The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, September 25, 2017

Aku Netizen Unggul Kampanye Inspiratif untuk Internet Sehat

Gerakan literasi  digotal nasional berlangsung di berbagai kota yang bertujuan mencerdaskan para masyarakat pengguna internet yang ada di seluruh Indonesia. Acara yang diadakan bertepatan pada acara Car Fre Day (CFC) pada hari Minggu, 24 September 2017 bertempat di pelataran Mall FX ramai dengan pengunjung dan masyarakat, terutama anak-anak serta pelajar yang di zaman ini semakin sering berinteraksi dengan internet. Untuk itu perlu antisipasi agar masyarakat dan generasi milineal Indonesia bisa menggunakan internet dengan sehat.

Dalam acara kampanye bertajuk : Smart School Online Kick Off : Aku Netizen Unggul  juga didukung oleh Google.org, Kominpo, ID Copm ICR Warch, ECpat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan aneka talkshow, penampilan musik dan juga lomba mewarnai untuk anak-anak. Dalam acara ada juga photobooth yang digemari anal-anak untuk mengabadikan momen literacy bersama teman-temannya

dalam berbagai berita yang kita dengar banyak sudah yang menjadi korban di dunia maya mulai dari penipuan, bully, traffficking, pembubunhan hingga eksplootasi seksual dan lain sebagainya. Untuk itu perlu sekali untuk orangtua mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan internet.


9 Tips bagi orangtua  menjaga anak-anak agar tetap aman di dunia maya

1.   Masulkah dunia online mereka, pastikan mengenal teman-teman mereka
2.   Buatlah aturan dalam  kegiatan online mereka, misal waktu online dan situs situs apa saja yang boleh dan  tak boleh mereka akses. Buat konsekwensi jika mereka melanggar
3.   Ajarkan mereka untuk melindungi privasi seperti tidal memberikan nama , nomer, telepon dan alamat  rumah tanpa izin anda, jangan membuka email yang tidak dikenala, jangan merespon pesan yang mengganggu serta jangan bertemu dengan orang yang tidak dikenal di Internet

4.  Jangan abaikan lokasi
5. Jadilah sahabat bagi anak
6. Bekerjasama dengan ISP
7. Maksimalkan browser anda dengan bekerjasama dengan penyedia layanan internet
8. Setting mesin pencari anda
9. Kenali sotus yang aman untuk usianya

Saya bersama rekan komunitas Lentera Pustaka Indonesia merasa beruntung menghadiri acara ini karena bosa bertemu dengan teman-teman baru dan berbagi informasi seputar acara literasi. Pada acara tersebut saya sempat juga bertemu dengan kak Nirina dan Mas Ernest sebagai pasangan orangtua yang juga mendukung internet sehat untuk anak-anak

semoga dengan adanya acara ini memberikan informasi dan edukasi pada keluarga dan masyarakat Indoensia agar lebih bijaksana dan sehat menggunakan internet. Karena generasi Indonesia di masa depan adalah generasi milenial yang cerdas, berkarakter dan bisa menggunakan inetrnet dengan bijaksana

Monday, September 4, 2017

Menjenguk Sastrawan Hamsad Rangkuti


Pada bulan September, bertepatan dengan Idul Adha, saya berniat sholat id di Depok karena suasananya lebih terasa seperti pulang kampung meski tahun ini tidak pulang karena tahun kemarin saya beserta Ibu dan saudara merayakan Idul adha di Depok dan sholat di Masjid Kubah Mas, Depok

Esoknya saya dapat whats up dari Bang Mustafa Ismail yang akan menjenguk Bang Hamsad Rangkuti, awalnya kami akan langsung menuju RSUD Depok  bersama rekan sastrwan lainnya hingga akhirnya ada informasi dari pihak rumah sakit bahwa Bang Hamsad sudah di bawa keluarga kerumahnya di Jalan Swadaya 8, tanah baru, Depok. Menurut informasi kelurag lebih nyaman di rawat di rumah meski ada khabar sebelumya perawatannya di tangani oleh pemda depok

Bang Hamsad adalah seorang sastrawan dan cepernis asal Sumatera Utara peraih penghargaan Sastra SEA award.  Saya sangat kagum dengan karya -karya beliau sebagai seorang yang juga suka dunia sastra dan kepenulisan.Sudah lama ingin bersua dengan beliau. saya masih menyimpan keinginan berguru dan belajar menulis langsung. Namun mungkin saya belum beruntung. Hingga Pada saat ada acara launching buku di Gramedia Matraman, saya sempat membeli buku beliau dengan judul " di Persimpangan Lampu Merah" yang belum saya tuntaskan membacanya karena sibuk mengurus tesis S2 sosiologi di UI
          Gambar 1 : Karya Bang Hamsad  berupa Buku yang ditulis aneka judul di depok  doc.edrida

Sejak bang Hamsad dikhabarkan sakit dan tergolek berbulan-bulan. Ada beberapa media yang meliput seperti liputan 6 yang simpati dengan beliau  karena sangat menyedihkan adanya khabar bahwa Pemda Depok mengambil tanah dan rumahnya untuk TPA sampah, sehingga membuat bang  Hamsad tidak lagi bisa menulis di rumah tempatnya menuliskan banyak karya. 


Gambar 2 : Bang Hamsad harus makan protan melalui infus  doc.edrida


Gambar 3 : Bang Hamsad tergolek sakit di kediamannya di depok  doc.edrida

Akhirnya sampailah saya di rumah beliau. Saat itu ada istri beliau kak Nur yang setia merawat dan mendampingi. Ada juga Bang Bonang anak beliau yang juga suka dengan sastra. Di seberang rumah ada kamar khusus berukuran 5x4 meter. Disanalah bang Hamsad beristirahat dan di rawat. Disisi kiri kamar ada tumpukan kotak protan, yang di konsumsi oleng Bang Hamsad selama beberapa bulan  melalui selang infus. Saat saya datang menjenguk besasama rekan sastrwan lainnya, Bang Hamsad sudah tidak bisa bicara namun bisa membuka matanya perlahan. Saya diam dalam doa dan takzim. Disisi kiri beliau ada tempat tidur, Ada beberapa buku yang beliay sudah tulis dan terbitkan. terakhir adalah buku " panggilan Rasul" beberap cerpen yang sempat di tuliskannya saat beliau sakit. Sungguh semangatnya menulis menjadi tauladan bagi para penulis dan sastrawan muda untuk terus berkarya.

                 Gambar 4 : Bang Hamsad tergolek sakit di kediamannya di depok  doc.edrida


       Gambar 5 : Buku Bang Hamsad sempat menulis panggilan Rasul sebelum sakit di      doc.edrida
Saya sempat sholat zhuhur di rumah beliau dan menunggu teman-teman sastrawan yang hadir termasuk bang Musatafa Ismail, bang Asrizal Nur, Bang Iman Sembada, Mas Eddy Pramduane, Mbak Willy Ana,Mas Nanang, Mas Jimmy,  Pelukis mas Jefry, Anggota Dewan, Mas Nurodji dan rekan sastra lainnya. Alhamdulillah rekan-rekan sastra menyumbangkan donasi berkisar 23 juta rupiah, semoga bisa di gunakan untuk pengobatan beliau


  Gambar 6 : Rekan sastrawan menjenguk Bang Hamsad. Bang Asrizal Nur, Penulis, Mas Nurodji dan Bang Sihar Ramses di  kediamannnya di Depok doc.edrida

Gambar 7 :  Bersama kelaurga Bang Hamsad  yakni mas Bonang dan Kak Nur di halaman rumahnya doc.edrida

Semoga bang Hamsad lekas sembuh dan bisa berkarya lagi. Untuk rekan-rekan yang bersimpati dan ingin berdonasi silahkan balas pesan di blog ini. Masih terbuka kemungkinan.Amin yra

Wednesday, August 23, 2017

Disini Hati yang Kau Cari




                     Gambar ilustrasi : Puisi " Disini Hati yang Kau Cari doc. Edrida Pulungan

Telah jauh langkahmu
Selepas lepas bebas matamu
Selepas lepas bebas jiwamu
Terhempas-hempas dalam arus ganas
Telahkah jauh langkahmu
Menuju hati yang kau cari
Telah lelah
Tabah
Pasrah

Kemari
Kembali
Disini hati yang kau cari
Disini
Rasakan saja
Selepas purnama
Mendekatlah jiwa
Telah jauh langkahmu
Hati yang kau cari ada disini

Jakarta, 24 Agustus 2017

Tuesday, August 1, 2017

Kursi Panjang di Taman



Kursi Panjang di Taman
Edrida pulungan



Dibarisan kursi kayu berwarna putih itu
Dibawah pohon pinus yang merangas
Merpati-merpati putih terbang
Sesekali meletakan paruhnya
Digenangan air kolam
Semalam hujan datang
Mereka berpesta pora
Melihat sepasang kekasih
Di kursi panjang itu

Pagi beranjak siang
Siang menjemput senja
Perempuan itu menatap mata kekasihnya
Tajam sekali
Lelaki itu menapat wajah perempuannya
Sendu sekali

Bercangkir cangkir kopi
Habis sudah
Lalu lelaki itu berkata
Sudah hujan ayo kita pulang
Perempuan itu tidak ingin pulang
Dia tidak beranjak dari tempat duduknya

Tiba tiba matahari semakin meninggi
Perempuan itu meneteskan air mata
Hatinya gundah
Melihat hari semakin senja
Namun tak satupun
Kata kata yang keluar dari mulut laki laki itu

Ditaman itu dia hanya berharap satu saja
Lelaki itu akan menunaikan janjinya
Namun
Apa yang terjadi dengan waktu
Kursi panjang putih itu menjadi saksi
Bahwa dia pernah
Mengenal seorang lelaki
Yang bermata sendu
Yang lupa mengucapkan rindu


Taman suropati 29 Juli 2017

Tersesat dimatamu



Tersesat dimatamu




Bintang bintang berjatuhan ditaman
Langit menutup nyayiannya dengan selimut malam
Waktu berkejaran air mata bercucuran
Dibaris-baris keinginanmu yang terakhir

Aku tersesat dimatamu
Antarkan aku pulang
Ketempatku dulu menjenguk kenangan
Bersama waktu yang kau rampas dengan senyuman

Kembalikan aku pada utuhku
Karena engkau telah membuatku runtuh
Namun daun jatuh mengajarkanku
Tidak iya menyalahkan angin
Yang datang menjemput dan berlalu

Kuhirup udara segar dalam nafasku
Separuh adalah rindu
Separuh adalah ragu
Utuhnya adalah kenangan
Yang menciptakan sejarah harapan

Aku tersesat lagi dimatamu
Antarkan aku pulang


Taman suropati 29 Juli 2017

Bersama seorang lelaki bermata jeli
Abdu Syakur







Monday, July 24, 2017

The Voice Of Moslem Youth





The Voice Of Moslem Youth




Look the paddy field
They were seed, green till it yellow
But when it was grow up
Need  times and few month
Rain, sun rise, farmer hand and God
Will create the new history
Paddy was symbol of justice and prosperity


Moslem youth
Yes
You and me
You were also green generation
Spread in the world and many nation
Can we get our  one voice

What make us grow up in our bod
y, mind and soul
If we only think our self and not see our surrounding
Drug abuse, poverty, unemployment, corruption, trafficking, 
conflict, war around us

We were arise in minority and majority  moslem country
With smaller and higher  GDP
With smaller and higher population
With smaller and higher young people like us
Did you still fight and dram
Or being failed with dead hope
Or stand up with alive hope

So what we can do
Can I hear your voice

What could call you
Where is your voice

What is your small action with bigger impact
Don’t just overwhelmed
Many things happen and the world has changed
Moslem youth was agent of change

Go home and fix everything was broken and stuck
Just do what you can do
Stand up, Give your voice
Let Allah give you the blessing
Then Peace upon you

Madinah, April 2011

Tuesday, July 11, 2017

Puisi Edrida Pulungan Lolos dalam Cipta Puisi Tentang Masjid dalam Tamadun Istiqlal 2017


Senang sekali saya mengirimkan puisi " Rembang Petang di Masjid Sunda Kelapa" saya sduah lupa kapan pengumumannya hingga saya mendapatkan whats up pagi hari dari sesama teman penyair bernama mas Budi Setyawan yang  mengatakan bahwa puisi saya lolos dan juga puisi beliau

Dari 247 puisi dari seleksi 247  puisi dan  dan akan dipersiapkan dalam acara tamadun istiqlal yang akan diadakan bertepatan dengan milad  ke 61 tahun  Himpunan Seni Budaya Islam di Istiqlal pada tanggal 24 September 2014 dalam panggung penyair muslim


              Gambar : Poster Lomba Cipta Puisi " Tentang Masjid" Tamaduk Istiqlal PPHSBI 2017

berikut dimuat beritanya dalam 
https://www.konfrontasi.com/content/budaya/100-penyair-lolos-seleksi-untuk-buku-bertajuk-tentang-masjid

KONFRONTASI-Dewan juri telah menyeleksi 100 puisi dari 247 puisi yang telah diterima panitia penyusunan buku antologi puisi bertajuk Tentang Masjid. Dewan juri yang terdiri dari Chavchay Syaifullah, Imam Suhardjo, dan HM Soerasa melakukan penilaian berdasarkan kesesuaian tema yang telah ditetapkan panitia, yaitu tentang masjid atau hal, peristiwa, kondisi juga pengalaman yang berhubungan dengan masjid. Selain kesesuaian tema, penguasaan bahasa dan daya ucap sastrawi, juga menjadi perhatian penting dewan juri.
Buku puisi bertajuk Tentang Masjid rencana akan diluncurkan pada 24 September 2017 mendatang dalam acara Tamadun Istiqlal yang diselenggarakan untuk menyambut milad ke-61 tahun Himpunan Seni Budaya Islam, di Masjid Istiqlal, Jakarta.
“Fenomena masjid dalam khazanah puisi Indonesia tidak hanya memerkaya pustaka sastra nasional, namun menarik untuk dijadikan media dakwah di masjid-masjid. Saya berharap buku ini bisa dikirim ke perpustakaan masjid seluruh Indonesia,” ujar Chavchay, penyair yang telah menulis lebih dari sepuluh buku sastra.

Berikut daftar 100 penyair yang lolos dalam seleksi dewan juri: 

1. A’yat Khalili - Bershalat Di Masjid Laju
2.Abdul Qosim - Surga Yang Terlentang
3. Abu Ma'mur Mf - Ada Hujan Di Tengah Kemarau Kota
4. Abu Yazid - Ratap Sunyi Kubah
5. Agam Pamungkas - Lubah
Pada Sebuah Surau
6.Ahmad Subki - Singgah Ke RumahMU
7.Akhmad Kusairi-Masjid Pengampunan
8. Al Iman - Rumah Illahi
9.Aldy Istanzia Wiguna - Sepatu Dan Masjid
10. Alexander Robert Nainggolan -
Di Masjid Agung Palembang

10. Alexander Robert Nainggolan -
Di Masjid Agung Palembang
11. Alfi Amalia Khoiriah -  Masjid Sebelah
12. Ali Fikri - Subuh Kesekian
13. Allif Syahputra Bania - Anak Dan Masjid
14. Andri Unswaganti (Kakanda) - Saung Berkabar Hati
15.Aprilia Putri Milenia - Cahaya Masjid
16. Aris Priyanto - Menuju Tuhanku
17. Asrina Novianti - Senja Di Pelataran Masjid Al Azhom
18. Badrus Shaleh (Raedu Basha) - Etnografi Muazin Tua
19. Baiq Camazy - Di Sini Kutumpahkan Segala Rasa
20. Bambang Kariyawan Ys - Selekuk Kisah Di Masjid Beraroma Laut
21. Bambang Widiatmoko - Pathok Nagoro
22. Budhi Setyawan - Rumah Sujud Dan Rakaat Panjang
23. Bung Fakhruddin - Bertasbih Dari Masjid Ke Masjid
24. Damayanti - Istana Dunia Ilahi
25. Darsih Praptiwi Pebriani - Istiqlal Rumah Ketaqwaan
26. Daviatul Umam - Dalam Dekapan Masjid Jami Sumenep
27. Desi Asmara - Masjid Di Tengah Kota
28. Dewi Suryati - Seruan Cinta Di Menara Masjidku
29. Diba Ratu Vidari Jannah - Doa Seorang Pendosa
30. Dila Mardiana Chaniago - Kubah Harapan
31. Edrida Pulungan - Rembang Petang Di Masjid Sunda Kelapa
32. Elliya Nuril Karimah - Membangun Masjid Dalam Sukma
33. Encep Abdullah - Perifrasis
34. Fahmi Hamzah (Darwis Kelana) - Cahaya Islam Di Tanah Tabi
35. Fajri - Rumah Insan Sesungguhnya
36. Faridah Aryani - Hamparan Alam Ilahi
37. Faris Fauzan - Masjid
38. Fatkhul Afif - Puisi Untuk Masjidku
39. Fitri Nilasanti - Mihrab Allah, Mihrab Cinta Kami
40. Fitriani Yunita - Tentangmu, Tentangku, Megahmu
41. Gustav Heridwan - Satu
42. Hafizah Widya Amalia - Di Masjid Saja
43. Hasan Bisri Bfc - Ratusan Lubang Gosong Di Dinding Masjid Grisek
44. Husni Anshori (Anshor Kombor) - Merindu Kunang-Kunang Di Masjidku
45. Iantie Harun - Rumah Berkubah
46. Ifrahilqolby - Surau Yang Ditinggalkan Tuan
47. Ika Y. Suryadi - Tidur Di Masjid
48. Irhamdi Bendang - Masjidku Istana Terlupakan
49. Isbedy Stiawan Zs - Nabawi
50. Kawirian (Kawé Arkaan) - Tentang Melupakan
51. Khairul Umam - Menuju Masjid
52. Kim Al Ghozali Am - Jejak Istirah Syech Maulana Ishaq
53. Linda Wulandari - Karena Kau Begitu Indah
54. Masyrurotul Muawwanah - Surauku
55. Maulidan Rahman Siregar - Petang Puisi Kubu Gadang
56. Mawardi - Masjid Dan Kenangan Yang Hilang
57. Meidi Chandra - Masjid Istiqlal
58. Moh Mahfud - Kisah Tak Sudah
59. Moh. Tamimi - Kesedihan Masjid
60. Muhammad Husein Heikal - Pengelanaan Ilahi, Dari Masjid Ke Masjid
61. Muhammad Lefand - Jumatan Di Masjid Kampung Halaman
62. Muhammad Sahal Al-Bakasy - Kubah Hijau Dan Sebuah Rindu
63. Nevatuhella Meniti Anjungan Mihrab
64. Niken Bayu Argaheni (Niken Kinanti) - Masjid Jami Kanjen
65. Nikmatul ‘Azizah - Syuhada Yang Dirindukan
66. Novita Sari - Pesan Pertemuan Di Masjid
67. Novy Noorhayati Syahfida - Di Masjid Seribu Pintu, Doa-Doa Menemu Restu
68. Nur Komar - Rumah Allah
69. Nurillah - Gelisah Di Mulut Usia
70. Nurul Asyrifah - Hidupkan Masjid, Hidupkan Hati.
71. Raden Rita Yusri - Geliat Mesjid
72. Rakhman Halim - Kutitipkan Jantungku Di Masjidmu
73. Refki Rizki Alfani - Balada Masjid Janubu Saqi Aasiyaa: Istiqlal Al-Mubarok
74. Rezqie Muhammad Alfajar Atmanegara - Masjid Sultan Suriansyah
75. Riduan Hamsyah - Di Masjid Tempat Jasad Bertumpu
76. Rita Damayanti - Masjid Di Pelataran Senja Jakarta
77. Rizal Fadillah - Sebaik-Baik Tempat
78. Rudi Karno - Masjid I'tikaf
79. Saefullah - Shalawat Subuh
80. Saifur Rohman - Mata Angin Kebenaran
81. Salman Yoga S - Kubah Segala Rumah
82. Salsabila Hanbi - Rumah Agung
83. Shania Uthami Putri (Thami) - Terjawab Rindu Di RumahMu
84. Shinta Dea Anggraini - Rumahku
85. Sihaabul Hudaa - RumahMu Tempat Hati Berteduh
86. Siti Sindi Hakiki - Baitullah Berkubah Iman
87. Sri Budiyanti - Masjid Agung Demak
88. Sri Wintala Achmad - Masjid Agung Mataram
89. Suhardiman (Boy Ardian) - Hikayat Pencari Rumah Tuhan
90. Suharmono K - Tunjukkan Aku Jalan Ke Masjid
91. Sulaiman Djaya - Masjid Kasunyatan Banten
92. Surtini Nurhadi - Doa Yang Padam
93. Tazkiyah Annisa Utari - Saksi Bisu Kehidupan
94. Tika Kartika Khoerunnisa - Dari RumahMU
95. Wahyu Maulidha - Kerinduan Masjid
96. WS. Winarso - Noktah Cinta Di Mushala Tua
97. Yahya Andi Saputra - Monolog Masjid
98. Yekti Migunani - Sajak Senja Surau
99. Zaimatul Hurriyyah - Surau Lapuk
100. Zham Sastera - Lewat Dhuha Di Istiqlal