Thursday, March 20, 2014

Pengalaman Berpuisi di Depan Mantan Duta Besar, Calon Presiden RI



Saya menerima undangan istimewa membacakan satu puisi saya pada tanggal 12 Maret 2014 sebagai pembuka acara diskusi Tokoh Pemimpin Muda di pentas politik 2014 dari salah satu tim pemenangan calon presiden. Tentu saja saya merasa senang dan bahagia dengan undangan tersebut. Saya mencoba melihat-lihat koleksi puisi saya dalam buku antologi puisi saya dan koleksi puisi di kompasiana dan menemukan satu judul puisi yang cukup cocok untuk dibacakan dan menemukan judul salah satu puisi berjudul “Status Quo Kesabaran” dan satu lagi saya buat jelang hari H, ternyata saya harus banyak merenung dan mencari inspirasi dan syukurlah saya bisa membuat puisi tersebut dan sudah saya posting di Kompasiana pada tanggal 12 maret 2014 yakni puisi yang berjudul “ Narasi Pemimpin Muda Untuk Indonesia”. 
 


Photo 1 : Naskah Puisi Narasi Pemimpin Muda Untuk Indonesia 
Karya Edrida Pulungan
 

Saya kirimkan puisi tersebut ke panitia dan ternyata yang terpilih puisi kedua yang akan saya bacakan di depan salah satu kandidit calon presiden Bapak Dino Patti Djalal yang juga didampingi oleh Yuliandre Darwis, P.hD (akademisi), Anhar Gong-Gong (budayawan) seorang politisi dan jurnalis metro TV yang memandu acara. 
 
Photo 2 : Diskusi Tokoh Muda Di pentas politik 2014, bersama Yuliandre Darwis, Ph.D. Dr. Dino Pattiu Djalal, moderator, Arief Budimanta dan Anhar Gong- Gong

 Terus terang saja saya merasa nervous juga awalnya, karena harus menyiapkan diri hanya sehari. Karena menjiwai kata dalam puisi butuh waktu dan penghayatan. Namun akhirnya saya mendapatkan “feel dan spirit” puisi dalam perjalanan menuju Gedung Taman Ismail Marzuki tempat acara diskusi. Acara akan dimulai jam 14.00 wib dan alhamdulillah saya datang satu jam sebelum acara jadi bisa latihan sebentar dan berkolaboras dengan pemain organ untuk pengiring musik dalam puisi, untunglah dapat puisi yang pas.
Saat MC membacakan agenda pembacaan puisi oleh saya diiringi dengan sedikit profil maka saya akhirnya tampillah saya di depan khadirin dengan bismillah. Rasanya kata-kata seperti mengalir di jiwa. Mungkin karena sebelum tampil saya juga sempat memebdah puisi yang mendapatkan respon positif dan apresiasi dari Pak Anhar Gong-Gong dengan testimoni seperti gambar dibawah ini :


 Photo 3 :  Naskah Puisi yang di testimoni oleh Pak Anhar Gong-Gong ( Sejarawan) dengan tulisan tangan bertali dan klasik


“cukup indah dan bernafas kebangsaan yang dalam. Semua bait bermakna dalam, namun yang lebih dari yang lain adalah bait kelima.
“ Karena engkau terlahir dari rahim keberanian”
Untuk Ananda Edrida Pulungan teruslah berpuisi
untuk menjernihkan pikiran manusia.
Jakarta, 14 Maret 2014
Anhar Gong-Gong

Puisi selesai saya bacakan saya lihat Pak Dino Patti Djalal Merekam penampilan saya. Semoga puisi yang saya persembahakan untuk calon pemimpin bangsa bisa memberi energi dan semangat. Karena yang hadir dari berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, Bandung, dan daerah lainnya.



Photo 4 :  Saya membacakan Naskah Puisi Narasi Pemimpin Muda Untuk Indonesia Karya saya sendiri.  Hari Jum'at, tanggal 14 Maret 2014, Taman Ismail Marzuki

        Dan diskusi dimulai dengan pemaparan sekilas masing-masing pembicara Pak Dino saat itu memberikan beberapa penjelasan transfaransi soal anggaran kampanye beliau yang low cost dan agenda poliiknya untuk bersinergis dengan paracalon pemimpin muda yang beliau sebut pemimpin reformis. Dan Pak Anhar gong-Gong menjelaskan soal pentingnya seorang pemimpin untuk maju jika dia “ selesai “ dengan dirinya dalam makna filosofis yang salam. Sedangkan Yuliandre mengatakan perlu adanya komunikasi yang harmonis antar pemimpin bangsa yang selalu terputus dari satu presiden ke presiden berikutnya. Hingga akhirnya diskusi makin hangat dengan pertanyaan kritis dari peserta yang mengatakan siapakah yang layak jadi presiden. Diskusi mengalir dengan dinamis, kritis dan kreatif.



Photo 5 : Photo bersama  Bapak Dr. Dino Patti Djalal, Yuliandre Darwis, Ph.D.Puspita ( MC jurnalis RRI)


                          


Photo 6 : Photo dengan pemenang blog dari Bali (Edy Mulyawan) sahabat di parlemen DPD RI

Setelah itu diumumkan juga pemenang lomba blog. Dan ternyata salah satu jurinya adalah Dr. Fachruddin Mangunjaya, rekan The Climate Project Presenter Indonesia yang sama-sama di latih oleh Al gore tentang perubahan iklimn di Jakarta. Bukan hanya itu saya juga bertemu seorang blogger yangRodame Napitupulu yang melihat photo saya waktu saya jadi pemateri public speaking. Dan juga sahabat Edy Mulyono dari Bali staf ahli DPD RI, rasanya senang sekali acara ini mempertemukan sahabat-sahabat yang peduli dan berkontribusi untuk Indonesia.
Saat acara mulai selesai, Pak Dino di wawancarai beberapa wartawan. Lalu beliau menyampaikan
“ Puisinya bagus sekali Bu, saya rekam tadi, nanti saya masukkan you tube ya”
“ Tak apa Pak, saya berikan copy right nya” canda saya
“wah kalau saya jadi milyader nanti, gimana”
“ oh kalau gitu, bagi-bagi Pak”, canda saya



Photo 7 : Photo bersama Bapak Dr. Dino Patti Djalal Mantan Dubes RI Untuk US, Calon Presiden konvensi Demokrat


 

   
Photo 8 : Tim Kampanye Capres. Bang Marison Guciano memberikan plakat kenang-kenangan Bapak Dr. Dino Patti Djalal


Begitulah obrolan singkat dengan sang calon presiden, Berawal dari puisi yang sederhana, saya menemukan banyak momen indah dan kebersamaan meski dalam waktu yang singkat. Hinga acara ditutup dan saya juga mendapatkan plakat cantik kenang-kenangan dari Bapak Dinno Patti Djalal. Semoga Puisi tersebut memang berhasil mengiromkan doa, impian, semangat dan harapan bagi calon pemimpin bangsa siapapun yang terplih kelak, Selamat menyambut mentari april. Salam hangat dariku Perempuan Pecinta Puisi.

0 comments:

Post a Comment