The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, April 24, 2015

Inspirasi KAA dari Batavia hingga kota Paris van Java Untuk Dunia

Halo Jakarta1 !
Halo Bandung !
Halo Asia !
Halo Africa !

Itulah sapaan hangat yang memenuhi setiap ruangan konfrensi, ruangan media centre, serta ruang-ruang informal meeting antar kepala negara, delegasi, serta jurnalis nasional dan asing yang terlihat hangat seperti persaudaraan yang pernah dijalin 60 tahun lalu, memenuhi relung-relung jiwa pemimpin-pemimpin negara penerus pendahulunya.

Indonesia kembali menunjukkan peran dan kontribusinya pada dunia dengan perhelatan bersejarah yang mengharumkan nama bangsa itu terulang kembali di dua jantung kota Indonesia yakni Jakarta dan Bandung. Tentu saja momen itu menjadi kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia masih dalam aroma pemerintahan baru Presiden Joko  Widodo. Inilah diplomasi bangsa Indonesia seutuhnya senang berbagi dan menjalin kebersamaan.

Jakarta yang dizaman kolonial dikenal sebagai kota Batavia juga pusat pelabuhan yang terkenal dizaman VOC  juga berbenah, terlihat dari banyaknya benderta dan spanduk di setiap plosok jalan protokol hingga gedung parlemen. Menambah semaraknya persiapan Indonesia menjadi tuan rumah.
Bahkan suasana yang lengang , jauh dari kemacetan membuat Jakarta seperti kota hening karena pengalihan sejumlah arus, namun semua bertujuan demi kelangsungan dan kelancaran acara.


 Gambar 1. Spanduk depan gedung DPR/MPR/DPD RI DI Jalan Gatot Subroto NO.6, Senayan
 doc. edrida


 Gambar 2. spanduk depan gedung DPR/MPR/DPD RI DI Jalan Gatot Subroto NO.6, Senayan
doc. edrida


Kedatangan para 91 kepala negara dan sejumlah delegasi membuat kita flash back kepada puluhan tahun yang lalu, Presiden Jokowi berjalan bersama dengan Presiden China Xi Jinping bersama Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak dan juga mantan presiden Indonesia Megawati berjalan bersama menuju gedung merdek.


Selamat datang di  Kota Cerdas, Kreatif, Bahagia dan Peduli HAM

Sedangkan Bandung kota cantik nan anggun yang terkenal dengan sebutan Paris van Java sudah bersiap diri jauh-jauh hari menyambut para kepala negara dan delegasi peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) yang  akan diperingati oleh 91 perwakilan negara untuk  ke 60 tahun di tahun ini, mulai dari kegiatan historical walk, friday prayer oleh beberapa negara islam dan juga  jamuan makan siang oleh Presiden kepada tamu kepala negara dan perwakilan duta besar negara-negara sahabat.


 Gambar 3. Suasana kota bandung di jalan braga
doc. edrida

Tepat jam 04.00 Shubuh saya bersama teman jurnalis dalam dan luar negeri  langsung menuju bus yang sudah disediakan panitia, sekitar 10 bus, saya berada di bus ke lima, tepat 04.15 kami berangkat dengan pengawalan langsung menuju kota Bandung. fajar pagi seolah berbeda kali ini, saya merasakan perasaan yang tak bisa saya sampaikan melalui kata, seolah sejarah berulang, betapa negarwan dan arifnya para pemimpin kita terdahulu, dalam keterbatasann menginspirasi dunia.


 Gambar 4. Suasana kota bandung di jalan braga yang dipenuhi pengawalan ketat gegana dan paspampres  doc. edrida



  Gambar 5.  Rombongan Presiden Jokowi tiba di tempat doc. Edrida

 Gambar 6.  Rombongan Presiden Jokowi tiba di tempat yang diiringi parade marching band  doc. Edrida

Perayaan KAA 2015 tentu memberikan berkah  terhada salah satu kota yang bersejarah dan bisa dijadikan derstinasi wisata  yang bisa menjadi pilihan destinasi wisata bagi antar negara sahabat di Asia dan Afrika.  Salah satu upaya dan insiasi dalam mempromosikan Indonesia bisa dilihat dalam  Indonesia Travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik dalam dan luar negeri. Karena itu dalam kesempatan yang sama wakil presoden ingin mengadakan kerjasama bidang  pariwisata mengingat adanya kesamaan dalam bentuk negara kepulauan seperti negara Seychelles yang unggul dalam pariwisata dan keelokan alamnya yang beriklim tropis.

 Gambar 7. Puluhan Kepala negara dan delegasi memenuhi GEDUNG merdeka doc. edrida


Ratusan kepala negara dan delegasi memeuhi jalan Asia Afrika dengan pengawalan dan pengawasan ketat. saya yangmembawa ransel lengkap dengan kamera DSLR  dan laptop harus rela diperiksa ulang,lalu kami berjalan menuju hotel ibis sebagai pool media centre langsung memantau dari TV plasama disetiap sudut ruangan, ada perasaan haru bitu dan beberapa jurnalis dari Afrika, Jepang, Turki, China, Mesir, Senegal, singapura nampak memenuhi ruang yang sudah berisi PC yang disponsori oleh telkom untuk jaringan internal. Ruangan pool centre layaknya kantro berita asing dengan bahasa yang berbeda-beda berlomba menyiarkan berita dan menyimak setiap momen KAA.

 

  Gambar 8. Kegiatan historical walk  dari Savoy Homann menuju  Gedung Merdeka melewati Jalan asia Africa oleh kepala negara
doc. edrida


 Kekuatan Pidato dalam Peringatan Konfrensi Asia Afrika 2015

Dalam peringaatan KAA tersebut, rangkaian pidato inspiratif dari walikota BANDUNG ridwan Kamil juga Presiden Jokowi dan sejumlah chairman dari Mozambiq dan juga |Myanmar turut memberikan pidato dan mengucapkan terimakasih kepada Indonesia. tentu hal ini juga terinspirasi dari PIDATO soekarno yang sangat menggelora dan menggugah setiap pemimpin dunia masa itu yang masih belum merdeka dan terjajah, kini seoralh nuansanya terulang lagi. Pidato ini sebelumnya diawali oleh hening cipta mengenang para pendahulu pemimpin dunia dalam  the silence moment

Pidato Ridwan Kamil

 Gambar 9. Presiden Jokowi dalam pidatonya menyuarakan semangat kerjasama dan kebersamaan dalam meraih kesetaraan untuk sejajar dan bermitra dengan negara lain.

Dalam pidato RIDWAN kamil lebih memberikan gelora senagat dengan menyebutkan macan  asia   dan singa Afrika  kemudian menyampaikan 10 dasa sila Bandung yang menurutnya relevan hingga saat ini, karena masih banyak negara-negara yang tertinggal dan harus mewujudkan solidaritas dan menjunjung hak asasi manusia. Dasa SILA bandung tersebut dibacakan dalam bahasa Inggris.  Namun suasananya seolah membawa kita kepada semangat masa lalu, betapa besarnya peran Indonesia terhadap dunia, bahkan beberapa pidato  dari Robert Mugabe menyamapaikan terimakasih kepada Indonesia yang telah menginspirasi dan akhirnya menikmati udara kemerdekaan.

 Pidato Presidan Joko Widodo




Gambar 10. Presiden Jokowi dalam pidatonya menyuarakan semangat kerjasama dan kebersamaan dalam meraih kesetaraan untuk sejajar dan bermitra dengan negara lain.

Presiden Jokowi mengawali pidatonya dengan salam dan menyampaikan selamat datang kepada semua pemimpin negara dan delehgasi Bandung, kota dimana api perlawanan terhadap penjajahan dan ketidakadilan di gelorakan. Presiden jokowi juga  menyebut jasa-jasa pemimpin dunia antara lain  Soekarno, Jawahral Nehru, Mohammad Ali serta Sir John Kotelawala yang menginspirasi  bangsa merdeka dan mempunyai cita-cita. Bukan cita-cita biasa tapi cita-cita yang lebih besar dari zamannya.

Dalam pidatonyam, Presiden juga mengakui  bahwa negara Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lainnya yang juga dihadapi negara-negara Asia Afrika  namun tetap harus menggelorakan semangat perjuangan 60 tahun yang lalu.

Para Ibu  negara terlihat anggun mengenakan kebaya dan masih dalam suasana hari kartini. semoga kelak akan terlahir inspirasi dari para ibu negara yang juga berkontribusi dan setia menjadi bagian diplomasi budaya dari Indonesia untuk dunia, karena ada semacam obrolan di social media, seharusnya delegasi indonesia memakai batik sebagai kebanggaan karya anak bangsa, namun banyak yang mengenakan seragam jas formal dalam perhelatan KAA tersebut.


 Gambar 11. Photo Ibu Negara nampak takzim menyimak pidato presiden dengan seksama
doc. edrida

Masih banyak hal yang unik dan inspiratif dalam acara puncak perayaan KAA ke 60 diantaranya adalah persahabatan yang terjalin anatara sesama jurnalis lokal, nasional dan asing yang dengan gencar memberitakan, menyiarkan setiap agenda acara dari pagi hingga malam hari juga pada koordinasi kemenlu dan keminfo bekerjasama dalam suksesi acara KAA ini. 


 Gambar 11. Photo bersama dengan jurnalis senegal, jepang dan Africa selatan
doc. edrida


  Gambar 12. Photo  bersama dengan jurnalis jepang doc. edrida

 

  Gambar 13.  Photo bersama dengan jurnalis Blomberg Singapura. doc. edrida


Semoga citra posistif Indonesia tersebar keseluruh dunia, karena  Indonesia juga berhasil menjadi inisiator untuk kemerdekaan Palestina dengan adanya  "Declartion on Palestine" sebanyak 16 poin yang disepakati bersama sebagai bagian dari 10 tahun peringatan kerjasama strategis asia AFRIKA  juga malahirkan " Bandung Message sebanyak 41 pint  yang bertujuan meningkatkan kerjasama selatan-selatan untuk mempromosikan perdamaian dunia dan kesejahteraan bangsa-bangsa Asia Afrika.

  Gambar 14.  Photo Session Kepala Negara, delegasi dan Dubes negara sahabat . doc. edrida

Selamat dan sukses untuk Indonesia. Di bulan april ini, anak bangsa telah mengulir sejarah. Membangun Indonesia baru yang mandiri, sejahtera dan bermartabat. Inspirasi KAA dari Batavia hingga kota Paris van Java Untuk Dunia kini nyata dan terwujud sudah. Salam inspirasi dari bumi parahiyangan.

Wednesday, April 22, 2015

Sosok Ratu Hemas Menginspirasi Ibu Negara Madagaskar Dalam Pemberdayaaan Perempuan Indonesia

Sosok Ratu Hemas Menginspirasi  Ibu Negara Madagaskar
Dalam  Pemberdayaaan Perempuan

Masih dalam suasana bulan april, ketika banyak perempuan Indonesia mengingat kembali perjalaanan perjuangan RA Kartini dalam memajukan peran perempuan Indonesia. Saya mendapat kesempatan istimewa untuk  menyaksikan pertemuan Wakil Pimpinan DPD RI, GKR Hemas didampingi senator  Eny Khairani senator Provinsi Bengkulu saat menerima kunjungan Ibu Negara Madagaskar Vohangy Rajaonarimampianina dalam kunjungan resmi beserta delegasi yang lainnya seperti Patricia Rasoarohona membahas tentang peluang kerjasama  pendidikan, sosial, politik dan Kesehatan dan staf berkunjung ke Kantor DPD RI Kamis (22/04/2015), di Gedung Nusantara III, Jakarta.


 Gambar 2 : GKR Hemas berphoto bersama dengan  Ibu Negara Madagaskar, Vohingya Rajaonarimampianina,  Hari Rabu, 22 April 2015,Nusantara III, Seanayan,doc.Anas

Dalam pertemuan tersebut GKR Hemas menyampaikan bahwa DPD RI terus berjuang untuk meningkatkan partisipasi peran politik perempuan hingga 30 % karena menurutnya tidak ada demokrasi tanpa perwakilan perempuan di parlemen.

Menurutnya upaya untuk meningkatkan peran partisipasi perempuan untuk duduk di parlemen adalah merupakan target DPD RI hingga mencapai quota 30 % sesuai dengan amanah undang-undang meskipun masih terekendala dengan budaya patriarki yang masih kental dan kita berjuang melibatkan partisipasi perempuan.


 Gambar 2 : GKR Hemas menyampaikan gambaran pemberdayaan Perempuan Indonesia, Hari Rabu, 22 April 2015, Nusantara III, Senayan, doc.Anas

Penyampaian GKR hemas tersebut mendapat apresiasi dan pujian dari Ibu Negara Vohangy yang mengatakan kagum dengan eksistensi GKR Hemas yang banyak berperan untuk pemberdayaan masyarakat sebagai ratu masyarakat Jogjakarta dan Juga Senator yang bekerja di Senayan.

Ibu negara mengatakan sangat kagum dengan peran GKR Hemas disamping menjadi Ratu juga sebagai senator sekaligus wakil pimpinan DPD RI dan saya ingin belajar banyak dari sosok  GKR dihadapan para media.

 Gambar 2 : GKR Hemas memberikan cinderamata kepada Ibu Negara Madgaskar, Vohingya Rajaonarimampianina, Hari Rabu, 22 April 2015, Nusantara III, Senayan, doc.Edrida


GKR Hemas juga mengatakan bahwa pekerjaannya sebagai senator mengharuskannya bisa membagi waktu di parlemen dan daerah Yogyakarta untuk mendampingi  Sultan dan pulang setiap akhir pekan dan harus bisa membagi waktu anatara kegiatan di parlemen dan tugas saya sebagai seorang istri mendampingi Sultan, menurut saya sudah banyak perempuan Indonesia yang jauh lebih berdaya dan banyak juga yang bekerja sebagai pengambil kebijakan

Dala suasana yang formal bnamun santai Ibu Negara Madagaskar yang didampingi Patricia Rasoarahona (Wife of Head of CEDS Delegation), Lucia Laurent (Senior of CEDS, Elience Ratovoson (Executive Secretary of CEDS), Romiary Voos   Eltiana Raveloarisan, dan Juliae Ranjovolona (Auditors) mengatakan salah satu tujuan kedatangan mereka adalah ingin bekerjasama dengan Indonesia terutama di bidang pemberdayaan perempuan dalam asepek politik, ekonomi dan pendidikan dan mengharapkan GKR Hemas memberikan dukungannya untuk persahabatan Perempuan Indonesia-Madagaskar.

GKR Hemas mengatakan dukungannya mengingat perempuan bisa memiliki peran secara massive dalam sebagai bidang dan mendukung kerjasama lebih intensif dengan Madagaskar  dan mendukung pengembangan perempuan

Monday, April 20, 2015

inspiring days in KAA 2015

April yang indah, akhirnya mendapat amanah menjadi bagian perhelatan bangsa, Konfrensi asia africa 2015. Sungguh indah dan bersejarah. Beberapa moment yang tercipta seperti photo-photo di bawah ini






























Kartini-Kartini Negeri


Ilustrasi  Menyambut hari Kartini 21 April 2015, Meja Alm. Menlu Ali Alatas dengan Perpustakaan pribadinya dan halaman terakhir yang beliau baca Doc Pribadi, lokasi Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon 6, Tahun 2007





Engkau perempuan-perempuan  istimewa
Istimewa dalam tutur kata
Istimewa dalam budi lakumu
Istimewa dalam arif pemikiranmu
Istimewa dalam kebersahajaanmu
Istimewa dalam zikir dan pikirmu
Istimewa dalam pesonamu


Kartini-Kartini Negeri

Engkau perempuan luar biasa
Apapun peran, kontribusi dan karyamu
Engkau Kartini-kartini negeri
yang dilahirkan dengan darah merah putih
yang dilafazkan setiap doa di hari kelahiranmu
yang kelakhadirmu menjadi peneguh jalan dalam setiap perjalanan
Menjadi penyejuk, pendamping dan pecinta yang setia

Hadirmu menebar inspirasi dan memberi warna
Mendampingi mozaik dan menebar aroma bahagia
Meramu setiap cinta dari fajar hingga purnama
Meninggalkan jejak-jejak paripurna

Perempuan istimewa, Engkau adalah raga dengan aura penumbuh
Engkau tuliskan aksara adalah kumpulan dari kisah
Engkau lukiskan sketsa dengan indah dibalik kanvas putih tak bernoda
Engkau bimbing generasi membaca, menulis, mengaji dan berhitung di bangku sekolah
Engkau rawat masyarakat agar sehat dan berdaya
Engkau rangkul anak jalanan menjadi tumbuh
Engkau merintis usaha menumbuhkan kemandirian bangsa

Perempuan istimewa, engkau adalah penebar pesona dan aura cinta

Engkau tebarkan rasa menumbuhkan semangat dan gelora
Engkau selalu hadir dalam impian yang bernama cita-cita dan cinta
Engkaulah kartini negeri mengukir mimpi dengan sederhana

Perempuan istimewa, hadirmu adalah bagian dari gemilangnya generasi bangsa
Kumasih mencari mereka, melihat dan menyaksikannya
Meraka ada dimana-dimana
Disetiap penjuru negeri ini
Mereka melahirkan duta-duta bangsa
Mereka menuntut ilmu dengan setia
Mereka menenun  menyatukan benang-benang yang terurai
Mereka terjaga di fajar pagi menanak nasi
Meraka kuat memanggul beban
Mencari sekeranjang harapan di pasar-pasar becek tanpa alas kaki

Perempuan istimewa
Mereka juga hadir dalam perjuangan diplomasi bangsa
dibalik meja perundingan dan tokoh-tokoh dunia
Meramu aksara dan bahasa dalam pidato pimpinan negeri-negeri
Menjadi pendamping yang setia pemimpin negeri

Perempuan istimewa
Meramu bait-bait kata dalam puisi 
yang menebar aura nasionalisme jiwa
Meramu rasa menjadi bahagia yang menggenapkan jiwa


Perempuan Istimewa
adalah rusuk pengggenap dan penyempurna jiwa
Rangkullah mereka dengan doa dan cinta
Mereka hadir sebagai hadiah  Tuhan dari Syurga
untuk negeri bernama Indonesia


21 April,  di sela-sela Konfrensi Asia Africa

JCC Senayan, Jakarta

Saturday, April 18, 2015

Pengalaman Sebagai Tim Media Center Konfrensi Asia Africa 2015


Kita selalu punya jiwa muda untuk berkontribusi untuk bangsa, apapun peran yang kita pilih, 
Jiwa merah putih yang akan mempersatukan kita. 
(Edrida Pulungan, Catatan Konfrensi Asia Africa 2015, Jakarta-Indonesia)






Akhirnya Indonesia menjadi tuan rumah untuk Konfrensi Asia Afrika yang diadakan di gedung JCC mulai tanggal 19- 23 April 2015. Inilah persiapan sehari sebelum hari H. Hari Saptu, Pak Jusuf Kalla langsung meninjau lokasi, dan memastikan semua persiapan gedung berjalan dengan lancar. Pak JK didampingi oleh Ibu Menteri Luar Negeri. KAA begitu penting dalam posisi membangun kerjasama serta perdamaian antara negara Selatan-Selatan.


Senang sekali bisa menjadi tim Media Centre dan bekerjama dengan Kementerian Luar Negeri, menambah ilmu, pengalaman dan persahabatan. Tentu saja tak lepas dari leadership dan semangat dari Cooordinator Media Centre, Pak Toton Hutomi yang mengajak saya bergabung dalam tim ini. banyak persiapan sebelum suksesi hari H, seperti me




Bersama teman-teman baru Rina dan Risa, bagian Direktorat Humas dan Pemberitaan Kementerian luar negeri dihari pertama sebelum hari H. Tetap semangat dan ceria menjadi tim Media Centre. Namun bukan hanya generasi muda, banyak generasi senior juga yang terlibatseperti Pak Jusuf Wanandi yang turut hadir melihat persiapan sebelum hari H.


Perjalanan bangsa ini memang harus dirajut dengan utuh dalam simpul-simpul perjalanan anak bangsa dalam mempromosikan Indoensia kepada dunia dalam berbagai upaya baik diplomasi ekonomi, sosial, budaya dan demokrasi.

 Bersama duta besar  Norwegi setelah  Press Briefing  Room bersama duta Besar Afganistan tentang  kerjasama Selatan-selatan



 Bersama Mas Riza Abdullah  yang turut mensukseskan Media Centre selama konfrensi asia afrika

Inspirasi Indonesia Untuk Dunia Dibalik Perehelatan KAA 2015


  Apa yang  bermakna dalam suatu konfrensi? 


Sunday, April 5, 2015

Dunia Humas, Dunia Penuh Warna


Setiap orang adalah makhluk sosial
membutuhkan orang lain dalam kehidupan
saling mengenal dan menjalin hubungan
membutuhkan waktu yang panjang
menuju ranah pemahaman dan pengertian
namun itulah indahnya ketika sebuah jalinan 
berproses dan bertahan 
dalam dinamika kehidupan

( Garut, 2015)


Bebarapa baris kalimat diatas adalh refleksi yang  saya dapatkan setelah menerima amanah tugas bekerja di humas keparlemenan. 15 Desember 2014, adalah akhir tahun menuju awal saya merasakan " tour of duty"  sebagai kado akhir tahun yang saya juga menrimanya dengan kesyukuran, keharuan dan juga kekahwatiran. Akankah saya mampu memebrikan yang terbaik dalam dunia yang  berwarna, riuh, politis, dinamis ini ?

Namun saya rasa modal seorang menjadi humas adalah menyenangi manusia dalam konteks senang mengenal banyak sosok-sosok manuasia yang sudah kita kenal lama atau baru kita kenal untuk masuk dalam kehidupan kita. baik ranah formal maupun informal di lingkungan pekerjaan.

Tugas menjadi seorang humas tidak sesederhana dalam makna " hubungan masyarakat" dan selesai begitu saja, namun perlu memeliharanya sehingga menunjang pekerjaan kita dan menjaga hubungan baik antara kedua belah pihak.

Penugasan pertama yang penuh kejutan, haru dan membangkitkan adrenalin saya adalah saat harus mendampingi ketua dewan untuk turun kje daerah tepatnya garut, dengan persiapan 1 hari, yakni menghubungi jurnalis media cetak dan media elektronik untuk meliput dan mengkonfirmasi sebelum hari H. Lumayan butuh tenaga ekstra karena lokasi yang akan didatangi adalah salah satu psantren di garut, hingga malam saya menghubungi para jurnalis yang sudah Ok hingga terkumpullah rekan  jurnalis dari Sindo, Indopost, TV One, Trans TV, Majalah Senator. Saya juga masih kuliah malam di UI, dan pulang larut, entah karena kelelahan hp saya terjatuh saat perjalanan pulang dari taksi. lengkaplah sudah, semua nomer hp jurnalis dan pimpinan ada disana, Rasanya mau menangis saja.


Allah menguji kesetiaannya memegang amanah di awal pertama. Saya berpikir saya tak akan dipercaya lagi, saya merasa kejadian ini kelalaian saya, tapi tentu ini adalah musibah kecil yang saya tidak bisa kendalikan.

Malamnya tepat jam 00.00 Wib say amenuju kantor Grapari Telkomsel yang dekat dengan kebon Sirih, dan nomer saya di blokir dan kemudian diganti dengan nomer yang sama dengan pemulihan aktif 1x 24 jam, wah bisa dibayangkan strssnya saya, sampai tak bisa tidur semalaman hingga tertidur jelang shubuh, saya coba kontak pimpinan saya mernyatakan keadaan saya melalui email, namun tak ada balasan. Dalam jadwal kami akan berangkat jam 11, saya sudah siap-siap jam 8 dari rumah, namun nomer simapti saya belum juga bisa digunakan, akhirnya saya berniat membeli kartu baru dan hp baru, namun tentu semua jurnalis menghubungi saya melalui nomer lama. lengkaplah ujian survival bagi saya. jam 09.30 saya dapat nomer hp baru, dan langsung menuju senayan diantar oleh sahabat saya, dan tibalah kami jam 10.15. ternyata tak ada siapapun disana, hanya beberapa Pamdal ( pengaman dalam)

" Tadi rombongan jurnalis sudah berangkat jam 10 Bu"
" oh ya Pak, apa semua sudah berangkat?, jadwalnya dimajukan ya"?
" mungkin Bu, tadi ada dari humas pemberitaan yang berangkat"

Saya terdiam, tiada konfirmasi sebelumnya, bathin saya.

saya terdiam, menangis dan speechless, otot saya rasanya lemas, hari pertama sudah merasa bersalah dan tak berdaya, tapi saya tetap berusaha positif thingking dan berzikir, Namun masih mencari jalan menghubungi beberapa pimpinan dengan menanyakan nomer HP kepada Pimpinan saya sebelumnya, pak Tambunan yang dulu satu unit kerja di bagian Hukum dan Kebijakan, saat itu saya stafnya yang sering menulis pidato dewan

alhamdulillah nomer hp Pak MD saya dapatkan dan saya tekan nomer hp beliau dengan gemetar.

HP diangkat

" assalmu alaikum ww, Pak Mohon maaf saya sudah di kantor< hp saya hilang, saya sudah email bapak shubuh kemarin, tapi tak ada balasan"

" kamu dimana sekarang"
 " Di kantor Pak, tadi nyoba konfirmasi lagi Kompas TV, jadi bagusnya saya gimana Pak'?
" ya sudah kamu di jakarta saja, mengawal releasenya, kami sudah berangkat"

" oh, begitu ya pak" suara saya lemas dan lirih

saya merasa tidak berdaya dan merasa tak mampu melaksanakan tugas di hari pertama, padahal ada kejutan lain yang Allah berikan

saya telpon adik meminta doa dan dukungan, setelah berpikir tenang , saya kontak rekan kerja protokol pimpinan, dan ternyata mereka belum berangkat.

Lalu, kejaiban kedua datang lagi , mobil seorang senator yang mengenal saya karena pernah kerjasama dalam pembuatan endorsment buku saya untuk kerja sosial melintas, dan bisa dibayangkan apa yang terjadi

" mau kemana Rida"
" saya harus ke Garut Pak, tapi ini saya tertinggal rombongan Pak, jika saya beruntung saya harus kejar lima menit lagi kekuningan< bagusnya gimana ya Pak?"
: oh ya, ok supir saya harusnya makan siang dulu ini, belum istirahat, tapi berangkat saja nanti dia yang hantarkan kamu ke rumah ketua"

saya merasa didepan saya ada malaikat yang Allah turunkan "

Ternyata dalam siatuasi apapunm situasi sulit, genting, bahagia dan euporia, kita tetap harus mengingat kebesaran Allah yang  emngurus urusan kita"

Hikmah yang langsung saya dapatkan


:::

Bersambung 


Saya sampai tepat waktu, supir tersebut dengan lihai meluncur ditengah macet, 
Rumah kediaman beliau ada 3 mobil, yang besar dengan nomor polisi RI 7, benar Bapak belum berangkat

saya menenangkan diri di mobil, barang-barang saya pindahkan. kemudian saya dipanggil staf protokol , diperkenalkan dengan ibu dan saudaranya

" Ini edrida Pak, staf Humas, Penulis 17 buku"
" oh ya, ok,,bagus,,bagus,,sudah lama ya"
" baru saja Pak"
" Ok, siapa namanya tadi"/
: Edrida Pak" jelas saya sambil menyalam beliau


Kami siap-siap berangkat Ibu melepas Pak Ketua dewan dengan penuh mesra, indah sekali pemandangan tersebut, menghibur hatti..

Pasukan pengawal sudah siap-siap didepan, sirene menggema dengan suara merdu.

Bismillah, tugas negara itu kumulai di hari pertama, menuju psantren daerah pemilihan senator Jawa Barat

rasanya sedikit lega, dan pekerjaan lancar selama di Garut, semua jurnalis meliput dengan baik dan saya sempat beramah tamah dengan kaum ibu dan masyarakat sekitar, say menikmati semua dengan kesyukuran. Hari itu terlewati dengan baik, ditengah kepanikan dan ketidak berdayaan saya, saya berhasil berangkat ke daerah tugas mendampingi ketua dewan dengan satu doa, " ridhoilah saya dan pekerjaan saya ya Allah"

Dunia humas, dunia yang dinamis. Kita harus siap-siap menerima kondisi internal dan eksternal, dan jangan pantang menyerah apapun yang terjadi

Karana saya yakin selain penilaian manusia yang subjektif, ada Tuhan yang melihat kita bekerja dengan objektif, Bekerja adalah ibadah dan Allah sudah memilih kita dalam ruang-ruang ranah masyarakat..

namun terngiang kalimat bunda saya yang selalu memberi motivasi

" kini engkau tidak bisa menjadi seorang individu yang mewakili dirimu lagi, engkau milik  pimpinan, masyarakat dan negara, bekerjalah yang terbaik, ikhlas dan niat ibadah, semoga kelak engkau tuntaskan pekerjaanmu dengan paripurna, jangan pernah mengeluh, ikhlas, ikhlas, ikhlas" kata ibu dengan lirih dari jarak 9 jam perjalanan di daerah Sumatera Utara sana. Saya terdiam memanjatkan doa dan terseyum. Terimakasih Allah. kelak ini akan jadi kisah dan pengalaman yang unik dan historis dalam hidupku, Karena disinilah aku memulai mengenali diriku, penyelenggara negara, lembaga, rekan kerja, rekan media, masyarakat, konstituen, pramusaji, petugas loper koran, cleaning service, perawat taman, pengaman dalam, partai politik dan ragam manusia dengan berbagai latar belakang.

Aku akan mencoba mencintai pekerjaaan yang sudah kumiliki, bukankah kusampai disini sebagai bagian dari perjalanan puluhan tahun yang lalu.

ya, tahun 2006, aku pernah berdiri dan berpoto di depan gedung kura-kura, gedung parlemen senayan sebagai delegasi jambore nasional Sumatera Utara, yang mewakili organisasi Pramuka saat saya duduk di bangku SMP, kini saya kembali dengan tugas yang berbeda.

Salam inspirasi, be optimistic with yourself, and your duty, you will find yourself, your holy calling for society, state and the world.