempuan disisimu bukanlah diriku
Aku takut, gundah gulanaku
Berlabuhlah kekasihku
Jadikan aku stasiun dengan tujuan terakhirmu
Dalam gerbong-gerbong rindu yang mengantarkanku di setiap peron


Palmerah, 9 Agustus 2016

0 comments:

Post a Comment