The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, January 20, 2014

Oli Top 1, Pilihan Orang Top?



Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog TOP 1
Citizen Journalism 2014


             Photo  Bapak Dubes Indonesia untuk US Dinno Patti Djalal
               Bersama Joseph M Ryan, President TOP 1 Oil Products Company,       Stephen F Milam, President TOP 1 Manufacturing Division  USA
(doc www.vivanews.com)


            Adik saya penggemar otomotif. Cita-citanya membuka bisnis showroom Saya melihatnya senang merawat mobil dan motor. Untuk penggunaaan pelumas dia menggunakan oli TOP 1. Menurutnya oli TOP 1 HP Plus 10w-40 menjadi pilihan untuk pelumas mobil innovanya selama ini.  Sebagai seorang yang meniti karir di bidang otofinance dia memang senang menggeluti dunia otomotif yang memudahkan dia juga mengenal dunia  finance dan maintenance agar bisa melayani customernya lebih baik.
            Berdasarkan testimoninya, dengan menggunakan TOP 1,  tarikan mobil menjadi lebih enteng dan mudah. Dia adalah orang yang paling sibuk menyiapkan kendaraan untuk keluarga saat lebaran karena semua sanak keluarga kami berkumpul untuk liburan dan silaturrahmi mengunjungi saudara di luar kota.  Maka persiapan maintain kendaraan sebelum  bepergian sangat penting  demi kenyamanan berkendaraan sehingga perjalanan menyenangkan untuk semuanya.
            Menurutnya memilih oli memang tidak boleh sembarangan, alih-alih sebagai pelumas yang bermanfaat malah bisa merusak mesin jika tidak teliti karena oli berfungsi sebagai  Oli sebagai salah satu zat yang sebagai pelumas mesin, rantai, atau bagian-bagian lain yang bergesekan agar tidak terjadi aus, karat dan lain sebagainya.
            Berdasarkan bahan bakunya ada tiga jenis oli yang beredar di pasar, yakni mineral, semi sintetis, dan sintetis. Pelumas mineral, material dasarnya adalah minyak bumi yang diolah menjadi minyak pelumas. Jika kemudian hasil olahan tersebut ditambah dengan bahan sintetis lain untuk mencapai standar mutu yang lebih baik, maka produknya disebut dengan pelumas semi sintetis. Kualitas lebih tinggi lagi disebut pelumas sintetis.

Kenapa Top 1?
            Karena Top 1  adalah oli yang memiliki  Standar Kekentalan Oli yang sudah diakui (American Petroleum Institute) yang pasti tertera dalam buku petunjuk tersebut. Kriteria tersebut harus diikuti. Sertifikasi API dan lainnya menunjukkan tingkat bonafiditas produk bersangkutan.
            Disamping itu Top 1 memiliki keunggulan yang memberikan perlindungan bagi mesin generasi modern dengan akselerasi tinggi, mencegah korosi, mengurangi gesekan dan keausan dengan optimal, mencegah terjadinya slip kopling dan mempermudah perpindahan gigi, memiliki sifat kekentalan yang stabil pada temperatur ekstrim rendah atau tinggi, menjaga kebersihan mesin dan mencegah deposit pada piston karena mengandung aditif khusus detergent dan dispersant serta tidak mudah teroksidasi pada temperatur yang tinggi.
 Dan yang perlu di perhatikan ketepatan jenis pelumas untuk sebuah kendaraan lebih ditentukan oleh tingkat kekentalannya yang ditujukan dengan SAE (Society of Automotive Enginers). Semakin rendah angka SEA akan semakin encer pelumas tersebut.Dan dalam kemasan oli top 1, biasanya ditemukan kode huruf dan angka yang memperlihatkan hal itu. Contohnya SAE 40, SAE 50, SAE 90, dan seterusnya. SAE singkatan dari Society of Automotive Engineers atau Ikatan Ahli Teknik Otomotif, yang menetapkan standar kekentalan pada suhu 100 oC. Angka di belakangnya menunjukkan tingkat kekentalannya.

Top 1 Pilihan Orang Top

            Saya pernah membaca berita di media online bahwa Dinno Patti  Djalal sebagai Duta Besar Republik Indonesia sebagai wakil pemerintah RI  untuk US pernah mengunjungi pabrik TOP 1 di kawasan Los Angeles–California pada tanggal 29 Maret 2011 lalu atas  undangan Joseph M Ryan, President TOP 1 Oil Products Company, USA yang didampingi Stephen F Milam, President TOP 1 Manufacturing Division
            Orang top biasanya memilih produk pilihan dan berkelas,  Dinno meraih gelar Doktor bidang hubungan internasional di London School for Economic and Political Science (Inggris), Dino Patti Djalal berkunjung, ke pabrik TOP 1 di kawasan Los Angeles–California pada tanggal 29 Maret 2011 lalu.
            Sebagai seorang pecinta ilmu, saya sangat mengagumi beliau sebagai orang Indonesia yang sudah meraih  pendidikan dan  gelar Doktor bidang hubungan internasional di London School for Economic and Political Science (Inggris), perjalanan karir beliau sebagai Duta Besar  dan pernah menjabat sebagai juru bicara presiden bidang luar negeri ini ternyata menganggap TOP 1 sebagai pelumas nomor wahid, Jika begitu apakah TOP 1 Pilihan orang TOP seperti Pak Dubes? Pilihan anda Top 1 juga kan?

Mampukah Semen Indonesia Wujudkan Rumah Impianku?




 Tulisan ini diikutkan dalam Lomba karya Tulis Semen Indonesia 2014 dengan Tema Industri semen Indonesia, Kini dan Esok
 
     Mampukah Semen Indonesia 
Wujudkan Rumah Impianku?
                                  oleh : Edrida Pulungan*

        Impianku sejak lama adalah memiliki rumah idaman kelak. Tempat berteduh dari panas dan hujan juga tempat berkumpul  dengan keluarga tercinta. Tentu saja memiliki rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi harga tanah dan harga material bahan pembangunan rumah semakin lama semakin mahal. Karena sudah ingin memiliki rumah sejak lama maka saya mengukur kemampuan  finansial saya dan memastikan type rumah yang kelak dibangun sehingga lebih mudah dalam menentukan anggaran biaya yang dibutuhkan.
          Bagi saya rumah idaman memnuhi empat kriteria yakni  Pertama, hemat energi karena cahaya matahari bisa masuk  ke rumah secara alami melalui ventilasi alami (jendela)  yang menggunakan material produk lokal maupun bahan daur ulang sehingga murah perawatannya.  
                                       doc. rumah.mitula.co.id
          Kedua, ramah lingkungan karena tersedianya ruang terbuka hijau di areal rumah serta memberdayakan potensi lokal. Misalnya, dengan mengadaptasi desain rumah-rumah tradisional. Biasanya rumah seperti ini dimiliki banyak seniman  atau orang yang bercita rasa budaya tinggi.
          Ketiga, adanya interaksi antara ruang dalam rumah dengan ruang luar rumah. Keempat, sesuai dengan karakteristik ataupun filosofi empunya rumah seperti saya yakni rumah sehat, hijau dan inspiratif. Maksutnya rumah itu sehat untuk saya tinggali dan memiliki taman kecil, gazebo atau saung untuk ruang santai keluarga, dan tentu saja rumah idaman bagi saya adalah rumah yang bisa menggugah inspirasi saya sebagai seorang penulis.
          Untuk itu, demi mewujudkan rumah idaman saya maka saya berupaya mengurangi biaya dengan penghematan dalam material dan upah kerja agar lebih efektif dan efisian, tanpa mengurangi standar dan kualitas bangunan rumah saya.          
          Salah satunya adalah dengan menggunakan bahan bangunan sederhana namun bermutu seperti  semen  yang berasal dari produk lokal Indonesia. Saya khawatir jika nantinya bangunan rumah saya terbengkalai hanya karena anggaran biaya pembangunan yang  saya siapkan tidak mencukupi. Karena banyak sahabat saya yang mengimpikan membangun rumah besar tanpa perencanaan yang matang dan estimasi biaya sebelumnya. Sehingga rumah tersebut tidak selesai proses pembangunannya karena menggunakan bahan material seperti semen eksport yang harganya relatif mahal.

Semen Indonesia, Semen Ramah Lingkungan?
     Semen Indonesia (semen lokal) dinilai lebih ramah lingkungan karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan semen eksport, salah satunya adalah ramah lingkungan dan tidak memicu pemanasan global. Karena bahan-bahannya yang alami dan tidak mengandung racun sebelum maupun sesudah digunakan.
         Hal ini sangat penting sekali, karena bahan material yang baik bisa dilihat dalam proses pembuatannya  yang tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan karena dapat terurai dengan mudah secara alami.
        Jadi penggunaan semen Indonesia tidak bisa diragukan lagi, Semen Indonesia bisa diperoleh dengan mudah di toko bangunan. Karena semen Indonesia tersebut adalah gabungan dari Brand semen lokal diantaranya semen gresik, semen padang dan semen tonasa dalam satu holding company. Kualitas semen tersebut sudah teruji dan mudah digunakan dan siap pakai, hanya perlu ditambah air dan berfungsi ganda untuk pasangan bata dan pekerjaan plesteran.
    Daya rekat semen Indonesia juga tinggi dan plastis saat diaplikasikan karena aplikasi adukan lebih tipis dan pemasangan bata lebih rapi, sehingga menghemat penggunaan bahan adukan. Saya mengetahuinya dari seorang konsultan property yang mengatakan semen lokal saat diaduk tidak cepat kering dan mudah terserap oleh porositas permukaan bata. Sehingga waktu pengerjaan lebih cepat dan menghemat biaya dan mencegah terjadinya retak rambut pada dinding akibat penyusutan.
        Dengan menggunakan semen Indonesia, hasil  bangunan lebih kuat dan permukaan dinding lebih halus. Salah satu bukti produk semen Indonesia yang terdiri dari semen padang dan semen gresik karena sudah terbukti kualitasnya dengan mendapatkan label (SNI) 19-9001-2001 dan ISO 9001:2000, dan ISO 14001:2004, sertifikat no GB01/19418 Sistem Manajemen Mutu dari SGS sejak Februari 2001 untuk standarisasi Sistem Manajemen Lingkungan.

Rumah idaman sehat, hijau dan menginspirasi

        Saya berharap dengan menggunakan semen Indonesia, maka rumah saya akan kokoh dan sehat. Sebagai pecinta lingkungan saya juga resah dengan kondisi perubahan iklim dan kondisi banjir yang bisa mengganggu ketentraman penghuni rumah karena harus menguras air yang masuk. Seperti kisah  rumah teman-teman saya yang terkena banjir di daerah bekasi dan ciledug. Untuk itu saya membuat sumur biopori  setinggi 10 saya sehingga bisa menjadi resapan air hujan.
Dan juga membuat lubang-lubang kecil  dengan dasar lubang setinggi 10 cm yang diisi batu koral dan batu apung dan ijuk untuk bekas sampah rumah tangga seperti sampah hijau bekas makanan untuk pembuatan kompos. Sehingga bisa menjadi pupuk tanaman untuk kebun saya yang mungil seperti tanaman  tomat, bawang, bayam dan daun serai.
          Rumah idaman yang kokoh, sehat,  dan hijau akan membuat saya betah didalamnya. Dan tidak perlu biaya renovasi yang mahal karena dinding yang retak dan mudah hancur. Karena rumah bagi saya adalah tempat yang mendamaikan dan dirindukan oleh semua penghuninya untuk istirahat, berkumpul dna berbagi cerita tentang inspirasi kehidupan untuk masa depan.
          Rumah idaman bagi saya adalah rumah tumbuh kembang saya bersama pasangan dan anak-anak saya kelak, menganyam impian tentang cinta dan cita-cita. Di rumah ini saya menebar virus kekuatan akan impian termasuk  bercita-cita memiliki rumah idaman. Rumah yang saya peroleh dengan menabung bertahun-tahun dari rezeki yang halal dan berkah. Sehingga sayapun betah didalamnya tanpa khawatir debt collector yang harus mengejar-negjar saya karena terpaksa melunasi hutang  karena nafsu yang besar memiliki rumah diluar kapasiatas pendapatan saya.  saya juga tak perlu mencuri uang negara demi sebuah rumah yang saya impikan. Karena rumah adalah mahakarya saya yang sederhana dengan impian luarbiasa didalamnya
          Dan saya sangat cinta produk Indonesia meskipun saya berpikir global saya jarang menggunakan produk luar termasuk untuk semen. Mungkin hal yang sangat sederhana. namun  bagi saya dengan menggunakan produk Indonesia berupa produk lokal, dengan sendirinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang menyerap banyak tenaga kerja dan juga kemakmuran bangsa.
          Saya percaya di masa depan akan banyak masyarakat Indonesia yang memiliki rumah idamannya sendiri dan bisa tersenyum menyambut pagi serta menganyam mimpi tentang kebahagiaan memiliki rumah impiannya sendiri dengan rasa syukur. Seperti lirik lagu Iwan Fals, Lebih baik disini, rumah kita sendiri”.
          Karena saya percaya Indonesia strong from home, from their local product. Maju terus Semen Indonesia. Satu pertanyaanku untukmu semoga terjawab. Mampukan Semen Indonesia wujudkan rumah idamanku dan rumah idaman seluruh masyarakat Indonesia?


*Penulis adalah Blogger Kompasiana, Pecinta produk Indonesia, peminat green living dan telah menerbitkan buku Antologi Pelangi Jiwa





Friday, January 17, 2014

Reviw SAIA Djenar Maesa Ayu, Terbungkam Namun Bertahan



Buku SAIA karangan  Djenar Maesa Ayu setebal  139 halaman yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama diluncurkan pada tanggal yang unik yakni tepat dengan hari ulang tahun sang penulis  yang ke 41 ditanggal 14 januari. Djenar menulis 14 judul cerpen ditambah tulisan cuplikan novel  yang begitu menarik untuk dibaca,  karena mengulas kisah keberanian perempuan untuk bercerita dna mengangkat kisah perempuan yang berjuang untuk kehidupan setelah pahit dan luka ditelan dalam.

Membaca SAIA seperti membaca realitas kekinian tentang dunia perempuan yang penuh dengan pergolakan jiwa, perjuangan melewati batas-batas permasalahan dalam kehidupan perempuan. Salah satunya cerpen air bercerita bagaimana seorang perempuan menjaga janin dalam kandungannya yang berasal dari air kental putih symbol kehidupan anak manusia, dan pemikiran seorang perempuan yang memiliki naluri sebagai seornag Ibu akan menjaganya. ironis, namun itulah kehidupan. 

Puisi ini ditutup oleh empat baris puisi Banyu Bening dengan bait-bait puitis, " air dapat mememlukmutapi tak akan menolongmu, air dapat pantulkan cahayamu tapi tak dapat jadikanmu nyata.

Dalam cerpennya yang unik adanya visualisasi suara yang dibahsakan dengan tik tok dalam judul cerpen Nol Dream land yang merupakan suara detik jam yang terus menghentak di kepala seorang perempuan bernama nayla yang berjuang  bersama waktu yang terus melaju dalam perjalanan dan kenyataan hidup yang harus di jalaninya.

Sedangkan cerpen SAIA adalah cerpen Djenar di bab ketujuh tentang perenungan seseorang bernama saya yang merenungi banyak ketidak adailan dan kriminalitas yang kebanyakan terjadi pada perempuan. Dan disinilah kekuatan kumpulan cerpen Djenar Maesa ayu yang mengajak kita menyentuh kehidupan kelam, hitam namun adalah wajah yang ada disekitar kita yang menanti membuka topeng dan borok kehidupan untuk mengembalikan harapan dan impian untuk menghadirkan sepotong seyuman untuk tetap kuat dan bertahan.


Be strong perempuan Indonesia, ini adalah pesan terdalam dari semua isu-isu  keperempuanan yang disampaikan Djenar dalam diksi, symbol, visualisasi kata yang membawa kita kedalam kehidupan nyata yang tidak maya. Djenar  memang konsisten menuliskan kisah perempuan yang terbungkam, khususnya dalam masyarakat metropolitan, tentang moral dan seksualitas secara eksploratif dan lugas, gayanya  tulisannya yang khas, sederhana namun tembus ke jiwa meski selalu kontroversial namun dicintai banyak penggemar tulisannya.Buku ini sangat cocok dibaca untu bangkit dari puing-puing keterpurukan. Selamat membaca.


Tuesday, January 14, 2014

Ketika Saya Menjadi Pengrajin Kata



Tahun terus berganti, kehidupan senantiasa berubah, begitu juga manusia yang secara sederhana terdiri dari dua komponen raga dan jiwa. Raga manusia semakin menua, dan jiwa juga sering bermetamorfosa. Manusia ada diantara dua sisi yakni  dimanis dan statis. Lalu kehidupan berjalan dan masa depan meninggalkan masa lalu. Dan apa yang bisa kita lakukan dengan waktu?

Jiwa yang senantiasa muda dan hijau akan terus belajar tentang dirinya, baik apa kekuatan dan kelemahannya hingga dia semakin bersyukur dan dekat dengan Tuhannya, begitu kata  imam Al Ghozali. Namun ada juga jiwa yang coklat, menua dan menyelesaikan kehidupan dalam diam dan tanpa asa, mungkin sudah lelah, pasrah atau jengah. Dan itu manusiawi tentunya.  Bagi saya Jiwa manusia adalah manifestasi abstraksi asa dan rasa.

Dan raga manusia terwujud dari 90 persen terdiri dari air dan terbungkus tulang, senantiasa berkembang mengikuti takdir alam, bahkan ada yang mati muda sebelum lanjut usia, ada yang sakit namun masih bertahan hidup lama, bahkan Chairil Anwar juga berteriak dalam syairnya “ Ingin Hidup seribu tahun lagi”,  Namun Tuhan sudah memberi jatah yang berbeda-beda untuk rentang usia manusia. Dan raga juga hanyalah punggawa yang mengikuti panglimanya yakni hati.
Pda tahun baru ini, ada asa dan rasa yang membara ketika saya tersadar sekian lama, ternyata saya adalah pengrajin kata-kata, dan hidup diantara kata-kata. kata-kata pertama yang membangunkan jiwa dan raga saya berasal dari Bapak, kata-kata yang saya dengar ketika saya berusia sepuluh tahun adalah pribahasa arab “Man Jadda Wajada ( من جدّ وجد ) yang bermakna “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil. Mungkin karena beliau adalah seorang santri sehingga berkesan dengan kata-kata ini. Dan memang bagi saya dia adalah seorang Bapak sekaligus Guru yang mengajari saya banyak hal tentang kehidupan.
Saya masih menyimpan surat-surat  beramplop coklatnya yang dia kirimkan jauh dari pulau tempat dia bekerja sebagai abdi negara (sudah hilang karena sering nomaden), konsep-konsep pemikirannya dalam agenda kerja, bahkan puisi-puisinya yang terselip di halaman belakang dengan tulisan tangan klasik. Dan tentu beliau sosok yang sering memproduksi kata-kata, hingga nama saya adalah perpaduan namanya dengan kekasihnya (ibu saya), sungguh romansa kata-kata sudah dia turunkan sempurna uang berpengaruh dalam kehidupan saya.
Namun  saat itu saya tidak pernah menjadikan kata-kata Man Jadda Wajada itu istimewa, mungkin karena pada saat itu saya masih muda dan tidak terbebani dengan  tujuan hidup dan lain sebagainya.
 Hingga ketika sepuluh tahun kemudian, ketika saya semester pertama kuliah, Bapak mengirimkan surat lagi kepada saya dan menuliskan kata-kata penutup yang erat hubungannya dengan waktu. Kata-kata itu adalah “ Ananda hari ini menentukan hari esok”, jleb !! hati saya tergugah dan terdiam beberapa saat, kata-kata itu berhasil menjadi mantra dalam hidup saya hingga saya selalu mencoba memaknai waktu dengan makna, dan saya berhasil dengan menuntaskan kuliah di dua universitas negeri dengan mengoptimasi waktu dengan berinvestasi dengan pendidikan dan sedikit mengorbankan masa romansa anak muda untuk bekal masa depan. Dan sepuluh tahun kemudian benar kata Bapak, hari-hari dimasa lalu menghantarkan saya pada episode kehidupan dimasa sekarang yang tak pernah saya bayangkan, dan harus saya syukuri, perjalanan yang dulu mengantarkan saya menjadi pengrajin kata--kata, sebagai speechwriter (penulis pidato) di salah satu lembaga negara. Lagi-lagi saya hidup dalam kata-kata.
          Pada bulan November 2013 saya diminta  Kompasiana menjadi Host Moderator dengan dua topik yakni musik dan TKI, dan saya kembali lagi merecall kata-kata terbaik untuk bertanya,  berinteraksi, dan berdialog dengan para narasumber di panggung dan berakhir dengan lancar karena memulai acaranya dengan rangkaian kata-kata dalam doa. Dan kata-kata tersebut  berujung menjadi jalinan persahabatan yang indah antara saya dengan Anezkia dan Fera Nuraini, yang keduanya berpengalaman menjadi TKI perempuan yang tegar dan inspiratif menurut saya,dan wawancara dengan grup band 3 Composer (Pencipta lagu dan lirik artis top mulai dari Afgan, Siti Nurhaliza, Marcel, dan lain-lain)  Saya mendengar  langsung lirik-lirik lagu dalam nada yang indah yang mereka ciptakan membuat saya semakin jatuh cinta dengan kata-kata.
Penghujung tahun saya juga terpilih menjadi finalis Public Speaking Rene Suhardono dan Friends dan  pada saat itu saya membuka performance di panggung dalam satu cerita  tentang passion saya dengan memulainya dengan “ Kata-kata adalah mantra” yang akhirnya memberi saya ruang di hati para sahabat baru yang terinspirasi dengan kata-kata tersebut. Dan kata-kata itu yang menghantarkan saya berkenalan dengan para coach super keren seperti Rene Suhardono, Ivan Deva, Didi Mudita, Steve Kosasih, Ricky Setiawan dan beberapa fans berjiwa muda dari berbagai kalangan seperti aktifis LSM, pengacara, banker, serta pengusaha, Mereka adalah Dierapaksi, Hendriyadi, Indra Rezki, Lutfi, dan Heriyanto yang datang jauh-jauh hanya untuk mendengarkan kata-kata dalam cerita (story) dalam durasi lima menit itu.
          Dan tahun 2014 ini, saya akan terus belajar menjadi pengrajin kata-kata dari setiap orang yang saya kenal. Siapapun mereka, dari seorang penjual sarapan, pekerja kreatif, ilmuawan hingga negarawan. Dan saya akan terus bekerja dan setia dengan kata-kata.

Semoga kelak kata-kata yang saya ungkapkan baik dalam lisan dan tulisan mampu membuat setiap orang tergugah untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menghadirkan senyum bagi hati yang luka, menggerakkan jiwa untuk berkarya, dan mungkin mengubah satu bangsa menjadi sejahtera.

Kata-kata yang akan mengetuk setiap jiwa dan mengubahnya menjadi sejuk, damai hangat, gembira menjalani hari-hari. Bukankah kehidupan kita di dunia dimulai dengan kata-kata dalam dialog sebagai perjanjian kita dengan Tuhan dan diakhiri dengan jawaban-jawaban terbaik kita kelak menghadapnya dengan kata-kata yang dipersaksikan seluruh raga. Dan inilah saya sang pengrajin kata.