The Spirit

The spirit will comes after your will. I see, I hear, I write, I celebrate all moment with words...

waiting is inspiring

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

I love sharing positive mind and feeling

my life teach me to believe my inner strength

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, September 7, 2016

Saya suka lagu Botak Aut Boi Nian



Lirik Lagu AUT BOI NIAN - Viky Sianipar Ft. Alsant Nababan
Aut boi nian tardungdung au
Si rumondang bulan tula i
Putikhononhu hasian
Jala bahenonhu ma
Di podomanmi asa sonang roham

Aut boi nian tarbahen au
Songon si doli tinodo mi
Satokkin on do au ro
Pasahatonhu ma holong na di rohakon
Tu hona uli na lagu

Reff :

Hape ndang boi tarbahen au
Songon sidoli tinodo ni rohami
Hasian
Ditadinghon ho sasada au

Alani pogos ni damang dainang i
Mambahen ingkon marsirang au
Sian ho

Hansit nai
Dangol nai
Sitaononhon
Alani holonghi tu ho..

Thursday, September 1, 2016

Surat Malaikat Kecilku

Kertas buram dan lusuh itu
Berkali-kali kubaca di beranda rumah
Aku tersenyum 
Lalu aku menangis
Terisak 
Tersekat
Tertahan suaraku
dan kemudian aku tersenyum lagi
Menyeka air mataku
Hingga legalah dadaku

Aku membaca suratmu malaikat kecilku
Engkau menuliskan surat untukku 365 hari lamanya
Tulisan tanganmu  begitu indah
Meski runcing dan tajam
Hamun kutahu engkau menulis dari hatimu
Hingga mudah terbaca olehku
Semalam Tuhan mengirimkannya lewat mimpiku
Engkau terlalu cepat pergi dibawa gelombang
Gelombang yang menghanyutkan ragamu
Mamun bukan kenangan kita
Karena kita adalah cerita keabadian


Sayangku
Malaikat kecilku
Engkau berkata dalam suratmu
"Ibuku engkau selalu cantik dimataku
Anggun, kuat dan tabah
Aku selalu bahagia
dengan pelukan hangatmu 
Melepasku di taman bermain
Mencium keningku
Saat aku tidur di peraduan
Kau bacakan dongeng malaikat kecil dari istana raja
Aku juga ingat sekali"
Saat aku akan pergi ke sekolah di pagi yang sibuk
Engkau memakaikan sepatuku yang semakin mengecil
Lalu engkau berkata dengan lembut
" Nanti kita beli sepatu baru ya sayang, doakan buku ibu laris"
Engkau ibu yang kubanggakan guruku dan penulis hebat

Ibu aku gadis kecil paling beruntung di dunia
Kita menikmati senja tanpa ayah
Dia meninggalkan ibu dan aku puteri kecilnya
Mungkin dia punya jalan bahagia dengan yang lain
Tapi aku akan selalu mencintai kalian berdua
Ibu adalah selembar sayap kananku
Dan semoga aku selembar sayap kiri ibu
Mari kita rayakan bahagia kita di awan biru

Aku menangis membaca suratmu 
Malaikat kecilku
kupeluk engkau dari bumi tempat kita menari
Bahagialah di syurga malaikat kecilku
Semoga sayapmu membawamu terbang bahagia
Menikmati jamuan syurgawi  dalam binar bola matamu
Serta simponi indah yang mengiringimu menari
Karena cintaNya untuk kita berdua utuh
dalam dunia yang berbeda
Cerita langit dan bumi

kisah cinta dua dunia, Meulaboh, 29 Agustus 2016

Wednesday, August 31, 2016

Menikmati Senja di Kaki Gunung Lubuk Raya



Senja selalu indah dinikmati dalam  hening
Saat matahari mulai mengintip malu 
dan meninggalkan rasa yang tersisa
tentang kerinduan pada kampung halaman
Juga pada janji yang tertunda

Perjalanan menuju perkampungan lubuk raya tak pernah terpikir sebelumnya. Namun akhirnya terwujud di bulan Juli, tepatnya hari raya kelima. Ajakan dari Fitri, sahabat semasa kecil cukup menarik, apalagi dia suka mendaki gunung. Di sana ada juga cafe yang menyediakan teh, coklat manis dan penganan khas. Akhirnya jam 10 pagi kami berangkat, padahal awalnya janjiannya pagi. namun meskipun matahari agak tinggi, kami akhirnya berangkat juga. Perjalananpun kami mulai dengan niat menikmati alam dan mencari inspirasi




Udara terasa dingin,  untunglah saya memakai levis yang agak tebal. kami menikmati jalan yang membelah  kaki gunung lubuk raya dan angin semilir menerpa wajah. Menghadirkan damai dan sejuk di hati. Liburan yang menyenangkan di pertengahan tahun 2016. Menjadi turis di kampung sendiri. Asyik pasti





Thursday, August 25, 2016

Celengan, Al Ghazali dan Algojo

Celengan, Al Ghazali dan Algojo


Tuan-tuan dan puan hari ini bersejarah

Tanggal dua puluh lima
Di hari merdeka
Namun rasanya terjajah
Celengan kodok itu harus dipecah
Hari ini jadi lembaran-lembaran kisah
Algojo-algojo itu berbaris dengan  pakaian merah
Berhasil  kelihatan gagah dan pongah 

Kalimat sang hakim abadi di ingatan
Kata-kata yang merendahkan
Melemahkan semangat juang
Mereka pencuri impian
Di balik nama besar

Benar kata Al Ghazali
Ilmu terbaik adalah mengenal diri
Ruang-ruang bersendi pun tak mampu
Meretas kemajuan dalam persimpangan

Selamat tinggal penjajahan
Ini kali terakhir
Berada dalam gema perkataan yang fakir
Tinggalkan semua hingga akhir
Berserah dan pasrahlah
Meski merasa kalah

Ingat berapa kali dinding itu bergema
Gema yang panjang dan lirih
Mendengar tangisanmu merintih
Lalu mereka berskenario
dan menjadi algojo
Mengeksekusi lemahmu
Menggantung waktu tanpa tali
Di menara gading di eksekusi
Apakah kamu sudi mimpimu di belati



25 Agustus 2016, Pinggiran Kota Depok

Tuesday, August 23, 2016

Samsung Note 7 Pilihan Changemaker yang Multi Tasking




Samsung  Galaxy Note 7 kembali hadir untuk memenuhi kebutuhan para costumer khususnya high achiever yang kreatif dan multi tasking.

Presiden   Samsung Electronics Indonesia,  Jaehoon Kwon menyampaikan tentang komitmen Samsung dalam melayani kebutuhan costumer Indonesia yakni changemaker yang tidak mau kompromi.

Terkait pemasaran, Vabbyna Kaunang selaku IT and Mobile Marketing Director Samsung Electronic Indonesia bahwa pre order untuk  Galaxy Note Samsung 7 sudah habis dipesan dalam 3 hari dan pre order selama 16 hari dari tanggal 5-21 agustus 2016 yang disediakan di www.GalaxylaunchPack.com

Sedangkan untuk inovasi produk, Denny Galant selaku  IT a& Mobile Product Marketing Head mengatakan bahwa Samsung Galaxy Note 7 diluncurkan dengan inovasi terbaru seperti Irish  Scanner, water resistance, wireless charging, S Pen yang juga dilengkapi dengan translate (penerjemah), GIF animationm screen off memo dan juga teknologi EMR (electronic resonance) sehingga memanjakan para costumer.







Samsung Gear Fit 2, Jadi Teman Yang Asyik Buat Para Traveller



Samsung Gear Fit 2, Jadi Teman Yang Asyik Buat Para Traveller

Menjadi seorang traveller memang menyenangkan dan tentu saja, ada saat-saat kita menunggu waktu yang cukup lama di bandara, stasiun kereta dan terminal menuju tempat tujuan.

Saat-saat menunggu bisa menikmati beragam musik dari gear fit karena gelamg pintar ini super keren. Gelang pintar keluaran Samsung super fun dan jadi teman yang keren karena dapat mendeteksi secara langsung aktifitas pengguna mulai dari berjalan, berlari hingga bersepeda. Canggihnya lagi, perangkat ini telah mendapatkan sertifikat IP68. Tertarik?  Harganya  cukup terjangkau dan  berkisar  harga $179 atau setara dengan Rp2.4 juta-an.

Desain Gear Fit 2 memiliki tampilan yang tak jauh berbeda dengan gelang pintar pada umumnya. Dilengkapi dengan panel layar lengkung berteknologi AMOLED berukuran 1.5 inci dan memiliki resolusi 216 x 432 piksel. Gelang pintar dengan koneksi Bluetooth yang tertanam perangkat ini dapat terhubung dengan smartphone berbasis Android dan dapat menampilkan beragam notifikasi penting seperti panggilan masuk, pesan masuk, serta notifikasi aplikasi. Menariknya lagi, anda bisa menggunakan Gear Fit 2 sebagai perangkat musik dan dengan dukungan GPS

Jadi saat travelling kemana aja, bisa pakai Gear fit 2 jadi teman seperjalanan. Asyik kan

Sunday, August 21, 2016

Kerinduan yang Fana pada Secangkir Kopi Aceh





Kerinduan yang Fana pada Secangkir Kopi Aceh


Gambar : Ilustrasi Kerinduan yang Fana Pada Secangkir Kopi Aceh doc.http://cafehitzz.blogspot.co.id/


Tiada bulan yang paling hangat selain di bulan Juli tahun kemarin. Bulan yang paling indah mempertemukan aku dengan sosok misterius namun menyisakan kisah cinta yang entah bagaimana aku harus menerjemahkannya. Aku masih betah duduk berlama-lama duduk di pojok kanan cafe. Dengan mata yang masih sembab. Dan tak akan ada yang memperhatikanku disini. Aku merasa sepi dalam keramaian.

Rinai hujan tiada berhenti. Jakarta setengah lumpuh dan macet. Pandanganku yang terbatas kaca bening di meja depan café Virgo lepas menuju jalan besar. Rasanya teduh memandangi perempuan yang berdiri dibawah payung dengan baju putih polos dan disampingnya ada seorang laki-laki yang berdiri tegak sambil sesekali tangannya  melawan angin yang agak kencang. Lalu perempuan berambut sebahu itu merapatkan tubuhnya. Lelaki itu merangkul bahunya. Mereka saling tersenyum dan bertatapan. Mungkin juga bercerita tentang banyak hal akan rencana masa depan. Aku merangkai banyak imajinasi akan pemandangan di depanku. Entah aku merasa sendiri dan teman terbaikku pagi ini adalah secangkir kopi aceh hangat pesananku yang ketiga setelah dua cangkir kopi sebelumnya.  Rasanya pahit namun jadi manis dengan mengulum gula merah setelahnya. Sensasi kopi yang nikmat. Entah aku hanya ingin menikmati secangkir kenangan dan rindu yang fana di bulan Juli. Bulan juli bulan pertemuan kami,  pertama kali aku mengenalnya, lelaki yang dikirimkan Tuhan melalui suara yang merdu dan akan selalu kurindukan. Tapi kurindukan bukan untuk pengkhianatanmya tapi senyumannya, bujukannnya dan tawanyam manjanya, ucapan selamat pagi, siang dan malamnya yang mewarnai hari-hariku di bulan juli. Menjadi bulan yang hangat bagi jiwaku. meski hujan selalu turun dengan nyanyian orkestra kesedihannnya yang ditumpahkannya pada bumi yang setia. Seperti Restu yang melepas luka masa lalunya padaku. Hingga dia bangkit dan jadi pribadi berbeda dan penuh percaya diri.

Restu namanya. Lelaki periang namun misterius bagiku. Namanya selalu mengingatkanku pada percakapan kami yang panjang melalui telepon. Pertemuan pertama hanya karena dia melihatku sedang membaca di beranda rumah dan dilanjutkan dengan usahanya menemukan nomor teleponku dan percakapan kami berlanjut hingga aku meninggalkan kota Banda Aceh, kota kecil tempat kelahiranku dan kota kenangan untukku dan mungkin untuk kami berdua yang di pertemukan di kota yang romantis dengan pantainya yang landai dan ramainya kafe-kafe di pinggir jalan besar yang dipenuhi anak-anak muda Aceh. Kota yang kembali hidup setelah di gempur tsunami. Namun kehidupan akan selalu ada meski dalam keeping luka.

Hingga  kami mengunjungi satu kafe bercat putih dengan pohon pinang disisi-sisinya. Kami memilih tempat duduk paling pokok.

Aku sudah lama merasa tak berarti sejak kegagalan pernikahanku” Restu memulai percakapan
“ kadang kesendirian harus dirayakan” responku datar
” oh iyakah” Respon Restu cepat
Aku tersenyum jenaka. Restu menemukan seseorang yang tepat. Aku memang pendengar yang baik. Ribuan kilometer dan ribuan malam hening kami lewatkan melalui percakapan di ujung telepon.

Hingga pertemuan kedua kami dengan percakapan yang cukup sensitif itu. Karena tanpa disengaja aku sudah masuk dalam kehidupan Restu. Bahkan kebimbangannya untuk memulai karir, mengurus surat perceraiannya dan lain sebagainya.

Restu menatapku sejenak, lama dan dalam. Apakah perkataanku menyentak hatinya. Entahlah. Sejak saat itu kamiu sering ngobrol dan bercerita banyak hal mulai dari hal-hal yang tidak penting hingga romansa kisah klasik sepasang kekasih untuk bersama dan menyatu. Aku menerima status restu dan dirinya apa adanya. Apakah ini yang disebut sebagai cinta buta. Namun aku adalah perempuan dewasa berusia 32 tahun. Hubungan kami lancar, meski terbatas jarak antara Jakarta dan Aceh. Aku pulang ke Jakarta setelah cuti selama 5 hari. Restu menemaniku  sambil berjalan di tepi pantai dengan pasir putih yang indah dan ombaknya yang tinggi. Kami menikmati kebersamaan dan semakin dekat secara batin. Itulah yang kurasakan.

Tanggal 22 juli, Restu mengajakku menikmati secangkir kopi aceh di cafe simpang tiga kota. Lalu kuseruput minuman segar dan hangat itu sehangat jiwaku. Lalu Restu meletakkan gula merah yang ada di bibir gelas. Rasanya dia ingin mewarnai rasa secangkir kopi dengan gula merah muda yang dipilihnya. Aku sempat bingung namun rasanya aku seperti menemukan teman masa kecilku dulu. Bapak yang suka mentraktirku kopi susu hagat dengan sepring sate yang lamak banna karena aku orang padang yang akhirnya jadi perantau di Jakarta. Akh aku memang sedang merindukan sosok yang ingin kucintai dan rindukan. Apakah Restu orangnya? Aku sudah untuk jatuh cinta. Namun ketika hatimu merasa nyaman, aku susah pindah ke lain hati.

Restu dan aku adalah kisah indah di bulan Juli. Meski banyak perbedaan. Aku suka sastra, restu suka teknik. Aku suka planning terhadap banyak hal, Restu suka spontan dalam banyak hal. Meski sudah menjadi sepasang kekasih, Aku tidak berteman dengan Restu di Facebook hanya di whats up saja. Aku ingin memberi kebebasan baginya untuk berteman dengan siapa saja. Aku juga ingin belajar mempercayainya. Sejauh ini semua berjalan lancar, Aku dan restu sudah menjalin kisah selama setahun. Hingga sebuah pesan di wall Restu yang cukup mengganggu pikiranku ” sayang, kok sudah lama gak nelpon’?
Byarrr. Dadaku sesak menahan penasaran dan cemburu. Siapa perempuan ini”pikirku

Lalu perempuan itu membawaku pada banyak kisah pengkhianatan.
” kami sudah mengenal selama 7 bulan, dan akan menikah” kata perempuan yang terakhir kutahu bernama Rita melalui inbox FB
” oh iyakah, maaf jika hubungan kalian sudah lama juga, saya ingin membereskan hubungan kami seperti apa selanjutnya, karena kami sudah tunangan” jelasku
” saya tak ingin merebut tunangan orang, dia yang datang padaku dan serius untukku” kata Rita ketus
” tunangan dimana-mana bisa saja, tapi kamu harus tahu kami sudah melakukan hubungan intim sebanyak tiga kali, jadi kamu artikan sendiri sedekat apa kami”
” oh ya” hatiku panas seperti panasnya lemon tea hangat di genggaman tanganku

Aku berlari ke rest room dan menangis. Sungguh aku merasa terluka. Tak kusangka Restu yang lembut baik dan kupercaya ternyata pembohong besar dan pengkhianat. Dia berhubungan juga dengan wanita lain.

Aku menarik nafas dan kembali ke meja kerjaku. Ku buka lagi inbox dan mataku dimanjakan dengan photo Restu yang mesra dengan rangulan tangan dan berbaring santai. Ada 25 kolase photo dengan kemeja yang kutahu persis sama dengan kemeja dengan photo yang restu kirimkan ke whats up ku . Katanya kerja di luar kota ada proyek. Rupanya proyek pengkhianatan. Sungguh perih hatiku. Rasanya dunia ini berhenti berputar. Sia-sia sudah rencana pernikahan yang akan kami resmikan di bulan juli tahun ini, yang tinggal 3 bulan lagi.

Ponselku berbunyi. Aku membaca inbox ” Sayang jangan lupa makan siang, undangan sudah selesai di percetakan. Pesawatku malam ini berangkat. Aku tak sabar memeluk perempuan pujaanku. I love you Raina. Restu.

Rasanya ingin ku lempar ponsel itu.Lelaki penipu

**

Hujan turun begitu deras.

Semua meninggalkan pemakaman. Hanya ada seorang perempuan yang masih menangis diujung makam. Dia tak menyangka cinta tak sehangat secangkir kopi Aceh dan pertemuan pertama. Restu wafat dalam kecelakaan pesawat. Di jarinya ada cincin tunangan. Rita juga hadir dengan maafnya bahwa dialah yang menjebak Restu agar mengisi kesepian hatinya sebagai janda kaya beranak tiga yang membutuhkan belaian lelaki dewasa, dan Restu mmeberikan kebutuhan Rania karena membutuhkan dana yang lumayan besar untuk resepsi pernikahan mereka.

Perempuan yang perasaannya porak poranda adalah aku. Rania perempuan yang kehilangan cinta palsunya. Namun harus melangkah meninggalkan keping luka.

Catatan : lamak banna : enak sekali



Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com