The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, June 16, 2020

Pengalaman menumbuhkan minat baca pada anak : Dengan Menulis Buku Dongeng Anak


Imajinasi dapat ditumbuhkan dengan menggiatkan minat baca pada anak sedari kecil, hingga akhirnya anak-anak menyadari bahwa kehadirannya di dunia memberi arti untuk sebuah misi kebaikan dalam kehidupan. Dengan kebiasaan membaca sedari kecil, anak-anak bisa menjadi seperti apa yang mereka inginkan, mulai dari astronot, dokter, guru, ahli animasi hebat hingga jadi Presiden dimasa depan  


Saya jadi ingat awal pertama kali sennag membaca karena dibelikan majalah Bobo sama Bapak, bahkan saya ingat betul cerita Outeri Nirmala,Oki serta Bona, gajah kecil berbelalali panjang. Untunglah Bapak bisa menemani saya belajar membaja dari majalah anak. Karena saat itu buku dongeng anak termasuk barang yang mewah. kadang saya baca koleksi dongeng anak di rumah teman saya yang oragtuanya mampu membeli berset buku donegn anak dari luar negeri. saya tak iri cuma sering main kerumahnya agar bisa meminjam dan membaca di rumahnya, hehehe. Itulah yang membuat saya semangat membaca akrena di pupuk dari kecil, hehehe


Tanpa disadari zaman semakin berubah.  Setiap generasi memiliki tantangannya sendiri. Dunia anak-anak semakin dinamis, mereka terbiasa dengan gawai, bahkan banyak yang sudah tak lagi mengenal permainan tradisional serta lebih berani dalam mengekspresikan kemauannya. Hal ini terjadi karena anak-anak terbiasa dengan sesuatu yang bisa diakses dengan gawai, seperti main game dan lain sebagainya

Untuk itu saya terpikir bagaimana untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak serta keponakan saya yang masih krucil-kerucil di dunia yang dipenuhi dengan semua informasi game serta hal yang menarik baginya bisa dilihat dari hp serta mengakses you tube dan yang lainnya. Bahkan saya dan suami sempat buat lagu anak-anak agar termotivasi membaca dan mencintai budaya Indonesia dengabn lirik lagu seperti di bawah ini

Ku anak Indonesia, 

Ku anak Indonesia 
Kuat dan hebat

Kurajin membaca
Agar jadi anak cerdas

Ku anak Indonesia senang sekali
Menyanyi dan menari setiap waktu

Ku cinta alam negeriku
Kucinta semua budayaku

Ayo teman semua membaca buku 
Kenali budaya bangsa
Cintai Keragamannya

Awalnya saya merasa senang sekali saat saya bisa menghasilkan antologi karya " Dongeng Cantik 300 Detik"  yang saya tulis saat ramadhan kemarin dan sudah open PO di bulan Juni. Agar anak-anak semangat saya memasukkan nama- nama mereka dalam dongeng yang saya buat yakni Farrel dan Nayyira. Mereka anak-anak cerdas, berbakat, namun saya ingin mereka memiliki minat baca yang tinggi, mengingat usianya menginjak 6 Tahun dan akan masuk sekolah SD.  Saya juga mmebeli buku- buku anak agar dibaca saat akhir ramadhan kemarin, meskipun tak mudah. Seperti Farrel yang hobi main game tak terlalu minat membaca namun senang menulis dan menggambar jika ada yang mendampinginya. Namun saya tidak habis akal dengan mencari informasi aplikasi yang saya bisa download di HP


 Gambar 1 : Dongeng Cantik 300 detik do.edrida pulungan
 
Hingga akhirnya saya merasa senang dengan adanya let'sreadindonesia dengan ratusan cerita bergambar gratis persembahan komunitas literasi, penerbit oleh Asia Foundation, ada gambar yang warna-warni bahkan ada animasinya. Farrel senang sekali karena bisa dilihat di HP. Semoga bisa menumbuhkan minat bacanya serta minat baca anak Indonesia yang masih rendah dibanding minat baca anak ASEAN dalam #readsIndonesia dan menjadi program inspiratif  untuk anak-anak dengan gerakan #ayomembaca # yang bisa disebarkan keseluruh keluarga di Indonesia untuk menularkan virus baca pada anak. Apalagi di masa pandemi begin, kegiatan anak-anak lebih banyak di rumah dan bisa menggunakan aplikasi sebagai media belajar


                     Gambar 2 : Aplikasi Read Indonesia dengan cerita anak doc.edrida pulungan
Saya juga menuliskan pengalaman ini sebagai seorang blogger dan terinspirasi menulikannya dari informasi blogger perempuan di instagram, semoga pengalaman ini bermanfaat untuk para orangtua, keluarga yang mendampingi tumbuh kembang anak. Mengingat anak-anak Indonesia adalah harapan bangsa. 

Farrel dan Nayyira sudah senang bisa membaca melalui aplikasi Let's Read , bagaimana dengan teman- teman lainnya dari sabang sampai merauke. Semoga senang juga membaca ya


#let'streadindonesia #bloggerperempuan #lombablog 
#lombabloggerperempuan #LombaBlogBP 
#BPxLet'sRead #Let'sReadAsia #Let'sReadIndonesia




Sunday, June 7, 2020

Travelling Poetry Goes To Garut at Pebruary 2019


Menjejakkan kaki di Garut
Menikmati hawa segar dan sejuknya lam Garut
Berkunjung ke Candi Cangkuang

Sebelum ke Garut, turun dulu di Stasiun Cibatu


Di Garut banyak objek wisata serta penginapan. Maka saya menginap di penginapan yang kaya   sejarah ini


Saya juga masuk ke museum kecil yang ada di dekat candi Cangkuang


Saturday, June 6, 2020

Activity During The Covid 19


The Reflection Day during the Covid19
- Three months at home


Pebruary

I really never believe that I could be stay at home for long time that I expected and tried to keep healthy, stay at home, using mask and hand sanitizer many often and be calm. Before I really busy in all day

Actually in normal day. I do many activity in a day. Such after office hour aroun 5.pm, I have some meeting to do activity for increasing my knowledge such go to campuss and meet my Professor. Most of them still active and fit. It was inspiring me to get soeme spirit to study more, eent all the things is about humanity and social studies, After I got finidhed my doble master in Sociology, Iwas feel complete in understanding my master international relation

I also enetering meeting in making some handcraft sch soaf with oil, going to see the cinema avagers with family, coming for invitation of leader community in facebook then I meet kak Nove from Indonesia Heritage and meet one brother Pulungan, I forget the name, but I was happy to meet new friend :)

I collected all things into  my interest in peace, creative economy, culture and also in international relation. Then I came up to the reason, all knowledge have benefited as long as it was needed and give impact for the society

Than What I do before the covid, I feel so happy and blessed to have a chance from God, alhamdulillah, it was the power for " time urgency"

  • Attending for invitation of Singapore Ministry Foreign Affairs for short course    about Creativity and AI which is consist for 14 participant from ASEAN, Europe and Middle East Country
  • Attending for invitation Paris Peace Forum, November 2019
  • Got Melayu Award from Pusat Kajian Kebudayaan Melayu  
  • ( Centre Malay Research   of  Civilization) at December 2019.
  • Get Invitation for Global Woman for Peace in Malaysia 5th, Pebruary 2020 (delay)

After Pebruary, everything was changed, many plan was cancelled. But I tried to build my calm mindset and setting positive mind set event it was not easy

I do many writing and anthology with many writing competition, and I win some competition in some province in Indonesia

Ramadhan Time ( 24 April 2020)

alhamdulillah I could finished for two times khatam and lost 5 days in Fasting from 26-30 April, but I can got 30 times khatam with WA group in Perempuan Peduli Daerah. For tarawih, I do all at home and left one tarawih in ramadhan

My Birthday day ( 25 April 2020)

Fruit cake without candle from bang abdu, I got it after my tarwaih prayer. No gift, just some pray and cake from sister Dedes mayangsari, alhamdulillah

I got some word, pray from closer friend, my inner freind and communitysuch Dina Syarifah ( Madina), Rina Nurlina ( Jagakarsa), Rio Gunawan ( Mesir), Rizwanul Yakin  (Serdang Bedagai), Hendriyadi Bachtiar ( Makassar), Grace Syahbandar ( CEO Ambassadors Club), Bu Arini ( HB Jassin), Bang Zulham Noer (PCMI Sumut, Kanada)

Idul fitri time ( 4 May 2020)

I was pray at home and wear fashion orange and going to neighborhood and Abdu's sister in famulang and meet some kiddos and give money and doll. they are so happy. We also eat meatball together

My collection of writing by personal and anthology 


1.Puisi Jiwa, Bali
2.Sastra Pesisir , Jawa Timur
3. Antologi Puisi Aisyah
4. Perempuan Kartini,  Kampus Pancasakti, Tegal
5. Kutuliskan Padamu, Bandung
6 .Kemanusian Pada Masa Wabah Corona, Balai Pustaka Jakarta
7. Puisi Pandemi, Dapur Sastera Jakarta
8. Winter, Ellunar Yogyakarta
9. Puisi Antologi Aisyah, GPMB Riau
10.Cerpen Perempuan Khatlistiwa, Apajake
11. Dongeng Anak, Farrel dan Lakeswara, Penerbit Dels Media, Lamongan
12. Dongeng Anak, Puteri Nay, Penerbit Malang
13. Diplomasi Masa Pandemi, Buletin Kaji, Edisi Mei 2020
14. Diplomasi Ekonomi kreatif, Gema Nusa Edisi Mei 2020
15. Writing for healing, books4care Edisi June 2020


Acara Zoom Divisi Politik


1.Local Hero Network, Ekonomi masa Pandemi  di masa new normal    dengan Anggota DPD RI Jawa Tengah, Casytha

2.Local Hero Network, Kerja Layak Untuk Pekerja Lokal dengan
   Anggota DPD RI Sulawesi tenggara, Wa Ode Rabia (Wakil Ketua BKSP)


Acara zoom Divisi Budaya

1. Pantun Indonesia- singapura dan Malaysia beserta 8 teman lainnya CK Karmin 

    and friend, they are so friendly and full of humor, I feel so happy


June

I have some letter from offie to come to get some rapid test,it was for the third time, finally I go with last minute and meet some friend like fany was pragnant, Ode was so casual and Iswan so busy with intruction and asked me to proposed as functional in office

Alhamdulillah for the rapid test, I got unreactive and negative, event I ws so scared with blood, I really want to live healthy, eat good food and exercise and also simplify my life because i want to have better quality of life ad also care for ny surrounding and fine good friend and positive vibes

I also more focused to manage all document such BPJS for family ( before ASKES) and I realized I still not got some financial back up then from my office, all things I do just for social and contribution for my community, I hope I will find great team for Lentera Pustaka Indonesia, got some partnership, and also commit volunteer for manage book, social media, program, etc

Idea and Innovation

I write soe program for Singapore with collboration team of Nusa Budaya and Lentera Pustaka Indonesia, hopefully I have chance for getting the sponsorship as what I do before for my students

Monday, April 6, 2020

Poetry The Pause of The earth





Pause of the Earth

Edrida Pulungan*

After noise becomes serenity
When the presence of invisible God’s creature
There are went away one by one because of it
There are said goodbye with warmth memo
Tears are escorting the agony
Tragedy of humanity

Break the silence apart with your raucous voice
Look at the interspace of soul which partly dusty
Is there still time to sweep
Till its pellucid send a message of longing

The pause
The earth seemed to stop on its axis
The distance between us is actually portraying the warmth
The hope is still there
Even though we are not able to hold hand together
Conveying the prayer

Yet there are some still survived
Because we also have hold back
In the name of humanity and love
Till we can greet the earth again after its pause
Greetings of harmony
Earth, be happy with us

There are still many ambitions of humans are delayed
In every mission and history of humankind on earth

In this world
We are not alone
Prayers are conveyed like the clatter of same tone from all over the world

Listen
The music from the balconies of world cities
The delayed flight
The school is off
The vacant road
The closed shops

The mother’s messages from the muddy alley corner of capital
The leaders’ warning through television
Report of isolation and death due to virus outbreak from news anchor like arithmetical count

Simultaneously, the world has a uniform news when its at rest and seeing human is confused, miserable,  impetuous and they also must stay at home

I, you, we and the earth
Pause for a moment
It needs the language of love that delivered to the guardian of earth
Because God is still with us

Depok, March 22, 2020
*The author of “Pesan Damai Bumi” (The Earth’s Message of Peace) that becomes one of collections at Peace Library Grand Halle Villatte, Paris; and an invited delegate of Paris Peace Forum 2019
[6:56 PM, 4/2/2020] Hanna Yogar: Mohon dicek, Mbak...
[4:23 AM, 4/3/2020] Edrida Pulungan:


Jeda bumi

Edrida Pulungan*

Selepas riuh menjadi hening
Saat hadirnya makhluk Tuhan yang tak terlihat mata
Ada yang pergi satu persatu karenanya
Ada yang pamit dengan pesan kebaikan
Air mata menyertai dalam kepedihan
Tragedi kemanusiaan

Pecahkan hening dengan suara paraumu
Melihat bilik jiwa yang sebagian berdebu
Masih adakah waktu menyapu
Hingga beningnya mengirimkan pesan rindu

Jeda
Bumi seperti berhenti pada porosnya
Jarak diantara kita justru menghadirkan kehangatan
Tanda harapan masih ada
Meski tak bisa bergenggaman tangan bersama menyampaikan doa

Namun masih ada yang bertahan
Karena kitapun harus menahan diri
Atas nama kemanusiaan dan cinta
Hingga bisa meyapa bumi kembali setelah jedanya
Salam harmoni
Bumi bahagialah bersama kami

Masih banyak cita-cita manusia yang tertunda
Pada setiap misinya dan sejarah hadirnya manusia dimuka bumi

Di dunia ini
Kita tak sendiri
Doa dihantarkan bagai deru denting nada yang sama dari penjuru dunia

Dengarlah
Alunan musik dari balkon-balkon kota dunia
Penerbangan yang tertunda
Sekolah yang diliburkan
Jalanan yang lengang
Toko-toko tutup
Pesan pesan ibu dari sudut gang becek di ibukota
Peringatan para pemimpin negara melalui TV
Laporan isolasi dan kematian  karena wabah virus dari pembaca berita bagai deret hitung

Serentak dunia punya berita yang seragam saat bumi sedang istirahat dan melihat manusia yang bingung, sedih, cemas, tergesa-gesa dan juga harus berdiam diri dirumah

Aku, kamu, kita dan bumi
Sejenak jeda
Perlu bahasa cinta yang dihantarkan pada sang penjaga bumi
Karena Tuhan masih bersama kita

Depok, 22 Maret, 2020 *Penulis Buku Pesan Damai Bumi yang karyanya menjadi koleksi Peace Library Grand Halle Villatte, Paris serta mendapat undangan sebagai Delegasi Paris Peace Forum 2019
Sudah bisa diterjemahkan kah

Jawa Timur punya Politisi Handal La Nyalla Mattalitti yang menjadi Ketua DPD RI priode 2019-2024


Gambar 1 : La Nyalla Mahmud Mattalitti politisi Jawa Timur yang terpilih jadi Ketua DPD RI dok. antara


Ir. La Nyalla Mahmud Mattalitti adalah sosok politisi kelahiran Jakarta, 10 Mei 1959; Ayahnya Mahmud Mattalitti merupakan dosen yang pernah dipercaya sebagai Pembantu Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Sedangkan kakeknya Haji Mattalitti adalah seorang saudagar Bugis-Makassar yang cukup disegani di Surabaya, Jawa Timur. tokoh indonesia  yang terpilih menjadi Senator asal Jawa Timur La Nyalla Mahmud Matalitti terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur, La Nyalla mendapatkan total 2.267.058 suara periode 2019-2024. La Nyalla juga terpilih setelah meraup sebanyak 47 suara dalam proses pemungutan suara mengalahkan senator asal Maluku Nono Sampono yang mendapatkan 40 suara, senator asal Kalimantan Timur Mahyudin yang memperoleh 28 suara, dan senator asal Bengkulu Sultan Bachtiar Najamuddin yang meraup 18 suara.

Mengikuti orang tuanya, La Nyalla menghabiskan sebagian besar hidupnya di Surabaya. Ia mengenyam pendidikan di SD Bhinneka Bhakti, Surabaya. Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Surabaya, SMA Negeri 3 Surabaya, serta mengambil kuliah Teknik Sipil di Universitas Brawijaya. La Nyalla pernah menjabat sebagai ketua umum PSSI-KPSI periode 2012 hingga 2016. La Nyalla mendapat gelar  Datuk Radendo dari lembaga Adat Melayu di Bangka Barat 7 januari 2019

Wednesday, March 18, 2020



Tanah Parahyangan

Pada jejak langkahku yang tak bertepi
Tibalah kakiku di tanah parahyangan
Mataku merindu hamparan hijau pepadian
Juga senyum sang gadis sunda yang ramah dan santun
Serta anggunya gunung papandayan


Tanah Parahyangan
datanglah kemari kita lihat mentari terbit
Serta senja yang manis

Teh, kopi, padi di tanam para leluhur
tanah yang subur
sesaplah kopi yang hangat dan dengarkan kisah
bangsa Eropa yang datang memetik indahnya

Tanah Parahyangan
Tanah bersemayamnya dewa-dewa
Angin melambai begitu sejuk membelai rambut
Parahyangan selalu hadir memberi kenangan
Senyuman penuh bahagia masyarakat nan ramah
menyambutku dan menyambutmu di tanah Parahyangan


Garut. 14 maret 2020

Proses berkarya sang penulis bernama Edrida Pulungan



Perjalananku berkarya dalam dunia kepenulisan sangat berliku, proses untuk menuangkan ide, gagasan dan pengalamanku menjadi suatu karya tidaklah mudah dan  masih memiliki sedikit pengalaman. Namun aku  mencoba merawat dalam ingatanku saat aku menulis dan terus berkarya, misalnya saat pertama kali aku mulai menulis karena ada permintaan penulisan puisi oleh tim kampanye seorang tokoh dan mulailah aku kembali menulis puisi, dan puisiku berjudul " Narasi Pemimpin Muda Untuk Indonesia" kubcakan di depan media di sela-sela diskusi terkait pemilihan presidenatas  undangan dari tim Dino Patti Djalal yang akan mendaftar sebagai calon Presiden kala itu. Acaranya  dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki. Sosok yang mengapresiasi karya saya saat itu adalah sejarawan Indonesia yakni " Anhar Gong Gong. Beliau senang dengan puisi saya  terutama saat membaca pada bait kelima yakni kalimat " lalu apa yang kamu takutkan, bukankah kamu terlahir dari rahim keberanian"



Gambar 1 : Pertemuan yang kedua dengan Pak Anhar Gong Gong saat acara Kongres Kebudayaan doc. edrida Pulungan


Lalu saya juga bergabung dengan komunitas ruang sastrra atas rekomendasi bang Asrizal Nur yang tinggal di depok dan punya studio untuk penampilan puisi audionya, serta saat saya menghadiri acara festival sastra di Meulaboh,Aceh Barat dan bersua dengan bang Fikar W Eda, Bang Syaparuddin, bang Acep,Pak LK Ara dan penyair yang lainnya


Beberapa sastrawan yang pernah bertemu dengan saya, ada Pak Sapardi Djoko Damono yang saat itu hadir sebagai pembicara pada acara Kompasianival dan saya membawa buku " jejak Damai di Tanah Barus" kemudian kami berphoto bersama




Gambar 2 : Bertemu dengan Pak Sapardi Djoko Damono saat acara Kompasianival doc. edrida Pulungan

Saya sudah tahu komunitas penulis satu pena sejak ikut acara Bekraf dan ketemu dengan Pak Nasir
di stand  Bekraf namun saya belum bergabung. tetapi bang Fakhrunnas sudah bergabung dalam komunitas itu, hingga akhirnya sayabersua lagi dengan Pak Nasir di kedutaaan Prancis saat beliau sedang mempresentasikan karya-karya NH Dini yang semua karyanya saya koleksi.  Mungkin juga karena NH dini menikah dengan seorang diplomat berkebangsaan Prancis yang diapresiasi juga oleh Kedutaan Prancis dengan karya-karyanya yang ferminis dan judul -judul yang mengabadikan kota.