The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, May 16, 2016

Welcome to Jakarta as host of 41 st Annual Meeting IDB group 2016

 
 
IDBG is South to South multilateral development finance institution established in Jeddah , saudi Arabia in december 1973. The membership of IDB stands at 57 countries from our continents such Africa, asia, Europe and South America. These countries all members of the organization of islamic Cooperation (OIC)



Before the event was held in Khartoum 2012, as 37 th annual meetings, Dushanbe 2013,  Matupo 2015 and 2016 was held in Jakarta with the general theme of annual meeting "Enhancing Growth and Poverty Allvation through infrastructure development and financial inclusion with YDS theme is " Youth Development : Innovative Solutions for Financial Inclusion"

Some event that I was attanding is IDB woman advisory council which is got some remark from Khadijah Nasution from Ministry and Youth


Welcome to Jakarta, as the third biggest Moslem population and potential youth  






Sunday, May 15, 2016

Selembar tenun di Ende dan Perempuan Bertalenta ( Part 1)

                   Gambar 1 :  Selepas sore dan benang tenun yang hampir terurai, doc Edrida Pulungan


           Gambar 2 :  Apa Arti kesabaran dalam jemari dan hatimu, doc Edrida Pulungan


Benang terajut dalam ikatan yang kuat, sama dengan kuatnya masyarakat Ende merajut setiap benang, ada yang berbeda, mungkin waktu terus mengajak mereka bercengkrama, hingga selembar tenun akan mengirimkan banyak cerita yang akan terus berlanjut pada kisah baru lagi.

Hampir sore jam 17.15 akhirnya langkah kaki menjejak di bumi Ende. saya menyaksikan para kaum perempuan sedang menenun, tenunan mereka berwarna dasar merah tua dan coklat. Mereka menenun di depan rumah dan anak-anak terlihat bermain-main disekitar mereka. Meskipun kebanyakan mereka sudah terlihat berusia cukup lanjut, namun jemari mereka terlihat telaten mengikat benang.

Mungkin kisah anak-anak yang memandang ibunya dengan kasih sayang
yang menghantarkannya merajut masa depan dengan selembar tenunan

fakta dalam buku Raga Ragam Tenunan Nusa Tenggara Timur dalam Buku Direktori Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT tahun 2013 dalam laporan  Barbara Brouwer  yang mengadakan survey sejak 1980 , di Pulau Timor berkesimpulan bahwa nilai budaya menjiwai seluruh aspek kehidupan masyarakat

Lelaki Untuk Dimengerti



Apakah kamu lelaki
yang terlahir untuk kumengerti
dalam waktu yang tergerus
aku terputar arus
mengagumimu dan terbius

katamu ketus
dan menatap mataku lurus-lurus
yang kau inginkan hanya di mengerti
segala kata dan yang kau punya
segala kata yang kau sampaikan
menghambur kepangkuan dan pelukanku
mengalir dalam denyut nadiku
memerah dalam aliran darahku
untuk kumaknai
untuk kuyakini
untuk kupahami
hanya karena engkau lelaki yang terlahir ke bumi
untuk kumengerti

Kupang, April 2016

Thursday, May 12, 2016

Brand Lokal UBS Gold dukung Ekonomi Kreatif : Persembahan Mahkota untuk Miss Indonesia






   
Gambar 1 : Erwin Suganda ,creative director UBS bersama Miss Indonesia 2016 doc ist dalam Talkshow The Jakarta International Perhiasan Fair (JIJF) tanggal 7 Mei 2016


UBS sebagai perusahaan lokal turut mendukung ekonomi kreatif Indonesia, Hal ini bisa dilihat dari dukungan perusahaan emas tersebut dengan menciptakan banyak karya design  dan model emas terkemuka di Indonesia yang ikut dalam perhelatan Miss Indonesia. Hal tersebut menjadi inspirasi talkshow dalam perhelatan ke sembilan The Jakarta International Perhiasan Fair (JIJF) sebagai ajang pameran dan perdagangan yang paling glamor  yang diadakan mulai dari tanggal 5 sampai dengan 8 Mei bertempat di Jakarta Convention Center.

Dalam acara Takshow tersebut menghadirkan juga Natasha Mannuela sebagai Miss Indonesia 2016 sebagai Gadis yang mewakili provinsi Bangka Belitung dalam perhelatan Miss Indonesia akan menggunakan mahkota dan design dari UBS. Disamping itu Natasha mengatakan bahwa tim nya sedang mempersiapkan program “ Beauty With Purpose” bertema pendidikan yang dia harapkan bermanfaat untuk masyarakat

Erwin Suganda sebagai creative director UBS mengatakan bahwa partisipasi UBS dalam Jewelry Festival ini membuktikan bahwa UBS juga mendukung ekonomi kreatif melalui design perhiasan emas yang di sesain oleh banyak putera terbaik bangsa. Penejelasannya,UBS juga menjadi satu-satunya brand emas yang mendapatkan kepercayaan resmi dari Swarovski Gems untuk megeluarkan koleksi perhiasan emas putih 18 karat yang menggunakan logo Swarovski Simulated Diamonds.


Lebih lanjut dijelaskannya sekitar empat ribu lebih karyawan UBS yang berdomisi di Surabaya ini juga menggunakan katering lokal untuk konsumsi karyawannya, Hingga dan UBS sebagai Brand lokal disamping memiliki kontribusi besar terhadap industri perhiasan, juga turut membangun perekonomian lokal dan nasional dalam menghadapi kompetensi di era global.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diatas  5% per tahun memang salah satunya di topang  oleh industri kreatif seperti perhisan dan kerajinan yang berpotensi dari berbagai daerah, dan kota Jakarta adalah jantung dari pertumbuhan yang dalam hal konsumen daya beli dengan yang terus berkembang populasi kelas menengah.

Dalam perhelatan pameran ke 9 JIJF tersebut memang menampilkan berbagai pilihan emas, perak, mutiara, berlian, batu mulia & semi mulia, batu kasar, dan kerajinan lainnya baik & perhiasan dengan desain terbaru dan teknologi tinggi mesin perhiasan yang mengatur tren yang akan datang bagi konsumen dan perhiasan pasar.Acara tersebut menarik minat masyarakat dan pengunjung karena bisa membeli perhiasan untuk dipakai atau untuk investasi di masa depan.








Wednesday, May 11, 2016

Pengalaman Membawakan Puisi Aada Acara Malam Peringatan 18 tahun Pristiwa Trisakti



Undangan itu datang melalui SMS, Selamat malam Bu Edridam saya Nadia dari Kepresidenan Mahasiswa Trisakti bagian Kementerian 12 Mei ingin mengundang Ibu besok malam pada acara malam gelora yang akan dilaksanakan di Universitas Trisakti pada pukul 19.00 sampai dengan selesai. Apakah Bu Edrida Bersedia untuk mengisi acara malam gelora esok dengan membacakan pusi tentang perjuangan reformasi . Saya tunggu khabar baiknya Bu, bahwa Ibu bisa hadir dan turut memeriahkan serta mengisi acara malam Gelora esok. Terimakasih banyak Bu, maaf mengganggu, selamat malam


Gambar 1: Saya membawakan Puisi berjudul " Status Quo Peradaban, Mengenang 18 tahun Pristiwa perjuangan Reformasi di Monumen Reformasi Universitas Trisakti tanggal 11 Mei 2016 doc.edrida


Akhirnya saya membuat goresan bait-bait puisi, dan ada puisi yangagak pas dalam kumpulan antologi puis saya " Jadilah Terang" berjudul status quo kesabaran, akhrinya say putuskan judulnya menjadi " Status Quo Peradaban, ada beberapa bait yang saya koreksi, sungguh bergetar rasanya menuliskan puisi dengan merefleksikan perjuangan reformasi 18 tahun yang lalu dengan adanya 4 mahasiswa trisakti yang wafat  pristiwa tersebut. Selepas sholat magrib saya berangkat menuju Trisakti, dalam perjalanan saya coba membaca dan memaknai beberapa baityang saya tulis, supir grab yang mendengar saya membaca mengatakan " wah puisinya bikin merinding bu". " iyakah Pak, mohon doakan saya membawakannya dengan baik Pak". " Iya bu" balasnya

Malam 12 mei yang bersahaja, saya melewati jembatan penyebrangan semanggi dan merasa bahwa pristiwa itu sangat mencekam, dan perjuangan itu harus dimaknai lagi secara hakiki, semoga generasi kedepan bisa membawa perjalanan dan cita-cita reformasi ke arah yang lebih baik lagi.

Saya disambut Ketua panitia kementerian 12 Mei yakni Mas Fauzan dan Menteri Hukumnya, Nadia ditengah tengah persiapan acara, setiap mahasiswa registrasi dan membubuhkan tanda tangan pada kain putih lebar dan menerima lilin yang akan digunakan pada renungan suci. Mereka masing-masing mengenakan baju alamamater trisakti berwarna biru tua, sangat kebetulan dengan baju yang saya pakai, saya juga membawa sehelai tenun NTT yang saya kenakan, memang setiap pertunjukan saya selalu membawakan kain tradisional yang indah. rasanya senang mengenakan kain tradisional seperti tenun yang ditenun dengan jemari dan dari hati.

Bebeberapa prosesi acara seperti dimulai dengan doa, kata sambutan mewakili Rektor III Universitas Trisakti, Alumni Trisakti Presiden Mahasiswa Trisakti, serta diskusi tentang pristiwa Trisakti dengan 2 ibu korban yang bisa hadir, kemudian  giliran saya tampil setelah dipanggil MC, Akhirnya saya berpuisi diiringi musik dengan judul "Gugur Bunga" dan rasanya ada haru dan gemetar saat say amembacakan puisi, dalam bait puisi saya ada kata " Nyalakan jiwa, jangan lagi mengutuk kegelapan". dan ternyata prosesi acara ditutup dengam seribu lilin yang dinyalakan oleh ibu korban dan segenap mahasiswa Trisakti dan undangan universitas lain yang hadir yakni Universitas Paramadina

Saaat bicara dengan ibu korban, Sunarmi, dan mendengarkan ibu Elang

Tuesday, May 10, 2016

Status Quo Peradaban





              Ilustrasi Puisi :  Pepohonan di Danau Kelimutu, 19 April 2016 
                                                             doc.  Edrida Pulungan


Status Quo Peradaban

Masihkah engkau percaya dengan harapan
Setelah engkau ditinggal janji-janji manis dan khayalan
Masihkah engkau percaya dengan janji
Sekian lama engkau menunggu ketidakpastian
**
Masihkah engkau mampu memaknai indahnya
rangkaian kata dalam puisi
Jika setiap baitnya tak memberi arti
Apakah engkau memang terlena
Mendengar kata–kata yang tak bermetamorfosis
menjadi aksi asa
Namun mengapa engkau tetap saja bertahan
Menumbuhkan harapan kecil dalam perjalanan diam
Melihat sisi kebaikan dalam setiap kekecewaan
Membangkitkan nyala di jiwa
dan berhenti mengutuk kegelapan
**
Status quo peradaban yang bertahan
Sekian lama
Engkau terbungkam
Tapi semua dialektika
Tidak akan pernah memasungmu
Engkau merdeka dalam ketabahan
Meskipun ragamu di puncak menara gading
**
Engkau berjalan selangkah demi selangkah
menuju puncak pencapaian
Dan semua berubah dan terbelah
menjadi keajaiban-kejaiban kecil
yang membahagiakan
**
Kemarin dihari yang muram, gelap dan mendung
Engkau masih percaya pada sosok pembawa harapan
Menunggunya meski sekian lama
Mereka masih di lingkaran kuasa
**
Hitungan tahun berganti dan meninggalkan senja terakhir
Mungkin kamu sudah lelah, berjalan, melangkah, mendaki dan turun lagi
Kau siapkan  jiwa merdeka yang tak pernah menyerah pasrah
Engkau seperti prajurit dengan seribu nyawa yang rela kalah dengan gagah
Meski kau temui ragam jiwa  yang mengganti-ganti topengnya
Engkau disekitar mereka, terasing, lau kau berputar seperti desing
Melihat, mendengar dan merasakan kepura-puraan mereka
dalam bahasa ketulusan
Namun kau tetp saja dengan jiwa besarmu
Karena engkau terlahir dari rahim keberanian
**

Engkau mungkin terlalu hijau memahami semua
kisah drama dalam setiap episodenya
Engkau tidak pernah terlewat
menjadi seorang penonton dan bukan pelakon
Namun mengapa status quo kesabaran
masih kau kau rawat utuh
**
Terlalu sederhana engkau berpikir
untuk menghadirkan kemewahan rasa
Menuju jiwa yang anggun
yang tidak terbeli meski dikunci mati
Jiwamu besar dalam keteguhan
Meski dinasti mereka tak akan tergoyahkan
**
Lalu hari itu tiba, saat pintu gerbang akan ditutup
Keajaiban hadir saat status quo kesabaran
 merubah wajahnya menjadi keikhlasan
Sambutlah semua harapan dan impian
yang kau damba dengan sukacita
Status Quo kesabaranmu tersemai indah.
Tak berbatas
Bebas
Keterpasungan runtuh sudah
***

Euforia reformasi memanggilmu
Dan kau  memanen asa
Engkaulah pemilik jiwa besar
yang bersanding dengan keajaiban
dan pergi dengan darah syuhada
sebelum prosesi wisuda tiba
Engkau pergi dengan paripurna
Dan jiwayang terbebaskan
Dalam sejarah peradaban
Engkau pergi meninggalkan pesan
Memberi halaman baru  
untuk status quo peradaban


12 Mei 2016, Senayan
Persembahan untuk para korban mahasiswa Trisakti

Monday, May 9, 2016

Asean Literary Festival 2016, Ajang Inspirasi Penulis Muda ASEAN


   Gambar 1 : Billboard Festival ALF 2016 doc. www.aseanliteracyfestival.com

ASEAN Literary Festival 2016 sebagai festival Sasra tahunan yang sudah dilaksanakan untuk ketiga kalinya menghadirkan banyak inspirasi. Pada event kali ini bertema " The Story of Now" adalah tema tentang perjalanan dan kisah kita di masa kini. Festival diawali dengan residency program para penulis muda berbakat terpilih dari beberapa negara ASEAN yang terdiri dari 13 orang yakni Zelia Vital (Timor Leste), Christian Sendon (Philippines) Ridhwan Saidi (Malaysia)m Ha Trang Van (Vietnam), Stephani Ye (Singapore), Quratul Ain Bandial (Brunai Darussalam), Heng Oudom (Kamboja) Christianto Senda  (Indonesia), Guntur Alam (Indonesia), Pringadi Abdi Surya (Indonesia), Muhammmad Rio Johan (Indonesia)  Sebastian Partogi ( Indonesia) dan Akina Shu (Japan)

Ungkapan suka cita dalam event ALF tersebut disampaikan oleh Abdul Khalik selaku Co Founder and Director ALF serta Okky  Madasari selaku Co Founder and Program Director dalam Program book ALF yang juga yang juga di dukung tim panitia yang solid untuk terwujudnya event tersebut. ALF memberikan inspirasi dengan menghadirkan Jose Ramos Horta sebagai mantan Presiden Timor Leste dan Perdana Menteri dalam opening lecture dengan tema "On Freedom and Peace", pada saat pembukaan ALF tanggal 5 Mei 2016 bertempat di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki yang dalam opening lecturenya tersebut dia menjelaskan tentang pengalamannnya dalam resolusi konflik di Timor Leste dan keberaniannya memberikan masukan pada PBB tentang nasib Timor Leste dan juga perjuangannya membangun iklim demokrasi dan pemerintahan di Timor Leste. Bahkan beliau menerima banyak respon dan pertanyaan dari para audience yang hadir dan dengan jujur dia menyampaikan bahwa dia juga pernah mengkritik UN dengan kebijakan UN di Timor Leste dengan berani, karena menurutnya sejumlah kebijakan yang di buat di negaranya kurang tepat. Hingga sekarang Ramos ditunjuk sebagai perwakilan khusus Sekjen PBB untuk Afrika.


                  Gambar 2 :  Okky Madasarii dalam sambutannya pada opening Asean Literacy             Festival sebagai Co Founder ALF dan Direktur Program doc. Edrida

 
  Gambar 3  :  Penulis dengan Pak Jose Ramos Horta Mantan Presiden Timor Leste dan Perdana Menteri  doc. Edrida


Beberapa tema menarik seputar media dan sastra juga di bahas dengang menghadirkan Endy M Bayuni, Nirwan Dewanto, Sanaz Fotouhi dan Moderator Abdul Khalik tentang bagaimana perkembangan  jurnalisme sastrawi serta perlunya belajar berpikir analitis diterapkan di sekolah-sekolah untuk memberikan kemampuan berpikir logis sebagai modal untuk menulis sastra dan jurnalistik.

Bukan hanya itu, bahkan acara yang paling ditunggu adalah percakapan langka antara dua penyair hebat Indoensia yakni Joko Pinurbo dan Sapardi Joko Damono dengan moderator Nazwa Shihab menghadirkan obrolan ringan, hangat tapi serius dan kocak yang dirasakan oleh para audience yang hadir memenuhi teater kecil dengan tiket yang terjual habis karena ditunggu-tunggu oleh para fans penyair, pembaca, serta penikmat sastra.

  Gambar : Talkshow  Joko Pinurbo dan Sapardi Joko Damono dengan Moderator Najwa Shihab doc. Edrida

Dalam percakapan tersebut Nazwa Shihab bertanya tentang buku favorit dari Joko Pinurbo yang sering disebut Jokpin dan Jokpin langsung mengeluarkan buku " DukaMu abadi" karangan perdana Pak Sapardi Joko Damon untuk pertama kalinya, dan menurut penuturan Jokpin, buku tersebut menginspirasinya dan menjadikannya menjadi seorang penyair hingga sekarang.

Sedangkan buku yang berkesan bagi Sapardi Joko Damono adalah buku karangan Rendra yang membuka pintu inspirasi baginya dalam menuliskan bait-bait puisi yang semula terlihat misteri di zaman tersebut karena bahasa yang tidak terlalu mudah dimengerti hingga akhirnya mengundang banyak penyair untuk tampil dan mengeluarkan karyanya termasuk Sapardi Joko Damono

Bahkan dalam percakapan tersebut pertanyaan Jokpin padanya terkait tema puisinya seperti, Celaca, Kibaran sarung dan sebagainya terkesan nyeleneh namun mewarnai tema-tema puisi yang tidak baisanya. Dan Jokpin menanggapi itu adalah hasil pencariannya setelah membaca banyak karya tema tersebut ternyata belum pernah dituliskan oleh berbagai penyair, hingga tema tersebutlah yang dipilihnya

Pada acara ALF juga ada beberapa workshop kepenulisan seperti workshop ibadah puisi  yang diadakan dengan para mentor seperti Jokpin dan juga workshop sihir prosa oleh mentor  Triyanto Triwikromo yang dihadiri banyak peserta dengan antusias. 

Bahkan ada juga talkshow yang menarik yang tentang " Puisi, Prosa Indonesia" Sepanjang Masa yang dilaksanakan oleh Lontar  dan akan segera terbit bukunya yang diantaranya terdapat karya Budi Darma, dalam acara tersebut hadir juga John H. McGlynn selaku pendiri Lontar Zen Hae sebagai pemandu acara yang juga mengupas sejarah prosa dan puisi Indonesia sejak masa HB Yassin yang banyak menerbitkan puisi dan prosa di Indonesia dan banyak juga karya dari para penulis dan sastrawan daerah yang luput untuk diterbitkan, namun sesungguhnya memberikan warna pada kazanah sastra di Indonesia

Hingga pada penghujung acara menghadirkan penyanyi Oppie Andaresta dengan lagu " Cantik dan Seksi" serta " Tidur di matamu" karya Joko Pinurbo yang di musikalisasi oleh Oppie menjadi lantunan lagu yang sangat indah dengan kesan pop dan jazzi. 

ALF adalah even yang bermakna dan inspiratif  yang menghantarkan Indonesia untuk memperkenalkan wajah sastra dan budayanya juga para sastrawan  Indonesia yang kelak memberikan posisi di kancah ASEAN dan juga dunia. tentu saja hal tersebut bukan hanya kerja keras para insiator, panitia penyelenggara dan semua pembicara dan sastrawan, namun juga harus didukung oleh semua lapisan masyarakat dan pemerintah menuju Indonesia yang berbudaya dan kaya khazanah sastra

Kita akan selalu menantikan Asean Literacy Festival di tahun-tahun yang akan datang. Nantikan ajang penuh inspirasi bagi penulis muda ASEAN. Salam Inspirasi