Monday, December 21, 2015

Hitung Koin Kesyukuranmu # Count your blessing



Tahun 2015 sebentar lagi berakhir

Sungguh, rasanya baru kemarin

Saya yakin selalu ada cerita tentang hari yang berlalu, entah mengapa ingin sekali menghitung semua kebahagiaan kecil, sedang dan besar dalam hidup, setidaknya menyadari bahwa waktu selalu hadir menemani kita untuk 
menanam benih-benih kebahagiaan sekecil apapun itu :)


Saya terinspirasi dengan dongeng yang baru saya tulis sendiri, dongeng ini bercerita tentang seorang ibu dengan puteri kecilnya, sang ibu memberi puterinya kendi kecil yang berlobang besar, dan si ibu berkata

" nak , jika engkau merasa senang, bahagia, ceria dan merasa bersyukur, maka masukkan satu koin kedalam kendi ini ya nak, Jika isinya sudah penuh maka kita bisa hitung bersama" kata ibnya sambil mengusap rambutnya

Sang puteri kecilnya mengguk serta membawa kendi kedalam kamarnya dan meletakkannya di bawah tempat tidurnya.

lalu keesokan harinya, puterinya sarapan pagi, dan ibunya mmemasak nasi goreng dengan telur mata sapi yang di hias seperti wajah boneka teddy bear, dia merasa senang dan kemudian tersenyum sambil melihat ibunya


lalu berlari ke kamar dan memasukkan koin. plang. Esok sang ibu kemudia merajut sweaternya, karena musim penghujan di bulan desember, sang anak memakai sweater ( Jas hangat ) itu dan kemudian dia menjatuhkan lagi koin logam dan Plang, masuk lagi, begituseterusnya


sang anak terus saja memasukkan koin, hingga penuh dan kemudian ibunya turut senang sekali

lalu mereka berpelukan di akhir tahun, Ibu tersebut memang ibu yang bijaksana. Begitulah caranya mengajari anknya bersyukur, karena sepeninggal suaminya, dia merasa sedih harus membasarkan anaknya seorang diri tanpa suami yang menyayangi dan mendukungnya, hingga akhirnya dia tersadar, masih ada waktu yang tersisa untuk mereka bahagia dan tumbuh bersama


saya jadi terpikir menuliskan dan menghitung kesuyukuran saya

bismillah 

plang

Saya senang sekali di tahun ini, bisa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membangun rumah mungil, rumah inspirasi yang penuh dengan buku-buku yang saya tulis dan juga buku para sahabat yang ditandatangani langsung, ada juga buku para tokoh nasional dan tokoh internasional

dan beberapa hadiah kecil, seperti hadiah ulang tahun, beberapa surat bertulis tangan yang masih saya simpan rapi dan beberapa souvenir dari berbagai negara dalam lawatan saya

plang, kebahagian kecil namun menambah koin yang harus saya jatuhkan ke kendi besar berwarna oranye yang sudah saya siapkan

Terimakasih ya Robb





0 comments:

Post a Comment