The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, August 16, 2014

Merdeka Untuk Selamanya






 doc.www.lucu.com


MERDEKA UNTUK SELAMANYA

Ku lihat sang saka berkibar dengan perkasa
Menatap angkasa dengan teguhnya
Tegak berdiri
Dwi warna
Putih suci
Merah berani
Berkibar
Anggun
Hingga di abad masa
Semangat merah putih
Akan terus abadi
Dititipkan pada jiwa semua anak bangsa
Warisan perjalanan sejarah yang tak akan sirna
Jangan pernah kibarkan bendera dengan warna yang lain
Di tanah airku Indonesia
Jangan pernah menggoda bangsa kami untuk pecah
Karena hasut kuasa dan setumpuk rupiah
**

Dalam puluhan tahun
Puluhan masa
Barisan abad yang meronta-ronta
Terkeruk lelah dalam kuasa penjajah
Terhempas sukma dalam kebodohan yang merajalela
Terkoyak raga dalam kemiskinan yang nista
Negeri kami gelap
Berputar dalam labirin pengap
Ingin berlari keluar
Melihat cahaya terang
Bebas
Merdeka
Tidak terbelenggu
Punya hak yang sama
Sejahtera
Mandiri
Digdaya
**
Refleksi nafak tilas perjuangan para pahlawan
                                                Mereka  Berjuang
Atas nama harga diri bangsa
Sampai kapan terpasung dan buntung
Bersatulah
Maju dan pantang mundur
Hingga merdekanya negeri ini
Kita rebut dengan tangan sendiri
Bukan hadiah dari bansa lain
**
Tahun-tahun penjajajahan
Dimana para pemimpinya
Apakah sudah negarawan
Dimana para pemudanya
Apakah sudah bersatu
Dimana para kaum ibu
Apakah sudah rela melepas anak suaminya ke medan juang
**
Merdeka
Merdeka
Kepalkan tangan wahai pemuda
Bersumpah dalam semangat juang
Teriaklah kencang membahana ke angkasa
Kelak negara berdiri tegak
Nusantara yang bersatu dalam ikatan jiwa yang utuh
**
17 Agustus 1945 momentum harapan
dalam kulminasi euforia jiwa
Berkumandanglah Pengakuan  sejati nan sakral
dihadapan jutaan rakyat
“Proklamasi
Kami Bangsa Indonesia
Dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”
Riuh gemuruh bertepuk rasa
Dwi warna berkibar
**
Namun  negeri merdeka harus tahan uji
Bukan sekedar kebebasan yang euforia
Bebas namun semu apalah guna
Cobaan negara akan jatuh dan runtuh selalu ada
Jika tidak siaga dan tergoda pengkhinat bangsa
Pertahankah segenap jengkal tanah NKRI
Terus berjuang dalam diplomasi, meja perundingan dan kerjasama
 Indonesia harus bertahan dalam aroma kemerdekaan sejati
Pemimpin Meyakinkan rakyatnya
Mereka yang hadir dalam jiwa-jiwa yang sekian lama membisu,
 Terjajah
Pasrah
**
Masihkah engkau percaya sampai detik ini
Mereka  kaum penjajah tak  berdiam diri
Melancarkan strategia agar Indonesia terjajah ekonomi
Terjajah akidah dan harga diri
**
Namun
 Indonesia engkau masihlah dicinta
Terdengar teriakan gempita
Teriakan gemuruh membahana
Hanya pada Tuhan kita meminta
Nafak tilas perjuangan pahlawan
Pengorbanan, jiwa, raga dan darah yang tumpah
“Allohu Akbar”
Teriakan Bung Tomo Berkumandang
Menggelagar
Memujinya yang besar
Takbir yang hidup
Nyali mengutub
Masih saja Indonesia indah dalam pandangan mata
Negeri penjajah ingin kembali dan berkuasa
**
Sang pendiri bangsa
Dalam pidatonya yang menggema
Teriakkan
Kita negara kuat , mandiri dan hebat
Bukan negara kuli dinegeri kita sendiri
Negeri ini akan jaya
Negeri ini akan tegak
Negeri ini akan kuat
Jika nilai pancasila terus tumbuh dan terawat
Di hati rakyat
Dalam harmoni Bhinneka Tungga Ika
Negeri yang terbentang dari pulau-pulau kecil hingga besar
Namun tersatukan dalam  nusantara yang bernama INDONESIA
Negara  ini  kelak akan berdiri tegak
Sejajar dan mandiri di tengah bangsa-bangsa dunia
Menginspirasi kemerdekaan untuk negara-negara Asia Afrika
Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa
Indonesia harum namanya dalam kejayaan masa lalu
Inspirasi bagi bangsa-bangsa terjajah
Yang akhirnya bersatu dan merdeka
Indonesia akan terus mengulangi kejayaannya di masa depan yang cemerlang
Dengan generasi-generasi unggul dan mutiara-mutiara bangsa
Yang terlahir dari sabang sampai Merauke
Bersama membangun bangsa dan Neeri
**
Merdeka!
Dirgahayu HUT RI
Kini bentangan waktu dalam puluhan tahun
Anak-anak negeri
Masih kah mencintai negeri ini
Pemimpin masihkah berjuang untuk kepentingan bangsa
Pemuda masihkah bersatu sebagai generasi penerus
Pelurus segala yang tergerus
 Jangan terlena dengan dinamisme budaya asing yang menyapa
kenali negerimu dan kearifannya
Jangan mau tergoda
Kehilangan akarmu dalam gempuran modernisme
Kita pejuang dalam setiap jengkal waktu yang tertahan
Kelak kita akan jadi pemimpin-pemimpin yang terlahirkan
Merdeka Merdeka Merdeka
Kita selalu menyatu hingga di ujung waktu
**
Terimakasih untuk para pejuang, pahlawan dan semua pemimpin negeri
Jasa mereka tak hanya tergores dalam nisan dan prasasti
Namun dalam doa yang akan kekal ketika Indonesia raya dikumandangkan
Dan hening cipta menelusup dalam dada
Juga senyum tulus para veteran dan perwira paripurna
Terimakasih pada Pemimpin yang bekerja untuk rakyat dalam ketauladanan
Terimakasih pada para guru yang mendidik generasi baru
Terimakasih pada ilmuwan yang menuai ilmu untuk kemajuan
Terimakasih pada para pemuka agama yang merawat bangsa dengan
Ajakan kebenaran
Terimakasih pada pemuda yang berkontribusi untuk bangsa
Terimakasih pada birokrat yang setia melayani meskipun berat
Terimakasih pada para medis yang membantu kesejahteraan masyarakat
Terimakasih pada Tentera
yang menjaga setiap jengkal tanah NKRI dengan siaga
Terimakasih pada sejahrawan yang menuliskan tinta emas kejayaaan bangsa
**
Merdeka
Merdekalah bangsa dan negeri ini
Kita Merdeka untuk selamanya
Utuh selalu
Jangan runtuh
Terus Bermetapora dalam prestasi dan karya-karya terbaik
Puteri–puteri pecinta negeri ini
Indonesia padamu kami mengabdi
**
Senayan, 09.00 wib, Minggu, 17 agustus 2014,
Detik-detik kemerdekaaan dan doa dipanjatkan

Tuesday, August 12, 2014

Proyek Kebahagiaan



Proyek Kebahagian

gambar www.crishmom.com

Saat seorang bayi terlahir didunia, dia akan menangis, seolah ini adalah bahasa yang indah untuk mengatakan kepada dunia dan menangis nyaring” hai Bapak Ibuku, teman-teman semua, kenalkan aku penghuni baru dunia ini”. Oh mungkin bukan demikian ya, ini hanya karena saya menulis dari sisi humorisnya. Tentu artinya lebih bermakna dari hal itu, seperti ketika seorang yang menangis menangis saat terlahir kedunia, kelak orang-orang akan menangisi kepergiannya karena hal-hal baik dan kenangan indah yang dia tinggalkan, Disinilah value dari seorang manusia.
  Dan tentu saja setiap manusia yang terlahir kedunia akan menua. Tentu Tuhan sudah memberikan semua fasilitas kepadanya didunia seperti rezeki, jodoh dan usianya. Namun  dalam rentang usianya, tentu banyak pengalaman hidup yang dijalani baik suka dan duka.Jika kehidupan adalah bilangan usia yang harus disyukuri dengan penuh suka cita, sesungguhnya kita bisa menikmati rasa bahagia. Tentunya bahagia adalah perasaan yang menyenangkan dimana kita merasakan hati yang ikhlas, lapang, riang, tenang dan penuh kesyukuran. 
 Masih ingatkah kapan terakhir kali kita bisa tersenyum dengan tulus?.Masih Ingatkah kapan kita merasakan hati yang tenang meski hidup penuh masalah yang tak berkesudahan? Ingatkah kapan kita tertawa dengan lepas? Ingatkah kapan kita memeluk sahabat, keluarga atau orang tua terkasih dengan hangat?
 Bahagia setiap orang memang berbeda-beda, But we cannot force ourself to use another shoes, we also have shoes that fit to us. Artinya  ukuran dan takaran bahagia kita tidak bisa diperbandingkan dengan orang lain. Bagi seseorang memiliki harta yang banyak mungkin menjadi sumber bahagia, namun bagi orang lain memiliki waktu yang banyak dan luang  bisa menjadi sumber bahagia. Meskipun bahagia itu relatif, namun bahagia yang indah adalah bahagia tanpa syarat. Bahagia yang tidak harus dipaksakan sesuai takaran yang rumit. Bahagia yang sumbernya kita bisa ambil dari diri sendiri, dari hati kita, karena bukankah dalam hati manusia dititipkan Tuhan sifat-sifat kasih sayang dan rasa cinta yang bisa kita tebar untuk diri kita sendiri dan juga untuk sesama sehingga perasaan senang akan melahirkan bahagia.
        Proyek kebahagiaan bisa menjadi milik setiap orang, karena bahagia adalah keputusan kita sendiri untuk merasakan rasa yang kita bisa hadirkan sendiri. Kadang ada baiknya kita menciptakan proyek kebahagiaan kita sendiri dengan menuliskan  dan menjurnal berbagai hal yang membuat kita bahagia setiap hari. Menarik bukan? Bahkan seorang Penulis Gretchen Rubin menuliskan buku tentang The happiness project yang bercerita tentang Kisah nyata seorang perempuan yang mencoba mencari apa yang bisa membuatnya bahagia dan kemudian menjalani apa yang disebutnya proyek kebahagiaan yang dimulai bulan per bulan sampai mencapai satu tahun. Dikisahkan dalam setiap bulannya, ia membuat satu resolusi dengan mempraktikkan kasih sayang; meminta pertolongan; mendapatkan lebih banyak kesenangan; menulis rasa syukur di buku catatan; sampai melakukan sesuatu tanpa mementingkan hasil. Ia juga menerapkan berbagai pendapat yang pernah ada tentang menjadi bahagia--dari pendapat para ahli filsafat, rohaniwan, hingga pendapat sosok sukses lainnya. Semua dijalaninya untuk menemukan mana yang berhasil membuatnya bahagia dan mana yang tidak. Dan perjalanan proyek tersebut menghantarkannya pada hal yang menyenangkan seperti mengekspresikan perasaan-perasaan tak nyaman tidak akan menghilangkan perasaan itu; bahwa perubahan yang sangat kecil bisa menghasilkan perbedaan yang sangat besar. Semua penemuannya ini berkisar dari hal-hal yang sangat praktis sampai hal-hal yang bersifat mendalam.
         Ketika menulis artikel ini saya mencoba mengumpulkan beberapa catatan kesyukuran saya tentang hal-hal yang membuat saya bahagia dan memutuskan untuk bahagia dalam 3 bulan terakhir, diantaranya, pertama,  menyelesaikan 2 buku saya yang berjudul " Diatas Langit Eropa Melamarmu dan Sepucuk Rindu Untuk Aisyah yang setia,  dan untuk buku terakhir, penjualannya untuk donasi sosial seorang anak jalanan bernama Aisyah Pulungan yang sudah saya serahkan sendiri bersama Relawan Lentera Pustaka Indonesia yang disambut penuh haru oleh orangtua Aisyah Pulungan di Sumatera Utara jelang dua hari sebelum lebaran, Kedua,Menerima telepon dari sahabat lama, teman semasa SMP setelah 17 tahun lamanya hanya karena tulisan saya disebuah social media, Ketiga, menikmati berkumpul bersama keluarga saat lebaran, Keempat, bermain dan melatih keponakan saya yang masih berusia satu tahun untuk berjalan, Kelima, menemukan agenda kerja almarhum Bapak yang berisi pidato dan puisi, Keenam, mendapat kesempatan melanjutkan study kejenjang yang lebih tinggi dari tempat bekerja, Ketujuh, mendapatkan kenikmatan saat mentadaburi kitab suci saat ramadhan dan bisa khatam sekali dalam aktivitas agenda yang cukup padat, Kedelapan, menerima buku puisi dan sepucuk surat dari seorang Penyair tuna netra karena mendengarkan saya berpuisi di stasiun Radio di kota kelahiran saya, Kesembilan, bersahabat dengan para rekan blogger Kompasianer, dan satu diantaranya selalu membagunkan saya sholat Tahadjud tiap malam (Semoga beliau membaca tulisan ini dan selalu dalam lindunganNya), Kesepuluh, menemukan kembali soulmate saya yang  hampir hilang dan ditemukan lagi, si Nikon 3100 di Bandara Soekarno Hatta karena kebaikan Petugas Bandara dan Manajemen Garuda Airways (Terimakasih CE0 Garuda, Pak Emirsyah Satar) Kesebelas, menertawakan diri sendiri karena salah mengirimkan sms pada rekan kerja yang isinya puisi romantis, hingga akhirnya puisi itu di share kesemua teman:) lucu tapi malu, Keduabelas, memakai baju Abaya  saat lebaran kemarindari seorang sahabat dari Yaman yang pernah saya ajari Bahasa Indonesia saat di Medan tiga tahun lalu, Ketigabelas, Mendapat tiga undangan para duta besar negara sahabat untuk diskusi tentang ekonomi dan budaya, dan yang terakhir  yang keempatbelas adalah bisa berbagi tulisan sederhana tentang inspirasi, motivasi,  hal positif dan kebaikan kepada para sahabat setiap hari.
       Itulah sedikit catatan kesyukuran yang saya putuskan menjadi bagian dari proyek kebahagiaan saya, tentu Proyek kebahagiaan selalu menyenangkan, unik, istimewa untuk setiap orang. Hanya mengenangnya menjadi sesuatu yangmembuat kita bahagia, tumbuh, utuh dan meyakini kasih sayangNya yang luar biasa keapda kita. Namun terkadang kita hanya men “ zoom” kesulitan-kesulitan kita dan permasalahan hidup kita yang  hingga melupakan hal-hal yang harusnya kita syukuri.
      Mari merasakan dan menikmati setiap momen yang kita lalui  baik  yang lucu, unik, haru, hingga semua itu akan menjadi satu paket proyek kebahagiaan yang indah. Bukankah waktu terlalu singkat untuk berkabung dalam kecewa dan gundah gulana atas kehidupan yang akan berakhir juga. Bukankah lebih baik tersenyum dan menikmati semua momen hidup dengan sadar, sederhana dan bahagia, dan lihatlah Tuhan akan bekerja dengan baik untuk mengirimkan rasa yang indah dan menyenangkan dihati kita. Lalu tunggu apalagi, yuk berbagi dan nikmati proyek kebahagiaan kita. Salam inspirasi.salam bahagia.

Thursday, August 7, 2014

Film Negeri Tanpa Telinga, Potret Dinamika Politik Transaksional



Film Negeri Tanpa Telinga merupakan film yang menyorot soal politik, korupsi, kekuasaan dan skandal seks ini merupakan film arahan Lola Amaria ini didukung oleh beberapa aktor senior Ray Sahetapy, Lukman Sardi, Gary Iskak, T. Rifnu Wikana, Tanta Ginting dan pendatang baru Jenny Zhang.

 


 Gambar 1 : Para Pemain Film Negeri Tanpa Telinga pada acara       premier doc.pribadi

   
Gambar 2 : Poster Film Negeri Tanpa Telinga pada acara premier doc.pribadi

Dalam film ini mengisahkan tentang Naga (T.Rifnu Wikana) yakni sosok tukang pijit yang terbiasa memberikan jasanya kesemua kalangan baik orang biasa hingga orang-orang penting sebagai tokoh politik.  Hingga dia juga mengenal Piton (Ray Sahetapi) yang berambisi jadi presiden dengan mengorupsi dana impor negara untuk membiayai partai politiknya, Dia juga berselingkuh dengan Tikis Queenta (Kelly Tandono) seorang perempuan pelobi ulung yang bisa masuk ke semua lini parlemen dan orang-orang partai yang juga  bagian dari anggota partainya. 

  
Gambar 3 : Penyangan Film Negeri Tanpa Telinga pada acara premier di Jakarta Teater doc.pribadi



Gambar 4 : Konfrensi pers antara seluruh tim pendukung Film Negeri Tanpa Telinga pada acara premier doc.pribadi


 


Gambar 5 : Pertanyaan dari jurnalis info sinema terkait Film Negeri Tanpa Telinga pada acara premier doc.pribadi

Hingga terjadi polemik diantara keduanya dan Tikis membeberkan semua rahasianya ke media yang diceritakannya pada seorang host TV9 (TV Nine) bernama Chika Cemani (Jenny Zhang) yang melakukan investigasi lewat berbagai sumber.

Dan Tikis akhirnya mendapatkan ancaman setekahnya dan masuk penjara bersama rekan politisi lainnya. Naga akhirnya tidak tahan mendengar berita-berita dari tokoh-tokoh besar yang dikenalnya. Telinga Naga lah yang sebenarnya menangkap semua percakapan dan perbincangan orang-orang itu. sebagai tukang pijat, ia mendengar semua pembicaraan orang-orang penting itu, bagaimana mereka melakukan transaksi busuk, mendengar keluh kesah Piton yang selalu tidak dianggap pun oleh istrinya sendiri. Percakapan itulah yang membuat Naga muak. Orang kecil yang sangat mencintai istrinta, tetapi ia terjebak dalam suasana yang sangat tidak ia inginkan. hingga membocorkannya pada jurnalis dan akhirnya dia dianggap berbahaya oleh sebagian pihak dan menganiayanya.

Sementara sebuah rencana konspirasi besar dilakukan oleh Partai Amal Syurga. Sang ketua partai Ustad Etawa (Lukman Sardi) bekerja sama dengan importir daging domba, berusaha memanipulasi uang negara untuk keuntungan partainya. Rencana tersebut disusun rapi dengan berbagai dalih. Dan aktivitas partai yang selalu memakai symbol-simbol religi tersebut ternyata berbanding terbalik dengan segala tindak tanduk para petinggi partainya.

Film yang awalnya berdurasi  3, 5 jam ini akhirnya di edit menjadi 1 jam lebih saja dengan editor film Aline. Menurut Lola ide ini berasal dari berbagai tayangan media dan surat khabar yang selalu menceritakan soal korupsi, skandal seks dan politik transaksional sehingga inilah ide dasar pembuatan film ini, Sedangkan untuk penulisan naskah oleh Indra Trenggono yang merupakan sastrawan yang sering menulis berbagai media surat khabar.

Menurutnya kata Telinga” dalam judul film ini memberikan pengertian tentang telinga bathin yang bermakna konotatif. Dimana ketika para politisi terjebak dalam permainan kekuasaan  dan kehilangan telinga bathin serta kesadarannya sehingga melukai rakyat.

Film selalu memiliki tujuan tersendiri sebagai text kebudayaan  dalam ranah sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan fenomena lainnya  namun bisa menyuguhkan jejak peradaban yang akan bisa dilihat lima belas atau dua puluh tahun lagi dimasa depan.

Namun film ini tidak bisa ditonton untuk anak di bawah umur. semoga film ini membuka mata dan telinga kita tentang menemukan solusi untuk negeri yang, asih terbelit dalam pusaran korupsi dan penyimpangan lainnya. Selamat buat Lola Amaria, sosok yang saya kenal saat mendapatkan wawancara visa beasiswa Fulbright di kedutaan Amerika akhirnya sekembali dari Amerika menghasilkan dua film yakni Sanubari Jakarta dan Negeri Tanpa telinga. Semoga bisa ikut jejaknya untuk membuahkan karya. Film ini  digarap di bulan februari dan akan tayang di bulan Agustus.


Gambar 6 : Penulis berphoto dengan lola Amaria sutradara dan produser Film Negeri Tanpa Telinga pada acara premier doc.pribadi




Gambar 7 : Penulis berphoto dengan Lukman Sardi (ustadz Etawa) dalam Film Negeri Tanpa Telinga pada acara premier doc.pribadi

Gambar 8 : Penulis berphoto dengan Ray Sahetapi (Piton) dalam Film Negeri Tanpa Telinga pada acara premier doc.pribadi


Wednesday, August 6, 2014

Bukan Hanya Ijazah, Bakat yang terasah Modal Kesuksesan



Masih dalam suasana Ramadhan, tepat pada tanggal, saya menerima undangan dari Kick Andy tanggal 23 juli 2014 dengan judul episode “Belajar Dari Masa Lalu” bersama rekan blogger yang lain seperti Ani Berta dan Alfan Renata untuk menghadiri Acara Taping Kick Andy Show dengan ciri khas unik, selain edukatif, informatif juga menghibur dengan Narasumber Asep Stroberi, Didit Maulana dan Feliyanto.

Setelah perjalanan kurang lebih satu jam akhirnya saya sampai di studio yang sudah tumpah ruah dengan penonton dan langsung registrasi untuk mendapatkan kupon makan, doorprize dan buku yang katanya akan dibagikan pada akhir acara. Untunglah bisa langsung berbuka puasa dan menunaikan sholat magrib yang tak jauh dari stage.
Taping kali ini unik karena mengulas kisah sosok-sosok yang sukses dengan latar belakang pendidikan yang berbeda dengan pekerjaan yang dijalanai nya sekarang. Karena diantara meraka ada yang kuliah karena mengambil jurusan mengikuti nasehat orangtua, maupun keinginan sendiri tapi akhirnya bukan memilih bidang tersebut untuk digeluti meraih kesuksesan. Walaupun demikian mereka mereka tetap profesional mengelola potensi dari bidang lain dan hasilnya kesuksesan yang menggembirakan meskipun dilalui ujian, cibiran di masa lalu. Namun bukankah kesuksesan terjawab dengan membuktikan orang lain salah terhadap perspektif dasarnya terhadap kita?
Masing-masing pemonton di studio mengambil tempat duduk masing-masing. Dan yang menarik disamping saya penonton yang keempatnya sudah lanjut usia namun asyik menyaksikan tayangan ini. Wah ternyata Kick Andy digemari banyak usia. Begitu juga dengan kami para blogger duduk manis dan tersenyum dan meski tak janjian kami ternyata kompak memakai corak merah dan semangat duduk di barisan tengah dan paling strategis menyaksikan tayangan tersebut dengan bahagia, senang dan sumringah. Asyiknya.


Gambar 1. Para undangan blogger duduk di barisan paling tengah memakai batik merah doc.pribadi

Narasumber yang dihadirkan pertama terlihat senyum dan santai berjalan kepanggung terlihat masih muda, namun siapa sangka dia adalah Asep Stroberi, pemilik restoran Nagreg, ternyata beliau adalah lulusan IKIP Senirupa dan punya keahlian ukir mengukir. pada saat itu Asep masuk di IKIP karena latar belakang orangtuanya adalah guru dan ingin anaknya menjadi guru karena profesi tersebut dipastikan mendapatkan penghasilan yang tetap. Disaat kuliah Asep terbiasa mandiri dan mendapatkan penghasilan dari pekerjaan mengukir kayu, dan kebiasaanya membuat  saat sarapan pagi  hingga makan malam. Banyak juga temannya yang tertarik mencicipi nasi liwetnya yang ternyata enak hingga dijual pada yang memesan. Bahkan nasiliwet yang dimakan saat sarapan akhirnya lembek dan diolah lagi dan dikasih nama" nasi liwet melarat", Bersama sang isteri yangs emula adalah pegawainya akhirnya Asep membuka restoran Nasi Liwet Asep Stroberi yang disingkat menjadi Rumah Makan ASSTRO dan menyajikan berbagai menu nasi liwet serta menu masakan Sunda lainnya. Rumah makan yang sudah mempunyai cabang di Nagreg, Kadungora, Cimaragas, Ciawi dan Tarogong ini mengambil lokasi yang ramai. Daerah tanjakan Nagreg yang dianggap kurang startegis membuka usaha karena daerah tanjakan dari rimbun disulap menajdi restoran yang diburu pelanggan.

Gambar 2. Asep berpose bersama keluarga  besar dan karyawannya dan kompapak pakai merah doc.pribadi

Asep juga memberikan warna pada restorannya dengan menanam buah Strawberry di lahan yang luas disekitar kawasan restoran yang bisa dipetik oleh pengunjung, dan juga  menciptakan souvenir-souvenir untuk oleh-oleh para pengunjung dengan memberdayakan UKM disekitar kawasan restoran dengan membuka lapangan pekerjaan. Sungguh bakat memasak menjadi awal kesuksesan buat keluarga, karyawannya dan juga masyarakat sekitar. Bukan itu saja Asep juga memberangkatkan seluruh haji keluarga dan karyawannya ke tanah suci sebagai bukti kepeduliannya dan rasa syukurnya atas kesuksesannya itu.

Dan kemudia hadirlah narasumber kedua yang sedang naik daun yakni Didit Maulana  yang awalnya kuliah mengambil jurusan arsitek dan kemudian menekuni dunia fashion design Tenun Ikat.  Padahal pekerjaan sebelumnya adalah talent  coordinator untuk suatu acara kreatif  di sebuah stasiun televisi swasta, Didit tergerak untuk membuat desig pakaian dari Tenun Ikat  namun bergaya modern. Didit  ingin mengembangkan  fashion kain tenun  agar lebih di kenal oleh masyarakat Indonesia dan juga dunia seperti sosok Miss Universe, Maudy Kusnaidi pada Festival Film Cannes, dan juga pemimpin dunia dalam konferensi APEC dan ada juga client yang mengajak Didiet untuk bekerjasama membuat pakaian Boneka Barbie dengan menggunakan kain tenun ikat. Sekali lagi bakat yang menghantarkan Didiet pada kesuksesannya bukan ijazahnya.


Gambar 3. Aneka desain  fashion pakaian wanita dan pria rancangan Didiet Maulana doc.pribadi


Gambar 4. Didiet menyerahkan syal tenun ikut yang modis dan menarik kepada Andy F Noya yang doc.pribadi

Narasumber ketiga adalah Feliyanto yang memiliki latar belakang pendidikan elektro  dan sudah menyelesaikan doble master dari luar negeri , namun saat kembali ke Indonesia dia kerja serabutan mulai dari jual baju impor hingga "terjebak" merangkai bunga karena melihat usaha temannya yang tidak berkembang dan  lebih jauh lagi  usaha Feliyanto merambah pada usaha Wedding Organizer , klien Fely bertambah banyak mulai dari sahabat,  keluarga presiden, menteri, bahkan istana negara pun memakai jasanya.Karena cita rasa Fely terhadap seni begitu tinggi. Bahkan dalam acara tersebut Fely memperakterkkan kebolehannya menata meja untuk makan malam yang diperlihatkan di studio dengan alat meja sederhana, kain brokat gading dan taburan kalung mutiara dan lilin, hasilnya luar biasa dan anggun serta memukau para hadirin yang hadir.

Gambar 5. Feliyanto berbincang tentang semangatnya yang tak pantang menyerah memulai bisnis kepada Andy F Noya yang doc.pribadi



Gambar 6. Feliyanto memperagakan kepandaiannya menata meja untuk makan malam di studio Andy F doc.pribadi

Penonton yang di studio juga dihibur dengan oleh-oleh dodol stroberry dan souvenir stroberry dan juga bunga untuk pemenang dorprize, dan rekan kami alfan Renata beruntung mendapatkannya. Sekuntum bunga yang akhirnya menurut penuturannya diserahkannya kepada bundanya dirumah. wah asyik ya :)


Gambar 7. Alfan renata dapat doorprize sekuntum bunga mawar merah jambu doc.pribadi

Dalam episode Kick Andy begitu banyak inspirasi yang kita peroleh, salah satunya adalah kesuksesan tak hanya dilihat dari pekerjaan yang kita dapatkan dari latar belakang pendidikan atau ijazah yang kita dapatkan diperguruan tinggi tapi bisa juga dari bakat  yang diasah dan  kemampuan  yang dimiliki serta  keyakinan bahwakesuksesan datang setelah ketekunan berkarya dan pengalaman jam terbang yang banyak serta tak takut untuk mencoba berbagai kesempatan dan peluang.

Kami juga sempat berpose dengan Kick Andy dengan buku hasil karya kami yang baru selesai dengan judul Sepucuk Rindu untuk Aisyah yang Setia dan Diatas langit Eropa Melamarmu yang mendapat perhatian dari Andy. Semoga kelak bisa tampil juga diatas panggung Kick Andy yang sangat inspiratif. Oh ya kami juga mendapatkan buku Adji Silarus yang inspiratif judulnya sejenak hening. Sungguh senang rasanya.

Gambar 8. Seluruh undangan blogger berphoto bersama Kick Andy doc.pribadi
Kesan yang kami dapatkan saat menghadiri acara ini adalah ternyata bukan hanya selembar ijazah yang menghantarkan seseorang pada pekerjaan yang menghantarkannya pada kesuksesan, tetapi juga bisa ditempuh dari bakat yang terasah untuk meraih kesuksesan sejati sehingga bermanfaat bagi sesama. Luar biasa. Jangan lupa saksikan Kick Andy yang akan tayang 29 agustus 2014. Salam inspirasi