Monday, December 14, 2015

Undangan Presiden dan Euforia Harapan Para Blogger






Gambar 1 : Para Kompasianer beramah tamah dengan Presiden, dari Kiri Om Jay,   Tamara,  Presiden Jokowi,Mas Harris, Edrida (Penulis) dan Pak Amri (Doc.Biro Pres Istana)

 Senayan, 08.30 wib

Hari jum'at pagi di bulan desember Sekitar jam 08.30 wib, saya masih menyiapkan berbagai laporan tugas akhir tahun disela-sela persiapan proposal thesis di kampus, ponsel saya tiba-tiba berdering memecah keheningan, saya langsung lihat nomor yang tertera di layar dengan kode 021 saya kira dari nomer telepon bidang sebelah yang menagih laporan yang harus diserahkan siang nanti, ternyata suara seorang administrasi kompasiana yang menyapa saya dengan salam hangat.

" selamat pagi mbak, apakah ini dengan mbak Edrida Pulungan?"
" ya, saya sendiri, dengan siapa mas?"
" ini dengan saya ardi mbak,dari Kompasiana, kami mau undang mbak Edrida untuk jamuan makan siang bersama Presiden di istana esok" kata Mas ardi

Saya agak terkejut sekaligus senang namun masih tak percaya. terakhir kali saya ke Istana di Bulan Pebruari untuk mendampingi para anggota DPD RI untuk konsultasi dengan Presiden terkait beberapa usulan dan draft undang-undang hasil Produk DPD dimana saat itu kapasitas saya dalam tim humas lembaga negara. saya masih ingat saya memakai baju tenun warna oranye ke istana. Namun kali ini tentu berbeda dan istimewa karena saya dinundang sebagai blogger dan penulis di kompasiana sebagai jurnalis warga yang sudah saya jalani hampir lebih dua tahun dengan cara tak sengaja, kebetulan saya diundang oleh pihak Research and Development Harian Surat Khabar Kompas untuk memberikan opini terkait tampilan koran terbesar di Indonesia tersebut, hingga saya mendaftar langsung di kantor tersebut melalui bantuan rekan administrasi kompas, karena saya sudah lama mendengar tentang kompasiana, namun belum bergabung.

wah cerita jadi panjang, singkat kata adalah saya konfirmasi untuk hadir, Mas ardi menambahkan lagi "Mbak jangan lupa pakai baju batik dan jam 9 sudah hadir dan kumpul di Gandaria City"

saya pun mengiyakan, ada penasaran , siapa saja rekan yang akan hadir.
Jam 08.30 saya sudah di gandaria city yang saya lihat ada mbak Seneng Utami dan mas Rushan Novaldi, wah saya bingung kok cuma 2 orang. namun akhirnya kami ngobrol sebntar dan masuk ke  ruang outdor Kompasianival dibelakang gandaria. dan bergabung dengan rekan lainsatu persatu mendapat undangan, setelah nama saya dipanggil saya pun menerima undangan, kemudian mas Zulfikar Al Ala yang dipanggil untuk yang berikutnya, kami adalah mantan host Kompasianival dua kali berturut, turut, senang mengingat pengalaman berharga menjadi bagian kompasiana
Gedung Istana negara jam 11. 30
Kami sudah tiba, antri sebelum pemeriksaan, rekan segnek mengecek nama dan undangan kami, dan sampailah kami diruangan persegi dengan beberapa meja bundar yang sudah tertata rapi, dan entah berjodoh saya kembali semeja dengan tamara rekan saya yang pernah jadi narasumber bareng di Kompas TV dan bicara soal partai baru, ada mas Harris, Nico simamora, serta Om Jay yang akhirnya mewakili kompasianer guru berbicar tentang harapannya terhadap guru TIK dan keinginannya agar guru seluruh indonesia bisa menulis
sekitar 25 menit kami menunggu Presiden, lalu tiba-tiba Presiden datang dengan baju hem putih polos dan pengawalan paspampres. Satu persatu blogger disalamnya.
Lalu kami duduk.Presiden langsung menuju microfon dan berkata
" sudah jangan serius-serius amat, kita makan dulu"
Gerrr, semua blogger tersenyum dan tertawa bahagai, memang banyak blogger yang senagja gak makan biar bisa menyantap hidangan istana.:)
Beberapa blogger yang hadir diantaranya mas Junawan Henanto menyampaikan soal apresiasi terhadap kinerja presiden dan juga harapan masyarakat terhadap jokowi, disambung dengan Pak Thamrin Dahlan tentang dukungannya pasa presiden terpilih meski awalnya dia menulis buku " Prabowo Presidenku",  Kemudian Agung Soni dari Bali yang mengatakan tentang kondisi kerukunan ummat beragama di bali, Fera Nuraini tentang pengalamannya sebagai TKI di Hongkong dan rekan-rekan lainnya dengan segudang harapan yang sama.
Namun harapan saya sederhana, semoga Tim Presiden mampu membaca kebutuhan dasar masyarakat dalam sandang pangan dan papan sehingga masyarakat melirik kebutuhan pendididikan menjadi ranah  penting berikutnya karena kondisi masyarakat  yang sebagian masih miskin dan tak mampu membuat banyak anak Indonesia putus sekolah. 

Hal ini penting agar literasi di Indonesia tumbuh sehingga meningkatkan indeks pembangunan manusia, sama seperti surat yang saya kirimkan untuk Jokowi  di tahun 2014 dan berhasil menang namun sampai sekarang saya belum melihat bukunya, juri yang bergengsi seperti Komaruddin Hidayat Rosiana Silalahi membuat saya semangat.

Euforia harapan di akhir tahun, adalah awal dari langkah visioner kedepan untuk bertindak, seperti kata-kata sajak di bawah ini ;

The ending is the new beginning
Always starting your new dream
Believing your future will be sparkling
and your happiness coming
with smile that never ending

Salam hangat untuk keluarga kompasianer
Istana Negara, 12122015

0 comments:

Post a Comment