Friday, April 1, 2016

Seribu Senyuman Untuk Satu Hati






                                          doc. Simian Line Community

Puisi-Puisi Edrida Pulungan

Seribu Senyuman Untuk Satu Hati

Senyum itu
Senyum simpul
yang selalu membuat hati teduh
Di rinai hujan
Di keramaian
Di hatiku yang masih perawan
Senyumanmu itu indah bagiku
Membuka hari tanpa beban
Karena hati telah tertawan

Aku perempuanmu
Setia mencinta
Kita arungi rasa dan asa
Dalam tahun menahun
Dan pelukan setelah senja


Jika aku mampu merengkuh hatimu
Apakah semua akan menjadi nyata
Dan seribu senyuman itu
Akan terus milikku
Karena seribu senyummu untukku
Untuk satu hati yang telah berpenghuni

Senayan, 1 April 2016


Rindu yang Teduh

Rasa itu terikat bagai simpul putih
Kuat, erat dan suci
Itu kemarin
Kemarin yang indah
Saat hariku-hariku begitu sakral
Dalam pertemuan yang tak terduga
Kisah kita akan terkenang
Terhampar bagai cerita
Dalam selembar wastra yang indah
Yang ditenun dengan cinta





Seperti kisah pangeran busiman
menjemput sang puteri di istana
yang begitu Bahagia menyambut pagi
dengan menunggang kuda
Rindu yang teduh
Rasa hati kian berlabuh
Namun itu kemarin
Kini hari berganti
Apakah rasamu juga
Kembalikan padaku rindu yang teduh




Bukan Manusia Bodoh

Memang dia memilih yang lain
Bukan engkau yang menantinya
Namun engkau bukanlah manusia bodoh
Engkau dapatkan lagi hatimu yang terluka
Dan pulihkan ia dengan seribu kisah cinta bahagia
Dengan sepasang sayap yang patah
Yang akhirnya akan pulih
Dan terbanglah
Terbanglah jauh
Menjemput mimpimu kembali

Hati Berpenghuni

Jika langkah ini salah
Apakah yang harus disesali
Jika hati itu sebelumnya berpenghuni
Dan terluka
Lalu mendatangimu
Dan kau sambut dengan cinta
Sungguh tulus hatimu

Namun apa dikata
Dia insan seribu wajah
Dengan topeng kepalsuan
Pergi setelah pulihnya

Maka lepaslah ia
Untuk yang lain
Kau bukanlah peri baik hati
Yang terlupa dan terluka
Berkali-kali oleh mereka
Singgah dan pergi semaunya

Biarkan hatimu diketuk
Oleh kesungguhan
Bukan kesemuan

Depok, 22 September 2015


Palung Hati

Mungkin palung hatimu terlalu dalam
Begitu dalam penuh kegelapan
Tiada yang mampu selami
Hingga ombak menghantarkannya
Ke bibir pantai

Lalu engkaupun tahu betapa indahnya
Kepasrahan
Setelah engkau buramkan kenangan
Dan menatap masa depan



Tidung, 2014

0 comments:

Post a Comment