The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, January 7, 2014

Berumroh di Usia Muda dengan Cheria Travel Berkah dan Oke





Miles away, oceans apart
Never in my sight always in my heart
The love is always there it will never die
Only growing stronger a tears rose down my eye
I am thiking all the time
When the day will come
Standing there before you
Accept this Hajj of mine

Standing in ihram, making my tawaf
Drinking blessings from your well
The challenges that I have suffered
And might were rekindles my imaan
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
I feel alive and I feel strong

I can feel Islam running through my Veins
To see my muslim brothers, their purpose all the same
Greeting one another, exalting one True Name
I truly hope one day that everyone’s a Muslim.
That they remember you in everything they say
Standing in ihram making my tawaf, making my tawaf
Drinking blessings from your well
The challenges that I have suffered
And might were rekindles my imaan

O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall 

Labbayka Allahumma labbayk
Labbayka la sharika laka labbayk
Innal hamda wanni’mata laka wal mulk
La sharika laka labbayk
(Here I am, O Allah, here I am
Here I am, You have no partner. Here I am
Surely all praise, grace and dominion is Yours
No partner have You, here I am)




Begitulah lirik lagu “Waiting for your call “ (Menunggu panggilanMu) lagu yang indah yang mengungkapkan kerinduan menjadi tamu Allah untuk berhaji yang dinyanyikan oleh Irfan Makki dan Maher Zein. Syairnya Sungguh menggugah dan menyemangati ummat islam untuk memenuhi rukun islam yang kelima , menuju rumah Allah, Baitullah, Makkah Al Mukarromah.
Menjadi tamu Allah adalah kesempatan yang paling istimewa. Setiap ummat islam tentu mengidamkan keberangkatan ke tanah suci di mana masjidil Haram berdiri anggun menanti sang pecinta bermunajad padanya, melaksanakan tawaf mengelilingi kabbah, berlari, lari antara shafa dan marwah, berdoa di raudah, makam rasullulloh, melaksanaakan sai, wukuf di padang arafah hingga menikmati segarnya air zam-zam dan juga memandang gunung yang membentang sebagai pasak-pasak bumi dimana sejarah manusia memaknai kekuasaanNya menjadi saksi 

Menunaikan ibadah haji merupakan rukun islam yang kelima. Dimana persyaratannya yang utama adalah bagi yang mampu. Pengertian mampu tentu sangat menarik untuk dikaji, Apakah mampu dari segi pendanaan, kesehatan, mental dan ilmu dalam menunaikan ibadah haji, demi berhaji banyak ummat islam yang rela untuk menabung bertahun-tahun, dan tak jarang jamaah haji Indonesia di dominasi jamaah yang sudah tua dan lanjut usia dan melakukan segenap upaya dan usaha untuk bisa naik haji terutama masyarakat di pedesaan dan daerah di Indonesia, banyak diantara mereka yang menjual sawah, kebun dan harta berharga lainnya demi mengongkosi keberangkatan ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji, dan yang lebih miris lagi banyak yang tidak jadi berangkat karena berbagai hal mulai dari quota yang tidak mencukupi, penipuan hinga peraturan Pemerintah yang mengakibatkan lamanya penantian untuk menunaikan ibadah haji.

Lalu bagaimana dengan impian berhaji di Usia muda? Selama masih sehat dan ada kesempatan maka alangkah baiknya jika bisa ditunaikan, salah satunya adalah menjadi haji kecil yakni melaksanakan umroh, sebagai latihan menuju ibadah haji. Karena saat di usia muda, perlu sekali menanamkan pondasi keimanan yang kuat, penataan diri dan keimanan sert keseimbangan dan kualitas hidup. Banyak ummat muslim dari negara-negara Asia dan eropa melaksanakan ibadah haji dan Umroh di usia yang masih muda , bahkan ada yang di bawah 30 tahun, terntu saja menunaikan ibadah haji di usia muda menjadi life style bukan hanya melihatnya dari sisi kemapanan namun sisi kedalaman spiritual bahwa sebaik baik muslim adalah yang menghargai masa mudanya sebelum masa tuanya, dan masa sehat sebelum masa sakitnya.tentu saja hal ini membutuhkan keyakinan dan kemantapan hati bagi anak muda untuk memenuhi panggilan hati ke Baitulloh, selama ada keyakinan yang kuat pasti bisa terwujud.

Banyak sekali jamaah yang masih berusia muda dan sekitar dua puluh tahunan yang ikut umroh, dan membuat suasana makin ceria, fun dan membahagiakan. Tentu saja hal ini adalah hal yang sangat menggembirakan karena banyak anak muda yang berpikir untuk mendekatkan diri kepada Allah ditengah banyak godaan budaya konsumerisme dan hedonisme di kalangan anak muda. Semoga Umroh atau berhaji di usia muda menjadi life style sehingga bisa memfilter budaya yang masuk yang bisa merusak akhlak dan degradasi moral generasi bangsa seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan free sex.

Saat saya melaksanakan ibadah umroh pada tahun 2010 tepat di saat hari jadi saya di depan kabbah, banyak anak muda berusia dua puluh tahunan seperti dari Lebanon, Inggris, Pakistan, Iran, Turki yang berhaji di usia muda. Hingga doa yang saya panjatkan adalah kelak saudara-saudara dan sahabat saya diberikan Allah rezeki kelak untuk melaksanakan ibadah umroh atau berhaji di usia muda dan merasakan kebahagiaan seperti yang saya rasakan.

 Photo umroh bersama bunda di hadapan Kabbah, doc.pribadi

 Di usia muda, kita harus membuat perencanaan yang matang dalam mengelola dana berhaji mulai dengan mencari sumber penghasilan dari bekerja dan berwirausaha melalui keahlian dan keterampilan yang kita miliki sehingga kita punya dana yang cukup untuk berangkat ke Baitulloh, disamping itu melibatkan Allah dalam doa kita dan keyakinan yang sungguh-sungguh bahwa Allah akan mempermudah niat kita sangat penting, karean saya merasakan hal yang sama saat keberangkatan saya ke baitulloh, tentu saja saya menyesuaikan dengan dana yang sudah saya tabung, kebetulan saya juga mengajak bunda saya tercinta sebagai ungkapan rasa sayang dan syukur saya karena beliau sudah membesarkan, mendidik dan mendoakan saya dalam perjalanan hidup saya hingga saya menyelesaikan kuliah S2 dan bekerja di salah satu lembaga negara.

Pada saat niat sudah ada untuk berangkat umroh, maka saya mulai mencari informasi melalui berbagai media seperti suart khabar, internet dan beberap website travel salah satunya adalah http://www.cheria-travel.com/  yang memuat banyak informasi seputar perjalanan umroh ke baitulloh dengan beberapa paket yang ditawarkan yang bisa dilihat di http://www.cheriatravel.com/biaya-paket-umroh-2013.html,  dan biaya nya sudah meliputi akomodasi dan hotel sesuai program meliputi pengurusan visa umroh, tiket pesawat jakarta - jeddah (pergi pulang), konsumsi 3x sehari, bimbingan manasik umroh + konsumsi, ziarah di arab saudi menggunakan bus AC, air zam-zam 10 liter/jamaah, muthawwif/pembimbing berpengalaman dan sesuai ajaran rasulullah saw,bagasi sesuai ketentuan pihak penerbangan minimal 20kg, asuransi perjalanan selama mengikuti program dan bisa konsultasi dengan staff travel yang siap melayani dengan baik. Dan bukan hanya itu yang menarik ada juga paket Paket Umroh Plus Cheria Travel berupa paket Umroh Reguler yang dipadukan dengan ber-wisata ke beberapa tempat yang bersejarah dalam hal ini sejarah Islam. adapaun beberapa tempat Sejarah yang bisa Anda kunjungi diantaranya, Cairo, Turki, Aqso, Dubai, Abu Dhabi, Alexandria, Maroko, bahkan sampai Eropa. Selain itu dalam Paket Umroh Plus ini dipilih makanan halal dan saya berdoa kelak saya akan mengambil paket ini bersama suami kelak,


 Photo umroh bersama bunda di depan kabbah,doc.pribadi

Disamping itu sangat penting untuk merencanakan persiapan yang matang dan keyakinan bahwa melaksanankan ibadah umroh atau  haji adalah prosesi untuk kembali pada fitrah, saat kita tidak memiliki apapun yang kekal di dunia ini, dan pengorbanan untuk meraih cintanya dalam kisah Nabi Ibrahim dan Musa mengajak kita kembali merefleksikan keimanan akan membawa kita pada pengorbanan yang tertinggi dari rasa memiliki, dan rasa memiliki yang abadi akan sirna dengan meyakini bahwa semua akan kembali padanya. Karena kehidupan dunia adalah kefanaan bukan keabadian. Ibadah haji adalah metamorphosis manusia untuk kembali pada janjinya saat di rahim ibu dan mempersiapkan jawaban terbaik ketika menghadapNya kelak, dan seorang pecinta sejati akan berupaya untuk dekat dengan sang penciptanya dan memenuhi panggilanNya, labbaik allohumma labbaik, mari berumroh di usia muda bersama Cheria travel  berkah dan oke, kami datang memenuhi panggilanmu ya Allah, jadi siapa berani berhaji di usia muda?





























 

Friday, January 3, 2014

Dua Hati



Dua Hati



Pemandangan di sepanjang jalan menuju stasiun Notre Dame berubah menguning  dan indah. Semua daun–daun berguguran berjatuhan disekitar public garden yang lumayan sepi. Pepohonan mulai berwarna kekuningan dan burung-burung bagaikan sebuah pesta layang-layang mengisi langit bertebaran melintasi awan mengepakan sayapnya untuk berimigrasi ke daerah panas. Musim gugur di Prancis ((L'automne)  di mulai sekitar bulan September, Oktober, hingga November dengan suhu rata2 15°C hingga mencapai 4°C.
Memasuki pertengahan bulan oktober, warna dari batang pohon semakin menua. Lembaran daun yang menguning, mulai melepaskan dirinya dari ranting, berjatuhan, berserakan, menumpuk tebal, terasa empuk saat badan direbahkan di atasnya. Udara pun semakin mengigit kulit.
Pemandangan kota-kota di Perancis saat musim gugur terlihat bernuansa Orange dan penuh daun-daun kering yang sudah gugur dari pohon-pohon disepanjang jalan. Pemandangan kota seperti ini banyak dimanfaatkan orang-orang untuk berjalan-jalan ditaman untuk menikmati suasana dan musim gugur sering kali disebut musim yang romantis. Namun tidak bagi Radya.
Di ujung stasiun Notre Dame, Radya merapatkan sweaternya, tiupan angin yang agak kencang membelai rambut ikalnya yang panjang.
Aku menyerah! sekuat apapun keinginanku dipertemukan dengan lelaki yang membuatku jatuh cinta dan dia dapat membuatku merasa istimewa  sepertinya akan berakhi, aku lelah, nyerah. Semua pertemuan dan perpisahan bagikuadalah scenario Tuhan , aku sangat ingin meninggalkan kota ini , kota pusat mode dunai yang damai tapi sepi, aku merasa sendiri ditengah keramaian.

Lelaki yang kuanggap akan menikahiku meninggalkanku begitu saja, kadang aku mengapa harus kuliah S2, jauh-jauh ke negeri Napoleon Bonaparte ini, membuat jarak antara aku dan Mahesa begitu jauh. Wanita-wanita yang menyukainya semakin dekat  dengannya,
sebagai seorang photographer professional sebuah majalah mode Indonesia, mahe begitulah panggilanku padanya, dikelilingi banyak model-model cantik, mulai dari yang manis, putih, oriental, indo, western face, semua lengkap.

Radya masih ingat kenangan manis dengan mereka setahun yang lalu, Mahesa selalu mengagumi desain hasil karyanya dna mentraktirnya makan siang, dengan mengabaikan beberapa sesi pemotretan agar bisa menemaninya, benar-benar kisah persahabatan yang berujung kisah cinta.

**
Masih pagi, ruangan kerja dengan kubikel berwarna cerah masih banyak yang kosong, lantai 25 gedung SCBD, ruangan ini  akan ramai sebentar lagi, dipenuhi anak-anak muda kreatif yang sibuk mengejar deadline, semua pekerja seni di sebuah majalah mode terbesar di ibukota.

Sesekali cleaning service lalu lalalng mengepel lantai, meja kerja radya di kubikel tengah, disampingnya mahesa sedang memperhatikan desain hasil scetchnya.

“ aku suka desain kamu, perpaduan cita rasa  east dan west”
“ terimakasih Mahe, aku masih belajar kok”
“ ya tenun dan ulos ini menjadi elegan di tanganmu, dipadu outertetap anggun:
“kamu punya selera fashion yang oke juga”
“yah begitulah, aku sudah sepuluh tahun di dunia mode, aku tahu betul perkembangannyabukan maksutku mengaggap kamu junior, or anak kemarin sore”
“ huuuh siap apula yang mikir seperti itu, air laut asin sendiri” Radya memonyongkan mulutnya kedepan tanpa melepaskaN pandangannya dari scetch lembaran kertas putih di hadapannya, kalua sudah begini , radya adalah gadis yang super cuek di dunia, mungkim dia khawatir inspirasi yang dia dapatkan terbang begitu saja, hanya gara-gara ejekan lelaki didepannya itu, ya lelaki yang baginya komplet seperti nasi goreng special.

“ hei kamu cantik banget, monyong gitu” tiba-tiba blitz kamera Nikon menyilaukan wajahnya. Mahesa secepat kilat mengambil photonya,

“ Duh Mahe, kamu nakal banget sih, ayo delete dong, gak worth it banget ngambil momentnya’

“ gak bagiku ini photo kamu yang paling cantik, semua model agency ini kalah deh, terimakasih ya;

Muka Radya merah padam antara bahagia dan kesalnamun begitulah Mahe selalu bisa mencairkan keadaan dan hadir di sela-sela kesibukannya  dan paling tahu mengirimkan sepotong bahagia di hatinya.

“ aduh mahe, kalau aku cantik, sudah ada lelaki istimewa bersamaku dab mungkin kiddos yang lucu-lucu”
“ haha..haha kamu tuh mengkhayal melulu, charming prince, kiddos twins, padahal disekitarmu banyak Pangeran yang keren, kadang panegran itu tak harus tampan dan  dan menunggangi kuda putih lho? Kadang pangeranmu itu super cuek dan bisa gak mandi seharian , tapi dia tuh perhatian sama kamu.

“ aiih sudah ah, lagi malas berdebat nih, judulnya sekarang lagi ngejar deadline, begitu pangeran Mahesa Puja Kesumanegara, sana gih jangan ganggu melulu”

“oke,,oke tuan putri Radya Anggita sari yang cantik dan seksi dengan bibisr monyongnya, selamat berkarya untuk negeri ya, hamba pamit undur diri” Mahesa meletakkan tangannya di dada seraya menunduk  hormat dan berlalu sambil mencolek hidung radya yang bangir

“Huh dasar, pergi..pergi jauh sana,  namun jauh dalam hati radya begitu damai dan bahagiadalam momen-momen kecil mereka yang mengalir apa adanya.

Radya meletakkan pensilnya memandang ke meja gambarnya, photonya dengan Mahesa di sebuah acara gathering media, Radya mengenakan gaun kebaya dengan kemeja batik sambil beraksi dengan meletakkan kedua tangannya bergaya menyerupai telinga kelimci, lucu dan manis sekali, Mereka seperti sahabat sejati, namun radya tahu hubungan mereka sebatas sahabat, titik, tidak lebih dari itu, Radya takut terlalu mengharap dan sakit hati, bertepuk sebelah tangan, toh menjadi sahabat Mahesa sudah satu anugrah baginya, mengisi hari-harinya.

**
Radya masih focus dengan karya-karyanya, kelak jika fashion show  perdanyan berhasil sukses, Radya akan mendapat rekomendasi S2 ke Paris dari kantor, dan Radya tahu betul impiannya dan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Paris, negeri mode dunai, tapi radya tahu betul “ No pain No gain” semua impian akan  berhasil jika membayarnya dengan kerja keras, radya  memegang betul ungkapan bijak tersebut.
**

Sudah hari kelima, radya tidak bertemu dengan Mahesa, entah kemana laki-laki itu, mungkin tugas luar kota atau luar negeri , gadis tersebut merapatkan sweaternya dia merasa agak demam karena semalaman begadang di studio, saat seperti ini dia selalu ingin minum the lemon tea hangat dan Mahesa yang selalu bersedia membuatkannya. Dia melihat kubikel Meja kerja Mahesa paling suut, kelihatan kosong melompong, biasanya sosok itu duduk takzim di depanPC nya memindahkan semua photo hasil jepretannya Radya.
Disebelahnya ada Angga sahabat dekat radya sibuk memilih-milih photo untuk diterbitkan di media untuk edisi valentine di bualn februari,


“ ga.. Mahesa kemana ya, sudha gak kelihatan seminggu?”
“hmmm, masa sih gadisnya tidak di khabarin, dia kan lagi di Moroko, ambil shoot disana, wah kangen ya?”
“ duh nanya doing kali, anyway makasih ya infonya ga”
“ ok nona desainer”
Radya terduduk lesu di mejanya, tak semangat melanjutkan lembaran sketsanya, apa Mahesa sudah melupakannya dan sedang bersenang-senang di negeri orang”

Mahesa memang sosok cowok yang suka moody dan pelupa, itulah yang membuat radya kadang merasa dicuekin, tiba-tiba ponselnya berbunyi

Di layar ponselnya tertera  Unidentified number
Siapa gerangan bathin radya, namun dia tak gubris, mungkin saja salah sambung pikirnya. Dan meneruskan sketch gambarnya, lalu dia terpikir untuk membuka akun Facebook Mahesa.

Sejenak lagu fathin terdengar mengalun dari ponselnya

Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin engkau adalah salah satunya
Namun engkau datang di saat yang tidak tepat
Cintaku tlah dimiliki

Dan dia lihat panggilan tak terjawab, hanya miskol saja.Entah siapa yang mencoba menghubunginya beberapa kali akhir-akhir ini, saat diangkat, hanya terdengar suara diam yang panjang disana.

Di akun Mahesa, ada album Maroko for lovely moment, disana wajahnya terlihat bahagia dan tertawa leaps dengan model-model yang mesra merangkul bahunya dengan latar gedung dengan ornament berukir berwarna kecoklatan, pemandangan yang indah namun membuat hati radya terbakar cemburu.

Bagaimana mungkin radya merasa begitu bodoh, memikirkan lelaki tersebut, bayangannya ngontrak tanpa membayar uang sewa dikepalanya, namun lelaki itu seperti melupakannya, meskipun hungun mereka sebatas sahabat namun radya terlanjur berharap banya pada Mahesa.

**
“ Radya sorry , ini ada titipan dari angga, aku baru ingat kemarin letak di laciku”
“ makasih angga, sebuah surat dengan amplop putih bertuliskan” buat tuan puteriku, radya”
Radya tersenyum tipis, masih belum bisa menahan rasa cemburunya”

“ radya ,

 aku berangkat esok ya, ke  Moroko tepatnya kota marakes, mungkin aku bakal sibuk seharian ambil pemotretan, maaf kalau aku tak bisa ngabarin kamu, sepulang dari Moroko, aku mau bicara penting, empat mata denganmu, jika kamu berkenan,  radya…aku sayang kamu, take care”

Mahesa

Glek, bagai disambar petir, terkejut, bahagia dan haru radya membaca tulisan tangan Mahesa, namun apa yang akan disampaikan mahesa membuat Radya penasaran dan tak sabar menunggu kepulangan lelaki itu.

Entah perasaan apa yang tiba-tiba hadir dalam hati radya m ada rasa rindu yang menusuk, dia melihat photo jepretan radya di dalam amplop, dibelakang photo tersebut tertulis, radya.. kamu puteri idaman, cantik dan akan selau cantik di hatiku.

photo Mahesa seminggu yang lalu sebelum keberangkatannya.

Namun semua berjalan apa adanya, tak ada yang perlu diburu, apakah  Mahesa ingin menyampaikan perasaanya pada radya atau tidak? Apakah merak akan menyatu menjadi sepasang kekasih, biar Tuhan yang menjawabnya.

Love will find the way, do not catch to hard for something that will given to you as a gift..

**
Hp nya berdering lagi
“ halo Radya, apa khabar?
Sepertinya radya mengenali suara itu
“ sudah lupa ya sama aku, aku Hafez”
“ ha,, hai Hafez, apa khabar?’
“ baik , maaf aku lancing nelpon kamu, aku dapat nomer hp kamu dari teman organisasi persatuan mahasiswa, gimana kuliahmu lancar kan?’
“ yup begitulah, sebentar lagi libur summer”
“ kamu tak pulang ke Indonesia, aku kaget mahesa sudah nikah ya, kukira sama kamu , rupanya dengan seorang model ya”
Dada radya begitu sesak mendengarnya, sesekali dia menggigit bibirnya merasa kalah, karena Hafez sudah lama menyukainya , namun entah mengapa dia lebih memilih mahesa teman sekantornya dari pada Hafez sahabat masa kecilnya hingga SMU mereka berpisah
“ hmm, tak usah bicara soal Mahesa, dia sudah masa lalu, zaman sekarang susah menemukan lelaki yang setia, bukan?”

“ wah , saya gak mau disamain tuh, radaya semua kisah perjalanan hidup manusia selalu menitipkan pesan hikmah di dalamnya, kamu mungkin belum berjodoh bersamanya, namun berjodoh dengan kuliah master dulu, setelah itu siapa tahu ada seseorang yang sudah lama jatuh hati padamu dan melamarmu, tapi semua terserah kamu radya”
“ wah kamu gak berubah hafez, ngomongnya masih filosofis dan berat banget”
Mereka tertawa bersamaan, begitu renyah di ujung telepon.
“ wah aku kangen tawamu ini, membuat dunia berbeda, ceria dan indah”
“ makasih Hafez, bukankah  tawa adalah jarak yang paling dekat diantara dua insan bukan?
“ wah pintar kamu ya, sudah mulai bicara berat banget”
“ ya, berat tapi kamu ngerti nbukan”
“ okeh deh, so ada acara malam ini radya, aku mau mengundangmu launching buku ku”
“waaah, undangan yang sangat manis, selamat ya, kamu memang berbakat jadi penulis”
“ dimana acaranya”
“ di pusat budaya, aku jemput kamu ya?”

Tiba-tiba Hp Hafez berdering dan lrik nadanya terdengar syahdu

Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya

“ sebentar radya, aku nerima hp yang satunya.
 Dada Radya berdetak kencang, nada dering Hp Hafez sama dengan nada dering HP nya, suatu kebetulan yang aneh, merak memang banyak persamaan, melankolis dna romantic, namun Radya mengabaikan Hafez yang menyukainya sekian lama saat menganal Mahesa yang lebih cuek dan unpredictable.
“ hai, halo radya, kamu masih disana”
“ ya Hafez, gimana tadi”
“ Maaf telpon dari Ibu, beliau nanya khabar sudah seminggu saya lupa nelpon beliau, ada salam dari bunda untukmu”
“ oh ya, salam balik buat bundamu Hafez, he much proud of you”
“ she also proud of you if one day you could be my wife?’
“ apaa??hafez?’
“ no.. no just kidding”
 “ sudah ya kalau begitu?”
“ sudah gimana, tadi kamu belum respon undanganku, sudikah?’
“ hhmmm”
“ dasar puteri malu”
“ heheh, kamu masih ingat panggilan kecilku”
“ aku sellau mengingatmu tuan puteri”
“apaa, dasar pangeran kodok”
“ apa? “tak jewer kupingmu nanti ya”

Keduanya tertawa renyah diujung telpon
Dan tawa adalah jarak terdekat dan pintu yang terbuka anata dua hati yang mencoba mencari jalan rasa menemukan cinta dan arti setia.
**
Kini musim semi tiba. Save the Eiffel for summer! Begitu ungkapan bahagia orang prancis menyambut musim semi di Eiffel,  dan saatnya menikmati festival layang-layang di tepi pantai Opal Coast, Radya dan Hafez Nampak bahagia, Hafez menggenggam tangan radya mencoba menaikkan laying-layang meraka agar terbang jauh, tinggi  dan  menari di angkasa. Dua hati akhirnya bersama dan memilih setia.


Thursday, January 2, 2014

Buku Jodoh akan bertemu: Kisah Cinta Dua Rasa



Buku setebal 268 halaman terbitan loveable dengan cover coklat kupu-kupu ini  baru saja terbit, buku romansa yang menarik untuk dibaca. Buku ini ditulis oleh dua orang penulis yang berbakat, Dwitasari dan Lana Azim, kisah cinta yang unik karena menonjolkan dua karakter yang kuat yakni Chabib dan Nia, dua pribadi yang berbeda latar belakang, chabib sosok yang polos, patuh pada orang tua dan taat beribadah sedangkan nia sosok wanita modern, cerdas, kritis dan pemarah dipertemukan dalam scenario perjodohan yang dinamis.
            Saat membaca buku ini, emosi kita diaduk-aduk karena merasakan kesabaran Chabib dan juga keteguhan hatinya mempertahankan cinta, di satu sisi dia dihadapkan pada  dua pilihan memilih wanita yang sempurna, cerdas dan penghapal qur’an dengan wanita yang bergaya hidup bebas namun cinta pertamanya? Lalu kemana kah hati chabib berlabuh. Namun tak kuasa menolak karena pilihan orang tua yang sangat disayanginya, disinilah puncak konflik kisah buku ini.
            Setting Kyoto (Jepang) digambarkan sekilas namun tidak terlalu kental  tapi menjadi pelengkap cerita, begitu juga suasana kampung halaman Chabib di Semarang (Indonesia) yang kental nuansa keislamannya. Tetapi setting tempat sangat membangun kisah ini dalam melihat budaya yang berbeda dan juga persamaan moral dan nilai didalamnya, unsur budaya menjadi pemanis cerita ini menjadi asyik untuk dibaca, ditambah tokoh Ayumi dan Jun sebagai tokoh yang hadir memicu konflik dan klimaks cerita.
            Buku ini ditutup dengan percakapan yang manis antara dua karakter didalamnya
“ halo”
“ halo”
“ kamu belum tidur?” ucapnya dengan nada manja.
“ belum kok’
“ Gimana caranya biar kamu bisa tidur? Besok hari penting loh. Kita kan musti ngerencanain pesta pernikahan.”
“mm, gak tau, kamu dong cari akal gimana caranya aku tidur nyenyak”
“” nggak ad aide”
“ ih payah kamu’
“ ucapin kamlimat sihirmu”
“ yang mana”
“ Yang itu! Pura-pura gak tau, aku tutup teleponnya.
“ eh jangan”
“cepetan!”
“ Jika besok, hari tiada lagi di bumi ini, aku hanya ingin tidur malam ini dan memimpikan kamu., hanya kamu, bersamamu,  aishiteru, aku cinta kamu, met malam ya”
“ met malam, I love you too suamiku”
            Cerita ini mengharu biru karena ada berkisah tentang harapan, keraguam, cita, cinta, pengorbanan, harga diri , keimanan dan ketauladanan
            Selamat membaca, semoga menemukan makna cinta dalam kisah cinta dua anak manusia yang berbeda karakter, selera, gaya hidup dan status sosial,  buku ini cocok dan ringan dibaca bagi kamu yang sedang menanti kekasih dan ingin menemukan jodohmu dan percaya dengan cinta sejati, silahkan baca buku ini, saya kasih 3 bintang, inspiratif dan menarik untuk dibaca*