The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, November 27, 2014

Senangnya terpilih menjadi Host Moderator 2014 Dalam Aksi Untuk Indonesia



Senangnya terpilih menjadi Host Moderator 2014
Dalam  Aksi Untuk Indonesia

Siapa yang tak senang menjadi bagian Kompasianival 2014. Ajang yang ditunggu-tunggu setiap setahun sekali. Banyak aneka kreativitas dan event yang menarik didalamnya. Pembicaranya adalah sosok-sosok dan tokoh inspiratif di tengah masyarakat. Tentu semua ingin ikut berpartisipasi bukan.   


   Gambar 1. Saya memilih-milih fashion kashka, cantik semua
                            doc. pribadi

Saya juga dihubungi mbak wawa untuk fitting bersama mbak Anesa Nisa menuju Butik Kashka sebagai sponsor fashion yang kami pakai dipanggung dengan tema merah putih dan saya memilih baju tunik dengan taburan ukiran simpul hitam, unik, seserhana dan manis begitu banyak pilihan aneka tunik, gamis dan hijab yang begitu menarik.semuanya berasal dari Dubai dengan salah satu kantor pemasarannya di Indonesia setelah Malaysia, India, UAE, Qatar dan Oman.


 Gambar 2. Saya, Mbak Wawa dan Annisa akhirnya memilih kostum buat tampil

Gambar 3. Saya,Mbak Wawa dan  Mbak Annisa siap jadi host        doc. pribadi

Beberapa kompasianer ada yang ikutan kompetisi lomba menulis blog, membuat stand komunitas, membuat live streaming acara, sampai  mendaftar jadi host moderator. Nah untuk yang terakhir ini saya mencoba peruntungan saya mendaftar lagi dengan mengisi form dan mengirimkan video saya sekitar bulan September. Selanjutnya menunggu pengumumuan dari tim kompasiana.


 Gambar 4. Penampilan sesion pertama, mana penonton :) 
                        doc. pribadi
 
 Alhamdulillah saya dihubungi dan terpilih lagi. Kompasianival 2013 diadakan di Grand Indonesia sedangkan Tahun 2014 diadakan di Taman Mini Indonesia Indah.Tentu banyak teman dari daerah yang akan hadir. Seru bukan. Selama ini hanya baca tulisannya, sekarang baca wajahnya, Ups salah lihat orangnya maksutnya :).  Karena bisa menambah dekatnya jalinan persahabatan senatero nusantara, sesuai dengan tagline komapsiana, Sharing and Connecting benar-benar terwujud. 


Gambar 5. Welcome in Stage Kompasianival 2015 
                      doc. pribadi
  
Sahabat saya Dzulfikar Al A’la yang pernah host bareng saya terpilih lagi begitu juga saya untuk kedua kali. Tentu kami senang. Lalu Mas Kevin mengirimkan run down acara dan beserta narasumber. Ternyata saya dapat tema komunitas aksi untuk Indonesia yakni Komunitas Hibah Buku, dan Komunitas Tangan Diatas dan komunitas Sapu Bersih sedangkan untuk Nangkring  dengan tema Politik dan Korupsi adalah mas Faisal Basri yang juga kompasianer, Bu Lily wahid dan Bapak Johan Budi yang berhalangan hadir.



Gambar 6. sesion komunitas salah satunya mbak Anezkia (Hibah Buku)  Perwakilan TDA dan Saber doc. pribadi

 Gambar 7. Bersama para penggiat Komunitas Aksi Untuk Indonesia
doc. pribadi

Tentu setiap host harus mengenali nara sumber dan bidangnya sehingga talkshow berjalan dengan lancar dan hangat. Saya sempat membaca profil narasumber dan mencatat kiprah dan kontribusi mereka untuk Indonesia.

  
Gambar 8. Saya Menunggu Sesion kedua Bersama Bu Lily Wahid, Bang Faisal Basri, Mas pepih Nugraha, Kang Iskandar Zulkarnain dan Kang Nurul yang tak terlihat Ruang VIP  
doc. pribadi

Pihak kompasiana dan stage manager memperkenalkan saya pada pembicara di VIP Room. Tentu rasanya senang karena bisa mengobrol ringan dan lebih dekat. Saya didampingi Kang Pepih Nugraha, Mas Iskandar Zulkarnain dan mas Nurul Uyuy. Hingga beberapa menit kemudian saya menuju stage, tapi jangan lupa berdoa dulu agar semua lancar.

Untuk session pertama begitu menarik karena setiap komunitas telah berkontribusi untuk masyarakat, ada yang menghibahkan buku ke sekolah-sekolah, ada  juga yang beroperasi mengambil paku yang berton-ton di jalan raya da nada yang memotivasi masyarakat untuk berwirausaha dengan filosofis tangan diatas. Benar-benar berkontribusi dan beraksi untuk Indonesia.




Gambar 9. Berinterkasi denganBu Lily Wahid dan Bang Faisal Basri dalam Tema " Politik dan Korupsi" doc. pribadi

Sedangkan Untuk session dua lebih unik lagi saat pertanyaan saya kepada narasumber Bu Lily bertanya kenapa tertarik politik dan mengatakan diseluruh darahnya sudah  mengalir darah politik bahkan politik adalah percakapan sehari-hari di meja makan bersama keluarga. Bahkan Bu Lily juga pernah sangat kritis menunjukkan idealismenya saat masuk partai PKB karena berbeda sikap dan dipecat. Begitu juga dengan Faisal Basri yang menyampaikan bahwa Indonesia negara yang unik karena harus mengharmonisasi antara penduduknya yang mayoritas islam dan demokrasi. Namun menurutnya Indonesia akan maju jika dikelola dengan baik dan menjaga sumberdaya alam kita seperti migas.

Perbincangan yang berat namun terasa ringan saya tutup dengan sebuh pantun :

selamat datang di negeri kami
kata orang negeri gemah ripah loh jinawi
Namun jangan terlena dengan puja-puji
Saatnya kita berpartisipasi membangun negeri
Jauhi  budaya korupsi dan mari membangun negeri dari hati

Selamat pagi Indonesia. Saya Edrida Pulungan undur diri. Sampai Jumpa di Komapsianival 2015



Gambar 10. Saya, Mbak Wawa dan Annisa. Ella dan tim crew di stand Kompasiana doc. pribadi

 
Gambar 11.Keluarga besar Kompasiana mengucapkan " selamat dan sukses untuk Kompasianival 2014, sampai jumpa di tahun depan, (silahkan tebak siapakah kompasianer ini?)
doc. pribadi




Ketika kuliner Indonesia Eksis di Negeri Sendiri dan jadi Selera Negara ASEAN dan Global



Ketika kuliner Indonesia Eksis di Negeri sendiri dan Menjadi Selera bagi Negara ASEAN dan Global

 
Gambar 1. Tabloid Inspirasi dengan tema kuliner menyambut MEA 2015 edisi November 2015

  Apakah masakan khas Indonesia? Coba sebutkan. Pasti kita akan sulit menyebutkannya bukan. Karena begitu banyak ragam masakan khas Indonesia yang tersebar dari ujung pulau Sumatera hingga Papua. Jika kita telusuri masakan kita kaya rempah-rempah dan bumbu. Jadi sajian kuliner Indonesia begitu beragam. Tidak bisa di bayangkan berapa banyak jenis makanan dan minuman yang ada di indonesia ini kalaulah di satu daerah terdiri dari puluhan jenis makanan dan minuman berapa banyak jenis kuliner yang ada  yang ada di indonesia ini.

 Gambar 2. Tulisan saya tentang kuliner Indonesia dimuat di kolom "wacana utama" hal 6 dan 7 pada Tabloid Inspirasi dengan tema kuliner menyambut MEA 2015 edisi November 2015

Apakah anda sudah mencoba makanan seperti nasi goreng, rendang, soto, sate,lontong, papeda bahkan aneka minuman seperti bandrek, cendol, beer peletok, bajigur, bandrek, sekoteng, es teler, limun sarsaparila, minuman lahang, es oyen, es selendang mayang, es doger, wedang uwuh, wedang ronde dan lain sebagainya.

Memang disisi lain, derasnya arus globalisasi belakangan ini, berimbas pada tergerusnya kuliner lokal  nusantara bahkan sejumlah kuliner nusantra banyak eksistensinya telah hilang termakan zaman.  Ada asumsi masyarakat  makan direstoran asing dianggap trend dan berkelas sementara makan di restoran tradisional dengan aneka macam kuliner dianggap kurang menarik. Sehingga kuliner nusantara atau kuliner lokal harus bersaing dan bertahan karena  dibanjiri dan diserbu kuliner luar negeri yang siap saji seperti makanan olahan, makanan kaleng dan lainnya, hingga menggeser eksistensi kuliner lokal.

Banyak generasi muda  yang lebih sering makan dan nongkrong di tempat-tempat rumah makan atau restoran asing cepat saji karena dianggap lebih berkelas seperti makanan Jepang, Korea, Prancis, India dan lain sebagainya.

Menurut beberapa pengakuan anak-anak  muda mereka  senang mencoba mencicipi makanan-makanan asing karena dianggap lebih keren dan ngetren dan  menyukai selera-selera baru yang lebih global. Tentu hal ini dimaklumi sebagai tantangan kuliner Indoensia kedepan meskipun sebenarnya  kuliner lokal memiliki kelebihan dibanding makanan asing terutama dari rasanya yang kaya karena menggunakan rempah-rempah. Selain itu, kuliner lokal juga bernilai gizi tinggi yang sesungguhnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi orang Indonesia.  Kuliner  Indonesia itu kaya akan rasa, semua rasa itu ada di kuliner nusantara, yang justru tidak dimiliki oleh makanan asing.

Maka sangat dibutuhkan kesadaran dari masyarakat Indonesia terutama kaum muda untyk menggemari kuliner Indonesia agar eksis di negeri sendiri dan  redup di tengah serbuan kuliner asing. Disamping itu oangtua juga bisa memperkenalkan makanan khas nusantara dengan menyajikan makanan khas daerah kepada anak-anak dan keluarga sehingga keluarga Indoensia menggemari makanan khas Indonesia dan juga bisa belajar memasak dan mengolah masakan khas Indonesia sehingga tetap dikenal turun temurun.

Padahal dengan makan makanan khas daerah atau nusantara sama juga dengan meningkatkan pendapatan masayrakat yang banyak bekerja di sector informal seperti industry makanan dan minuman, dan dengan sendrinya juga meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi negara.

Namun apakah masih banyak masyarakat yang menggemari makanan khas Indonesia atau justru menggemari makanan khas siap saji yang sudah mulai tersebar dimana-mana, mulai dari daerah-daerah hingga kota besar. Makanan asing mulai menjamur dan banyak masyarakat menggemarinya, seperti KFC, Mc Donald, dan lain-lain.

Kearifan Lokal dan Filosofis Kuliner Nusantara
      Secara historis budaya kuliner Indonesia masa kolonial (1870-1942) banyak dipengaruhi, China dan Eropa terutama Belanda, dan sebaliknya masakan Eropa juga  banyak dipengaruhi oleh kuliner  nusantara di abad 16 hingga 20 artinya, kuliner Indonesia punya sejarah cita rasa eropa. Tentu hal ini bisa digali artinya masakan Indonesia punya potensi menjadi selera global atau dunia diakibatkan penjajahan di zaman kolonialisme barat dahulu kala.

Sebagai contoh filosofis makanan adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam acara festival dan kompetisi memasak rendang yang diadakan di Jakarta pada tahun 2013, saya baru tersadar bahwa rendang bisa diolah dari berbagai banyak daging  seperti menggunakan udang serta ikan dengan bumbu rendang, meskipun khasnya rending diolah dari daging sapi. 

Rendang memang naik kelas sejak Rendang.” Rendang yang pada tahun 2011 ini melalui jajak pendapat internet yang melibatkan 35.000 responden yang digelar CNN International, menobatkan Rendang sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar ‘World’s 50 Most Delicious Foods’ (50 Hidangan Terlezat Dunia).

Konon rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau rendang memiliki  sejarah filosofi tersendiri bagi masyarakat Sumatra Barat yaitu musyawarah yang berangkat dari 4 bahan pokok, yaitu: Daging sapi, merupakan lambang dari “Niniak Mamak” (para pemimpin Suku adat), Kelapa, merupakan lambang “Cadiak Pandai” (kaum Intelektual), Cabai, merupakan lambang “Alim Ulama” yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama,Bumbu, merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Tantangan Kuliner Indonesia sebagai bagian Industri makanan dan Minuman menyambut MEA 2015

Menurut  data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang kuartal I-2013, industri makanan dan minuman hanya tumbuh 1,75%. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, industri ini mampu tumbuh 8%.

Dari sisi volume produksi, pada kuartal I-2013, industri makanan hanya tumbuh 0,3% dan industri minuman 0,08%. Seretnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di awal tahun ini juga disebabkan pertumbuhan industri pendukung domestik melambat. Ia mencontohkan, industri terigu selama kuartal I-2013 hanya tumbuh 1,16%. Untuk itu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri makanan dan minuman nasional tahun 2014 ini harus tumbuh sebesar 8,15%. 

Kuliner Indonesia sebagai bagian Industri makanan dan minuman  memiliki tantangan dalam penyediaan produk siap saji yang aman, bergizi dan bermutu. Karena ketiga aspek utama tersebut  juga bertujuan untuk mendorong penerapan SNI, Good Manufacturing Practices (GMP), dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Food Hygiene, Food Safety, Food Sanitation, penerapan Standar Pangan Internasional (CODEX Alimentarius).

Dalam persaingan global, kata Hidayat, Indonesia saat ini berpartisipasi aktif di dalam forum Codex Allimentarius Commission (CAC) yang bertujuan untuk membahas standar mutu dan keamanan pangan dunia yang terkait dengan kepentingan industri.
Dalam proses integrasi ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015, sektor pangan merupakan salah satu sektor yang akan dipercepat pelaksanaannya.
Untuk itu para pengusaha di bidang  kuliner nusantara yang meliputi industri makanan dan minuman harus berupaya memperkenalkan produk berkualitas dan citra merk serta memperoleh berbagai masukan dari pelanggannya. Selain itu juga dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan industri makanan dan minuman Indonesia.

Grand Design Diplomasi Kuliner Indonesia
Kuliner Indonesia dalah asset bangsa yang bisa dijadikan bagian dari pertumbuhan ekonomi local dan daerah karena banyaknya ragam makanan khas nusantara yang bisa dijadikan peluang bisnis oleh masyarakat.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, peranan signifikan nilai ekspor produk makanan dan minuman pada triwulan I 2014 yang mencapai 1,25 miliar dolar atau mengalami kenaikan dibandingkan triwulan I tahun 2013 sebesar 1,12 miliar dolar. 

Disamping itu, realisasi investasi sektor industri makanan triwulan I tahun 2014 mencapai Rp. 14,17 triliun, terdiri dari PMA sebesar 777,9 juta dolar dan PMDN sebesar Rp. 4.836,1 miliar.

 Namun untuk mempertahankan indutri dan pertumbuhan kuliner nusantara maka dibutuhkan grand design kuliner Indonesia dengan kerjasama dari semua stakeholder yang terlibat dan berkepentingan didalamnya.

Untuk itu pemerintah Indonesia perlu membuat grand design diplomasi kuliner Indonesia sebagai bagian dari soft power diplomacy Indonesia. Hal ini antara lain bertujuan agar masakan Indonesia dapat menjadi bagian dari khasanah kuliner global dan menjadi salah satu pilihan utama dalam sajian internasional. Karena diyakini, promosi kuliner tidak saja akan mewakili tampilan budaya, namun juga akan membawa manfaat bagi kepentingan ekonomi Indonesia. Kementerian Pariwisata dan ekonomi Kreatif pada tahun 2013 memang sudah menetapkan 30 icon makanan khas nusantara yang akan dipromosikan di ranah ASEAN dan Global yang harus terus dipromosikan dan ditingkatkan standarisasinya.

Perkembangan kuliner Indonesia serta penentuan branding, packaging dan strategi pemasaran kuliner Indonesia di luar negeri.
Menurut Kotler & Armstrong (2001:354) beberapa atribut yang menyertai dan melengkapi produk (karakteristik atribut produk)  yang bisa dijadikan sebagai tools mengembangkan kuliner di Indoensia anatara lain adalah; 

a.   Merek (branding)  kuliner Indonesia
Merek (brand) adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau   kombinasi   dari   semua   ini   yang   dimaksudkan   untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari satu yang membedakannya dari produk pesaing. Pemberian merek merupakan masalah pokok dalam strategi produk. Pemberian merek itu mahal dan memakan waktu, serta dapat membuat produk itu berhasil atau gagal. Nama merek yang baik dapat menambah keberhasilan yang besar pada produk (Kotler  &  Armstrong, 2001:360. Contoh kuliner Indonesia yang brandingnya bagus seperti kebab baba rafi, J co Donuts dan lain sebagainya.

b. Pengemasan (packing)
Pengemasan       (packing)  adalah  kegiatan  merancang  dan  membuat wadah  atau  pembungkus  suatu  produk.   Misalnya kemasan Indomie menarik meskipun pakai plastik sederhana.
c. Kualitas Produk (Product Quality) 

Kualitas Produk (Product Quality) adalah kemampuan suatu produk untuk  melaksanakan  fungsinya  meliputi,  daya  tahan  keandalan, ketepatan  kemudahan operasi  dan perbaikan,  serta  atribut  bernilai lainnya.  Untuk  meningkatkan  kualitas  produk  perusahaan  dapat menerapkan  program ”Total  Quality  Manajemen (TQM)".  Selain mengurangi kerusakan produk,  tujuan  pokok  kualitas  total  adalah untuk  meningkatkan  nilai  pelanggan. Contohnya produk Indoofood sudah memiliki kualitas Sejalan dengan ketentuan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI)., mulai tahun 1999, tepung terigu Bogasari dari bahan baku indomie yang diperkaya dengan vitamin dan zat gizi,  sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 22000 (Sistem Manajemen Keamanan Pangan).

Disamping itu, beberapa hal penting yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut ke diplomasi kuliner Indonesia kedepan anatara lain yaitu: Pertama, perlunya  commitment atau  political recognition, berupa dukungan dari pemerintah, masyarakat termasuk generasi muda dalam mendukung berbagai ide dan strategi promosi kuliner Indonesia di luar negeri; Kedua, perlunya disusun suatu konsep mengenai standar, karakteristik dan prototipe kuliner Indonesia agar dapat bersaing di luar negeri; Ketiga, kreativitas, modernisasi, dan improvisasi makanan Indonesia tetap diperlukan untuk menarik minat masyarakat internasional namun tidak melepaskan cita rasa dan keunikannya sebagai makanan Indonesia; Keempat, kegiatan diplomasi kuliner harus memiliki multiplier effect antara lain mampu mendorong lebih banyak wisatawan negara lain untuk berkunjung ke Indonesia, serta menciptakan lapangan kerja bagi warga negara Indonesia di dalam dan luar negeri; Kelima, perlunya Perwakilan RI memberikan informasi mengenai peluang pasar kuliner Indonesia di luar negeri serta informasi mengenai peraturan dan persyaratan yang harus dipenuhi termasuk dalam mendatangkan tenaga kerja bidang kuliner dari Indonesia di negara tersebut.

Kuliner Indonesia akan eksis dinegerinya sendiri dan bisa bersaing dan digemari oleh masyarakat Internasional jika masyarakat Indonesia mencintai aneka makanan khas nusantara dan mampu melahirkan banyak entrepreneur di bidang kuliner yang juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa dan berkontribusi pada dunia karena mampu mengurangi pengangguran dan kelaparan. Begitulah Indonesia ragam khas kuliner juga mampu mengangkat kesejahteraan dan kemandirian bangsa. Mari Cintai Kuliner Indonesia.

Wednesday, November 19, 2014

Spirit dalam Pendidikan Indonesia

Kondisi Pendidikan kita bagaikan kapal tengker besar yang panjangnya satu kilometer dan butuh energi ekstra untuk mengubah haluannya, mungkin di kilometer pertama, kedua, hingga ketujuh. Perubahan haluannya pun tidak terasa berbeda dengan speed boat yang mudah sekali memutar haluannya.
Kalimat tersebut disampaikan Oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Bapak Anis Baswedan dalam rapat dengar pendapat dengan Komite III DPD RI hari Rabu , 19 November 2013. Tentu kalimat tersebut membuka semua topeng dalam pendidikan kita mulai dari kurikulum , ujian nasional (UN), buku pelajaran, guru yang tidak merata, sekolah yang rusak dan masalah pendidikan lainnya. Virus semangat memang harus dibangun dan menganulir kalimat negatif yang sering kita dengar dalam ranah pendidikan kita. Sehingga optimisme generasi bangsa akan selalu terjaga. Bahkan dalam pembukaan undang-undang dasar kita yang ada adalah kalimat positif seperti mencerdaskan pendidikan bangsa, dan tidak ada kalimat negatif memberantas kemiskinan. Karena pada dasarnya seorang anak juga tidak akan memiliki kebanggaan jika mendapatkan sesuatu karena dia miskin. Jadi seseorang akan terangkat martabatnya karena pendidikannya. Spirit yang didorong dalam pendidikan adalah spirit optimistie. Tentu spirit ini hanya bisa dibangun dengan mengarahkan pendidkan agar anak-anak bangsa memiliki masa depan yang cerah dengan menebarkan benih semangat dan optimisme. Tapi pendidikan ini bukan hanya dimulai di sekolah tetapi juga dimulai di rumah-rumah kita, orangtua yang memberi ketauladanan begitu juga guru-guru kita. Kita sadari atau tidak guru adalah seseorang yang kita percaya untuk menitipkan masa depan kita padanya, karena kehadirannya dalam membimbing dan mengajari kita di bangku sekolah, bahkan memberi kita inspirasi agar percaya terhadap cita-cita dan impian kita. Arah pendidikan kita akan diimplementasikan dalam program Pendidikan dalam bentuk gerakan dan pendidikan kita masih harus terus mendapat pengawasan dari berbagai pihak dan tanggung jawab semuaanya mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah, politisi serta swasta. Sehingga pendidiikan mampu mengangkat kemandirian dan martabat bangsa Indonesia . Semoga. Salam Genetic Spirit.

Tuesday, November 18, 2014

Resensi Buku" Revolusi dari Desa Melalui GERDEMA, Heart of Borneo"

RESENSI BUKU : REVOLUSI DARI DESA SAATNYA DALAM PEMBANGUNAN PERCAYA KEPADA RAKYAT Oleh : Edrida Pulungan, SE., S.Pd.,M.HI. Judul buku : Revolusi dari Desa Saatnya Dalam Pembangunan Percaya kepada Rakyat Penulis : Dr.Yansen TP.,M.Si. Penerbit : PT Elex Media Komputindo Halaman : xxv + 180 hal, cet 1, 2013 ISBN : 978-602-02-5099-1
doc. www.antarkaltim.com Buku Revolusi dari Desa Cinta seorang anak bangsa dengan negerinya memang tidak hanya diucapkan saja namun bisa dikontribusikan dalam konsep pemikiran dan pengaplikasian ilmunya pada masyarakat desa. Hal inilah yang tergambar jelas dalam buku Revolusi dari desa karangan Dr. Yansen TP.,M.Si yang membuat gagasan baru tentang pembangunan dan pengembangan desa di Kabupaten Malinau, provinsi Kalimantan Utara. Desa tempat kita dilahirkan dan dibesarkan terkadang tinggal kenangan dan ditinggalkan . Padahal desa adalah komunitas terbesar yang dibangun dari norma dan kearifan lokal serta memiliki potensi untuk dikembangkan dan dibangun menuju kesejahteran setiap masyarakat. Untuk itu salah satu seorang putera daerah terbaik Indonesia membangunKonsep pembangunan yang revolusioner yang digagas oleh Dr. Yansen.,M.SI dalam perenungan panjang yakni Gerakan Desa Membangun (GERDEMA) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh, karena begitu banyak persoalan masyarakat sesuai dengan visinya yaitu “ Terwujudnya Kabupaten malinau yang aman, nyaman dan Damai Melalui Gerakan Desa Membangun” yang meliputi perubahan pada sistim nilai, mindset dan culture set serta menajdi tegas teraplikasi secara menyeluruh dalam satu prilaku, baik prilaku birokratis, pejabat fungsional maupun prilaku personal; yaitu prilaku masyarakat , birokrat(PNS) maupun swasta. Buku yang terdiri dari 7 bab ini mengupas tentang konsep pembangunan, teknik merancang pembangunan, teknik merancang pembangunan, gerdema, sebuah revolusi dari desa, kepemimpinan dalam GERDEMA, Profil Desa dan Hubungan Antar Lembaga, Mekanisme keberhasilan GERDEMA dan Rekam Jejak sebelum dan setelah GERDEMA. Hal yang menarik dalam buku ini adalah di awal bab I yang mencoba mengkritisi pembangunan di Indonesia dengan menggugat pembangunan selama ini sangat mementingkan industry besar namun banyak masyarakat sekitar yang terpuruk. Dalam buku ini dijelaskan masalahnya bukan hanya pada kondisi masyarakat tetapi juga kebijakan-kebijakan yang tidak tepat sehingga mengundang skeptis masyarakat. Sebagai bentuk ironisnya adalah di negara Indoensia yang makmur data BPS menyebutkan jumlah orang miskin berkisar 25 juta pada tahun 2014 dan disejumlah daerah orang miskin terus bertambah sehingga perlu gebrakan baru dan penulis mengambil kata-kata bijak dari Albert Einstein yang berkata “ Gila, jika kita mengharapkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama” karena anda tidak bisa berharap hasil yang berbeda jika cara yang dilakukan itu-itu saja. Sehingga perlu membuat perubahan sistem nilai, mindset dan culture set yang teraplikasi nayata dalam semua prilaku, baik birokratis, pejabat fungsional, maupun personal dalam membangun desa dan daerah sehingga mencapai kesejahteraan. Dalam Bab II . dijelaskan teknik merancang pembangunan dengan membawa visi terwujudnya kabupaten malinau yang aman, nayaman dan damai melalui gerakan desa membangun” , Empat pilar pembangunan anatara lain pembangunan infrastruktur daerah, Sumber daya manusia, ekonomi daerah serta sector kepemerintahan. Sedangkan tiga komitmen pembangunan kabupaten malinau adalah mewujudkan Malinau sebagai kabupaten pariwisata, membangun pertanian melalui revitalisasi dan mewujudkan rumah sakit umum daerah (RSUD) sebagai rumah sakit rujukan” karena Malinau adalah “Heart of Borneo” yang memiliki banyak potensi hutan dan alam yang indah. Bahkan ragam budaya yang bisa menarik pariwisata dan juga konsep rumah sakit yang unik yakni “Hospital Tourism “ Pada Bab III, IV,V dan bab VI menggambarkan tentang rancangan pembangunan dan program GERDEMA menjelaskan pembangunan Malinau dari Desa sebagai bagian dari revolusi dengan filosofi pembangunan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dengan berbagai startegi seperti percaya sepenuhnya pada masyarakat, pelimpahan urusan pada kepakla desa, membina dan melatih aparatur/masyarakat desa, pendampingan pemerintahan masyarakat desa yang melibatkan sinergis antara pemerintah, masyarakat dan swasta. Namun yang paling penting dalam bab ini adalah bab IV yang membahas tentang Kepemimpinan dalam GERDEMA, karena setiap masyarakat dan daerah membutuhkan seorang pemimpin yang mengayomi dan visioner untuk menggerakkan masyarakat dan menginspirasi mereka dalam pembangunan yang partisipatif. Adapun kepemimpinan yang dibutuhkan adalah pemimpin yang memiliki kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual, nasiobnalis dan ekonomi. Seorang pemimpin harus berani mengambil langkah strategis untuk mengelola secara mandiri daerahnya dan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Bab VII ditutup dengan rekam jejak sebelum dan sesudah GERDEMA dilaksanakan yang menjelaskan kemajuan desa akrena telah mampu menciptakan lapangan kerja di desa sebesar 70, 25 % tentu hal ini sangat baik mengingat banyak anak muda yang meninggalkan desa karena tidak ada pencaharian bahkan harus keluar negeri jadi TKI. Dengan membangun desa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus martabat dan harga diri bangsa. Lebih baik berjuang di negeri sendiri, seperti pepatah hujan batu dinegeri sendiri, hujan emas di negara orang namun tetap lebih damai di negeri sendiri. Inilah tantangan yang dihadapi oleh semua pihak. Perjalanan itu membuahkan hasil, akhirnya pada tahun 2013 konsep GERDEMA di Malinau termasuk dalam penerima penghargaan Innovative Government Award dari BPK dengan opini baik dari BPK dan Kementerian Dalam Negeri. Maka layaknya sebuah perubahan membutuhkan kesungguhan dan political will yang kuat maka buku ini menawarkan konsep sederhana namun memiliki efek yang luar biasa jika diaplikasikan oleh semua pihak, dan siapa tahu menjadi inspirasi bagi setiap pemimpin atau kepala daerah di Indonesia. Karena begitu sering kita mendengar catatan buruk dari para pemimpin daerah seperti kasus korupsi yang tinggi, saatnya para pemimpin di daerah membuat catatan sejarah yakni suksesi membangun daerahnya dengan enam kata Revolusi dari desa dengan Konsep GERDEMA. Mari membangun desa kita, sebagai titik awal membangun bangsa.

Sunday, November 16, 2014

Genetic Spirit

Dicari Gen Istimewa, Kamukah Orangnya Jadilah Alumni Perdana. Join with us Kirimkan CV beserta prestasi, pengalaman.

Wednesday, November 5, 2014

Hati Ikhlas Bagai Air Bening yang Mengalir Pada Hulu Kebahagiaan





                 
              Gambar mata air doc musanur.wordpress.com
 
Hidup dalam keikhlasan itu menyejukkan. Apalagi jika kita bersyukur dengan segala apa yang kita miliki dan tidak menderita dengan apa yang belum kita miliki. Karena dengan mensyukuri yang sudah dimiliki hati menjadi tenang dan lapang. Bersyukur saat kita sehat, bisa makan tiga kali sehari, bisa rekreasi, bisa kuliah,  bisa membeli keperluan yang kita inginkan, bisa bersedekah karena kita punya pendapatan, bisa punya pendapatan karena kita punya pekerjaan dan bisa menikmati matahari terbit dan tenggelam serta merasakan keberadaaNya. Karena kasih sayangnya yang membuat kita mendapatkan rezeki anugerah dan nikmat yang tidak terhitung jumlahnya.

Kehidupan kita sebagai insan dimuka bumi ini juga tidak mulus-mulus saja. Adakalanya kita berhadapan dengan masalah dan ujian. Memang kehidupan yang hanya segaris waktu ini memang penuh ujian dan dinamikanya. Ujian yang selalu datang tanpa kita sangka-sangka. Namun daripada mengeluh semua yang terjadi lebih baik kita mohon diberikan kekuatan menjalani semua. Apapun ujian itu hanya akan membentuk karakater dan kedewasaan kita untuk menjadi manusia yang lebih bijak dan dewasa.

Saya masih ingat seroang teman yang pernah kuliah S2 di salah satu universitas swasta. Pada saat dia menulis thesisnya dia harus berjuang berkonsultasi dengan dosen pembimbing yang super sibuk dan kadang  sudah mengatur jadwal yang disepakatipun akhirnya dibatalkan karena sang dosen pembimbing sudah disusul agenda lain yang menurutnya lebih penting. Padahal sebagai mahasiswa bimbingan dosen tersebut, dia sudah membuat janji dengan sekretaris dosen tersebut, Namun akhirnya tidak jadi bimbingan. Cerita perjuangannya belum sampai disitu saat pertemuan ketiga sang dosen mengatakan tak bisa membimbing setelah teman saya itu merombak semua revisi sesuai denga arahan dosen.

Namun akhirnya teman saya tersebut tetap semnagat siapa tahu dosen kedua lebih baik. Akhirnya dia mendapat dosen pembimbing kedua. Namun perjuangannya belum selesai disitu, dosenb yang kedua sama saja hingga dia ganti dosen dimana adalah adalah dekannya sendiri  yang juga super sibuk. Pada pertemuan ketiga dosen pembimbingnya mengatakan padanya agar dia mencari dosen yang agak longgar.  Terman saya begitu sedih dan kecewa karena jika berganti dosen maka akan menghabiskan waktu dan membayar uang kuliah satu semester lagi. Tapi dia merasaitu adalah ujian seorang mahasiswa dan calon intelektual sejati. Dia positif thingking dan mengikhlaskan semuanya.

Teman saya itu tetap semangat walaupun semua konsep dari dosen yang kedua sudah ditulis ulangnya. Lalu harus mencari dosen pembimbing ketiga lagi. Namun hati yang ikhlas akan menemui jalannya. Hingga Allah memberi petunjuk padanya ketika dia ikut dalam acara seminar dan bersua dengan seorang dosen yang memang dia ajukan dari awal, dosen yang ketiga yang lebih sabar dan mengayominya hingga  akhirnya dia menyelesaikan penulisan skripsi dan menuntaskan perkuliahan. Bahkan dosen tersebut juga menyemangatinya untuk melanjut hinga ke jenjang doktor. Itulah hikmah kesabaran dan keikhlasan.

Ternyata menjadi mahasiswa akhir butuh mental yang kuat untuk menuntaskan apa yang sudah dimulainya. Tidak boleh menyerah justru harus mengeluarkan “genetic spirit’. Akhirnya teman saya itu  menuntaskan tulisan thesi bab per bab dan maju ke meja sidang. Dia menuai hasil perjuangannya, wisuda tepat di bulan kelahirannya. Sungguh pengalaman yang luar biasa ketika keikhlasan memenuhi hati kala ujian datang. Namun tetap maju dan semangat melewatinya.

Bahkan teman saya juga menyemangati teman-teman kuliahnya yang belum kelar kuliah hingga bisa melewati semua dan berhasil lulus hingga meja hijau. Sikap ikhlas mengalir kemana-mana dan menghadirkan banyak kebaikan lainnya.

Dari kisah nyata diatas jelas sekali bagaimana sikap ikhlas dan mental positif teman saya tersebut, bukannya mengeluh dengan dosen yang berganti hampir tiga kali. Namun langsung memulai apapun yang dia bisa lalukan memang tak mudah mempercepat langkah dari move on, move up hingga move away. Tapi pasti bisa karena setiap manusia istimemewa. Hati yang ikhlas itu  memang bening dan tidak keruh, mengalir jernih hingga kehulu kebahagiaan. Indah sekali bukan.