The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, June 22, 2016

Biarkanlah, Lepaskanlah

Biarkanlah, Lepaskanlah

Rasa kehilangan hanya akan ada jika kau pernah merasa memilikinya
(letto)

Kenapa harus tetap menggenggam utuh sesuatu yang membuatmu terbeban
sesuatu yang engkau rasa milikmu dan menjadi milik orang lain
sesuatu yang engkau rasa menjadi hak mu menjadi hak prang lain
sesuatu yang kau kira mendamaikanmu namun menjadi mengggundahkanmu
seseorang yang kau kira menyayangimu namun meninggalkanmu
seseorang yang kau kira menjadi sahabat namun menjadi musuhmu
seseorang yang kau kira mengutuhkanmu menjadi memporak porandakanmu


jangan merasa memilki sesuatu utuh
sesuatu hanya milikmu 
saat engkau menikmati saat itu
saat itu saja
setelah itu engkau tak pernah tahu
akankah semua ini menjadi milikmu
mungkin berpindah dan menjadi milik orang lain

dan engkau tak pernah tahu 
Dengan apa semua yang hilang tergantikan untukmu
Selalu yang kau miliki yang saat itu di dalam genggamanmu
jika detik bergulir semua jadi misteri
dan hanya engkau yang tahu sampai kapan engkau memilikinya
fana diatas fana 
hingga kelak engkau tahu bahkan dirimupun tak memiliki dirimu
dirimu yang kau miliki dalam sebentuk akal, jiwa dan raga
kelak bukan milikmu
dan akan kembali pada sang pemiliknya
terima saat ini
dan lepas saat nanti

Jakarta, 18 Ramadhan 2016
24 juni 2016

Tuesday, June 21, 2016

Ramadhan pada Sepenggalah Harapa


  ilustrasi : silence of sunset in Kelimutu photo credit by EdridaPhotography


Assalamu alaikum ramadhan
Maafkan aku yang berpeluh dengan fana
Kukira engkau lebih istimewa dari 
Siapapun tamu yang datang

Kukira lembaran teori akan mengikat
Mozaik kehidupan
nyatanya dalam lembaran
mushaf Al Qur'an lebih memberi harapan
Penawar gundah dalam keheningan
Dalam tangisan dan keharuan

Ramadhan engkau hadir dengan kado
Terbungkus rapi
Ada kerikil dan coklat didalamnya
Kerikil yang kukira keras 
ternyata menguatkanku, 
menggerakkan sendiku
Pada sujudku
Coklat yang kukira lembut dan manis
Ternyata melemahkanku
Melalaikanku bangkit dalam pejam mataku

Ramadhan jangan tinggalkan aku dengan
Kado kosong tanpa arti dalam 
memilih coklat dan kerikil dalam kado itu

Ramadhan bukakan aku jalan
Mengenalmu dalam sepertiga malam
Kembalikan aku pada sepotong syurga
Yang penuh cahaya hidayah dalam lelah
Yang kudapati dulu bersinaran memancar

Berkahnya usia dalam petikan detik
Yang memburuku tak iyakan goda
Selalu kuterima kado berpita
di waktu shubuh
Teguh dalam peluh
Ilmu teraih dengan utuh
Hakikat diatas Hakikat
Dan cahaya diatas cahaya
Karena ilmu dan iman sejoli
yang menawan

Dan pada tepian waktu
Kembalikanlah aku
pada ramadhan yang dulu
Dia pernah memberikanku
kado terindah mewah
Di usia mudaku

Pancaran iman dalam kesibukan


Padang Bulan, Medan,
Shubuh bercahaya, 2000

Monday, June 20, 2016

Gerakan Stop Bully

Tidak selamanya seorang pembully akan menang dalam hidupnya
Karena suatu saat dia juga kena karmanya
Jadi jangan pernah mau jadi temannya pembully


Kisah ini menurut penuturan seorang teman, kerja di salah satu instansi. Dia sosok staf perempuan yang cukup berpotensi sehingga seorang rekan kerjanya yang kebetulan laki-laki senang membully nya, dan
rekan saya tersebut hanya menangis dalam hati menghadapi perlakuan dan perkataan rekannya itu

Lelaki itu seorang pustakawan dan suka menjudge dan senang menggosipi rekan teman saya, baik secara tidak langsung, dibelakangnya bahkan didepannya secara langsung

Lalu karma datang baginya, tak tanggung-tanggung di bulan ramadhan. Laki-laki yang pustakawan itu saat berjualan kaus di siang hari, kemudian ada pengunjung dari instansi lain, yang ingin bertanya sesuatu soal buku, dia bilang tanya saja sama perempuan itu. sambil menunjuk rekan perempuan saya itu. Kemudian
teman saya mencoba membantunya.

Lalu kemudian terjadilah insiden itu, si pengunjung perpustakaan tak puas dan mempublikasikan di media sosial dan akhirnya si pembully kebakaran jenggot dan menelpon si pengunjung. Akhirnya yang terjadi adalah dia terganggu dan baru tahu rasanya bagaimana di sudutkan bahkan hingga ke media sosial. Dia pun bermain drama dan akhirnya minta dukungan kepada pimpinan. Dia berhasil, Tapi dia kebakaran jenggot. Akhirnya sang pembully akhirnya merasakan bagaimana rasanya disudutkan

Dan laki-laki pembully itu masih bekerja di instansi itu, tapi sangat berbahaya karena selalu mencari topik membully rekan perempuan saya. Dan bagaimana dengan rekan perempuan saya itu. Dia semakin yakin bahwa sang pembully itu tidak bisa di dukung.Dan dia semakin kuat dan bisa meyakini sang pembully bukan sosok dewa yang bisa didiamkan.


Sunday, June 19, 2016

Narasi Sidang para Dewa



Langit berfirasat akan ada sidang para dewa di langit tertinggi.Alhasil langit menyembunyikan matahari dan mulai istirahat dan membiarkan para dewa ribut, berdebat dan bermufakat tentang rencana mereka yang akan singgah ke bumi, untuk mencari manusia di bumi yang bisa dibawa ke langit untuk menjadi tamu undangan dalam rangka pesta tiga puluh empat abad hari lahirnya dewa keberuntungan. Sehingga dipilihlah seorang yang beruntung untuk diundang kelangit dan di jamu makan malam istimewa yang juga disaksikan oleh dewa cinta, dewa rezeki, dewa bahagia, dewa keabadian dan dewa rupawan


Ruangan sidang hingar bingar. tiba-tiba guntur mengelegar
" saya ingin yang kita undang adalah seorang gadis, agar dia kita hadiahkan juga rezeki, cinta, kebahagiaan dan keabadian, sehingga dia menjadi perempuan beruntung yang kelak membuat bumi semakin baik lagi, karena perempuan punya sifat penyayang" kata Dewa Rezeki "


" saya ingin yang diundang laki-laki, agar kelak dia jadi seorang yang beruntung dan jadi raja di muka bumi " kata dewa keberuntungan

Wednesday, June 15, 2016

Puisi-Puisi Edrida Pulungan

Tembang Sendu
: Pemantik Laramu


Edrida Pulungan


Engkau berlayar di laut gempita
Bermuara samudera asamu
Keping luka
Kau garami menjadi tawar
Lelaki yang mendekap pedihmu
Dalam satu tarikan nafas
Dia pergi
Berkhianat

Engkau tersenyum
Bidukmu karam
Namun engkau Bersenandung
Tembang sendu
Pemantik laramu




Solo yang ranum, 25 april 2016


Senandung Cinta

Apakah dalam bilik hatimu
Ada ruang kosong
yang belum berpenghuni
yang nyaman dan tenang
Hingga buatku terlelap
Dalam pejam mataku

Kulihat bola matamu yang teduh
Dalam binar rasa
Terpancar kedamaian
Bilik yang hangat
Penuh senandung cinta


Pejompongan, 5 Mei 2016


Tuesday, June 7, 2016

Perempuan yang Bertunas di Pohon Pinang Muda


Entah mengapa sejak aku terlahir ke dunia, aku hanya bisa mendapatkan kasih sayang ibu hingga usia 2 bulan.  Ibuku meninggalkan bapak dan aku puteri semata wayangnya demi  menikah dengan lelaki lain yang lebih kaya. Padahal Bapakku adalah pekerja keras. Dia bekerja untuk merawat taman di rumah saudagar kaya di kampung kami. Gajinya cukup untuk membelikan 10 kilogram beras perbulan. Juga bisa membeli keperluan Ibu untuk membeli baju baru dan kosmetik ibu seperti lipstik dan bedak. Ibu memang perempuan rupawan, rambutnya panjang bagai mayang terurai dan kulitny aputih seperti kulit buah langsat muda. Dan Bapak adalah sosok penyayang, penyabar, bijaksana dan humoris. Meskipun Bapak hanya memakai pakaian putih dan sarung kotak-kotak hijau kebanggaanya. Bapak terlihat tampan, karismatik dan bersahaja. Namun toh Ibu sudah meninggalkan kami, karena harta Bapak tidak banyak, cuma kotak perhiasan yang berisi cicncin nikah yang Bapak beli dari uang hasil bekerja selama lima tahun pada Saudagar Kasan dan tak punya perkebunan dan peternakan seperti yang dimiliki suami baru ibu. Aku sedih sekali, Aku ingin menangis merasa menjadi puteri kecil yang terlantar. Aku mengingat Bapaklah yang menggencongku saat aku ingin minum susu. lalu bapak memasak  beras dan saat nasi mulai lunak dan mendidih, airnya diambil oleh Bapak dan akupun meminumnya dengan rasa lahap, karena rasanya lezat , manis dan hangat. Mungkin begitulah rasa air susu ibu.

Kini aku sudah tumbuh jadi anak perempuan yang cantik dengan rambut panjang di kepang dua. Bapak senang sekali menyisir rambutku. Dia bilang rambutku indah mirip rambut Ibu. Aku merasa bapak memang sangat mencintai ibu dan setia. Dia belum menikah sampai sekarang usiaku 7 tahun

Sore hari itu kulihat Bapak membawa tanaman pinang muda dalam pot putih. Pot yang terlihat seperti kotak persegi. lalu dengan hati-hati dia mengeluarkan pinang tersebut dan membawanya ke belakang rumah yang dekat dengan sumur, setelahitu Bapak masukkan lagi tanah kedalamnya dan kemudian bibir Bapak komat-kamit. Entah apa yang dibaca oleh Bapak. Aku hanya bisa tersenyum melihat bibir Bapak yang komat kamit dan monyong ke kiri dan ke kanan kemudian dia menyemburkan daun sirih kedalam pot putih tersebut yang sudah berisi tanaman pinang muda kecil. Bapak mengelilingi pot tersebut tujuh kali. Saya bingung untuk apa Bapak berkeliling tujuh kali?

" Pak itu tanaman apa?"
"Tanaman pinang, puteriku Laras" kata Bapak
" Kenapa ditanam di dalam pot dan dekat sumur Pak?
" Oo.. supaya gampang Bapak sirami dam pot ini pemberian saudagar, katanya hadiah dari moyangnya yang keturunan raja, Bapak senang dan haru, saudagar memberikan Pot ini. Mungkin kelak bisa ikut jejak Saudagar yang kaya yang punya perkebunan yang luas dan usaha peternakan"
" Akh, Bapak kok percaya saja, pasti harus kerja keras untuk bisa kaya Pak" kataku tersenyum polos


Lalu akupun masuk ke dapur, ingin memasak nasi, hari sudah sore dan bapak pasti lapar sepulang kerja. Bapak paling senang masakanku nasi putih dengan ikan asin dan sayur labu. Lalu aku menggoreng ikan dan menanak nasi. 

Jam 7 malam makanan sudah terhidang. Aku menyiapkan teh manis hangat kesukaan Bapak, dan aku juga langsung masuk kamar dan tidur selepas makan, karena siangnya aku sudah belajar dan mengerjakan PR.

**
Ayam berkokok dengan nyaringnya aku terbangun. Sudah shubuh rupanya. Segera aku berjalan ke dapur dan menyalakan lampu. langsung berwudhu dan sholat shubuh. bapak mungkin sudha bangun juga dan sholat.

Lalu bapak memanggilku
" laras.. laras kemarilah nak
" ada apa ayah"
" coba lihat nak"
" ada apa Pak"

Akupu terkejut melihat ada sosok perempuan cantik yang jelita. matanya indah, rambutnya panjang, tuguhnya mungil dan melihat kami malu-malu. Ternyata perempuan itu tumbuh disela ranting pinang muda menyerupai tunas hijau diujingnya. Aku terkejut dan tak yakin. 

" Namaku Pinanti" kata perempuan tersebut
" Ya Pinanti, saya Bapaknya Lara"
" saya Lara" kataku memperkenalkan diri juga
" jangan takut aku akan menjadi sahabat kalian, aku bisa mekar dan tumbuh jika selalu diseiram di pagi dan sore hari, jika genap tujuh purnama, maka aku akan menjadi perempuan sempurna dan bisa menjadi bagian keluarga kalian, jika kalian suci hidup bersamaku"
" benarkah" kataku tak percaya
" Kenapa kamu bertunas di pohon pinang ini" kata Bapak lagi
"Aku memang dikutuk karena pernah mematahkan tanaman pinang raja, dan aku bisa kembali hidup jika dirawat dengan baik oleh  tangan dingin sosok lelaki penyabar. Makanya aku hendak mengucaokan terimakasih pada kalian. Kata Pinanti terharu

Matahari mulai tersenyum dan meninggi. Aku segera menimba air di sumur dan dibantu oleh Bapak. kami menyiram pinang muda istimewa. Ada perempuan cantik yang bertunas di sana. Perasaanku tiba-tiab bahagia, semoga kelak Perempuan yang bertunas itu tumbuh besar dan ketika saatnya tiba bisa jadi teman bagiku dan Bapak. Atau jika aku ingin berharap banyak, dia bisa menjadi ibuku dan istri untuk Bapakku yang peyanyang dan penyabar.

Malampun tiba. Dari jendela kamar kulihat pinanti perempuan yang bertunas di pohon pinang muda nampak memejamkan matanya istirahat. Semoga mimpinya indah seindah mimpiku dan bapakkku. Selamat tidur Pinanti.

Friday, June 3, 2016

Promosikan Indonesia Kepada Dunia Melalui KOPI



Perjalanan adalah kado terbaik
yang diberikan untuk manusia
dimuka bumi
agar dia memaknai
bahwa semesta diperuntukkan untuknya

( Puncak Kelimutu, 21 April 2016)


Saya termasuk orang yang suka jalan-jalan, dan jika ada liburan atau weekend, saya memilih untuk mengunjungi bebrapa tempat yang menarik bagi saya, dan pada bulan lahir saya, april, baru-baru ini, saya berkunjung ke Ende, yakni daerah tempat Presiden RI Pertama diasingkan, disana saya melihat masyarkat Ende yang mayoritas penenun tenun ikat, dan juga melihat alamnya yang indah berupa pantai, serta sistus bersejarah seperti taman renungan, saat Presiden Soekarno memikirkan tentang lambang negara kita Panca sila yang diambil dari ide daun sukun yang berhelai lima. Saya merasa bulan Juni adalah bulan yang mengingatkan saya pada perjalanan bulan lalu, indah dikenang , apalagi say abanyak mengabadikan photo human interest yang membuat kita ingin datang lagi dan lagi ke berbagai daerah di Indonesia. Seperti beberapa photo perjalanan saya berikut ini :

  Gambar 1 : Pesona Danau Kelimutu, NTT


   Gambar 2 : Monumen Puncak Pemandangan Danau Kelimutu, NTT

   Gambar 3 : Papan penanda Menuju Puncak Danau Kelimutu, NTT
doc. EdridaPhotograp


Gambar 4 : Mengintip Sunset  Danau Kelimutu, NTTdoc. EdridaPhotograp


 Gambar 6 :  Foto Bersama teman dari Jerman Menuju  Puncak Danau Kelimutu, NTT doc. EdridaPhotograp

Gambar 7 : Kegiatan  Keseharian Perempuan Ende mengikat dan mengurai benang , NTT doc. EdridaPhotograp

Saya mulai menekuni blog sejak tahun 2011, namun mulai semangat menulis sekitar tahun 2011. Segala aktifitas saya terangkum dalam beberapa blog, dan selebihnya tercecer di buku diari yang saya tulis dengan aktif, dan kadang saya bingung sendiri sampai full bukunya tercatat habis. Beda dengan mengetik di komputer yang saya harus biasakan. Mungkin chemistry saya pada sesuatu yang klasik, sedangkan saya adalah penulis yang menyenangi dunia fiksi dan non fiksi mulai dari puisi, cerpen, hingga tulisan bertema pendidika, budaya, diplomasi, politik dan sebagainya.

Saya senang menjadi seorang penulis, sekaligus blogger dan citizen jurnalis di salah satu platform Kompasiana dan juga Detik dan blog personal saya ini. Namun saya makin senang mengingat sekarang ada komunitas Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI)  yang dideklarasikan pada tanggal 26 November 2015  untuk menjadi komunitas dari  para jurnalis online dan blogger yang berada di bawah naungan AJOIN (Aliansi Jurnalis Online Indonesia) dan Kabarindo Utama.  Para  Kopiers  saling bersinergi untuk mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Indonesia agar lebih mengenal Indonesia dan juga dunia Internasional akan  keindahan alamserta keanekaragaman budaya.



Jika dilihat dari deklarasi tersebut , jelas KOPI adalah wadah yang istimewa yang berusaha menggalang para blogger untuk menulis dan melaporkan berita-berita yang baik terkait dunia pariwisata serta kreasi dan cipta karya anak bangsa seperti film, musik, fashion, kuliner dan sektor ekonomi kreatif lainnya, d. Tentu saja jurnalis juga harus memilki etika dalam menulis berita, dan yang utama adalah yang menuliskan tentang pesona Indonesia pada dunia 


 
Jadi teman-teman blogger dan jurnalis, silahkan KOPI  karena setiap kita adalah duta bangsa dan duta wisata yang mengabarkan tentang pesona Indonesia dimata dunia, apalagi sektor Indutri wisata Indoensia jika dibandingkan dengan negara Malaysia, kita kalah jauh, untuk itu kita bisa berkontribusi melalui KOPI, syaratmya tulis tentang pesona wisata atau keindahan daerahmu. Karena tanggal 26 Juni akan ada acara KOPIERS dari daerah yang akan dihadirkan untuk datang kejakarta dan bisa bertemu dengan jurnalis lainnya. Seperti saya akan menuliskan tentang keindahan daerah kelahiran saya Sumatera Utara, yakni Medan,Brastagi, Padang Sidmpuan, Sibolga, dan lain sebagainya. HORAS. Selain itu kita kana menimba ilmu dari pemerintah yakni kementerian pariwisata, para stakeholder, jurnalis, dan blogger lainnnya se Indonesia, tentu acara yang menyenangkan bukan? yuk.