Tuesday, January 5, 2016

Puisi-Puisi Edrida Pulungan Edisi Januari 2016




Kepada Hati yang Tega Melempar Rindu ke Hatiku


Sepasang matamu yang  teduh itu 
tak akan pernah kulupa
menatapku lama
menukik tajam mengalir hingga aliran darahku
dan aku terbius tak merasakan apapun pada siapa
namun euforia padamu saja


engkau hadir tanpa terduga
seperti rinai senja di lingkarab awan biru
Datang semaumu tanpa permisi pada matahari
sungguh semena-mena


Matamu bicara
melukis aroma rasa dihatiku
Meski lisanmu terdiam
namun engkau hadir melukis kenangan
Hingga engkau berlalu begitu saja
Kutunggu rasamu terlafazkan syhadu
dalam seribu detik yang singkat
kita terpikat dalam hati yang terikat 
satu makna
dan itu cinta
Akh beginu rasanya

Kau tega melempar rindu pada hatiku
Meski semua pintu kututup rapat
Namun engkau ketuk pintu hatiku keras-keras
Seolah berkata" Buka Pintunya,Bukalan, Ini aku sudah datang"
Aku bahagia tak terperikan
Hatiku melompat-lompat di dalam

Namun  sayang engkau jauh dari pandangan
dan kini semua bukan lagi soal tatapan matamu itu
atau pintu hatiku yang telah kubuka untukmu 
Namun ini tentang rinduku yang telah memuncak 
seperti larva yang memanas ganas
akan meletus  jua di detik keseribu 
dalam tarikan nafas

Kini aku dan kamu ada diantara rasa yang tak pernah selesai
panjangnya kilometer asa dan jarak 
Bagaikan spasi yang menari-nari tanpa jeda
aku menghitung setiap pagi
bagaimana rindu ini sampai pada puncak rasa hakikinya

Tahukah engkau embun  telah menjadikan dirinya saksi
Kala aku membuka mataku 
Maka  yang  ingin kusaksikan adalah dirimu
serta tatapan matamu yang kurindukan itu
membelai hangat segenap rasaku

Mungkinkan kerinduan ini ada penawarnya
Atau terbiarkan beku hinnga mendingin hasratku
dan sepipun bisa membunuhku

akh... aku rela engkau melempar rindu ke hatiku
Karena  senyuman,ciuman dan serta pelukanmu 
yang  akan menggenapkanku



Jakarta, 4 januari 2016

2 comments:

  1. saya ingin punya buku dan tandatanganmu nich...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau pesan buku puisi ku kan"rindu yang teduh" dikirim kemana

      Delete