The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, January 25, 2016

Persembahan Puisi Untuk Tentera Marinir Kita


Ibu Mengulum Bunga Kamboja Dimulutnya



Mantra itu kudengar lagi dari senandung Mama Tania saat menenun kain bermotif kamboja dengan warna kuning dan putih. Dia bersenandung, sambil sesekali dengan terampil tangannya mengikat benang pakan dan kakinya menghentak alat tenun dengan gesit. Mama tania, perempuan berusia 59 tahun yang sudah ditinggal oleh suaminya yang wafat sepuluh tahun silam

" Inat Genu met dala mawarni
met dala rata waen
mawarani wawa rahang"




Mama Tania mengulum bunga kamboja dimulutnya,ada sinar seperti berlian memancar dari lidahnya
dan bintang kejora di keningnya.Banya ibu dan anak harus setia dalam kehidupan

Mama Tania membesarkan Florensa anaknya yang mirip dengan watak suaminya, senang belajar dan berpergian dan berpetualang melihat daerah-daerah baru. Disebuah pedesaan bernama Latuhari di tanah Nusa tenggara Timur suaminya selalu setia setiap petang membawa kuda mereka merumput di padang sabana yang indah, sungguh indah sekali menyaksikan pemandangan lelaki yang menikahinya tiga puluh tahun lalu memakai tenun hasil dari jemarinya sendiri, tenun yang dipakai suaminya adalah tenun yang dipakai sehari-hari dan jadi kain kesayangan suaminya. kenangan itu menari-nari di kepala maam tania. Kadang dia terpikir andai suaminya juga menyaksikan Florence , puteri kecil mereka yang semata wayang tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik, dan panjang akal dan kakinya seperti suaminya. Namun semua hanya menitip rasa haru hatinya. Dia meneruskan tenunan dan sesekali memandang photo Florence dengan latar belakang menara Eiffel yang terkenal di Paris

Mama Tania sendiri tak tahu, dimana negeri Eropa itu. Yang dia tahu anaknya diundang di acara pameran kain etnik karena berhasil membuat penelitian tentang keindahan tenun dengan bahan alami warna indigo yang sangat terkenal di dunia. bahkan anaknya juga mendemokan bagaimana menenun sehelai kain menjadi beragam motif yang terhampar indah, membuat decak kagum para bule-bule itu

Sesekali mata Mama Tania berkedip, ada butiran bening disudut matanya, rindu apda puterinya yang sudah berkelana jauh, namun apa dikata zaman dirinya dan zaman anaknya berbeda.

Florence memang mencintai ibu dan tanah kelahirannya, namun gundah di hati seorsng ibu yang menyaksikan anaknya belum juga mau dijodohkan dengan pilihan




menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri karena
baginya kesuksesan anak adalah nobel bagi dirinya


Keep Hoping, Jum'at Blessing

Kadang saat membaca Alqur'an saya menenmukan ayat-ayat yang membuat hati tergetar, apalagi
jika sedang diuji akan sesuatu, saya akan tuliskan beberapa surat dalam Al Qur'an
untuk megingatkan diri saya agar terus semangat meniti jalan kehidupan



An Nisaa : 113

Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar


Ad Dhuha :5

Dan sungguh oleh Tuhanmu pasti memberikan karuniaNya kepadamu hingga 
engkau menjadi puas 


At Thur :48

Dan bersabarlah menunggu ketetapan dari TuhanMu dan sungguh engkau dalam penagwasan


[Fiksi] Meminang Waktu


                                                                Sketsa oleh Edmalia



Aku masih ingat hari itu hari yang paling bersejarah untukku. Bulan april yang bergemuruh sekaligus hening di hatiku. Bergemuruh karena hari wisudaku mendekati tanggal 25 di hari lahirku, dan hening karena aku akan wisuda di dua universitas negeri yang berbeda di bulan yang sakral tanpa kehadiran Bapak sang motivatorku. Rasanya ada yang hilang. Namun hidup harus terus berjalan.


Jam 13.00 wib . aku bolak-nalik jurusan untuk minta bebrapa surat pengesahan dari kampus dan formulir pendaftaran wisuda. di kampus Fakultas Ekonomi itu kampus yang membuatku belajar tentang ilmu manajemen dan dosen-dosen pakar ekonomi mikro dan mikro tidak membuatku punya sense ilmu bisnis namun mebuatku " terampil" membagi waktu mengumpulkan tugas, menjumpai dosen dan mengatur jadwal diskusi kelompok. Hanya itu. namun butuh keterempilan :) tapi sunguh bolak-balik kampus dua sampai tiga kali bukanlah hal yang gampang butuh stamina dan kesadaran, inilah dinamika kuliah rangkap di dua universitas 


Jam 15.00 wib. Aku menuju Fakultas Bahasa dan Seni. aku melangkah dan berlaru kecil agak cepat menuju lantai 2 menjumpai dosen waliku, bu Masitowarni beliau sabar dan baik, akhirnya aku dapat tanda tangan pengesahan skripsi dari beliau dan tinggal dijilid, aku terharu dan mengucap terimakasih. Denting suara piano mengalun indah dan angin berhembus sepoi, kampus yang penuh romansa karena anak seni musik sedang latihan musik, senang rasanya merasakan warna-warni kehidupan kampus. Dan tibalah namaku disebut di prosesi widu tanggal 13 april wisuda di FBS Unimed dan 24 April wisuda di USU dan keseokannya tanggal 25 april hari lahirku, aku menangis dan terharu menyaksikan ahabat-sahabat setia Bapak yang kuundang dalam acara syukuranku. Andai aku bisa meminang waktu, maka ingin sekali Tuhan meminjamkan Bapak untuk hadir sebentar dan mendampingiku di bumi, Namun aku yakin beliau sudah tersenyum dan bahagia disana, menyaksikan anaknya menunaikan amanah yang tak akan pernah usai namun menjadi perjalanan sejarah karena puteri kecilnya sudah jadi sarjana. Namun apakah waktu rela dipinang untuk merayakan rasa kebahagian yang tertahan?


Kado kecil, tulisan sederhana untuk  Pesta Fiksi #25Januari – Waktu Yang Mencengkeram

Pengalaman Tour Kapal Perang Australia, HMAS Darwin pada Senja di Januari



Undangan istimewa itu berasal dari Keduataan Australia. Sebuah undangan untuk menghadiri tour istimewa Kapal Perang Darwin Australia bernama HMAS (His Majesty Australia ship) yang kebetulan akan bersandar di pelabukan Tanjung Priuk. Saya mendapatkan undangan diantara 60 orang australia alumni Network , tentu saya terharu dan senang sekali. Saya membayangkan Kapal perang yang super canggih dan keramahan Kapten dan para office navy yang sudah berkeliling dunia dan memiliki pengalaman selama bertugas akhirnya setelah konfirmasi saya memilih jam 3 sore untuk navy tour, ternyata sudah full, sehingga saya akhirnya dijadwalkan di jam 4. 


Perjalanan yang menyenangkan terbayang dalam memori saya. karena kebetulan nama kapalnya HMAS Darwin, saya pernah berada di Darwin selama 3 tahun sebagai duta pemuda Indonesia Australia, banyak kenangan teringat pernah berada dinegeri yang terkenal dengan pantainya dan world heritagenya bernama Uluru juga tempat saya bekerja dulu di satu sekolah SMU, Darwin High School, yakni mengajar bahasa Indonsia untuk anak SMU dan juga turut sebagai tim yang menulis buku tahunan Darwin High School mewakili International support Teacher dari Indonesia. 


Oh ya akhirnya saya sampai juga di pelabuhan Tanjung priuk, dan saya melihat peta lokasi dan gerbang masuk menuju tempat Kapal bersandar. rupanya di Gate dan untunglah ada shuttle bus dan akhirnya saya diantar menuju lokasi berjarak kira-kira 300 meter. Disana sudah terlihat tentara Australia di ruang gerbang untuk registrasi masuk dan memeriksa identitas kami untuk masuk menuju kapal. Kami disambut oleh Kapten dan navy officer perempuan bernama , dia bertugas mengendarai helikopter bernama buttlecat. Terlihat sosok perempuan tegas, berani dan ramah, senang sekali mendengar cerita perjalanannnya yang sudah bertugas keberbagai belahan dunia dan katanya HMAS akan segera berlayar lagi menuju negeri Taj Mahal yakni India, senangnya. Namun yang menarik lagi adalah kami diajak masuk melihat-lihat ke ruang dalam navy, kami diinformasikan untuk tidak mengambil gambar dengan kamera kecuali tempat tempat tertentu yang diperbolehkan. senang sekali. perjalanan di mulai..ayo ikut saya

Wednesday, January 20, 2016

Tulisan tentang Perempuan Single


tulisan ini saya temukan di facebook dan katanya tulisan Ridwan Kamil dan di posting oleh
asbie ben arfha. selamat membaca dan setelah itu bisa baca tulisan yang say aposting tanggal 20
januari 2106 di blog Kompasiana dan jadi headline paling puncak, easanya senang karena dibaca banyak perempuan dan mendapat respon sebagai artikel inspiratif sedangkan di facebook dibaca
oleh para laki-laki :) hmmm, selamat membaca dan berdiskusi




NASEHAT BUAT PARA CEWEK JOMBLO

Cari suami itu jangan muluk-muluk, biar seru menikmati pernikahan..
ngerasin ngontrak.. ngerasin roller coaster kehidupan sambil nangis, ketawa, nangis lagi, ketawa lagi.. sambil saling berpelukan menguatkan.. kiki emotikon *indah tauuukkk itu!

Kalo ujug-ujug.. kalian mo cari suami yg muda, ganteng, sholeh, mapan, pinter..

Kalian butuh beberapa strategi dan kemungkinan..

Setidaknya ada 2 Fakta yg perlu kalian tau..

Pertama,
Kalian butuh energi dan mental yg cukup kuat untuk memasuki persaingan maha ketat.. karena pria SINGLE jenis ini, pastilah amat sangat langka, dan peminatnya bisa saja berjumlah ribuan.

Saingan kalian adalah wanita yg bisa jadi jauh lebih cantik, lebih muda, dan lebih oke grin emotikon

Kedua,
besar kemungkinan, pria jenis ini banyak.. tapi sudah jadi SUAMI ORANG.. Karena Pria-pria jenis ini, dibelakangnya sudah ada istri-istri hebat yg merawat dan membuat suaminya tampil mempesona.

Kalo kalian ga punya nyali untuk jadi perebut suami orang, atau belum siap ilmu dan iman untuk jadi perempuan lain di tengah keluarga bahagia orang lain..

ada 2 TIPS JITU buat kalian..

Pertama,
Berlapang hatilah menerima kedatangan pria single, sholeh, baik, meski sederhana asal tetap berpenghasilan (ga mesti berpenghasilan tetap), dan BERJUANGLAH bersamanya membangun keluarga bahagia, SAMARA.

Kedua,
BUANG SEMUA KASET DVD Drama KOREA puluhan episode yang selalu menayangkan Pria Kaya, ganteng, putih, imut yang jatuh cinta dengan wanita biasa-biasa dan miskin..!
.
Ridwan kamil
(Walikota Bandung)
.
.
by hasbie ben arfha

Tuesday, January 19, 2016

Ketika Menunggu Menjadi Inspirasi tak terbatas # Waiting is Inspiring for single women 30 Up,



Ketika Menunggu Menjadi Inspirasi tak terbatas
# Waiting is Inspiring for single women 30 Up,


 Ilustrasi artikel : Jalan menuju istana siak, Pekanbaru. doc. edrida Pulungan


Lumrahnya, di seluruh daerah di Indonesia, menjadi perempuan di usia siatas 30 tahun dan masih saja sendiri dan belum menikah, akan menjadi omongan orang.  Bahkan orangtua cenderung mendesak atau terkadang intervensi dalam perjodohan, ada yang sukses dan ada juga yang gagal meninggalkan luka. Kondisi  yang berbeda dengan perempuan yang tinggal di kota besar, masyarakat modern lebih paham kondisi perempuan tersebut dan lebih demokratis.

Meskipun dalam ajaran agama menikah harus disegerakan karena ada nilai ibadah dan kebaikan. Namun tidak semua perempuan beruntung mendapatkan calon pendamping hidup yang menjadi imam dan kaptennya dalam berlayar tepat waktu, karena menikah juga bukan lomba lari dan perlu kehati-hatian meniti, Mengingat berdasarkan data kementerian agama tahun 2015 tingkat perceraian pada keluarga muda dibawah lima tahun sangat rentan. Menikah adalah membangun peradaban menuju kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat kelak.

Lalu bagaimana kondisi perempuan single menyikapi  dirinya ketika terjadi pada kondisi  seperti paragraph awal yang saya sebut diatas. Jika perempuan yang dimaksut memiliki jiwa besar dan bisa menjawab secara diplomatis, kritis dan cerdas tentang pertanyaaan ” Kapan Menikah”? Maka hal tersebut tidak akan menjadi masalah dan membuat tersinggung dengan pertanyaan yang super menyinggung perasaan wanita kareana ada aroma negatif di balik pertanyaan itu seperti tidak laku, milih-milih dan tidak ingat umur dan sebagainya

Namun sisi menarik dari kondisi tersebut, bagi perempuan yang belum menikah diusia kepala tiga bisa dijadikan ” Tipping Point” meminjam judul bukunya  yang cukup best seller dari Buku pertama Malcolm Gladwell yakni keadaan saat ajaib ketika sesuatu yang dianggap sebagai persoalan diubah menjadi kondisi posif dan penuh peluang meskipun buku ini lebih berkonsep bisnis, manajemen dan tren dalam implementasinya, namun dengan imajinasi dan sikap positif kondisi single memiliki sisi tipping point juga

Kenapa bisa demikian?

Beberapa perempuan yang belum menikah bisa melihat sisi positif dirinya dan membangun kepribadiannya dengan baik, karena penantiannya akan menghadirkan inspirasi. Bagaimana tidak selama perempuan tersebut masih sendiri dia bisa membekali dirinya dengan menimba ilmu untuk masa depan keluarganya kelakm dimana dia akan jadi ibu dan guru bagi anak-anaknya. Dia juga bisa jadi teman diskusi dan penasihat merangkap konsultan tak berbayar untuk suaminya. Bahkan perempuan tersebut juga bisa menggali pengalaman dan mencoba berbagai bisnis seperti wirausaha karena kelak jika dia sudah berkeluarga dia bisa membantu perekonomian kelaurganya jika dibutuhkan, karena resiso seorang wanita yang berkeluarga adalah cerai hidup ( suami menikah lagi) atau cerai mati (suami wafat) jadi dia bisa bertahan untuk masa depannya. Bukan hanya itu perempuan yang belum berkeluarga juga bisa berbakti pada orangtuanya dengan memberangkatkan haji atau umroh dari penghasilannya sendiri atau menemani dan merawat orangtuanya yang masih hidup atau sedang sakit


Apalagi? Masih banyak seorang perempuan yang belum menikah juga punya waktu untuk melakukan aktivitas sosial membantu masyarakat di bidang pendidikan, budaya, politik, sosial dan lain-lain. Saya akan tuliskan beberapa profil perempuan single yang bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan masyarakat serta negara dalam artikel saya berikutnya.



Dan diatas semua contoh tersebut diatas, perempuan tersebut akan tertempa menjadi pribadi yang dewasa, cerdas dan bijaksana jika dia bisa mengendalikan dirinya dalam kesendiriannya. Energinya yang lama dalam penantian akan bisa dikonversi menjadi energi kesetiaan ketika dia menikah kelak, karena dia sudah melewati banyak kondisi dan pengalaman hingga akhirnya pada waktu yang tepat dia menemukan pasangan hidupnya dengan izinNya.

Jadi sejatinya setiap perempuan adalah mata air kehidupan, apapun kondisinya dia memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi manfaat dan menjadi agen kebaikan, kebermanfaatan, kemaslahatan dan kesejahteraan untuk sekitarnya, karena ketika hujatan, sindiran. fitnah, cibiran dan bully menerpa maka kembali berpikir positif. Usia manusia terlalu singkat  untuk  berdiam diri dan bimgung akan keberadaanya, Tampung semua kecewa, sakit hati dan keminderan yang sempat terlintas, jadilah perempuan yang bermanfaaat dan berjiwa besar. Bukankah perempuan yang berjiwa besar di tenun olehNya untuk berdampingan dengan lelaki yang berimpian besar kelak. Menunggu adalah inspirasi tak terbatas. Tersenyumlah untuk dirimu, untuk dunia dan untukNya yang telah mempersiapkan rencana terindahNya untukmu. So waiting is inspiring is it?




* Edrida Azhari Pulungan, seorang pembelajar sejati, kuliah di 4 universitas negeri hingga dia mengoleksi jaket almamater warna-warni, kuning, hijau, oaranye dan biru,  dengan menyelesaikan sarjana rangkap di bulan kelahirannya dan magister rangkap yang kedua di ibukota jakarta ,  Penulis 22 Buku diantaranya ”Diatas langit Eropa melamarmu”, memenangkan Poetry Slam Gothe Institute, Jerman serta Buku ”Sang Aaka Merah Putih sampaikan cintaku padanya” memenangkan lomba cerpen nasional penerbit Puspa Populer dan bllogger yang beruntung diundang Presiden Jokowi ke Istana negara pada 12  Desember 2015, dan pernah bekerja sebagai tim trainer di Darwin Nother Territory Training, Australia di bidang Communication Skills, Australia dan sekarang aktif di dunia public speaking dan creative writing dan community development sehari-hari bekerja sebagai humas di parlemen. Blognya di edpulungan.blogspot.com dan edridapulungan1@gmail.com